Jump to content

Migrain Sering Kumat Saat di Kantor, Ini Ulasannya


Recommended Posts

office.jpg

Migrain memang bisa datang kapan saja. Bahkan seringkali datang tiba-tiba di saat yang tidak terduga. Lebih menyebalkannya lagi, tak jarang migrain kumat saat kita sedang berada di kantor. Padahal, pekerjaan sedang banyak-banyaknya! Apakah kamu pernah mengalaminya? Ternyata, ada sejumlah alasan yang menyebabkan migrain timbul saat kamu sedang berada di kantor. Ini dia penyebabnya.

Kondisi Lalu Lintas
Banyak orang yang harus melalui perjalanan panjang dari rumah untuk tiba di kantor. Berbagai kendala di perjalanan bisa menjadi pemicu migrain dan sakit kepala. Misalnya kemacetan di perjalanan, mabuk perjalanan, hingga perubahan pola cahaya yang diterima oleh matamu selama perjalanan. Coba saja menyetir ke arah matahari terbit atau terbenam, cahaya yang menusuk matamu dapat memicu migrain.

Pencahayaan buruk
Nggak semua kantor memerhatikan pencahayaan ruang kerja dengan baik. Cahaya yang terlalu terang atau gelap akan membuatmu mudah mengalami migrain saat sedang bekerja. Apalagi jika pekerjaanmu mengharuskan kamu terus menerus menatap layar komputer di dalam ruangan dengan pencahayaan buruk.

Stres tingkat tinggi
Omelan si Bos, deadline pekerjaan, tuntutan untuk mencapai target, atau mempersiapkan presentasi, adalah kecemasan yang wajar dan sering terjadi. Namun bagi orang yang tidak bisa mengendalikan kecemasannya, maka bisa memengaruhi kondisi fisiknya juga. Migrain adalah salah satu penyakit yang bisa muncul karena stress.

Ketegangan mata
Terlalu lama menatap layar komputer bisa menyebabkan ketegangan saraf-saraf mata dan akhirnya kamu jadi mengalami migrain. Untuk memastikannya, coba cek ke dokter mata apakah migrain yang kamu alami berasal dari mata. Biasanya dokter akan menyarankan kamu menggunakan kacamata khusus sebagai terapi untuk mata. Mata yang kering juga bisa membutmu pusing. Jadi pastikan untuk berkedip setiap beberapa detik agar matamu tetap lembap dan berpalinglah dari layar komputer setiap 20 menit.

Posisi duduk salah
Perhatikan posisi dudukmu. Pastikan kursimu memiliki bantalan yang bisa menunjang tulang belakang (punggung), jika tidak ada, kamu bisa menambahkan bantalan tersendiri. Saat mengetik, posisikan tanganmu di bagian penyangga lengan kursi. Jika kamu sering menerima telepon, lebih baik gunakan headset agar tulang lehermu tidak terasa pegal dan lakukan stretching ringan setiap beberapa jam sekali.

Bau yang kuat
Entah itu bau asap rokok, parfume, ataupun cairan pembersih ruangan, jika bau tersebut terlalu kuat, maka bisa menimbulkan migrain. Hati-hati ya!

Suara berisik
Rekan kerja menyetel musik atau berbincang terlalu keras, bisa membuatmu terganggu dan sakit kepala. Sebab, kamu harus berkonsentrasi sementarab suasana di sekitarmu sangat berisik. Jika hal ini membuatmu terganggu, lebih baik gunakan headset dan nyalakan musik yang tenang untuk menetralisir kebisingan.

Hidup teratur
Aturlah rutinitas hidup Anda. Misalnya, usahakan makan di jam-jam yang sama. Tidak terlalu cepat atau terlambat. Jika kamu tipe orang yang bekerja di pagi hari, maka usahkan tidur malam tepat waktu dan tiba di kantor pada jam yang sama setiap hari. Hindari bekerja lembur karena akan ‘merusak’ jam biologismu. Jika migrain sudah tak terhindarkan, redakan dengan bodrex Migra. Kandungan paracetamol, propifenazon, dan kofein di dalam bodrex Migra dapat redakan sakit kepala berdenyut-denyut dengan segera.

Link to post
Share on other sites
  • 3 years later...

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
  • Similar Content

    • By purwa_weheb
      Pandemi Covid-19 membuat banyak karyawan semakin stres untuk bisa mengharapkan lebih banyak hal dari tempat kerja, termasuk kenaikan gaji.
      Tetapi menurut sebuah survei terbaru dari agen kepegawaian Robert Half menunjukkan, 86 persen manajer senior lebih memungkinkan untuk menegosiasikan gaji kepada karyawan baru.
      “Meskipun dia terkejut dengan angka ini, dia menyadari bahwa banyak pemimpin perusahaan yang khawatir akan kehilangan talenta terbaik mereka di tengah Covid-19 ini,” ujar Paul McDonald, Direktur Eksekutif Senior Robert half.
      Faktanya, 88 persen dari 2.800 manajer senior AS yang disurvei mengatakan, mereka khawatir tentang kemampuan perusahaan untuk mempertahankan dan menarik staf yang berharga. Sementara 47 persen mengatakan mereka sangat khawatir.
      “Para profesional yang memiliki keterampilan yang sesuai dengan permintaan mengetahui bahwa mereka masih memiliki pilihan dan pemberi kerja menyadari mereka perlu untuk menawarkan gaji yang kompetitif untuk menarik dan mengamankan kandidat terbaik,” ujarnya.
      McDonald, bersama dengan pelatih karir Ariel Lopez menawarkan 4 tips bernegosiasi untuk mendapatkan lebih banyak fasilitas selama pandemi:
      1. Riset gaji sektor Anda bekerja
      Anda perlu untuk mempersenjatai diri dengan data yang benar yang membuktikan bahwa uang yang diminta berada dalam kisaran posisi industri. Selain itu Anda dapat menggunakan panduan gaji online untuk mengetahiu tren gaji untuk posisi, keterampilan, pengalaman dan lokasi bekerja.
      Bernegosiasilah dengan cerdas, jangan muncul dengan angka yang aneh karena menurut Sebagian besar perusahaan akan menjadi lebih konservatif
      2.  Selalu beri angka kisaran
      Anda harus selalu memasuki negosiasi gaji dengan memberikan kisaran berapa banyak yang ingin Anda hasilkan, bukan angka pastinya. Dengan memberikan rentang yang jelas maka akan lebih banyak fleksibilitas tentang berapa banyak yang mungkin ditawarkan oleh pemberi kerja.
      3. Minta jadwal khusus saat negosiasi
      Jika atasan Anda saat ini memberitahukan bahwa tidak dapat menaikkan gaji karena alasan anggaran, maka dapat menanyakan kapan waktu yang tepat untuk menjadwalkan percakapan lanjutan.
      Dalam pertemuan tersebut, Anda dapat membahaslah poin-poin konkret yang membuktikan mengapa bermanfaat bagi perusahaan sehingga pantas mendapatkan lebih banyak uang.
      Bicarakanlah semua yang telah dicapai dan lakukan sejak Anda bekerja. Dengan merinci pencapaian dan tanggung jawab yang diperoleh maka akan memberikan gambaran yang jelas tentang bagaimana operasi bisnis akan menderita jika Anda pergi.
      Sehingga pada akhirnya, ketika Anda membuat kasus bisnis untuk nilai di perusahaan, organisasi tersebut akan menyadari bahwa lebih mudah untuk mempertahankan Anda daripada mempekerjakan, melatih dan membayar gaji penuh orang lain untuk menggantikan Anda.
      4. Bersikaplah terbuka saat bernegosiasi 
      Jika pemberi kerja tidak dapat menawarkan lebih banyak gaji, maka Anda juga harus mempertimbangkan untuk menegosiasikan tunjangan lain di luar gaji yang akan meningkatkan pengalaman kerja saat ini.
      Negosiasi dapat berupa kompensasi dalma hal gaji pokok dan bonus, tetapi juga dapat mencakup manfaat dan tunjangan non moneter. Meskipun masuk ke dalam aktegori non moneter, tetapi mereka benar-benar berubah menjadi pengeluaran untuk organisasi Anda.
    • By chyntia_irawan
      Situasi yang serba nggak menentu beberapa bulan belakangan paling berdampak pada sektor ekonomi. Nggak hanya banyak yang kehilangan pekerjaannya, tapi mencari pekerjaan baru juga nggak kalah susah karena saingannya semakin banyak.
      Gambaran susahnya cari pekerjaan di masa sekarang ini sempat diungkapkan oleh akun Twitter salah satu portal penyedia lowongan pekerjaan dan bahkan sempat viral karena seperti menjawab pertanyaan banyak pejuang loker. Saat masa pandemi, jumlah lowongan yang ada berkurang drastis, tapi peminatnya malah bertambah hingga berkali-kali lipat. Sama persis seperti yang dirasakan sekarang. Tapi, kalau mencari pekerjaan susahnya setengah mati, kenapa nggak mencoba bikin bisnis sendiri?
      Ini strategi yang kamu butuhkan!
      Temukan Ide Bisnis yang Potensial
      Ada baiknya memiliki ide sendiri yang berasal dari hobi atau keahlian yang dimiliki. Misalnya melihat piyama dan daster yang sekarang lagi jadi tren OOTD selama di rumah, nggak ada salahnya kamu menciptakan piyama lucu yang sesuai kebutuhan pasar dengan harga terjangkau.
      Bisnis makanan juga diprediksi menjadi salah satu yang bakalan survive di masa depan, karena semua orang sudah pasti membutuhkan. Kamu bisa menciptakan makanan kering yang dapat disimpan selama beberapa minggu, seperti dendeng atau rendang bumbu kering. Jenis makanan ini juga lagi populer, lho.
      Melihat tren yang sedang booming saat ini boleh-boleh saja, tapi jangan sampai menirunya habis-habisan. Asah kreativitasmu dengan mengambil ide dari produk atau jasa yang kini sedang laris di pasaran, lalu tambahkan ciri khas yang bikin bisnismu unik dan berbeda.
      Hitung Cashflow yang Dibutuhkan
       
      Setelah menemukan ide yang potensial, saatnya mencari cara bagaimana menghitung cashflow yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis dengan efektif. Cashflow sendiri sebenarnya merupakan aliran kas yang masuk dan keluar untuk keperluan bisnis dalam rentang waktu tertentu. Penghitungan dan pengelolaan yang buruk bisa berdampak pada modal usaha yang terkuras habis hingga mengalami kerugian.
      Demi mendapatkan cashflow yang lancar, pastikan pemasukan yang didapat lebih besar daripada pengeluaran. Hal ini bisa dilakukan dengan memastikan persediaan produk, baik barang atau jasa, yang tepat, menunda pengeuaran untuk hal-hal yang nggak mendesak, menghitung biaya produksi, hingga memikirkan strategi pemasaran yang tepat.
    • By dugelo
      Bayangkan bagaimana orang kaya hidup hari ini, ujar Hal Varian, ekonom utama di Google. Mereka punya supir sendiri. Bankirnya sendiri. Hidupnya serba dilayani dan bagaikan mimpi. Inikah pula yang kamu idamkan?
      Demikianlah, cara mudah membayangkan membayangkan masa depan menurut Varian: Di masa mendatang, pekerjaan-pekerjaan akan dituntaskan oleh robot. Rutinitas-rutinitas yang menyita waktu dan menyiksa akan diambil alih mereka sementara manusia akan memiliki semakin banyak waktu untuk dihabiskannya sendiri.
      Perjalanan mereka akan disetiri oleh kendaraan dengan kecerdasan buatan. Setiap orang akan memiliki sistem yang bekerja mengurusi tetek bengek yang menguras waktu dan tenaganya.
      Masa depan yang menyenangkan? Masa depan yang sudah tak terlalu jauh lagi, Varian percaya.
      Inovasi sudah terjadi tapi…
      Persoalannya, inovasi-inovasi teknologi serta pengorganisasian kerja sebenarnya sudah sejak lama memangkas berbagai kewajiban kerja yang kita perlukan. Sejak kapan telepon genggam kita berubah menjadi perkakas serba bisa?
      Apakah 2005 yakni sejak Blackberry serta Blackberry Messenger diperkenalkan dan memudahkan kebutuhan-kebutuhan komunikasi Anda? Apakah sejak iOS, Android diperkenalkan dan segala ragam aplikasi pengatur hidup tersedia dalam genggaman tangan?
      Yang pasti, berkatnya Anda kini tidak perlu lagi merepotkan diri mengirim dokumen-dokumen lewat pos.Anda tidak harus lagi mendatangi orang dan bergelut dengan kemacetan ketika detail pekerjaan dapat diterangkan melalui surel, pesan WhatsApp, atau panggilan video.
      Dan setiap saat, aplikasi-aplikasi, sistem operasi memutakhirkan diri sehingga kebutuhan-kebutuhan kecil—mengunggah foto atau dokumen, katakanlah—semakin tidak perlu Anda pikirkan.
      Apakah pekerjaan berkomunikasi Anda semakin sedikit, pertanyaannya? Apakah waktu luang Anda semakin banyak? Saya jamin, tidak. Bagi kebanyakan dari kita, tidak. Apa yang terjadi adalah Anda masih mesti menanggapi surel dari atasan atau klien pada pukul tiga dini hari. Boleh jadi, Anda bahkan masih harus bergelut dengan rapat melalui panggilan video pada hari raya Lebaran.
      Anda seorang desainer? Anda, boleh jadi, pernah bergelut merevisi pekerjaan Anda puluhan kali—menyambangi semua yang diinginkan klien dan bos Anda hanya untuk kembali ke desain pertama yang Anda ajukan. Semua berkat kemudahan berkomunikasi.
      Potret kerja media daring
      Bagaimana awalnya kepelikan ini terjadi? Keinginan. Ia, saya rasa, berawal dari keinginan manusia yang bukan saja tak tuntas-tuntas melainkan juga mengada-ada. Pekerjaan, toh, tak pernah sekadar melayani kebutuhan-kebutuhan bertahan hidup belaka sebuah masyarakat.
      Saya tak tahu bagaimana menerangkannya dengan kalkulasi ekonometri yang teliti. Tetapi, saya dapat menceritakan awal mula wartawan di Indonesia diharuskan menulis lima belas berita per harinya.
      Awalnya adalah kesuksesan Detik.com yang mengantarkannya menjadi media daring terbesar hingga hari ini. Pada waktu itu, media daring adalah wahana yang benar-benar baru. Belum ada yang benar-benar tahu strategi agar pengunjung secara konsisten terpikat mendatanginya.
      Detik.com, lantas, mencoba menayangkan sebanyak-banyaknya berita di portalnya. Lebih banyak selalu lebih baik. Lagi pula, berbeda dengan media cetak, media daring sanggup menayangkan berita sebanyak apa pun. Strategi ini berhasil meraup pembaca. Dan, memang, perhitungannya masuk akal. Dengan menayangkan lebih banyak berita, peluang berita mereka dibaca, disebarkan, dan dibicarakan dengan sendirinya akan lebih besar.
      Akan tetapi, apa yang terjadi selepas standar Detik.com menjadi mantra semua media daring yang ada? Media disesaki pengulangan-pengulangan tak berbobot. Satu cerita yang sama dapat didedah menjadi tiga-empat berita. Berita-berita merupakan jiplakan mentah dari siaran pers. Tentu saja, dengan cara apa lagi seorang awak media dapat menulis lima belas berita dalam sehari kecuali dengan taktik-taktik semacam ini?
      Keinginan siapa yang dipuaskan dengan berita-berita daring yang demikian? Keinginan pembaca, boleh jadi. Tetapi, bukankah keinginan mereka seharusnya dapat dipuaskan dengan berita secukupnya yang mengena dan merangkum semua informasi yang dibutuhkan? Dan bukankah kalau media daring tak menciptakan sendiri rasa penasaran tidak sehat pembaca dengan berita-berita sepotong dan umpan klik, wartawan tidak harus bekerja bak mesin atau bahkan menulis berita yang lebih bernas?
      Tak hanya media
      Saya kira, kepelikan ini kini tak sekadar mencekik para pekerja media. Beberapa editor media daring menetapkan standar wartawannya harus dapat dikontak 24 jam penuh. Bayangkan, 24 JAM PENUH!
      Peraturan menyesakkan serupa, kendati tak pernah disampaikan secara terbuka, juga menjadi norma yang sebenarnya dipaksakan kepada banyak pekerja di ranah-ranah lainnya.
      Staf Humas Elon Musk bercerita ia dapat dipanggil bosnya itu pukul tiga pagi hanya karena Sang Bos menemukan kritik sepele terhadap dirinya. Kondisi ini, saya yakin, bukan kondisi yang sulit dipahami pekerja-pekerja di Indonesia.
      Mereka mesti sudi dikontak atasannya dini hari lantaran Sang Atasan tersulut emosinya oleh satu dan lain hal. Mereka perlu menanggapi dengan ramah, manis, dan menguras kesabaran keluhan-keluhan klien atau penyandang dana ketika baru bangun tidur.
      Dan, lagi-lagi, sebagaimana kerja para wartawan media daring, kerja yang paling menguras waktu bukanlah kerja yang konkret. Ia adalah kerja-kerja menyusui keinginan yang tak ada habisnya bila seseorang tidak mengeremnya. Teknologi membuka ruang selebar-lebarnya, selentur-lenturnya untuk menagih kerja orang lain kapan pun dan di mana pun, dan relasi kerja yang timpang menyebabkan mereka tidak mungkin menolaknya. "Belum tipes, belum loyal,” katanya.
      Relasi kerja timpang
      Hal Varian, dengan demikian, boleh saja memimpikan orang-orang kian dimanjakan seiring tak terelakkannya perkembangan teknologi. Namun, dengan lemahnya posisi pekerja di Indonesia—dan sebenarnya juga di banyak negara lain—ia rentan menjadi mimpi muluk-muluk belaka bagi kebanyakan orang. Inovasi teknologi alih-alih memangkas kerja malah menciptakan kerja, dan alih-alih menghemat waktu kerja malah menyebabkan kerja menjajah waktu senggang kita hingga jengkal terakhirnya.
      Dengan tersedianya laptop, yang katanya memudahkan hidup banyak orang, toh, apa yang terjadi kalau bukan pekerjaan kini dianggap dapat dituntaskan di mana pun?
      Dan dengan tersedianya angkutan daring, apa yang terjadi kalau bukan manajemen tidak lagi mempermasalahkan jam pulang pekerjanya?
      Apa yang bisa kita antisipasi dari perkembangan teknologi menghebohkan selanjutnya, karenanya, kalau bukan ia semakin menyempurnakan eksploitasi pekerja?
      Mungkin, dengan demikian, teknologi tidak seharusnya semata berkembang dan melangkah maju. Ia juga tidak bisa melaju dengan kacamata kuda. Ia tidak seyogianya terjatuh ke tangan yang salah.
    • Guest News
      By Guest News
      Popularitas sistem ekonomi berbagi, seperti berbagi berkendara mobil atau menyewakan rumah untuk penginapan, menimbulkan ide bisnis berbagi lainnya. Tingginya kebutuhan dan langkanya sewa gedung yang terjangkau menyebabkan bisnis berbagi kantor laku keras di kota-kota besar Amerika.
       
    • By fuufuu
      Memiliki penghasilan dari hasil bekerja di kantor memang sangat membanggakan. Apalagi bila jumlah penghasilan yang diterima setiap bulan cukup besar, sehingga dapat mewujudkan segala keinginan yang belum tercapai. 
      Namun akan berbeda kesannya bila penghasilan yang diterima pas-pasan bahkan untuk memenuhi kebutuhan hidup pun masih dikatakan kurang, tentu akan berusaha bagaimana caranya agar bisa mendapatkan penghasilan tambahan untuk mencukupi kebutuhan dan mewujudkan sebagian keinginan yang belum tercapai.
      Memiliki tambahan penghasilan menunjukkan usaha yang dilakukan harus lebih keras lagi. Bila hanya mengandalkan kenaikan gaji setiap tahun tentu sangatlah lama, sedangkan kebutuhan berjalan setiap bulan.
      Jika biasanya saat waktu libur Anda biasanya menghabiskan waktu di rumah untuk tidur atau sekedar bermalas-malasan, maka ubahlah dengan dengan melakukan kegiatan yang dapat menambah penghasilan. 
      Konsekuensi memang jumlah libur Anda akan semakin sedikit bahkan mungkin cenderung tidak ada libur.
      Jika konsekuensi dalam mendapatkan penghasilan tambahan siap dihadapi, maka berikut beberapa pilihan cara mendapatkan penghasilan tambahan yang bisa Anda terapkan, antara lain
      1. Jualan online
      Dengan semakin canggihnya gadget serta koneksi internet yang semakin cepat, saat ini jualan online memiliki peluang keuntungan yang menjanjikan. Apalagi melihat pola belanja masyarakat Indonesia semakin berubah menjadi belanja online. 
      Dengan berjualan secara online pun Anda tetap dapat melakukan aktivitas bekerja seperti biasa, dan dipastikan tidak akan mengganggu pekerjaan Anda. 
      Cara memulai usahanya pun tergolong mudah, jika belum ada modal dapat berjualan dengan cara drop ship, atau bila ada modal namun tidak besar bisa memulai usaha dengan cara reseller.
      2. Menjadi pekerja lepas
      Bekerja lepas atau yang biasa dikenal masyarakat dengan istilah freelance ini juga tidak mengganggu pekerjaan utama Anda. Ini karena pekerjaan memang dikerjakan di waktu yang disanggupi oleh konsumen, misalnya bekerja pada Sabtu dan Minggu. 
      Jenis pekerjaan lepas ini seperti penulis artikel, data entry, hingga jasa programming. umumnya jenis pekerjaan ini dapat dikerjakan di rumah, sehingga tidak perlu memikirkan harus ke kantor setiap hari.
      3. Guru les privat
      Memiliki kemampuan sebagai pendidik merupakan kelebihan yang dapat dikembangkan. Sehingga Anda pun memiliki peluang mendapatkan penghasilan tambahan dengan cara mengembangkan kemampuan sebagai pengajar. 
      Guru privat sangat dibutuhkan oleh para keluarga yang ingin anaknya mendapatkan les tambahan namun tetap dalam pengawasan orang tua. Umumnya guru privat dibutuhkan untuk persiapan anak menghadapi ujian nasional. 
      Fokus pada mata pelajaran yang Anda kuasai dan mulai berkreasi dan menunjukkan kemampuan mengajar Anda.
      Meskipun penghasilan yang diterima guru privat lebih kecil dibandingkan guru sekolah guru sekolah. Namun jika dijalankan dengan ketekunan peluang mendapat penghasilan tambahan besar pun dapat diraih pula.
      4. Jasa catering
      Berawal dari hobi memasak atau memang sudah pandai memasak dapat dikembangkan menjadi sebuah peluang usaha dengan menawarkan jasa catering. 
      Mulailah promosi lewat tetangga, atau teman kantor dengan memberikan diskon atau makan gratis jika diperlukan. 
      Dengan promo tersebut apalagi jika gratis, maka teman yang sudah makan pun akan tidak sadar menawarkan jasa catering Anda kepada teman-temannya dengan promosi mulut ke mulut.
      5. Wirausaha
      Memiliki usaha sendiri merupakan impian setiap orang. Kita akan menjadi bos di perusahaan sendiri dan bebas mengatur waktu kerja kapan saja serta libur kapanpun kita mau.
      Namun rata-rata kendala yang dihadapi adalah modal yang membuat pengusaha pemula mengalami maju dan mundur untuk memulai usaha. Akan tetapi bila keinginan untuk berwirausaha kuat dapat memulai usaha dengan sistem dropship.
      Anda tidak perlu membeli barang untuk stok, tinggal berikan info saja tentang barang yang di jual, berapa banyak yang dibeli dan pengirimnya akan dicantumkan nama Anda, kemudian Anda bayar ke penjual dengan cara transfer. Dropship ini merupakan system kerjasama antara dropshipper dengan supplier barang.
      Pilih yang Sesuai Keinginan Anda
      Dengan memahami beberapa pilihan cari tambahan penghasilan di luar kantor, Anda dapat memutuskan akan memilih mendapatkan tambahan penghasilan dari jenis usaha seperti apa.
      Kemudian yang penting adalah kemauan yang kuat untuk memiliki penghasilan tambahan di luar penghasilan yang didapatkan dari kantor.Oleh karena itu pilihlah yang sesuai dengan keinginan Anda, dan lakukan dengan sepenuh hati dan disiplin.
×
×
  • Create New...