Jump to content
  • Popular Contributors

    Nobody has received reputation this week.

  • Our picks

    • Wanita Ini Baru Tau Pekerjaan Suaminya Setelah Suaminya Meninggal
      Seorang wanita menemukan fakta mengejutkan tentang suaminya yang telah dinikahinya selama 64 tahun.

      Kenyataan mengejutkan tersebut bahkan baru diketahuinya setelah sang suami yang bernama Glyn meninggal dunia.
      • 0 replies
    • Kamu Harus Tau Tentang Amnesia
      Apa itu Amnesia?

      Amnesia atau dikenal juga sebagai sindrom amnesik, adalah kondisi yang menyebabkan kehilangan memori. Hal ini meliputi kehilangan informasi, fakta-fakta, dan pengalaman personal. Ada banyak kondisi kesehatan yang dapat menyebabkan amnesia, seperti dementia, stroke, atau cedera kepala.
      • 0 replies
Guest bitcoinnews

2 Factors That Drove Bitcoin's 20% Overnight Price Plunge

Recommended Posts

Guest bitcoinnews

bitcoin.jpg

Bitcoin’s price has been on a tear recently.

After spending months in the $600 range, it shot from about $750 a month ago to $1,150 yesterday.

But that changed overnight as the price dropped about 22%, according to the CoinDesk Bitcoin Price Index. It's rebounded slightly and is now trading at around $975 as of press time.

Two main factors appear to be at play.

statistic bitcoin.png

“What happened overnight is the yuan strengthened,” says Chris Burniske, blockchain products lead at ARK Investment Management. China accounts for more than 95% of all trading in Bitcoin, so developments there have a large impact on the price. Another factor may be traders taking profits since $1,150 is in the range of bitcoin’s previous all-time highs.

Burniske points out that the Chinese yuan had recently been devaluing, which tends to correlate with bitcoin strength, but that it rose 1% overnight.

“As a result, one of the notable things I saw is that Chinese bitcoin exchanges fell from trading at a premium over U.S. exchanges to actually trading at a discount, so there was a drop in demand on the Chinese exchanges,” says Burniske. Chinese bitcoin exchanges typically show higher prices for bitcoin than exchanges in other locations because of increased demand there.

“The fact that they’re at parity or at a discount shows the effect that the strengthening yuan has had on bitcoin markets,” he says.

The reason developments with China’s currency are correlated with bitcoin has to do with the Chinese government’s attempt to limit the flow of money out of the country. In response, many Chinese citizens, to get money out of China, have been buying bitcoin with renminbi and then selling bitcoin on another exchange for U.S. dollars or euro. “Chinese capital controls are a big part of what creates demand for Bitcoin,” says Gil Luria.

As devaluation of the yuan drives investors there to seek out other currencies, that creates demand for bitcoin, which could have driven the surge in price in recent weeks.

“People have been expecting a continuation of yuan weakness, so what you’ll see with the bitcoin markets is a lot of times, bitcoin will experience a price increase prior to a significant yuan devaluation,” says Burniske. “So a lot of people may have been forecasting a significant yuan devaluation and what they got was actually the opposite. It’s really shaking off a lot of people who have been trying to short the yuan.”

Luria says that the other main activity around bitcoin in China, “pure speculation — people in China buying bitcoin because they believe it will appreciate, causing it to appreciate same with oil, real estate, stocks,” could also have pushed down the price.

“People that bought bitcoin at $500 a year ago, $600 six months ago, $800 two weeks ago are locking in their profits from that trade,” says Luria.

Noting that the previous all-time high of around $1,150 back in 2013 is a psychological barrier, he says traders may have decided that price was the right time for them to lock in profits.

This time around, however, bitcoin’s fundamentals are quite different.

“The usage is many multiples higher than it was in 2013. There’s a lot more development activity, a lot more application, a lot more usage. The network is much healthier and more robust,” says Luria. Trading volume in late 2013 was less than 10 million bitcoin a month and has recently been about 170 million bitcoin a month, according to Bitcoinity.org.

That also means that even this price fluctuation is less dramatic than it was in 2013.

“When you look at 2013, the bitcoin price actually doubled within the period of a month. We haven’t had that happen with this recent ascent,” says Burniske. “We’re starting to see signs of increased volatility in these last couple days but it’s still nothing near what we saw around the November 2013 price spike.”

Bitcoin’s notorious volatility has lessened to less than that of Twitter stock. Its volatility is now same as the USO oil futures ETF and comparable to that of a small cap stock.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...

  • Similar Content

    • By sdkrahman
      Setiap investasi pasti membutuhkan modal, berhubung kita akan bermain bitcoin maka silakan siapkan komoditas tersebut secukupnya. Bagaimana jika tidak punya? Anda bisa membelinya di situs trading Tokocrypto dengan Harga Bitcoin yang terbilang umum. Bila memang tidak punya uang, saya sarankan untuk mining gratis lewat telegram atau mengikuti program airdrop terlebih dahulu. Demi kelancaran rezeki kedepanya. Lalu berapa modal yang dibutuhkan untuk menggandakan bitcoin? Kalo tentang ini tidak bisa di tentukan.Tinggal lihat seberapa tebal kantong Anda, semakin besar modal semakin baik untuk membuka peluang.
      Menggandakan Bitcoin Dengan Staking
      Bila pemain bitcoin baru Andapasti akan bertanya apa itu staking? Staking merupakan proses penggandaan sebuah asset crytocurrency yang memiliki liquiditas POS (Prof Of Stake). Tidak semua asset digital produk blockhain memiliki fitur ini, jadi kita perlu penyedia jasa sebagai tangan ketiga untuk mewujudkan niat memperbanyak bitcoin. Namun, untungnya ada sebuah perusahaan besar yang sudah pasti kredibilitasnya dan menyediakan layanan ini. Westland storrage adalah jawaban buat Anda yang pengen menggandakan cryptocurrency. 
      Coin Apa saja yang didukung disana? Ada beberapa altcoin terkenal yang di antaranya adalah :
      - Bitcoin (BTC)
      - Litecoin (LTC)
      - Bitcoin Cash (BCH)
      - Dash
      - Monero
      - Ethereum (ETH)
      - Ripple (XRP)
      - Dogecoin (Doge)
      - Z Cash
      - Ethereum Classic (ETC)
      - Memakai Dana Dari AdvCash
      Apakah westland storrage bisa dipercaya? Sejauh pengalaman saya pribadi, situs ini memang sangat bisa dipercaya dan telah banyak orang yang melakukan withdram di situs tersebut. Selain itu, saya ingin memberi tips atau cara untuk anda yang ingin tahu cara menggandakan bitcoin di westland storage.
      Menggandakan Bitcoin Dengan Mining
      Saya memiliki banyak sekali pengalaman mining cryptocurrency, dan salah satu website yang masih saya gunakan adalah cryptominingfarm. Walaupun bisa diandalkan, saya orangnya selalu ingin yang lebih baik jadi sering mencari hal baru sampai menemukan dua situs mining dengan fasilitas dan proses withdrawal yang cepat.
      Ethonline dan BTConline merupakan dua situs dengan satu pemilik yang memang terbukti legit untuk menambang bitcoin. Cara menggandakan bitcoin disana juga cukup mudah, Andahanya perlu mempastekan Bitcoin Address kemudian membuat pin lalu melakukan deposit untuk upgrade plan.
      Menggandakan Bitcoin Dengan Trading
      Proses membuat bitcoin menjadi dua lewat cara ini memang sedikit susah, khsusnya untuk para siswa baru eh... pemain baru. Sedikit saya ingin menggaris bawahi . Trading bitcoin itu tidak mudah dan beresiko besar. Fokus dan cara memperbanyak bitcoin dengan trading adalah analisis kemungkinan harga up dan down. Bila Anda bisa mengetahui kapan dan mana coin yang akan naik dan turun, Andabakalan cepat kaya memiliki bitcoin.
      Tips Untuk Bisnis Bitcoin Dengan Trading
      Simulasi yang mudah untuk diterapkan dimana kamu harus membeli beberapa satosi untuk di hold dalam waktu tertentu. Kemudian menjualnya dalam harga yang lebih mahal.
      Kelemahan awal ketika seseorang baru memulai bisnis bitcoin adalah keserakahan yang terus menerus, Hati-hati dengan hal ini karena ketika kamu memutuskan untuk menahan bitcoin dalam wallet terbaik. Bisa saja harga membalik turum seperti yang terjadi pada aksi sell-off dan susah untuk mengembalikan ke harga kamu membeli. Balik lagi, bisnis apapun bisa saja mendatangkan keuntungan apa lagi jual beli bitcoin dan Cryptocurrency yang harganya mencapai puluhan bahkan ratusan juta.
       
    • Guest news
      By Guest news
      Nilai Bitcoin pekan lalu sempat melemah setelah adanya laporan penyelidikan Departmen Kehakiman AS atas dugaan manipulasi harga. Tapi kabar ini tak mencemaskan sebagian pemilik bitcoin, yang bukan hanya menggunakan mata uang kripto ini sebagai investasi, tapi mulai digunakan sebagai alat pembayaran.
       
    • Guest bitcoinnews
      By Guest bitcoinnews
      The SEC just issued their ruling on the Winkelevoss bitcoin ETF, and it wasn’t good news for enthusiasts of the digital currency. Regulators rejected the proposed application, mainly because of the lack of regulation currently surrounding bitcoin.
      An approval would have meant that the public could invest in bitcoin simply by purchasing shares in the ETF, which would trade on a U.S-based stock exchange.
      The assumption was that an approved ETF would open the floodgates to both Wall Street and regular investors who want a stake in the digital currency but didn’t feel comfortable purchasing it on their own. This influx of new investors would then drive up the price of bitcoin.
      Instead, the price dropped about 22 percent, from about $1,295.00 to as low as $1,000 as soon as the news broke. It’s since stabilized to about $1,120.00, which is still a drop of about 14 percent.

      In its decision, the SEC explained that a Bitcoin ETF would not be consistent with current rules requiring securities exchanges to regulate and monitor the markets where underlying products are traded. Essentially, the underlying markets that currently exist for trading bitcoin aren’t regulated enough to responsibly support an ETF that would rely on those markets for liquidity.
      Tyler Winklevoss released a statement via email to Forbes: “We remain optimistic and committed to bringing COIN [the ETF’s proposed ticker] to market, and look forward to continuing to work with the SEC staff. We began this journey almost four years ago, and are determined to see it through. We agree with the SEC that regulation and oversight are important to the health of any marketplace and the safety of all investors.”
      While there are two more bitcoin ETF applications still in a review period, the outlook isn’t good. This is because it seems that the regulators didn’t take issue with the Winklevoss application, they were just concerned with the lack of regulation surrounding bitcoin in general . This lack of regulation is an issue that will stay around either until bitcoin markets mature enough to implement regulations consistent with existing markets that trade other commodities or derivatives, or until the Exchange Act’s laws are changed or altered to provide an exception for bitcoin.
    • Guest bitcoinnews
      By Guest bitcoinnews
      When it comes to understanding and writing about technology, one of the biggest challenges is dealing with all the insider-y terminology — particularly because it can feel so removed from everyday experience.
      Now Alphabet’s tech incubator Jigsaw is working with The Washington Post on a new way to offer these explanations. Called the Sideways Dictionary, the focus is on analogies rather than traditional definitions — for example, BitCoin is “like digital gold,” while a zero-dayvulnerability is “like medics discovering a new virus.”
      Of course, these analogies risk being too simplistic, but the explanation doesn’t stop there. On Sideways Dictionary, the analogy is the starting point to help readers wrap their heads around the concept, and it’s followed by a (slightly) longer explanation.

      In addition to looking up technical terms on the Sideways Dictionary website, you also can download a Google Chrome extension, and they’ll also be used on The Post website.
      By the way, both of the analogies mentioned above were contributed by writer Nick Asbury. You can contribute your own, and vote for the ones that are most helpful.
      “The more we can create a shared vocabulary around technology, the better we’ll be able to understand how it’s reshaping our world,” said Jigsaw head of marketing Alfred Malmros in a statement. “The innovation emerging from the technology industry is staggering, but too often we fall back on jargon to explain new concepts. Sideways wants to change that.”
      Last month, Jigsaw announced Perspective, a project aimed at identifying toxic comments.
    • By c0d1ng
      Dalam sebuah wawancara dengan BBC, Dr Wright menyediakan bukti untuk mendukung klaimnya dengan menggunakaan pesan digital yang ditandatangani dan kunci kriptografi yang diketahui dimiliki oleh pencipta Bitcoin ini.
      "Ini adalah blok yang pernah digunakan untuk mengirim 10 Bitcoins ke Hal Finney pada Januari [2009] sebagai transaksi Bitcoin pertama," katanya saat mendemonstrasi buktinya tersebut.
      Bitcoin adalah mata uang kripto digital yang terdesentralisasi dan beroperasi menggunakan jaringan peer-to-peer.
      Tidak seperti mata uang lainnya, Bitcoin tidak memiliki otoritas pusat atau dukungan berbasis-pemerintah.
      Bitcoin pada dasarnya adalah sebuah kode yang diperdagangkan antara dua orang, dengan transaksi yang dikonfirmasi oleh pengguna lain pada jaringan peer-to-peer dan ditambahkan ke "blockchain" berkesinambungan – semacam buku umum dari semua transaksi Bitcoin.
      Buku itu diciptakan oleh seseorang dengan nama samaran Satoshi Nakamoto, nama alias yang sekarang diklaim oleh Dr Wright.
      "Saya adalah bagian utama dari penciptaan Bitcoin itu, tapi ada orang lain membantu saya," katanya.
      Para peneliti percaya Nakamoto memiliki hingga 1 juta Bitcoins, yang bernilai sekitar $440.000.000, dan harga mata uang kripto bisa terjun bebas jika akun itu dicairkan.
      Dr Wright kepada Majalah The Economist mengatakan dia akan menukar Bitcoin-nya secara perlahan-lahan untuk menghindari tekanan harga.
      Dr Wright mengungkapkan identitasnya kepada tiga organisasi media: BBC, Economist dan GQ.
      Majalah The Economist mengatakan klaim dari Dr Wright tidak semuanya meyakinkan.
      "Kesimpulan kami adalah kalau Wright bisa jadi memang Nakamoto, tapi pertanyaan pentingnya masih tetap belum terjawab,” katanya.
      "Sungguh, pengakuan ini memang tidak mungkin tetap menyisakan keraguan mengenai siapa sebenarnya yang menciptakan Bitcoin,”
      Anggota terkemuka dari komunitas Bitcoin dan tim pengembangan inti juga menegaskan klaimnya.
      Dr Wright memang sejak lama sudah dicurigai sebagai sosok pencipta mata uang kripto – Bitcoin. Polisi Federal Australia sempat menggerebek rumah pengusaha berbasis teknologi ini di Sydney pada bulan Desember tahun lalu berdasarkan  surat perintah yang dikeluarkan oleh Kantor Pajak Australia (ATO).
      Perlakuan terhadap bitcoin untuk tujuan pajak di Australia telah menjadi subjek yang layak diperdebatkan.
      ATO memerintahkan pada Desember 2014 kalau mata uang kripto atau mata uang digital harus dianggap sebagai aset, ketimbang mata uang, untuk kepentingan meningkatkan modal pajak.
      Dr Wright mengatakan serangan itu telah menyebabkan semakin banyak saja wartawan dan pihak lain yang mengejar dia dan orang-orang yang mengetahui identitas dirinya, dan itu merugikan mereka.
      "Saya tidak suka menyakiti orang-orang yang saya sayangi," katanya kepada BBC.
      "Saya tidak melakukan ini karena ini merupakan sesuatu yang saya sukai, Ini bukan karena pilihan saya.”
      Dia menambahkan kalau dirinya tidak berencana untuk menjadi sosok panutan.
      Dr Wright mengatakan dalam Konferensi Investor Bitcoin tahun lalu kalau dirinya adalah mantan akademisi yang belakangan ini melakukan riset komersial yang tidak pernah didengar oleh siapapun.
      Dia mengatakan dia memiliki beberapa gelar Doktorat dan Master dibidang hukum dan statistik.
      Dr Wright saat ini mengepalai bisnis berbasis bitcoin, salah satu yang dia gadang-gadang pada  Bulan Mei tahun lalu adalah  usahanya yang kini menguasai komputer super tercepat di dunia.
      ATO dan kepolisian Australia belum bersedia mengomentari pengakuan Dr Wright ini.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy