Jump to content
  • Popular Contributors

    Nobody has received reputation this week.

  • Our picks

    • Badai Tuan telah berlalu
      Salahkah 'ku menuntut mesra?
      Tiap pagi menjelang
      Kau di sampingku
      'Ku aman ada bersamamu
      • 0 replies
    • Ini Enak dan Tidak Enaknya Jadi Menteri
      Joko Widodo dan Ma'ruf Amin resmi terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden pada periode 2019-2024 dalam Pilpres 2019.

      Setelah pemilihan umum dan berbagai sidang yang menegangkan, kini perhatian masyarakat terfokus pada calon menteri baru dalam kabinet pemerintah 2019-2024.

      Masyarakat penasaran siapa saja menteri yang akan membantu Presiden dan Wakil Presiden terpilih di masa depan.
      • 0 replies
    • Wanita Ini Baru Tau Pekerjaan Suaminya Setelah Suaminya Meninggal
      Seorang wanita menemukan fakta mengejutkan tentang suaminya yang telah dinikahinya selama 64 tahun.

      Kenyataan mengejutkan tersebut bahkan baru diketahuinya setelah sang suami yang bernama Glyn meninggal dunia.
      • 0 replies
    • Kamu Harus Tau Tentang Amnesia
      Apa itu Amnesia?

      Amnesia atau dikenal juga sebagai sindrom amnesik, adalah kondisi yang menyebabkan kehilangan memori. Hal ini meliputi kehilangan informasi, fakta-fakta, dan pengalaman personal. Ada banyak kondisi kesehatan yang dapat menyebabkan amnesia, seperti dementia, stroke, atau cedera kepala.
      • 0 replies
Sign in to follow this  
Guest Metrotvnews

Pupusnya Cita-Cita Amirulloh

Recommended Posts

Guest Metrotvnews
Metrotvnews.com, Jakarta: Sejenak, Amarullah Adityas Putra, 18, memandangi foto saudara kembarnya, Amirulloh Adityas, Selasa 10 Januari. Ada kebanggaan tersendiri, melihat Amirulloh mengenakan Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP).

Pelaut adalah cita-cita Amirulloh sejak kecil. Guna mewujudkan cita-citanya, Amirulloh tekun belajar dan masuk ke STIP.  

Selang beberapa jam kemudian, Amarullah kaget bukan kepalang. Kabar duka harus dia terima. Amirullah tewas dianiaya lima seniornya di STIP Marunda Jakarta Utara.

Amirulloh tewas dengan luka di bibir bagian bawah, organ dalam bagian dada ditemukan mati lemas serta terdapat bintik darah dan resapan darah pada paru-paru, jantung, dan kelenjar liur perut.

Amirulloh terlahir dari keluarga mayoritas pelaut. Siswa STIP Marunda tingkat satu itu memang berencana mengikuti jejak anggota keluarga lainnya seperti Kakek, serta dua pamannya.

Begitu pun dengan saudara kembarnya Amarullah yang menempuh sekolah di Akademi Martim Indonesia (AMI) Pulomas Jakarta Timur. "Kami memang ingin menjadi pelaut," kata Amarullah dengan mata yang sedikit merah sembab, Rabu (11/1/2017).

Baca: Tersangka Penganiayaan di STIP Kemungkinan Bertambah

Amarullah sudah mengetahui soal kekerasan yang dialami saudara kembarnya pada Desember lalu. Saat itu, Amarullah sempat melihat luka lebam di perut saudaranya itu.

Namun, Amirulloh memintanya tak mengatakan ke orangtuanya. "Jawaban dia cuma satu, kalau mau jadi pemain drum band handal ya harus seperti ini," ujarnya.

Korban memang dianiaya usai latihan drum band bersama lima taruna tingkat satu lainnya. Alasan pelaku penganiayaan itu seperti ritual serah terima alat drum band kepada para junior.

"Itu seperti budaya serah terima alat tam-tam drum band ke para junior. Harusnya tidak pakai kekerasan itu yang kami sesalkan," kata Kapolres Jakarta Utara, Kombes Pol M. Awal Chairuddin.

Para pelaku Sisko Mataheru, 19, Willy Hasiholan, 20, Iswanto, 21, Akbar Ramadhan, 19, dan Jakario, 19 kini sudah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka terancam Pasal 170 jo 351 ayat 1 tentang penganiyaan yang menyebabkan kematian.

Baca: Kondisi Lima Tersangka Penganiayaan Siswa STIP Belum Stabil

Para pelaku menganiaya Amirulloh bersama lima rekannya itu di gedung Dormitory 4 kamar DM-205 lantai 2. Di sebuah ruang berukuran 10x4 meter itu keenamnya dianiaya. "Kami mengakui kecolongan," kata Weku Federik, Ketua STIP Marunda yang sudah dinonaktifkan akibat insiden tersebut.

Meski sudah memasang close circuit television (CCTV) di setiap lorong gedung serta patrolo rutin oleh 23 personel pengawas kejadian penganiayaan tetap terulang.

"Terakhir kasus 2008. Itu yang terjadi di dalam STIP. Kalau kasus 2014 Itu di luar STIP," kata Weku yang beru menjabat 2 bulan jadi Ketua STIP.

Kejadian penganiayaan memang bukan kali pertama terjadi. Masih segar diingatan kasus Dimas Dikita Handoko mahasiswa tingkat 1 STIP Marunda juga tewas oleh seniornya April 2014. Tiga orang taruna tingkat empat STIP Marunda ditetapkan sebagai tersangka.

Kementerian Perhubungan membentuk tim internal untuk menginvestigasi kasus kamatian Amirulloh. Sedangkan STIP akan melaksanakan sidang kehormatan kepada lima orang yang menganiaya siswa tingkat satu.

Jika terbukti bersalah, STIP akan mengeluarkan mereka dari sekolah kedinasan itu. "Kami (STIP) juga melakukan sidang kehormatan sesuai perintah dari kepala Badan Pembinaan Sumber Daya Manusia (BTPSM) Perhubungan. Aturannya, kalau memang terbukti akan dikeluarkan," ujar Weku.

Weku mengatakan, selama ini pihaknya berusaha maksimal mencegah kekerasan antarsiswa. Catatan polisi, kasus kekerasan di STIP sudah tiga kali terjadi. "Dari semua ini, kami akan mengevaluasi," ujar Weku.

www.metrotvnews.com

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
Sign in to follow this  

×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy