Jump to content
  • Kemerdekaan indonesia 74
  • Kemerdekaan indonesia 74
  • Kemerdekaan indonesia 74
Cahayapurno

Mayoritas Diplomat AS Adalah Anggota CIA

Recommended Posts

Rodrigo Duterte ialah Presiden Filipina ke-16.jpg
Rodrigo Duterte ialah Presiden Filipina ke-16

Pada Kamis lalu, Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan bahwa kebanyakan duta besar  meremehkan pemerintah asing tempat mereka bertugas. Sebab, kata dia, karena tugas mereka lebih sebagai mata-mata.

Secara khusus, ia menyebut mantan duta besar Philip Goldberg.

Duterte mencetuskan hal itu ketika menanggapi laporan Manila Times bahwa mantan duta besar AS itu sedang merencanakan untuk 'menggoyang' Duterte.

Harian tersebut mengaku mendapat informasi dari 'sumber dalam' bahwa Goldberg mencanangkan strategi penggulingan  dalam waktu 1,5 tahun.

Seperti dikutip dari UPI pada Jumat (30/12/2016), pihak AS melalui State Department atau Departemen Luar Negeri membantah tuduhan itu pada hari yang sama.

Daniel Russel, staf menlu untuk Uurusan Asia Timur dan Pasifik menyatakan melalui harian tersebut, "Seperti kami katakan, hubungan kami dengan Filipina luas dan persekutuan kita adalah salah satu hubungan yang berjalan dan terpenting di kawasan Asia Pasifik."

Dalam wawancara televisi itu, Duterte bahkan memperluas tuduhannya kepada para duta besar AS lainnya, katanya, "Mengacu kepada berita yang kredibel, mungkin kalian sudah sedikit mengerti bagaimana mereka beroperasi."

"Karena kebanyakan duta besar AS, tidak semua, bukan benar-benar duta besar profesional…mereka sedang memata-matai. Mereka sangat terhubung dengan ."

"Duta besar suatu negara adalah mata-mata nomor wahid, tapi ada sejumlah duta besar AS bertugas menggoyang pemerintahan. Itulah yang terjadi di Bolivia," imbuhnya.

Philip Goldberg and Duterte.jpg
Philip Goldberg and Duterte.

 

Goldberg berdinas sebagai duta besar AS untuk Filipina dari 2 Desembeer 2013 hingga 4 November 2015. Sebelumnya ia adalah asisten menteri untuk intelijen dan penelitian di State Department.

Pada 2006, Presiden George W. Bush mencalonkan dia menjadi duta besar untuk Bolivia.

Pada 10 September 2008, pemerintah Bolivia memberi waktu 72 jam baginya untuk hengkang, setelah AS dicurigai memberikan jutaan dolar kepada para pemimpin oposisi dan pemikir yang berseberangan dengan Presiden Evo Morales.

Menurut State Department, tuduhan terhadap Goldberg tidak berdasar.

Kata Duterte, "Itulah yang terjadi di Bolivia. Dia diusir karena menggoyang presiden pribumi di sana."

"Dan Goldberg semakin ketahuan, menggerogoti sendi dasar kepresidenan dan diusir sebagai persona non grata (orang yang tak disuka)."

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...

  • Similar Content

    • By BincangEdukasi
      Pamor CIA sudah sangat mendunia. Bukan hanya karena mereka dikemas secara eksklusif dan menarik dalam deretan film Hollywood, tapi juga deretan fakta mencengangkan yang mulai terkuak satu per satu. Keberadaan CIA bagi Amerika adalah hal yang penting. Tanpanya, negara Paman Sam ini takkan sebesar sekarang. Rusia pun takkan punya saingan dalam hal kekuatan dan pengaruh jika CIA tidak melakukan hal-hal besar sehingga membuat Amerika begitu jumawa di dunia.
      CIA adalah agen rahasia paling mematikan di dunia ini. Kiprah mereka sudah dimulai sejak perang dunia kedua dulu. Hari ini, organisasi serba tertutup tersebut tetap berdiri dan masih menjalani misi-misi khusus entah apa itu, yang jelas mereka selalu sukses membuat kejutan-kejutan. Mungkin saja mereka ada di balik huru-hara yang meresahkan dunia sekarang ini.
      Nah, selama 68 tahun terakhir sejak pertama kali dibentuk, apa saja yang sudah dilakukan mereka? Banyak, dan rangkuman fakta berikut akan menjelaskannya untukmu.
      1. CIA Memantau Hingga 5 Juta Tweet per Hari

      Sudah merupakan tugas badan spionase untuk mencari informasi. Termasuk juga CIA yang ternyata melakukan hal yang sama, hanya saja cara mereka agak ekstrem. Ya, mereka akan melakukan apa pun untuk mendapatkan infromasi. Termasuk dengan membaca jutaan Tweet dari pengguna tiap harinya.
      Entah bagaimana mereka mendapatkan akses tersebut. Namun CIA diduga memang melakukan stalking terhadap tweet apa pun yang di-post pengguna. Jumlahnya sendiri tidak spesifik, namun diperkirakan hampir 5 jutaan perhari. Jadi, bisa jadi cuitan yang mungkin kamu tulis, sekarang ini tengah dibaca oleh para agen rahasia tersebut.
      2. CIA Rekrut Mantan Nazi

      Di akhir Perang Dunia II, Nazi yang berada di pihak kalah pun mengalami kebinasaan. Termasuk Adolf Hitler yang ditemukan mati di sebuah bunker persembunyiannya. Meskipun sebagai pihak yang kalah, namun tak semua anggota Nazi dibantai. Beberapa bahkan bergabung dengan militer negara lain. Seperti salah seorang mantan tentara Nazi ini.
      Tidak diketahui siapa namanya, namun CIA konon merekrut prajurit ini. Tujuannya sendiri adalah untuk membantu CIA dalam melakukan interogasi, serta membuat eksperimen pengendali pikiran yang sepertinya cukup sukses.
      3. Pill Biru untuk Ditukar dengan Informasi

      CIA biasa menggali informasi dari siapa pun dan juga harga berapa saja. Bahkan dikatakan jika kantor mereka punya budget sendiri untuk hal-hal seperti ini. Uang memang jadi senjata utama CIA untuk mengorek informasi. Namun cara ini tidak selalu berhasil. Setidaknya bagi para informan mereka di Afghanistan.
      Entah dibilang sukses atau tidak, tapi CIA berhasil membayar informan penting mereka di Afghanistan hanya dengan butir-butir pil biru ini [Image Source]
      Namun bukan CIA kalau mereka tak memiliki yang namanya ‘Plan B’. Alih-alih menggunakan uang lebih banyak, para agen justru memberi informan Afghanistan tersebut dengan sebuah pill biru yang diketahui sebagai obat untuk disfungsi alat kelamin. Cara ini ternyata cukup berhasil dan para informan pun dibikin ketagihan.
      4. CIA Pernah Lakukan Salah Tangkap

      Memang mereka adalah para agen cerdas. Namun, namanya manusia tidak ada yang tak pernah melakukan kesalahan. CIA pun begitu, ternyata mereka juga pernah melakukan kesalahan yang cukup fatal.
      Pada tahun 2003 dilaporkan jika CIA telah menangkap seorang warga Jerman. Oleh CIA, si warga Jerman ini dianiaya sedemikian rupa, bahkan sampai mengalami kekejian luar biasa. Konyolnya, ternyata CIA salah tangkap. Si warga Jerman ini pun dilepaskan pihak CIA tanpa pernah dimintai maaf atau ganti rugi.
      5. Berikan Rusia Alat Kontrasepsi Raksasa dan Menghinanya

      Meskipun sekarang adem ayem, namun rivalitas antara Amerika dan Rusia sudah jadi rahasia umum yang diketahui banyak orang. Beberapa kali mereka pernah menunjukkan rivalitasnya. CIA yang notabene adalah agen penting Amerika, juga sering dilibatkan dalam pergolakan dua negara raksasa ini. Salah satunya adalah memancing kemarahan publik Rusia dengan menghina mereka.
      Bukan secara verbal, hanya simbolis saja. Ketika itu CIA ditugaskan untuk mengirimkan sebuah alat kontrasepsi pria dengan ukuran yang sangat besar ke Rusia. Tujuannya sendiri adalah untuk mengatakan jika pria-pria Amerika jauh lebih jantan dari pada Rusia.
      6. Mereka Punya Buku Manual untuk Melakukan Penyiksaan

      Namanya juga badan intelijen rahasia super, maka segala sesuatunya harus on the track. Percaya atau tidak, para agen CIA ternyata dibekali dengan banyak sekali manual untuk deskripsi kerja mereka. Sangat aneh sih mengingat lulusan CIA adalah mereka yang terbaik.
      Tak hanya tentang mencari informasi atau pakai senjata, ternyata ada pula buku manual soal siksa menyiksa. Di dalamnya dijelaskan bagaimana cara menyiksa dengan baik dan benar. Tak hanya dijelaskan cara menggunakan alat-alat siksa, di dalamnya juga disinggung bagaimana cara efektif melakukan intimidasi secara psikologis.
      7. Mereka Pernah Menghancurkan Guatemala Hanya untuk Perusahaan Buah

      United Fruit Company adalah kantor dagang Amerika yang berfokus pada pengelolaan dan perdagangan buah, terutama pisang, yang ada di Guatemala. Sayangnya, dalam kelola operasionalnya ternyata United Fruit banyak melakukan kecurangan. Hingga akhirnya pemerintah setempat menganggap keberadaan perusahaan tersebut membahayakan. Namun CIA segera melakukan aksi preventif.
      Diketahui, CIA membuat semacam skenario busuk yang bertujuan untuk menggulingkan pemerintahan saat itu. Ketika itu mereka melakukan semacam propaganda anti komunis. Siapa sangka cara ini berhasil dan pada akhirnya sukses membuat United Fruit tetap bertahan.
      Inilah fakta-fakta buruk tentang CIA yang berhasil diungkap. Mungkin mereka sangat keren ketika berada di film. Namun, siapa sangka jika dalam praktiknya seringkali melakukan hal-hal kotor. Indonesia sendiri konon katanya pernah jadi korban CIA. Hal tersebut terjadi di masa-masa terakhir kepemimpinan Soekarno yang melibatkan Freeport dan juga Presiden Soeharto.
    • Guest News
      By Guest News
      Peneliti di Universitas Washington, AS meluncurkan prototipe telepon seluler tanpa baterai memakai teknologi yang bisa diintegrasikan ke produk ponsel yang ada di pasaran. Kelompok peneliti ini memanfaatkan tenaga dari gelombang elektromagnetik yang ada di sekitar kita.
    • Guest News
      By Guest News
      Pihak koroner atau dokter forensik di Los Angeles memastikan salah satu saksi kasus korupsi E-KTP Johannes Marliem meninggal dunia akibat bunuh diri di kediamannya di California, AS. Menurut petugas koroner, jenazah Johannes Marliem masih berada di kamar jenazah menunggu klaim dari pihak keluarga.
       
    • By posrahasia2015
      Woodrow Wilson
      Tahun 1914, Presiden Amerika, Woodrow Wilson, menandatangani keputusan yang kemudian hari sangat disesalinya, yaitu mengizinkan Federal Reserve (The Fed- bank sentral AS) untuk menjadi satu-satunya lembaga yang berhak mencetak uang dolar amerika. Sebuah ketidaklaziman yang dilakukan Negara sehebat Amerika. Sebab, The Fed bukanlah pemerintah dan bukan pula dimiliki oleh bangsa Amerika asli. Lembaga ini adalah perusahaan swasta murni milik miliuner Yahudi dari klan Rothschild (bapak pembangunan Yahudi). Dengan jatuhnya akad tersebut, jadilah The Fed sebagai pengendali keuangan Amerika. Bahkan, sebagian besar cadangan devisa Negara-negara di dunia menjadikan dolar Amerika sebagai ukuran kekayaan menggantikan simpanan emas.
      Wilson pun menyesal setengah mati telah terbujuk oleh scenario para miliuner zionis Yahudi. Ia mengatakan“ Saya adalah orang yang paling tidak bahagia. Saya telah menghancurkan Negara saya. Sebuah bangsa industri yang besar ini dikontrol oleh sistem kredit. Sistem kredit kita terkonsentrasi. Pertumbuhan bangsa ini dan seluruh aktivitas kita berada di tangan segelintir orang. Kita telah menjadi pemerintah yang paling diatur, dikontrol, dan didominasi di dunia modern. Kita tidak lagi pemerintah yang memiliki pandangan yang bebas, pemerintah yang diakui, yang dipilih oleh suara mayoritas, melainkan pemerintah yang dikontrol oleh opini dan paksaan sekelompok kecil orang yang mendominasi.”
      Quote:Penyesalan Wilson itu bukannya tanpa alasan. Sejarah membuktikan bahwa The Fed bentukan Rothschild telah melakukan praktik suap dalam bentuk sokongan dana-dana kampanye dan dana-dana operasional pemerintah berkuasa. Amerika terikat utang budi sangat besar kepada The Fed.
      Keinginan untuk lepas dari jerat Yahudi

      John F. Kennedy
      Amerika bukannya tidak berjuang untuk bisa lepas dari kontrol Yahudi pada tata pemerintahan dan ekonomi mereka. Seorang John F. Kennedy pernah bertekad dan mengumumkan secara terbuka mengeliminir hak The Fed dan bermaksud mengembalikan hak pencetakan uang kepada negara. Sayangnya, belum sempat mewujudkannya, ia ditembak mati.
      Banyak orang menduga bahwa motif pembunuhan itu juga terkait erat dengan tekad mulia presiden paling popular di Amerika ini. Alasan JFK memerintahkan untuk mencetak uang Amerika sendiri adalah agar rakyat tidak lagi harus membayar bunga (pajak illegal) kepada The Federal Reserve atas penggunaan uang kertas cetakan The Fed yang dikuasai oleh Rothschild. Keputusan ini akan merugikan Rotschild triliunan dolar dalam setahun. Hal ini dikarenakan hilangnya pemasukan dari pajak yang dibayar oleh rakyat amerika untuk membayar bunga pinjaman uang dolar.
      Para presiden, politisi, dan ekonom AS sebelumnya juga sudah banyak memperingatkan bahaya penyerahan hak cetak dolar dan hak pendistribusiannya kepada banker swasta. Namun, suara-suara itu lenyap oleh kekuatan zionis. Pada 1937, parlemen Amerika mengajukan tuntutan impeachment (tuduhan) terhadap anggota-anggota dari Dewan Federal Reserve. Mereka, agen-agen Federal Reserve dan para manajer dari Depkeu AS, dituduh telah melakukan kejahatan luar biasa dan penyalahgunaan wewenang , termasuk pencurian lebih dari US$ 80 juta pertahun selama 5 tahun. Namun, impeachment ini kandas di tengah jalan akibat kuatnya para pelobi Zionis di tubuh Gedung Putih dan Kongres Amerika.
      Ada dugaan bahwa penembakan kepada Presiden Ronald Reagan juga terkait dengan keinginannya untuk mereformasi sistem pencetakan dolar Amerika. Faktanya setelah kasus penembakan yang gagal membunuhnya itu, tidak terdengar lagi keinginan untuk melanjutkan reformasi keuangan itu. Karena kuatnya pengaruh Yahudi dalam sistem pengendalian dolar amerika (dunia), membuat Henry Ford mengatakan , “Barangkali ada bagusnya rakyat tidak mengetahui asal-usul uang. Sebab, jika mereka mengetahuinya, saya yakin esok pagi akan timbul revolusi.”
    • Guest News
      By Guest News
      Banyak warga berpenghasilan rendah di AS tidak mampu membeli mobil yang sangat diperlukan untuk melakukan kegiatan sehari-hari di sejumlah wilayah. Beruntung ada lembaga nirlaba yang membantu menyalurkan mobil dengan harga murah kepada keluarga kurang mampu yang benar-benar membutuhkan kendaraan.
       
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy