Jump to content
  • Popular Contributors

    Nobody has received reputation this week.

  • Our picks

    • Game MOBA Made in Indonesia Meluncur
      Bukan hanya diproduksi menjadi film, Semesta Satria Dewa juga akan diadopsi ke dunia eSports lewat game bernama "Battle of Satria Dewa" yang digarap oleh BANG Idea Indonesia dengan bekerja sama dengan salah satu pengembang game, Semisoft dan perusahaan animasi, Lumine.
      • 0 replies
    • China Sudah Dilanda Flu Burung Padahal Virus Korona Belum Selesai
      Pemerintah China benar-benar dibuat pusing saat ini. Di saat virus korona yang mewabah di Provinsi Wuhan belum selesai ditangani, virus flu burung atau H5N1 muncul di Provinsi Hunan Selatan. Hal itu dikonfirmasi Kementerian Pertanian dan Pedesaan China pada Sabtu 1 Februari 2020.

      Kasus flu burung ini terjadi di salah satu peternakan yang ada di Kota Shaoyang, Provinsi Hunan Selatan. Sejauh ini dari 7.850 ayam yang ada di peternakan tersebut, 4.500 di antaranya mati karena flu burung.
      • 0 replies
    • WNI Akan Diobservasi 14 Hari di Natuna Sebelum Kembali ke Rumah
      Pemulangan WNI dari Wuhan

      Menteri Kesehatan (Menkes) dr Terawan Agus Putranto mengatakan, 238 Warga Negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Wuhan, China, harus menjalani masa observasi selama 14 hari di kompleks militer di Pulau Natuna, Riau.
      • 0 replies
orang_gila

Faktor SARA Di Pilkada Jakarta

Recommended Posts

kandidat gubernur Jakarta.jpg

Pemilihan kepala daerah (pilkada) di Provinsi DKI Jakarta makin seru. Bukan hanya isu dan tokohnya berskala nasional, tetapi karena trend terkini kandidat petahana berpeluang besar kalah. Setidaknya tiga survei mengkonfirmasi kecenderungan yang mengejutkan itu.

Survei Indikator Politik Indonesia pimpinan Burhanuddin Muhtadi menyebut elektabilitas Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Syaiful Hidayat melorot tinggal 26,2 persen, dan kecenderungannya terus merosot. Agus Harimurti-Sylviana Murni menyodok dengan elektabilitas teratas (30,4 persen), sementara Anies Baswedan-Sandiaga Uno menempel ketat Basuki-Djarot (24,5 persen). Komposisi itu masih bisa berubah karena responden yang belum menentukan/merahasiakan pilihan masih tinggi (18,9 persen).

Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pimpinan Denny JA mengungkap hasil lebih mencengangkan, karena elektabilitas Basuki-Djarot anjlok (10,6 persen) pascakasus penistaan agama Islam. Posisi Anies-Sandi teratas (31,90 persen), diikuti Agus-Sylvi (30,90 persen), dan responden yang belum menentukan pilihan cukup tinggi (26,60 persen). LSI menemukan faktor sentimen keagamaan sangat menentukan pergeseran perilaku pemilih di Jakarta. Kurangnya sensitivitas petahana membuat elektabilitasnya merosot tajam, nyaris tak tertolong.

Survei terkini dari Poltrack Indonesia pimpinan Hanta Yudha menempatkan Agus-Sylvi 27,92 persen di posisi teratas, diikuti Basuki- Djarot (22,00 persen), dan Anies-Sandi (20,42 persen). Responden yang belum menentukan pilihan tetap tinggi (29,66 persen) sehingga masih sulit diprediksi kandidat yang akan lolos ke putaran kedua, apalagi pemenang pilkada. Selisih elektabilitas antar kandidat juga sangat ketat, masih berada dalam jangkauan margin of error.

Anomali. Survei Indikator menunjukkan gejala anomali, karena mayoritas responden menyatakan puas dengan kinerja Pemprov DKI (69%) dan mayoritas responden yang sama juga percaya tidak boleh dipimpin oleh kandidat non-Muslim (52,6%).

Keanehan itu disebut Yurgen Alifia (Selasar, 28/11) sebagai gejala doublethink (berpikir ganda/kontradiktif), mengutip kategori George Orwell tentang disonansi kognitif. Yurgen, kandidat master di Oxford University dan mantan wartawan televisi, menilai sikap kontradiktif pemilih karena hasil propaganda elite politik yang mendukung kandidat penantang.

Termasuk para pemuka opini yang mengeksploitasi isu primordial/agama, dan hal itu dipandang negatif bagi perkembangan demokrasi yang rasional.

Sebenarnya, jika kita bisa menyelami suasana kejiwaan pemilih –dan itu sudah dicoba oleh LSI melalui wawancara kualitatif– tidak ada keanehan dan anomali politik. Burhan terlalu berpikir linier, bahwa kepuasan responden akan mengarah pada pilihan dan kepercayaan baru untuk kandidat petahana. Padahal, bisa saja responden menilai keberhasilan kinerja pembangunan di Jakarta adalah hasil kerja kolektif (birokrasi Pemprov) dan bukan prestasi pribadi Basuki.

Dalam konteks itu, para pemilih di Ibukota justru makin rasional, sebab mereka tahu anggaran (APBD) DKI Jakarta sangat besar dan aparat serta infrastruktur Pemprov cukup lengkap sehingga siapapun yang menjabat Gubernur dengan mudah dapat menjalankan tugas rutinnya. Ibaratnya, Basuki tidur saja atau ngomel-ngomel saban hari, program di Jakarta terus berjalan: pasukan oranye tetap membersihkan jalan dan sungai, para Lurah melayani pembuatan KTP dan izin domisili, para dokter dan perawat melayani warga di puskesmas dan seterusnya.

Yurgen Alifia berspekulasi terlalu jauh dengan menyudutkan pemilih yang berpikir dan berperilaku ganda, tanpa menunjukkan bukti tambahan di luar survei. Padahal, di masa transisi pasca-Reeformasi sudah terlalu banyak kita menyaksikan ‘anomali’ dari kacamata politik linier. Misalnya, dalam pemilihan umum, warga diajarkan untuk “menerima uang/bingkisan (money politics), tetapi jangan pilih partai/kandidatnya”. Tidak tanggung-tanggung, para aktivis Organisasi Nonpemerintah yang kritis mengkampanyekan: “Ambil saja uangnya, jangan pilih partai/kandidatnya!”

Jakarta Unfair. Jika sekarang, pemilih di Ibukota bersikap to the point, menikmati pelayanan Pemprov DKI dan menolak kandidat Basuki, apakah masih disebut ‘anomali’? Atau, justru itu konsekuensi sikap rasional-kalkulatif sebagai dampak dari kampanye Ornop yang kritis. Kita tahu saat ini Basuki tak hanya berhadapan dengan warga yang kecewa dengan berbagai kebijakan diskriminatifnya, tetapi juga mendapat tentangan keras dari Ornop yang dipelopori LBH Jakarta, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Urban Poor Consortium (UPC), dan lain-lain yang mengkritik keras tindakan penggusuran paksa dan pembangunan reklamasi pulau di Teluk Jakarta.

Para aktivis jurnalis independen juga membuat film dokumenter Jakarta Unfair yang diputar di kampung-kampung dan kampus-kampus untuk menyadarkan publik betapa berbahaya arogansi kebijakan Basuki. Setelah dua tahun berkuasa, warga kini bisa melihat perbedaan yang mencolok dari gaya kepemimpinan Basuki (2014-2016) dengan Joko Widodo (2012-2014) yang digantikannya. Sebagian besar warga Jakarta pada Pilkada 2012 memilih Jokowi, bukan Basuki, dan sekarang menyaksikan betapa Basuki tidak bisa diandalkan untuk menunaikan “Janji-janji Jokowi”. Di sinilah kontradiksi yang parah, mengguncang kesadaran pemilih di lapisan memori terdalam. Jadi, bukan anomali atau kontradiksi sikap di permukaan seperti disimpulkan Yurgen dan Burhan.

Pertanyaannya kemudian, faktor apakah yang menyebabkan pergeseran dahsyat itu sehingga di permukaan tampak seperti kontradiksi perilaku pemilih? Yurgen membantah faktor agama yang menyebabkan perubahan sikap pemilih, dengan merujuk survei-survei sebelumnya (SMRC dan Populi).

Riset lebih serius dilakukan oleh Ken Miichi (Associate Professor pada Iwate Prefectural University, Jepang) yang mengkaji peran agama dan etnisitas dalam Pilkada DKI 2012 (Jurnal Current Southeast Asian Affairs, 2012). Riset itu membandingkan hasil Pilkada DKI dengan komposisi demografi Jakarta dan sikap pemilih. Jadi, bukan sekadar prediksi atau spekulasi.

Komposisi Jakarta. Kita semua tahu, Pilkada DKI 2012 diikuti oleh empat pasangan kandidat, yaitu: Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (diusung PD dan PAN), Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama (PDIP dan Gerindra), Hidayat Nurwahid-Didik Rachbini (diusung PKS dan PAN yang terbelah), Alex Noerdin-Nono Sampurno (Golkar dan PPP).

Pilkada berlangsung dua putaran, dengan hasil putaran pertama: Fauzi-Nachrowi (34,1 persen), Jokowi-Basuki (42,6), Hidayat-Didik (11,7), dan Alex-Nono (4,7). Lalu, pada putaran kedua, Foke-Nara (46,2) dikalahkan Jokowi-Basuki (53,8) dengan selisih cukup ketat (7,6).

Sebelum mengecek alasan pemilih memberikan suara kepada kandidat jagoannya, kita perlu mengetahui komposisi warga Jakarta berdasarkan etnik dan agama.

Ken Miichi menyajikan data yang menarik dari perbandingan komposisi etnik pada tahun 1960 dengan tahun 2000. Data tahun 1960 bersumber dari penelitian Lance Castle (peneliti dari Australia) dan data 2000 bersumber dari sensus nasional

            Komposisi etnik Jakarta menurut Ken Michi di tahun 1960 (dalam prosentase), Jawa (25,4), Betawi (22,9), Sunda (32,9), Chinese (10,1), Batak (1,0), Minang (2,1). Dan tahun 2000, Jawa (35,2), Betawi (27,6), Sunda (15,3), Chinese (5,5), Batak (3,6), Minang (3,2).

Sementara itu, komposisi agama warga Jakarta berdasarkan sensus adalah: Islam (85,36), Protestan (7,54), Katolik (3,15), Budha (3,13), Hindu (0,21) dan Konghucu (0,06). Warga Betawi, Jawa, Sunda dan Minang kebanyakan beragama Islam. Warga Batak mayoritas Kristen, sedang warga Chinese mayoritas memeluk Budha atau Konghucu.

Berdasarkan exit poll yang direkam Majalah Tempo (2012), alasan pemilih memberikan suara kepada kandidat pilihannya adalah sebagai berikut.

Alasan pemilih mendukung Jokowi-Basuki terutama karena: dipandang memprioritaskan kepentingan publik (32,7), suka dengan program alternatif yang ditawarkan (31,9), dan kejujuran (12,2). Sementara itu, alasan pemilih mendukung Fauzi-Nachrowi terutama karena: program yang sudah dijalankan (31,7), mewakili kesamaan agama (25,9) dan memprioritaskan kepentingan publik (9,2).

Di situ terlihat kesamaan sikap pemilih karena prioritas kepentingan publik dan suka dengan program kandidat, jadi pemilih Jakarta dapat dikatakan relatif rasional. Namun, Jokowi memiliki kelebihan karena dipandang jujur, mungkin karena pemilih belum mengetahui jelas rekam jejak mantan Walikota Solo (periode 2005-2012) itu. Sedangkan pendukung Fauzi Bowo cukup besar yang berdasarkan kesamaan agama (25,9), bandingkan dengan Jokowi yang hanya didukung (0,5) karena kesamaan agama. Kesamaan etnik/suku tidak terlalu signifikan, karena memilih Jokowi hanya 4,9 dan memilih Foke hanya 4,6 persen.

Mengapa Foke dipersepsi publik lebih agamis/Islamis, dengan asumsi mayoritas pemilih Jakarta beragama Islam? Lalu, mengapa Foke tetap kalah, meskipun didukung mayoritas pemilih Muslim? Itu pertanyaan yang menarik, apalagi bila dibandingkan dengan alasan pemilih pada Pilkada DKI 2007 yang menghadapkan Fauzi Bowo-Prijanto (diusung 20 partai besar dan kecil) dengan lawannya Adang Daradjatun-Dani Anwar (hanya diusung oleh PKS).

Berdasarkan exit poll LSI 2007, maka pemilih mendukung Fauzi-Prijanto karena: kapabilitas kandidat (28,5), karakter kandidat (19,5), suka dengan program atau isu kampanye (18,1), kesamaan latar belakang agama-suku-dll (7,5), ikut dukungan partai (6,9), dan lain-lain (19,4).

Terlihat pergeseran sikap pemilih Foke dari segi kesamaan agama-suku, pada pilkada 2007 hanya 7,5 persen, namun pada pilkada 2012 melonjak menjadi 25,9 persen. Apakah itu dukungan yang wajar karena pemilih Jakarta makin relijius, ataukah terjadi proses “religionisation” (agamaisasi) di masa kampanye, sebagaimana dinyatakan Ken Miichi, sambil mengutip konsep Robert Hefner.

Fauzi Bowo pada pilkada 2007 dipersepsi bersifat moderat dan inklusif, merangkul semua golongan. Sementara penantangnya (Adang-Dani) dipersepsi (melalui kampanye media) bersifat “radikal dan militan” sehingga mengancam kemajemukan warga Jakarta. “Jika Adang-Dani yang didukung PKS menang, maka Jakarta akan berubah menjadi kota Taliban”, begitu propaganda massif tersebar di lapangan, menakut-makuti warga Jakarta bahkan sampai hari tenang.

Tetiba, pada pilkada 2012, wajah toleran Foke berubah menjadi “militan dan intoleran” karena dinilai terlalu dekat/mengakomodir kelompok-kelompok garis keras. Foke memenangi pilkada 2007 karena mensiasati isu SARA dengan menyudutkan lawannya (Adang-Dani) dalam stigma negatif.

Pada pilkada 2012, Foke terjebak permainannya sendiri dan dikalahkan Jokowi yang dengan cerdik membalikkan isu SARA serupa.

Jadi, kita lihat dalam konteks Pilkada Jakarta, isu SARA bukan strategi jitu untuk memenangkan kandidat, tetapi efektif menyudutkan dan mengalahkan lawan dengan stigma negatif.

Sekarang, bagaimana dengan Pilkada 2017? Apakah isu SARA masih bisa dipakai untuk menjegal kandidat pilihan atau lawan politik?

Basuki masih punya waktu dua bulan untuk mengubah keadaan, menjalani proses hukum atas dugaan penistaan agama (bisa diputuskan bersalah atau bebas) dan berperilaku seperti korban (playing victim) atas fitnah dan tekanan massa. Agus Harimurti dan Anies Baswedan bisa terjebak dengan permainan isu sensitif itu, jika tak waspada, terutama para relawan pendukungnya yang bersemangat di lapangan dan ranah media sosial.

Dalam kaitannya dengan Aksi Damai 4 November 2016 (411) yang mendesak Polri agar menahan Basuki sebagai tersangka kasus penistaan agama, Agus berkomentar positif, karena itu bagian dari hak demokrasi, menyampaikan pendapat (31/10/2016).

Sementara Anies terlihat menjaga jarak obyektif dari aksi 411, tetapi memberi nasihat kepada Basuki saat berjumpa dalam acara talk show Mata Najwa (26/11/2016).

“Kata-kata dapat merenggangkan hubungan, kata-kata dapat mempersatukan hubungan. Seperti apa yang terjadi dengan pak Basuki kan seperti itu, diungkapkan lalu disesali. Dan, efeknya luar biasa,” ujar Anies, disambut tepuk tangan audiens.

Pengamat yang obyektif menganalisis berbagai survei politik dalam sejarah Indonesia kontemporer, tak kan meremehkan faktor SARA. Bahkan, unsur SARA bisa menjadi pembentuk identitas nasional atau memperkuat afiliasi politik.

Dengan pemahaman SARA yang tepat, terutama agama, orang tak akan mengalami anomali atau doublethink. 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...

  • Similar Content

    • By purwa_weheb
      Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup, mencatat ada lebih dari 61 ribu ton sampah akibat banjir sejak 2 Januari hingga 11 Januari 2020.
      "Akumulasi sampah akibat banjir di Jakarta yang dihasilkan dari 2 hingga 11 Januari, tercatat sebanyak 61.024 ton," ucap Kepala Dinas LH Andono Warih saat dikonfirmasi, Senin (13/1/2020).
      Menurut Andono, dalam durasi tersebut Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mengumpulkan paling banyak sampah yang mencapai 11,565 ton, pada Rabu 8 Januari 2020. Kemudian, pada waktu itu pula, sampah akibat banjir sebanyak 7,1 ribu ton.
      Sementara jumlah sampah yang paling sedikit dikumpulkan oleh Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta didapatkan sehari setelah bencana banjir terjadi, yakni pada 2 Januari. Berdasarkan data yang diterima, Dinas LH hanya mengumpulkan 3.481 ton sampah akibat banjir dari total 8.492 sampah regular yang berhasil dikumpulkan sehari pascabanjir.
      Pascabanjir yang melanda Ibu Kota selama 11 hari, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup menyebutkan bahwa pihaknya mengangkut hampir 106 ribu ton sampah regular dan akibat banjir di awal 2020.
      "Dari tanggal 2 hingga 11 Januari, Dinas LH total mengumpulkan 106.898 ton sampah reguler," tuturnya.
    • By jokers
      Lebih dari tiga ribu orang menandantangani petisi yang dimuat di situs change.org agar Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan membatalkan gelaran Formula E 2020.
      Petisi ini dibuat seiring banyaknya kritik terkait balapan mobil listrik yang akan berlangsung di Jakarta. Ajang Formula E dianggap memakan biaya besar sementara saat ini Jakarta tengah mengalami banjir parah.
      Ada pula pihak yang menyebut anggaran penanganan banjir 2020 dikurangi karena akan digunakan untuk gelaran Formula E. Isu yang langsung dibantah oleh Anies.
      "Itu bukan hanya tidak benar tapi mengarang. Jadi saya enggak mau komentar," ujar Anies saat ditemui di rusun Rawa Buaya, Jakarta Barat, Jumat (3/1).
      Petisi tersebut dibuat sejak Jumat (3/1) oleh akun Irawan Endro Prasetyo. Petisi itu meminta dibatalkannya ajang balapan Formula E 2020.
      Sebelumnya netizen ramai-ramai menyerang rencana gelaran Formula E yang akan berlangsung pada Juni mendatang. Hujatan tersebut masuk trending topic di Twitter dengan tanda pagar #shameOnyouFormulaEJakarta.
      Sejumlah netizen menilai anggaran besar yang akan dikeluarkan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyakiti perasaan warga Jakarta setelah banjir melanda ibu kota pada 1 Januari 2020.
      "Event kalian sangat merugikan banyak orang," demikian tulis salah satu netizen di Twitter sembari melakukan mention ke akun @FIAFormulaE dalam tagar #shameOnyouFormulaEJakarta.
      Ada juga yang menyinggung kebijakan Anies memotong anggaran antisipasi banjir Jakarta karena anggaran besar yang akan dikeluarkan untuk Formula E.
      "Tidak layak gelar Formula E di Jakarta. Banyak korban yang meninggal karena banjir tahun baru 2020 di Jakarta," tulis salah satu akun Twitter.
      Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengajukan usulan anggaran untuk menyelenggarakan Formula E mencapai Rp1,3 triliun. Sebesar Rp360 miliar untuk commitment fee dan Rp934 miliar untuk biaya penyelenggaraan.
      PT Jakarta Propertindo (Jakpro), pihak yang berperan sebagai pembangun infrastruktur Formula E Jakarta, juga sebelumnya menyampaikan biaya yang dibutuhkan membangun infrastruktur Rp300 miliar hingga Rp350 miliar.
    • By peter_hutomo
      Semua orang senang mendengar teori konspirasi. Anda bisa menghabiskan banyak waktu untuk membaca tentang teori dan bertanya-tanya apakah ada kebenaran bagi mereka. Daftar ini adalah 10 teori konspirasi teratas.
      1. 9/11 dibuat oleh Pemerintah AS  

      Banyak teori konspirasi telah dipresentasikan mengenai serangan 11 September 2001, banyak dari mereka mengklaim bahwa Presiden George W. Bush dan / atau individu di pemerintahannya mengetahui tentang serangan tersebut sebelumnya dan dengan sengaja membiarkan mereka terjadi karena serangan tersebut akan menghasilkan dukungan publik untuk Militerisasi, perluasan negara kepolisian, dan kebijakan luar negeri dan luar negeri lainnya yang mengganggu yang dengannya mereka akan diuntungkan.
      Para pendukung menunjuk Proyek untuk New American Century, sebuah kelompok pemikir konservatif yang berpendapat untuk meningkatkan kepemimpinan global Amerika, yang mantan anggotanya termasuk mantan Menteri Pertahanan Donald Rumsfeld, Wakil Presiden Dick Cheney dan beberapa tokoh pemerintahan Bush lainnya. Sebuah laporan tahun 1990 dari kelompok tersebut menyatakan bahwa "beberapa peristiwa bencana dan katalisator - seperti Pearl Harbor baru" diperlukan untuk mengimbangi opini publik yang menguntungkan mereka.
      2. UFO Dipulihkan di Roswell  

      Insiden UFO Roswell melibatkan pemulihan bahan-bahan di dekat Roswell, New Mexico, AS, pada bulan Juli 1947, yang sejak saat itu menjadi subyek spekulasi, rumor, pertanyaan dan penelitian yang intens. Ada banyak pandangan berbeda tentang apa yang sebenarnya terjadi, dan perdebatan sengit tentang bukti apa yang bisa dipercaya. Militer Amerika Serikat mempertahankan bahwa apa yang dipulihkan adalah balon penelitian rahasia yang telah jatuh.
      Pada awal 1990-an, peneliti UFO seperti Friedman, William Moore, Karl Pflock, dan tim Kevin Randle dan Don Schmitt telah mewawancarai beberapa ratus orang [11] yang telah, atau mengaku memiliki, sebuah hubungan dengan kejadian di Roswell Pada tahun 1947. Selain itu, ratusan dokumen diperoleh melalui permintaan Freedom of Information Act, seperti beberapa yang tampaknya bocor oleh orang dalam, seperti dokumen "Majestic 12" yang dipersengketakan. Kesimpulan mereka adalah bahwa setidaknya satu pesawat alien jatuh di sekitar Roswell, alien itu, beberapa mungkin masih hidup, ditemukan kembali, dan bahwa penyembunyian besar-besaran pengetahuan tentang kejadian tersebut telah terjadi.
      3. Pembunuhan John F. Kennedy 

      Pembunuhan John F. Kennedy, Presiden Amerika Serikat yang ke tiga puluh lima, berlangsung pada hari Jumat, 22 November 1963, di Dallas, Texas, AS pada pukul 12:30 CST (18:30 UTC). Kennedy terluka parah akibat tembakan saat menaiki istrinya dengan Jacqueline dalam sebuah iring-iringan mobil presiden melalui Dealey Plaza. Investigasi resmi oleh Komisi Warren dilakukan selama periode sepuluh bulan, dan laporannya diterbitkan pada bulan September 1964. Komisi berkesimpulan bahwa pembunuhan tersebut dilakukan semata-mata oleh Lee Harvey Oswald, seorang karyawan dari Texas School Book Depository di Dealey Plaza.
      Sejumlah teori konspirasi ada sehubungan dengan pembunuhan Presiden AS John F. Kennedy. Teori semacam itu mulai dihasilkan segera setelah kematiannya, dan terus diusulkan hari ini. Banyak dari teori ini mengusulkan sebuah konspirasi kriminal yang melibatkan pihak-pihak seperti Federal Reserve, Central Intelligence Agency (CIA), direktur KSM, Mafia, Federal Bureau of Investigation (FBI) J. Edgar Hoover, Wakil Presiden Lyndon B. Johnson, Richard Nixon, Fidel Castro, George HW Bush, kelompok pengasingan Kuba yang menentang pemerintah Castro dan kepentingan militer dan / atau pemerintah Amerika Serikat.
      4. Pemanasan Global adalah Penipuan  

      Saran konspirasi untuk mempromosikan teori pemanasan global diajukan dalam sebuah film dokumenter 1990 The Greenhouse Conspiracy yang disiarkan oleh Channel Four di Inggris pada tanggal 12 Agustus 1990, sebagai bagian dari seri Equinox, yang menegaskan bahwa para ilmuwan mengkritik pemanasan global. Teori ditolak pendanaannya.
      William Gray, phD (pelopor dalam ilmu peramalan topan) telah membuat daftar 15 alasan untuk histeria pemanasan global. Daftar tersebut mencakup kebutuhan untuk menemukan musuh setelah berakhirnya Perang Dingin, dan keinginan di antara para ilmuwan, pemimpin pemerintah dan pemerhati lingkungan untuk menemukan sebab politik yang memungkinkan mereka untuk 'mengatur, mempropagalkan, memaksa penyesuaian dan menerapkan pengaruh politik .Pemerintahan dunia besar bisa memimpin (dan mengendalikan) kita ke dunia yang lebih baik! ' Pada artikel ini, Gray juga mengutip penguasaan Al Gore kepada wakil presiden sebagai awal masalahnya dengan pendanaan federal. Menurutnya, Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional berhenti memberinya hibah penelitian, begitu pula NASA.
      5. Putri Diana Dibunuh oleh Keluarga Kerajaan 

      Pada tahun 1997, Putri Diana (Putri Wales) dan Dodi Fayed (putra Mohamed Fayed, pemilik Hotel Ritz dan Harrods) terbunuh dalam sebuah kecelakaan mobil saat berusaha melepaskan diri dari fotografer pers di Paris. Skandal seputar hubungan mereka (Dodi adalah seorang Muslim sementara Diana adalah ibu dari pemimpin masa depan Gereja Inggris) telah menyebabkan banyak orang berspekulasi bahwa mereka benar-benar terbunuh untuk mencegah skandal lebih lanjut ke takhta Inggris.
      Jajak pendapat menunjukkan bahwa sekitar seperempat publik Inggris, dan mayoritas orang di beberapa negara Arab, percaya bahwa ada rencana pembunuhan Diana, Putri Wales. Motivasi yang telah maju untuk sebuah konspirasi semacam itu mencakup saran bahwa Diana bermaksud menikahi Dodi Fayed, bahwa dia bermaksud untuk masuk Islam, bahwa dia hamil, dan bahwa dia akan mengunjungi tanah suci tersebut. Organisasi yang menurut teori konspirasi bertanggung jawab atas kematiannya termasuk Intelijen Prancis, Keluarga Kerajaan Inggris, pers, dinas intelijen Inggris MI5 atau MI6, CIA, Mossad, Freemason, atau IRA.
      6. Dominasi Dunia Yahudi  

      Teori ini, dalam sejarah baru-baru ini, terutama terbentang dari buklet Protokol Para Sesepuh Sion, yang secara luas dianggap sebagai awal dari literatur teori konspirasi kontemporer. Protokol dianggap oleh beberapa orang sebagai pemalsuan sastra anti-Yahudi yang bermaksud menggambarkan plot Yahudi untuk mencapai dominasi dunia. Sejumlah investigasi independen telah berulang kali membuktikannya sebagai plagiarisme dan tipuan, namun banyak investigasi independen telah menunjukkannya sebagai dokumen faktual.
        
      Teks tersebut dipopulerkan oleh mereka yang menentang gerakan revolusioner Rusia, dan disebarluaskan lebih lanjut setelah revolusi tahun 1905, yang dikenal di seluruh dunia setelah Revolusi 1917 Oktober. Itu beredar luas di Barat pada tahun 1920 dan sesudahnya. Depresi Besar dan bangkitnya Nazisme merupakan perkembangan penting dalam sejarah Protokol.
      7. Apollo Moon Landing Hoax  

      Tuduhan tipuan Apollo Moon Landing adalah klaim bahwa beberapa atau semua elemen pendaratan Apollo Moon dipalsukan oleh NASA dan mungkin anggota organisasi lain yang terlibat. Beberapa kelompok dan individu telah mengembangkan narasi sejarah alternatif yang cenderung, dalam berbagai tingkat, untuk menyatakan bahwa Astronot Apollo tidak mendarat di bulan, dan bahwa NASA menciptakan dan terus melanggengkan tipuan ini.
      Pendukung hoax bulan mencurahkan sebagian besar usaha mereka untuk memeriksa foto NASA. Mereka menunjukkan berbagai isu dengan foto dan film yang konon diambil di Bulan. Pakar dalam fotografi (bahkan yang tidak terkait dengan NASA) menanggapi bahwa anomali tersebut, walaupun kadang-kadang berlawanan dengan intuisi, sebenarnya adalah apa yang orang harapkan dari pendaratan Bulan Nyata, dan bertentangan dengan apa yang akan terjadi dengan citra studio atau dimanipulasi. Pendukung Hoax juga menyatakan bahwa whistleblower mungkin telah sengaja memanipulasi foto NASA dengan harapan dapat mengekspos NASA.
      8. Pearl Harbor Diizinkan untuk Terjadi 

      Teori ini menyatakan bahwa Presiden Roosevelt (FDR) memprovokasi serangan tersebut, mengetahuinya terlebih dahulu dan menutupi kegagalannya untuk memperingatkan komandan Hawaii. FDR membutuhkan serangan tersebut untuk menghisap Hitler untuk mengumumkan perang, karena publik dan Kongres sangat menentang memasuki perang di Eropa.Itu adalah backdoor untuk perang.
      Para ahli teori percaya bahwa AS diperingatkan oleh, setidaknya, pemerintah Inggris, Belanda, Australia, Peru, Korea dan Uni Soviet bahwa serangan mendadak terhadap Pearl Harbor akan segera terjadi. Semua kode bahasa Jepang yang penting rusak. FDR dan Marshall dan yang lainnya tahu bahwa serangan itu akan datang, mengizinkannya dan menutupi pengetahuan mereka.
      9. Rahasia Ketiga Fatima  

      Tiga Rahasia Fatima dikatakan tiga nubuat yang diberikan oleh penampakan Perawan Maria yang Terberkati kepada tiga gembala muda Portugis, Lucia Santos dan sepupunya Jacinta dan Francisco Marto. Dari bulan Mei sampai Oktober 1917, ketiga anak tersebut mengaku telah menyaksikan penampakan Maria ini, yang sekarang populer disebut Our Lady of Fatima.
      Pada tanggal 13 Juli Perawan Maria dikatakan telah mempercayakan tiga rahasia - dalam bentuk nubuatan - kepada para visioner muda. Dua dari rahasia tersebut terungkap pada tahun 1941 dalam sebuah dokumen yang ditulis oleh Lucia untuk membantu kanonisasi sepupunya, sementara yang ketiga tetap merahasiakannya, walaupun uskup Leiria memerintahkan Lucia untuk menuliskannya dan mempresentasikannya kepada Paus. .
      Seorang pastor Katolik yang rupanya telah melihat teks asli "rahasia ketiga" Fatima mempersoalkan interpretasi resmi dari rahasia yang dikeluarkan oleh Vatikan. Selanjutnya, dia telah meminta orang-orang kunci di Vatikan tentang teks tersebut dan tidak mendapat tanggapan. Sementara komentar sang Imam agak radikal, mereka bukan tanpa pamrih, karena dia telah melihat rahasia itu dengan matanya sendiri. Selain itu, sementara 2 rahasia pertama cukup jelas dan jelas, membuat beberapa orang bertanya mengapa yang ketiga diminta untuk diperiksa oleh tim ahli karena kompleksitasnya.
      10. Percobaan Philadelphia  

      Percobaan di Philadelphia adalah eksperimen militer angkatan laut yang diduga terjadi di Philadelphia Naval Shipyard di Philadelphia, Pennsylvania, sekitar tanggal 28 Oktober 1943, di mana kapal perusak AS mengawal USS Eldridge akan dianggap tidak terlihat oleh pengamat manusia untuk periode singkat waktu. Hal ini juga disebut sebagai Project Rainbow.  
      Ceritanya secara luas dianggap sebagai tipuan. Angkatan Laut AS telah menyatakan bahwa eksperimen tersebut tidak pernah terjadi, dan selanjutnya, rincian ceritanya bertentangan dengan fakta yang disebutkan tentang Eldridge. Ini tetap menyebabkan efek riak yang signifikan di banyak lingkaran teori konspirasi, dan elemen Percobaan Philadelphia ditampilkan dalam banyak teori konspirasi pemerintah lainnya.
      Menurut beberapa laporan, percobaan dilakukan oleh Dr. Franklin Reno (atau Rinehart) sebagai aplikasi militer dari Unified Field Theory. Teorinya, secara singkat, mendalilkan sifat kekuatan yang saling terkait yang terdiri dari radiasi elektromagnetik dan gravitasi. Melalui penerapan teori secara khusus, diperkirakan mungkin, dengan peralatan khusus dan energi yang cukup, untuk membengkokkan cahaya di sekitar objek sedemikian rupa sehingga membuatnya pada dasarnya tidak terlihat oleh pengamat.  
      Angkatan Laut menganggap penerapan teori ini sebagai nilai militer yang jelas (terutama saat Amerika Serikat terlibat dalam Perang Dunia II saat itu) dan keduanya menyetujui dan mensponsori eksperimen tersebut. Pengawal kapal induk angkatan laut, USS Eldridge, dilengkapi peralatan yang dibutuhkan di pangkalan-pangkalan militer di Philadelphia.
    • By peter_hutomo
      Ketika seorang legenda rock wafat karena satu dan lain hal, apalagi mereka yang berhasil mengguncang dunia dengan karya-karya mereka, sudah menjadi hal umum munculnya teori konspirasi seputar kematian yang bermunculan dari para idola maupun pengamat.
      Tak jarang teori-teori tersebut membuat banyak orang terheran tetang keberan yang terjadi, bahkan tak sedikit yang percaya akan berbagai teori konspirasi yang bermunculan.
      Vokalis band rock terbesar di awal 90an misalnya, Kurt Cobain dari band Nirvana, yang ditemukan mengakhiri nyawanya sendiri 5 April 1994 silam di kediamannya. Sebuah pistol dan surat ditemukan di TKP, dalam surat tersebut Cobain menulis "The fact is I can't fool you. The worst crime I can think of would be to rip people off by faking it."
      Sebagai seorang bintang yang kini telah dianggap sebagai legenda musik, teori konspirasi tentang kematian pun banyak bermunculan.
      1. Kurt Cobain Masih Hidup dan Tinggal di Perancis
      Teori konspirasi teranyar yang muncul ke permukaan adalah Kurt Cobain masih hidup dan tinggal di Nice, Selatan Perancis.
      Seorang penggemar mengunggah foto orang yang mirip dengan Cobain ke Twitter, ia meyakini bahwa itu adalah vokalis Nirvana.
      Pria misterius itu memiliki rambut pirang sebahu dan janggut, mirip sekali dengan Kurt Cobain. Orang dalam foto mengenakan kacamata hitam berbingkai bulat yang juga sering digunakan oleh legenda rock & roll itu.
      2. Pesan Kematian Kurt Cobain Telah Dipalsukan

      Surat yang ditinggalkan oleh suami dari Courtney Love tersebut penuh dengan pertanyaan, dan menimbulkan teori-teori konspirasi dari banyak pihak. Tulisan tangan Cobain menjadi hal utama yang membuat orang bingung, karena dikatakan itu berubah menjelang akhir surat.
      Satu teori mengatakan bahwa Cobain mulai menulisnya dengan tangan kiri dan menyelesaikannya dengan tangan kanan, sementara teori lain megatakan bahwa ia mulai menulis pesan yang tulus kepada istrinya, tetapi berubah pikiran ditengah penulisannya.
      Teori bahkan mengatakan bahwa Cobain memulai surat itu, kemudian orang lain yang menyelesaikan surat setelah membunuhnya agar kematiannya terlihat seperti bunuh diri.
      3. Pembunuh Kurt Cobain Menutupi Kejahatan dengan Heroin

      Otopsi dilakukan setelah kematian pada tubuh Kurt Cobain, dikatakan dalam tubuhnya ditemukan dosis tinggi dari heroin.
      Seorang penyelidik swasta mengatakan pada 2012 bahwa tidak mungkin Cobain dapat menyuntikkan dirinya sendiri dengan dosis obat mematikan tiga kali lipat, menurunkan lengan bajunya, membersihkannya, lalu mengambil pistol dan mengahiri hidupnya. Dia akan langsung lumpuh setelah melakukannya, tambah sang penyelidik.
      Keterangan itu membuat beberapa orang percaya bahwa Kurt Cobain meninggal karena overdosis dan ditembak oleh orang lain setelahnya, atau orang lain menyuntiknya dengan obat.
      4. Kurt Cobain Telah Merencanakan Kematiannya

      Satu teori konspirasi menyatakan bahwa Kurt Cobain memalsukan kematiannya karena ia benci menjadi terkenal. Seorang penggemar memberikan apa yang ia percaya bahwa Cobain masih hidup, karena mayat yang ditemukan di kediamannya belum pernah dibuktikan itu benar-benar sang vokalis dari band Nirvana.
      Mereka yang percaya teori tersebut mengatakan bahwa hanya ada satu foto dari tubuh Cobain, tidak ada sidik jari pada senjata, dan media dilarang untuk menghadiri pemakamannya. Apa bukti untuk teori konspirasi ini? Mereka pun percaya jawaban untuk itu terdapat pada nama Kurt Cobain, Courtney Love, dan anaknya Francis Bean Cobain.
      Dalam sebuah unggahan di Reddit mereka menuliskan ketiga nama tersebut dengan beberapa huruf yang ditulis kapital. Jika tulisan berhuruf kapital tersebut disatukan akan terbaca "KURT IS ALIVE."
      5. Kurt Cobain Diculik Alien

       
      Teori konspirasi yang paling liar garis miring aneh yakni ketika dikatakan bahwa Kurt Cobain diculik oleh Alien. Mereka yang membuat teori ini percaya bahwa Cobain memiliki penggemar dari luar bumi dan tidak terima sang idola hanya untuk di bumi.
      Seorang perempuan di Seattle, Terra Prime, mengaku sering mengunjungi planet lain lalu bertemu dan berbincang dengan Cobain di sana. Ia mengatakan,"para alien mengijinkan Cobain untuk pulang ke Seattle dari waktu ke waktu, untuk memberinya inspirasi dalam menulis lagu."
      Cobain berkata padanya bahwa faksi alien lain juga menculik Elvis Presley, keduanya telah saling berbicara bahkan manggung bareng.
      6. Elvis Presley Memalsukan Kematiannya

      Sebuah teori konspirasi aneh mengklaim bahwa Elvis Presley memalsukan kematiannya sendiri untuk berpartisipasi dalam operasi rahasia FBI. Melansir Dialy Star, Elvis Presley khawatir akan nyawanya setelah berusaha menjatuhkan organisasi kriminal bernama The Fraternity.
      Elvis Presley tewas di kamar mandi rumahnya pada 16 Agustus 1977, meskipun penggemar legenda rock and roll telah lama percaya bahwa dia masih hidup.
      Film dokumenter yang mengeksplorasi teori tersebut baru-baru ini muncul kembali di YouTube, dengan pembawa acara Bill Bixby mengklaim memiliki dokumen FBI yang berkaitan dengan Operation Fountain Pen. Penyelidik FBI dikatakan telah mendaftarkan Elvis dalam pertempuran melawan sindikat kejahatan mematikan.
      Film dokumenter lain, The Elvis Files, yang difilmkan pada tahun 1990, juga menampilkan seorang pria bernama Luc Dionne, yang mengklaim telah bekerja untuk pemerintah Kanada.
      Dionne mengklaim dokumen-dokumen antara tahun 1976 hingga 1982, berisi tulisan tangan dari Elvis Presley. Ia pun percaya bahwa Elvis Presley meneruskan keterlibatannya dalam operasi tersebut beberapa tahun setelah kabar kematiannya.
      Orang lain yang menguatkan teori konspirasi ini adalah ahli tulisan tangan, Paul Weast. Melansir Mirror Weast Mengatakan, "Tulisan tangan ini dibandingkan dengan tulisan tangan yang dikenal dari Elvis Presley sangat cocok, sangat mirip."
    • By Iqbal_Maulana
      Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjelaskan, alasan pihaknya tak menerbitkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di Pulau Reklamasi, Teluk Jakarta karena Raperda Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) tak kunjung disahkan oleh DPRD.
      Namun, kini Gubernur Anies Baswedan menerbitkan 932 IMB di Pulau Reklamasi. Hal itu mengacu kepada Peraturan Gubernur (Pergub) nomor 206 Tahun 2016 tentang Panduan Rancang Kota Pulau C, D, dan E Hasil Reklamasi Kawasan Strategis Pantai Utara.
      Ahok mengatakan, Pergub nomor 206 Tahun 2016 itu tak bisa dijadikan landasan hukum untuk menerbitkan IMB ke pengembang kepada pengembang Pulau D, PT Kapuk Naga Indah. Sebab, pergib itu tak mengatur kewajiban kontribusi tambahan dari pengembang sebesar 15 persen yang diajukannya.
      "Hanya pasal soal 15 persen saja DPRD tidak mau ketok palu, khususnya Taufik CS dan Sanusi. Anies memang hebat bisa tidak mau 15 persen buat bangun DKI? Sama halnya dengan oknum DPRD yang menolak ketok palu Perda karena Pasal 15 persen kontribusi tambahan," kata Ahok saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (19/6/2019).
      Ahok menuturkan, dirinya mengeluarkan pergub itu untuk mempermudah warga Jakarta memililki IMB.
      "Intinya Pergub itu aku keluarkan buat bantu rakyat DKI yang keburu punya rumah, tetapi tidak bisa buat IMB," tuturnya.
      Mantan Bupati Belitung Timur itu mengatakan, semestinya Anies dalam menerbitkan IMB ke pengembang harus menunggu pengesahan Raperda RZWP3K disahkan.
      "Khusus pulau reklamasi saat itu tidak bisa terbitkan IMB karena belum ada dasar perdanya," ujarnya.
      Sebagai informasi, Dinas Penaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu DKI Jakarta (DPMPTSP) DKI Jakarta telah menerbitkan IMB untuk 932 bangunan yang terdiri dari 409 rumah mewah dan 212 kantor di lahan reklamasi Pulau C dan D.

About Ngobas

Ngobas is All-in-One website that can be use by everyone for free to find friends and exchange information. The name Ngobas is derived from the abbreviation, which is Ngomong Bebas Originally Sedap, meaning that it is appropriate to speak according to the ethics of socializing.

CEO’s Greeting

I realize that information and communication are the main things in life. Ngobas is the right platform for that. We will always be connected wherever we are and that is the purpose Ngobas was built.

- Samuel Berrit Olam

×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy