Jump to content
  • Popular Contributors

    Nobody has received reputation this week.

  • Our picks

    • Wanita Ini Baru Tau Pekerjaan Suaminya Setelah Suaminya Meninggal
      Seorang wanita menemukan fakta mengejutkan tentang suaminya yang telah dinikahinya selama 64 tahun.

      Kenyataan mengejutkan tersebut bahkan baru diketahuinya setelah sang suami yang bernama Glyn meninggal dunia.
      • 0 replies
    • Kamu Harus Tau Tentang Amnesia
      Apa itu Amnesia?

      Amnesia atau dikenal juga sebagai sindrom amnesik, adalah kondisi yang menyebabkan kehilangan memori. Hal ini meliputi kehilangan informasi, fakta-fakta, dan pengalaman personal. Ada banyak kondisi kesehatan yang dapat menyebabkan amnesia, seperti dementia, stroke, atau cedera kepala.
      • 0 replies
Sign in to follow this  
berita_semua

Rio Febrian Optimis Di Jalur Indie Untuk Bermusik

Recommended Posts

rio febrian - ngobas.jpg

Sejak memulai karier bermusik pada 1999, sampai saat ini penyanyi Rio Febrian telah mengeluarkan enam album. Sepanjang perjalanan kariernya itu pula, Rio berada di bawah naungan label ternama di Indonesia.

Memasuki tahun ke-17 berkarier di dunia musik, ayah dari Jamaica Fosteriano dan Kalampati Sinarra Febrian ini mantap ingin mengambil jalur indie. "Pokoknya harus optimistis," ujar Rio saat ditemui di Hotel Atlet Century Park Senayan, Selasa, 13 Desember 2016.

"Sudah saatnya kita bikin sendiri dan punya master sendiri buat generasi gue berikutnya. Jadi, enggak dipegang label gue," dia mengungkapkan.

Meski demikian, penyanyi kelahiran Jakarta, 25 Februari 1981, ini mengatakan tidak akan mengubah jalur musiknya. Rio menuturkan musiknya saat ini merupakan ciri khasnya.

Pemenang kontes menyanyi Asia Bagus 1999 ini juga menyatakan tak khawatir perpindahan jalur ini akan menghambat kariernya. "Menurut gue, kita malah bisa nemuin sesuatu yang baru dengan begitu."

Sebelumnya, ia juga mengatakan, keberhasilannya bertahan di dunia musik adalah karena dirinya mencintai dan menjalani hidup dengan musik itu sendiri. "Dengan menghasilkan karya, gue bisa menjamah yang lainnya," ujar Rio.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By ohshit
      Layanan streaming musik Spotify akan melacak pengguna yang menggunakan paket berlangganan keluarga. Spotify menawarkan paket berlangganan keluarga yang bisa dinikmati oleh beberapa akun pengguna.
      Satu paket berlangganan yang bisa dipakai beberapa akun ini menawarkan tarif yang lebih murah.
      Akan tetapi, paket keluarga ini memang rentan disalahgunakan oleh pengguna. Alih-alih digunakan di antara anggota keluarga, paket malah digunakan di antara teman.
      Premium Family adalah paket US$15 per bulan atau sekitar Rp209ribu untuk hingga enam orang. Satu-satunya syarat adalah mereka semua tinggal di alamat yang sama. Spotify khawatir ada pengguna yang menyalahgunakan paket itu demi membayar Spotify US$2,5 atau sekitar Rp34 ribu.
      Tahun lalu, Spotify mulai menindak penyalahgunaan ini dan saat ini, Spotify memutuskan untuk melacak lokasi pengguna.
      Spotify baru-baru ini memperbarui syarat dan ketentuannya untuk pelanggan Keluarga Premium. Syarat ini mengharuskan pengguna untuk memberikan lokasi pengguna dari waktu ke waktu.
      Lokasi ini merupakan salah satu bukti bahwa pengguna dan pengguna yang berada dalam paket yang sama merupakan satu keluarga.
      Sesungguhnya, Spotify telah menguji coba pelacakan ini tahun lalu, tapi mendapat penolakan keras dari pelangggan. Saat ini, Spotify berminat untuk meluncurkan permintaan data lokasi pengguna.
      "Perubahan pada kebijakan memungkinkan Spotify untuk secara sewenang-wenang menggunakan lokasi seseorang untuk memastikan apakah mereka terus tinggal di alamat yang sama ketika menggunakan akun keluarga, dan tidak jelas seberapa sering Spotify akan menanyakan perangkat pengguna untuk informasi ini," ujar Ketua Teknologi Kelompok Pengawas Privacy International Christopher Weatherhead kepada CNet.
      Data lokasi sangat sensitif karena memberikan informasi di mana pengguna pernah berada, sehingga memberikan rincian perusahaan dan pengiklan tentang kehidupan pribadi pengguna.
      Dengan 108 juta pelanggan, Spotify adalah kekuatan dominan dalam bisnis streaming musik. Pesaing terdekatnya, Apple Music, memiliki 60 juta pelanggan.
    • By paimin
      Untuk pertama kalinya sejak Hadiah Pulitzer untuk musik diadakan 75 tahun lalu, musisi hip-hop menjadi pemenang mengalahkan musisi musik klasik dan jazz, dua genre yang selalu memenangkan penghargaan Pulitzer. 

      Penghargaan Pulitzer yang diberikan pertama kali pada 101 tahun lalu terkenal sebagai penghargaan tertinggi untuk karya jurnalistik Amerika. Namun kemudian juga memberi penghargaan untuk buku, musik, dan puisi, tentunya dinilai dengan sudut pandang jurnalistik  yang kuat. 

      Adalah Kendrick Lamar dengan albumnya “Damn” yang mencatatkan sejarah dalam pengumuman Hadiah Pulitzer Senin 17 April sore waktu New York di Columbia University. Pada Minggu 8 April lalu teater musik hip-hip berjudul “Hamilton” juga meraih paling banyak penghargaan dalam Oliver Awards, penghargaan teater terbesar di Inggris yang gengsinya sekelas Broadway Tony Awards di Amerika dan Molière Award dari Perancis. 

      Dalam rilis persnya, Dewan Pulitzer menganggap album “Damn” sebagai koleksi lagu dengan teknik tinggi (virtuoso) yang disatukan oleh keaslian budaya yang membentuknya (vernakular) dan dinamisme ritmik yang mempengaruhi sketsa dalam menangkap kompleksitas kehidupan Afrika-Amerika modern. 

      Media Variety dalam laporannya menyatakan gagal mendapat komentar Kendrick Lamar namun kepala label Lamar, Top Dawg Entertainment dalam twitternya mengatakan, “Pemenang Hadiah Pulitzer, Kdot from Compton (salah satu lagu Lamar, yang liriiknya menjadi semacam pernyataan biografis). Saya [lebih baik] tidak pernah mendengar salah satu dari Anda, berbicara dengan sesuatu yang kurang dari rasa hormat di mulut Anda untuk Kendrick Lamar." #TDE. 

      Adapun Host Dana Canedy, seorang jurnalis yang juga administrator Pulitzer, dilaporkan Variety tampak diam-diam senang ketika memberikan pengumuman pemenang, dan dalam wawancara dengan New York Times tak lama seusai acara mengatakan, “Kami sangat bangga dengan pilihan ini.
      Ini berarti bahwa juri dan sistem penilaian dewan bekerja sebagaimana seharusnya - pekerjaan terbaik telah diberikan oleh Hadiah Pulitzer. Ini menyinari musik hip-hop dengan cara yang sama sekali berbeda. Ini adalah momen besar untuk musik hip-hop dan momen besar bagi Pulitzers. ” 

      Media sangat menunggu pernyataan lengkap Pulitzer yang biasanya menjelaskan alasan di balik keputusannya. Sebab, ada sedikit keraguan tentang dampak Lamar terhadap hip-hop, musik, dan budaya sejak Lamar pertama kali masuk industri dengan album “Good Kid M.A.A.D City” pada 2012. 

      Namun, Variety menyebut bahwa setiap album Lamar telah memberi perkembangan pada musik hip-hop dari yang pernah ada sebelumnya, tetapi yang paling penting, liriknya mencerminkan didikannya di daerah Compton yang keras di Los Angeles, pengalaman menjadi seorang  kulit hitam di Amerika, sejarah dan warisan hip-hop, ketenaran dan banyak topik lainnya. Semua melalui sikap yang sangat sederhana dan percaya diri, tidak seperti sebagian besar rapper lainnya yang kurang percaya diri dan berlebih-lebihan dalam sikapnya. 

      Lamar yang baru 30 tahun, tapi telah memenangkan 11 Grammy Awards dan telah dipuji oleh dan telah bertemu dengan Presiden Barack Obama dalam beberapa kesempatan, disebut Variety selalu mampu melihat dunia dalam lensa jiwa yang matang. 

      Secara musikal, album-albumnya telah menantang dirinya sendiri dan standar hip-hop. Sementara “Good Kid” adalah sebuah gambaran kaleidoskopik tentang kehidupan Lamar dan didikannya dalam konteks musik yang benar-benar melodis namun sanggup keras memukul. 

      Album berikutnya, “The Pimp of Butterfly” memberi tantangan berat bagi pendengarnya, Lamar meminta bantuan dari musisi jazz Los Angeles untuk mendukungnya, dan lagu-lagu seperti “Allright” adalah sebuah lagu tidak resmi dari gerakan Black Lives Matter, relatif sederhana secara musikal, sementara lagu-lagunya yang lain sangat menantang bahkan untuk komposisi jazz terumit (jazz head). 

      Dan album terakhirnya "Damn" menjadi upaya kembali ke hip-hop yang lebih konvensional secara keseluruhan, itu bukan tanpa tantangan: sebagai contoh, bagian kedua  dari lagu berjudul "DNA" menampilkan tiga unsur musik yang berbeda yang satu sama lain  nyaris tidak ada hubungannya. 
      Pada bulan November tahun lalu, Lamar mendapat penghargaan sebagai Variety's Hitmaker of the Year. Dan Lamar telah membawa tahun ini sebagai tahun yang sebenar-benarnya sangat besar untuk musik Hip-Hop.
      Mari Simak:
      Kendrick Lamar - DNA.
      Sumber: https://id.crowdvoice.com/posts/2018-tahun-hiphop-pertama-kali-menang-pulitzer-2Ku3

    • By berita_semua
      Ed Sheeran merayakan ulang tahunnya yang ke-26 pada Jumat 17 Februari 2017. Di pergantian usianya, penyanyi Inggris ini merilis lagu terbarunya seperti yang sudah dijanjikan. Lagu tersebut berjudul How Would You Feel (Paean).
      Berbeda dengan dua lagu sebelumnya yakni Shape of You dan Castle on the Hill, How Would You Feel (Paean) merupakan lagu ballad yang bercerita tentang penantian seseorang yang sedang jatuh cinta. Salah satu liriknya berbunyi, “How would you feel if i told you i loved you.”
      Ed juga telah merilis video klip dari How Would You Feel (Paean). Jika dua video klip sebelumnya berisi adegan yang menceritakan isi lagu, kali ini How Would You Feel (Paean) hanya memperlihatkan Ed yang bernyanyi sambil memetik gitarnya di sebuah ruangan ditemani seorang pianis.
      Lewat Twitter, Ed menjelaskan jika How Would You Feel (Paean) adalah salah satu lagu favoritnya. Pemenang Grammy ini mengatakan merilis How Would You Feel (Paean) sebagai perayaan ulang tahunnya.
      “Karena ini adalah ulang tahunku, aku merilis sebuah lagu baru berjudul How Would You Feel (Paean). Dengarkan selagi aku makan kue,” kicau Ed.
    • Guest News
      By Guest News
      Setelah sukses meluncurkan single pertama yang bertajuk “Dirikan Sholat”, kali ini Hariza ingin memperkenalkan single kedua yang bertajuk “Syahadat”. Dalam single kali ini mereka ingin menjelajahi semesta music, dengan memadukan nuansa Tilawah melayu dan music elektronik modern. Teknik Rap akan sangat kental disuguhkan dalam single kali ini.
      Besar harapan mereka musikalitas dan kedewasaan dalam bermusik Hariza Nasyid terus berkembang serta bermanfaat bagi Hariza sendiri dan umat. Semoga single syahadat ini dapat diterima oleh masyarakat dan dapat ikut meramaikan belantika musik tanah air.

    • By c0d1ng
      Nama-nama besar musisi dunia mengecam Youtube yang dianggap pelit dalam royalti. Bagaimana dengan layanan selain Youtube?
      Sebulan sebelum kematiannya, penyanyi Prince menghapus banyak video rekaman konsernya dari YouTube. Tindakan itu banyak mendapatkan kritik dari para penggemarnya. Guna menanggapi keluhan itu, Prince menulis di akun twitternya: “Layanan [Youtube] tidak membayar lisensi yang adil” dan menyarankan penggemarnya untuk langsung mengeluhkan persoalan tersebut ke YouTube.
      Prince berang dengan kelakuan YouTube. Pada saat kematiannya, sebagian besar karyanya tidak tersedia di setiap penyedia streamingbesar lainnya. Karyanya hanya bisa dinikmati di Tidal, layanan streaming milik Jay Z yang menjanjikan membayar tarif royalti yang lebih tinggi untuk musisi.
      Apa yang dikeluhkan Prince ternyata juga dirasakan oleh sebagian besar musisi. Pada Maret 2016 lalu, Katy Perry, Jon Bon Jovi, Steven Tyler, Rod Stewart, Bryan Adams serta banyak musisi lainnya menandatangani petisi untuk mereformasi kebijakan DMCA (Digital Millennium Copyright Act) di Amerika Serikat, yang dinilai merugikan musisi.
      Petisi itu merujuk kepada undang-undang dalam DMCA yang dinilai mengancam keberlangsungan perusahaan penulis lagu dan artis rekaman untuk bertahan hidup dari industri musik. Aturan yang tercantum di dalam DMCA itu juga memungkinkan situs seperti YouTube tidak bertanggung jawab secara hukum terkait dengan pelanggaran hak cipta.
      Kepada The Guardian, Nikki Sixx mengatakan: "YouTube membayar sekitar seperenam dari yang dibayarkan Spotify dan Apple." 
      Menurut laporan Billboard, petisi ini telah ditandatangani 180 musisi termasuk Sir Paul McCartney, U2, Lady Gaga, John Mayer, Pearl Jam, Nikki Sixx dan Chris Cornell. Mereka meminta pihak DMCA agar mampu menyeimbangkan kepentingan pencipta dengan kepentingan perusahaan yang mengeksploitasi musik. Selain itu, mereka juga mendesak DMCA untuk mengambil tindakan cepat untuk memperbaiki situasi.
      Sebulan setelah petisi ini ditandatangani, Peter Mensch selaku manajer band dari Metallica, Red Hot Chili Peppers dan Muse kembali membuat heboh dengan mengatakan bahwa YouTube telah membunuh industri rekaman.
      "YouTube, mereka setan... Kami tidak dibayar sama sekali." katanya kepada BBC Radio.
      Argumen Mensch berdasarkan laporan tahunan dari Federasi Internasional Industri Phonographic (IFPI). Menurut data yang terlampir, pada tahun 2015, pengguna situs streaming seperti YouTube, SoundCloud dan Daily Motion diperkirakan telah digunakan sekitar 900 juta, dan menghasilkan 634 juta dolar AS.
      Dilaporkan DW, lebih dari 1000 musisi termasuk Coldplay, Sting dan ABBA juga menulis surat kepada eksekutif Uni Eropa, mereka mengeluh bahwa YouTube dan layanan online lainnya telah menurunkan pendapatan mereka karena menyediakan layanan secara gratis.
      Mereka juga mendesak Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker untuk segera mengambil tindakan dan menciptakan keadilan bagi para seniman dan pemilik hak. Selain itu, mereka juga khawatir akan model YouTube yang memungkinkan penggunanya secara bebas meng-upload dan mengakses musik, hal tersebut dinilai dapat membahayakan industri musik. 
      Ini bukan pertama kalinya YouTube mendapatkan kecaman keras. Pada 2007 lalu, sebuah media raksasa Viacom juga menggugat YouTube sebesar 1 miliar dolar karena dinilai sengaja melakukan pelanggaran hak cipta.
      Terkait dengan kasus itu, Google berkelit bahwa perusahaannya tidak memiliki hak untuk mengontrol video yang diunggah ke YouTube. Mereka tidak memiliki pengaruh atau pengawasan terhadap apa yang diunggah pengguna. 
      Dalam persidangan, hakim pun mengatakan bahwa YouTube memang tidak memiliki hak dan kemampuan untuk mengendalikan segala video yang melanggar. Kedua belah pihak akhirnya berdamai.
      Jawaban YouTube Terhadap Musisi 
      Karena begitu maraknya desakan musisi terhadap YouTube, Kepala Bidang Bisnis YouTube, Robert Kyncl menyarankan para musisi untuk tidak mendesak pihaknya membuka transparansi pembayaran YouTube kepada musisi, karena hal tersebut merupakan perjanjian yang telah disepakati dengan label rekaman.
      Kynci juga mengatakan, jika para musisi ingin mendapatkan uang yang lebih besar, maka mereka harus mendaftarkan langsung akunnya kepada YouTube dan tidak melalui label. Tetapi musisi tersebut harus mampu mendatangkan banyak penonton, jika tidak maka musisi tersebut tidak akan mendapatkan banyak uang.
      Dalam satu kasus, dia mencontohkan, pemain biola Lindsey Stirling yang sukses karena membuat perjanjian iklannya langsung dengan YouTube. Dari 7,8 juta pelanggan pada akunnya, Stirling mampu meraup $ 6 juta pada 2015 lalu.
      "Lindsey mengatur langsung dengan YouTube dan dia melihat semua konsumsi dan berapa banyak uang yang dia buat dan itu sangat jelas." kata Kynci dikutip dari Rolling Stones.
      Sementara laporan berbeda dari The Wall Street Journal yang menyebutkan YouTube memiliki pandangan yang berbeda dengan persoalan tersebut. Mereka mengaku telah membayar royalti sebesar $ 3 miliar dari pendapatan iklan untuk industri musik.
      Dalam laporan itu disebutkan, YouTube juga telah menawarkan kepada label rekaman sebuah alat yang secara otomatis dapat memblokir musik yang diunggah secara ilegal. Namun persoalannya, alat tersebut juga mengharuskan pemilik hak untuk mencari secara manual setiap hari untuk melacak konten ilegal.
      Menilik Keuntungan YouTube 
      Di tangan Google, YouTube benar-benar menjadi situs yang menjanjikan. Popularitasnya semakin melonjak dan berkembang menjadi industri yang menggiurkan, serta bertindak sebagai platform bagi pembuat konten asli, yang menawarkan iklan besar maupun kecil.
      Hal ini jauh dari prediksi awal ketiga pendirinya yakni Chad Hurley, Steve Chen dan Jawed Karim. Sejak didirikan pada Februari 2005, tiga sekawan ini sempat pesimistis terhadap keberlangsungan perusahaannya. 
      YouTube mendapatkan suntikan dana pertama dari Sequoia Capital pada November 2005. Setahun kemudian, situs ini dibeli oleh Google seharga $1,65 miliar atau setara Rp23,76 triliun.
      Berapa pendapatan YouTube? Menurut laporanForbes, pendapatan YouTube pada tahun 2013 mencapai $3 miliar dan pada tahun 2014 mencapai $4 miliar. Sementara menurut laporan Music Business Worldwide, pada tahun 2015, YouTube diperkirakan telah mendapat sekitar 9 miliar dolar AS. 
      Sementara untuk pengeluaran, Ken Sena, analis di bank investasi Evercore ISI memperkirakan bahwa YouTube akan membayar sekitar 5 miliar dolar AS kepada pencipta konten dan pemegang hak. 
      YouTube memang bagai dua sisi mata uang, di satu sisi platform ini mampu mencetak miliarder seperti Felix Kjellberg yang dalam sebulan mampu mengumpulkan $12 juta atau Rp156 miliar melalui kanal “PewDiePie”. Di satu sisi, para musisi sekelas Paul McCartney dan Katy Perry juga mengkritik YouTube karena dinilai tak adil dalam memberikan royalti dan melanggar hak cipta.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy