Jump to content
c0d1ng

Informasi Pribadi Bisa di Bobol Lewat Tiket Pesawat

Recommended Posts

plane ticket.jpg

Aksi pencurian data tak melulu melibatkan teknologi dengan sistem yang canggih. Cukup dengan memanfaatkan kelengahan korbannya, peretas mampu menggondol informasi pribadi yang sewaktu-waktu dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi.

Sistem pemesanan tiket pesawat tidak sepenuhnya terproteksi. Sistem yang digunakan untuk menangani pemesanan tiket disebut tak memiliki integrasi dengan infrastruktur lab modern.

Adapun sistem mengelola pemesanan tiket disebut sebagai global distributed systems (GDS). Tiga sistem yang paling banyak digunakan untuk menangani pengelolaan tiket berasal dari Amadeus, Sabre, dan Travelport. Sistem ini diketahui cukup tua untuk digunakan sejak era ‘70 dan ‘80.

Setiap tiket yang dipesan melalui sistem GDS tersebut memiliki enam digit kode yang dikenal sebagai PNS Locator. Melalui enam digit kode tersebut seseorang dapat mengakses informasi termasuk alamat rumah, nomor telefon, alamat e-mail, nomor kartu kredit, hingga IP address saat memesan tiket.

Peretas mungkin saja dapat mengubah jadwal penerbangan seseorang hanya dengan mengetahui enam digit kode tiket pesawat.

Pelayanan tiket online dibatasi melalui per IP address dengan menggunakan sistem autentikasi captcha untuk menghindari serangan brute force atau masuk secara pakasa oleh para peretas.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...

  • Similar Content

    • By iiee
      Maskapai pelat merah PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. diminta untuk lebih transparan menjelaskan laporan keuangannya yang tengah menjadi polemik. Transparansi ini adalah bagian dari keterbukaan informasi Garuda sebagai perusahaan terbuka.
      "Seyogianya direksi Garuda perlu menjelaskan ke publik sebagai keterbukaan informasi. Mengingat Garuda adalah emiten sekaligus BUMN entitas publik," kata Ketua Institut Akuntan Publik Indonesia atau IAPI, Tarkosunaryo, ketika dihubungi Tempo, Kamis 25 April 2019.
      Sebelumnya terjadi perbedaan pendapat di antara Dewan Komisari Garuda Indonesia tentang laporan keuangan 2018. Dua komisaris Garuda, Chairal Tanjung dan Dony Oskaria menyatakan keberatan dan tak menandatangani laporan keuangan tersebut.
      Keberatan itu berpangkal pada adanya pos pendapatan lain-lain yang dianggap masih berbentuk piutang yang ikut masuk sebagai total pendapatan perseroan. Namun, kedua komisaris tersebut tak sependapat dalam pembukuan tersebut.
      Keduanya menilai pencatatan ini bertentangan dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Negara atau PSAK Nomor 23. Menurut mereka, piutang yang muncul dari perjanjian kerja sama antara Garuda dengan PT Mahata Aero Teknologi tersebut seharusnya tak dimasukan pos pendapatan.
      Tarkosunaryo juga berpendapat bahwa sebaiknya Garuda membuka secara lengkap bagaimana kontrak antara Garuda dengan Mahata. Khususnya mengenai bagaimana realisasi dari adanya kerja sama itu. "Apakah prestasi pekerjaan sudah ada dan hak tagih sudah dapat dieksekusi," kata Tarkosunaryo
      Kendati demikian, Tarko menjelaskan, pencatatan piutang sebagai pendapatan dalam dunia akuntansi dianggap sebagai sesuatu yang lazim ditemui. Dalam dunia akuntansi hal ini lazim dikenal dengan istilah pencatatan akuntansi berbasis akrual.
      Baca: Laporan Keuangan Garuda Janggal, Ini Keberatan Dua Komisaris
      Dalam hal ini, lanjut dia, transaksi-transaksi dicatat pada saat terjadinya transaksi itu, bukan saat uang diterima. Transaksi pendapatan dicatat dalam pembukuan pada saat hak tagih sudah ada karena penjual sudah melakukan kewajiban sesuai kontrak.
      Artinya, dalam kasus Garuda, yang perlu diperjelas adalah realisasi transaksi yang kemudian menimbulkan hak tagih (piutang) sehingga bisa dimasukkan dalam pendapatan. Hal inilah yang perlu diungkap ke publik apakah pencatatan dari piutang menjadi pendapatan tersebut sesuai standar. "Nah yang dapat melakukan ini ya direksi beserta auditornya," kata Tarkosunaryo.
    • By ThinkSmart
      CEO Boeing Co, Dennis Muilenburg untuk pertama kalinya, akhirnya mengakui bahwa malfungsi Boeing 737 Max 8 berperan dalam jatuhnya Lion Air JT 610 pada Oktober dan Ethiopian Airlines ET 302 pada Maret 2019. Menanggapi pengakuan yang dirilis Muilenburg dalam sebuah video itu, Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B. Pramesti mengatakan bahwa Kementerian Perhubungan masih mempelajari ihwal kasus Boeing.
      Polana mengatakan Kemenhub masih menunggu hasil investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi dan perbaikan yang akan dilakukan Boeing. "Terlalu dini kalau pemerintah melarang B737Max atau B737 families," kata Polana saat dihubungi, Ahad, 7 April 2019.
      Sebelumnya, CEO Boeing, Dennis Muilenburg mengakui kecelakaan Lion Air JT 610 dan Ethiopian Air ET 302 terjadi karena fitur otomatisasi MCAS (Maneuvering Characteristics Augmentation System) pesawat aktif sebagai respons terhadap informasi angle of attack/AOA (sudut serangan) yang keliru. Muilenburg  mencuitkan rasa menyesalnya itu ke akun Twitternya. Seperti dikutip Antara, Sabtu 6 April 2019, bos pabrikan pesawat terbesar Amerika Serikat itu mewakili seluruh karyawan Boeing menyampaikan simpati kepada keluarga korban para penumpang dan kru pesawat Lion Air dan Ethiopian Airlines. 
      Setelah mengakui kesalahan itu, Muilenburg mengatakan bahwa perusahaan memiliki "tanggung jawab untuk menghilangkan risiko tersebut. Lalu, Boeing pun berupaya membuat pembaruan perangkat lunak 737 Max untuk mencegah kecelakaan serupa terjadi lagi. 
      Terkait cacat sistem MCAS ini, Muilenburg menyebut pihaknya telah bekerja tanpa lelah bersama Federasi Penerbangan Sipil Amerika Serikat (FAA) semenjak tragedi Lion Air. Boeing bersama pihak lainnya pun berupaya untuk menyelesaikan dan mengimplementasikan perangkat lunak demi memastikan kecelakaan naas tersebut tak akan pernah terjadi lagi.
      Kecelakaan udara mematikan baru-baru ini telah menyebabkan pelarangan terbang pesawat 737 Max di seluruh dunia. Otoritas penerbangan Amerika Serikat, FAA, telah melarang terbang semua pesawat Boeing 737 Max 8 di Amerika Serikat dan seluruh dunia. Di Indonesia, Kementerian Perhubungan telah meng-grounded 11 unit pesawat tipe tersebut yang dimiliki maskapai penerbangan Lion Air dan Garuda Indonesia sejak 14 Maret 2019.
    • By dugelo
      Jangan Gunakan Internet
      Cara paling gampang adalah jangan gunakan internet. Tapi cara ini juga paling sulit dilakukan. Pasalnya setiap orang di dunia modern pasti memiliki perangkat yang selalu terhubung ke internet, baik itu komputer, smartphone, tablet atau peralatan rumah tangga sehari-hari.
      Cek Koneksi Internet
      Alternativnya, cek semua peralatan yang terkoneksi ke internet. Banyak peralatan di rumah, tanpa sepengetahuan kita terus melakukan pertukaran data dengan pabrik pembuatnya. Atau yang lebih jahat, ada komponen yang sengaja dipasang untuk mengirim data. Cek lewat Shodan.io, perangkat mana yang terhubung dengan internet dan bagaimana cara melindunginya.
      Gunakan Password
      Dengan menggunakan password atau teknik sandi lainnya, pengguna internet bisa mengatur arus data yang mereka unduh atau unggah. Biasanya fitur pada perangkat pintar memiliki opsi untuk pengaturan keamanan transfer data. Dengan memasang opsi ini, Anda yang mengatur transfer data, dan bukan perangkat yang kita miliki.
      Pakai Jejaring Aman
      Di negara maju memiliki jaringan WiFi di rumah sudah merupakan hal lazim. Disarankan lindungi WLAN dengan password dan sandi yang cukup aman. Jika menggunakan WiFi terbuka atau Hotspot, usahakan menggunakan jejaring yang memasang fitur keamanan.
      Update Teratur
      Bukan hanya keamanan jaringan internet, juga sistem operasi perangkat yang Anda miliki harus aman. Produsen yang peduli, selalu melakukan update software yang mereka pasang di perangkatnya secara teratur. Menurut Vault-7 peretas CIA diketahui menyerang celah keamanan pada sistem operasi Apple yang tidak diupdate.
      Tutup Kamera dan Mikrofon
      Perangkat canggih yang Anda miliki biasanya dipasangi fitur kamera dan mikrofon untuk komunikasi digital. Jika Anda tidak mau kehidupan probadi dimata-matai, tutup kamera dan mikrofon itu dengan lakban. Pendiri Facebook, Mark Zuckerberg juga melakukan tindakan pengaman ini. Mottonya: perusahaan sehebat dan seaman Facebook saja, merasa was-was dengan serangan peretas sekelas Vault-7.
      Unduh App Aman
      App adalah alat bantu utama pada smartphone. Pastikan Anda mengunduh app yang aman yang tidak menghimpun dan mengirim data dari perangkat Anda ke pihak ketiga. Walau cukup banyak aplikasi yang aman, peretas juga lebih pintar, dengan mencoba menyadap informasi saat ditulis, sebelum disandi oleh app aman. as/yf(dari berbagai sumber)
    • Guest news
      By Guest news
      Burung liar di sekitar bandara bisa menabrak pesawat terbang atau tersedot mesin jet sehingga membahayakan keselamatan penerbangan. Otoritas bandara sering memakai anjing atau bunyi keras untuk menghalau kawanan burung, namun menurut perusahaan Belanda, burung robot produksinya jauh lebih efektif.
       
    • By BisaJadi
      Jadi pramugari itu enak. Bisa terbang ke banyak kota bahkan negara, gratis. Udah gitu dapet bayaran pula. 
      Kalau Kamu berpikir seperti itu, kayaknya Kamu harus baca artikel ini baik-baik. Menjadi seorang pramugari itu nggak seenak yang Kamu lihat. Bayangin aja, mereka harus tetep tersenyum dan melayani Kamu dengan ramah meski lagi capek. 
      Pramugari nggak bisa makan sesuka hati. Harus nungguin semua penumpang selesai makan, baru deh bisa makan.
      Belum lagi kalau ada penumpang menyebalkan yang gangguin doi pas lagi kerja. Kezel, tapi di sisi lain para pramugari juga harus tetep ramah. 
      Kurang lebih seperti itulah yang dirasakan banyak pramugari yang ada di dunia ini, termasuk Sydney Pearl. Dia menuliskan semua hal menyebalkan yang dialami pas lagi berhadapan sama penumpang dalam sebuah buku berjudul Diary of a Pissed-Off Flight Attendant.
      Dalam buku yang udah diterbitkannya, ada 10 hal yang sebaiknya nggak Kamu ucapin pada pramugari. Mau tahu? Nih; 
      1. “Senyum dong”

      Kalau Kamu pernah mengucapkan kalimat ini pada mbak-mbak pramugari, mending jangan diulangi lagi. Menurutnya, tanpa diminta buat tersenyum pun, dia dan para pramugari lainnya udah selalu berusaha tersenyum setiap saat.
      Kalau kebetulan doi lagi nggak senyum, bukan berarti dia lupa sama tugasnya, tapi capek tahu senyum terus setiap saat. Kata Pearl sih gini, 
      Saya mengambil napas panjang, nahan diri buat nggak ngumpat. Padahal sih, jengkelnya udah ada di ubun-ubun,
      2. “Kok Kamu kelihatan ngantuk?”

      Ada juga, penumpang pesawat yang iseng bilang “Kok Kamu kelihatan ngantuk?”.
      Yah, gimanapun juga, banyaknya aktivitas selama penerbangan bikin pramugari nggak punya banyak waktu buat istirahat. Apalagi buat tidur enak.
      Mungkin, niat kita sebagai penumpang cuma basa-basi doang, tapi ternyata perkataan itu bikin pramugari bete. Kalau kata Pearl sih gini, 
      Mungkin mereka lupa jika kami, para pramugari memberi pelayanan tidak hanya pada satu penerbangan saja hari itu.
      3. “Pramugari cuma pelayan yang dimuliakan”

      Pearl pernah mendapat perkataan seperti ini. Doi cuma diam dan tersenyum. Padahal nih gais, di dalam hati dia bete banget. 
      Kalau Kamu berkata bahwa pramugari adalah pelayan yang dimuliakan, sebaiknya Kamu beli kaca besar di rumah deh. Biar nggak ngatain pramugari dengan kalimat itu lagi, itu pun kalau Kamu masih punya nilai humanis, kata Pearl 
      4. “Hari ini saya ulang tahun, boleh dong dapet minuman gratis!”

      Kamu mungkin pernah berpikir, kalimat meminta minuman gratis hanyalah guyonan doang. Tapi, ternyata, kalau Kamu sampai ngucapin kalimat itu gais, Kamu udah bikin image-mu drop di mata pramugari gais.
      5. “Bisakah Kamu bantuin saya menggantikan popok anak saya?”

      Khusus buat Kamu yang udah punya baby gais, please jangan bilang kayak gini sama pramugari. Kalau Kamu belum bisa bedain antara pramugari dan pembantu rumah tangga, boleh-boleh aja kali ya. 
      6. “Dari tadi Kamu ngapain aja sih? ”

      Yang bikin Pearl kezel abis gais, pernah suatu waktu ada penumpang pesawat yang bilang kayak kalimat di atas. Kata doi, sebelum Kamu bertanya apa aja yang udah dikerjain pramugari dari tadi, mending Kamu baca dulu daftar tugas pramugari deh.
      Jujur, apa yang Kamu ucapkan ini udah bikin pramugari sakit hati. Doi udah kerja keras bikin Kamu nyaman, tapi kayak nggak dihargai sedikit pun usahanya. 
      7. “Duh, gara-gara Kamu saya jadi telat nih”

      Nah, kalau penerbangan Kamu terlambat, jangan salahin pramugari. Karena jadwal penerbangan dan lalu lintas udah diatur sesuai dengan manajemen penerbangan. 
      Ya, mungkin kalimat itu cuma luapan kekesalan doang sih, tapi biasakan buat ngontrol emosi dan nggak mengkambinghitamkan pramugari. Pesennya si Pearl si gitu.
      8. “Saya benci merepotkan Kamu, tapi saya minta tolong dong ..”

      Poinnya gini gais, nggak usah basa-basi sama pramugari. Kalau emang  butuh bantuan, ya udah tinggal minta bantuan aja. Cukup bilang apa yang pengen Kamu pesen.
      9. “Mbak, kapan kita bisa dinner bareng?”

      Ada yang berani bilang kayak gini sama mbak pramugari? Duh, nyalimu besar banget gais. Beruntung, setiap pramugari udah terlatih buat nolak setiap ajakan tanpa memperlihatkan ketidaksukaannya.
      10. “Boleh minta id Line Kamu nggak?” (berkata seperti ini dengan cincin pernikahan mengkilat di jari)

      Ini yang paling buruk.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy