Jump to content
Sign in to follow this  

Making Your Startup A Success

Recommended Posts


The entrepreneur community has been buzzing with the story of Yahoo acquiring Tumblr.

The Internet giant purchased the site founder David Karp launched from his mother’s Manhattan apartment for $1.1 billion. At only 26-years-old, Karp is expected to receive up to $220 million from the deal.  Though he eventually took venture funding, Karp launched his hugely successful social blogging platform from a simple idea.

His story is an inspiration to others seeking to start the next big thing. Here are 10 tips from the business blogging community for creating the next big startup success story, from a simple idea:

Start with a great product. – Erica.Biz

Twitter and similar Silicon Valley startups gained momentum with support from the so-called “digerati.” However, you don’t need the support of top tech bloggers or trend setters to launch a great startup. All you need is a really great product or service and a customer base that loves it. Blogger Erica Douglass gives us a look at the “Macklemore Effect” and how it can rocket your startup to success.

Pick the right startup name. – Entrepreneur

Picking the right name for your startup is also important. Gary Backaus and Justin Dobbs of Memphis-based ad agency Archer>Malmo gave a presentation earlier this year at the South By Southwest Interactive Conference. The presentation looked at how to pick the best name for your startup. Here are their five best suggestions for picking a business name that will take you from startup to success.

Pay attention to your business plan. – SBA.gov

Entrepreneurs may differ on the importance of a business plan or on what form it should take. But a good business plan is key to startup success. Here are five fundamental principals of good business planning from business planning expert and startup founder Tim Berry. Look at Berry’s suggestions as a best practices list to aspire to when creating the business plan for your startup.

Make sure the price is right. – Startup Professionals Musings

Investor and blogger Martin Zwilling gives us an overview of the kinds of pricing decisions startups must make. These are not simply decisions about how to price a product or service competitively. They are also decisions about the kind of pricing model, for example, free product or service monetized by ads, freemiumservice et cetera.

Change your approach to recruiting. – The Verge

Startups have been evolving their approach to recruiting for quite some time. Plain old want-ads were replaced by  online job boards and replaced by recruitment via LinkedIn. Now there’s yet another way to hire workers. TaskRabbit, a site dedicated to contractors, is moving toward offering more long-term work.

Make your startup an attractive acquisition target. – Business Insider

Tumblr wasn’t the only Yahoo acquisition last week. The company also bought online gaming company PlayerScale for a price not yet disclosed. Sometimes the key to success is to build a company, product or service other businesses can use. Create something other companies could build into their model then sell it to the highest bidder.

Generate some buzz. – Small Biz Viewpoints

This is basically the art of getting people talking about your brand, and it’s not confined to the Internet. Consultant Harry Vaishnav offers 15 creative suggestions including everything from placing ads on billboards to giving away some of your products. Don’t stop with these suggestions. Come up with some creative ideas yourself.

Learn two simple tips for viral marketing. – Small Business Trends

Viral marketing has become the holy grail for those seeking to get their message out and have it spread. But once you create an infographic or other piece of content that goes viral, what’s your next step? Tech and social media blogger Drew Hendricks teaches us how to capitalize on that initial success. Create infographics and videos that pick up where your initial viral marketing message left off.

Understand social media marketing — for real. – Social Steve’s Blog

Social media and social media marketing are not the same things, says social marketing director Steve Goldner. Just because you have a Facebook or Twitter account you update regularly, does not make you a social media marketer. Goldner outlines a list of considerations that go into real social media marketing. Have you developed a serious social media marketing campaign for your startup?

Think about your mobile customers – About Us

No matter what kind of startup you are launching, getting your message to mobile customers is more important than ever. In this post, Simon Phillips discusses some of the questions you should ask when thinking about your mobile presence. A website is no longer enough unless it can be viewed easily on mobile devices, for example. How might the mobile revolution affect your startup?

Share this post

Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By Fathiyakan
      Manusia selalu mencari cara untuk melakukan sesuatu lebih baik, lebih cepat, dan lebih murah termasuk dalam melakukan kegiatan jual-beli.
      Di Indonesia, tren belanja online meningkat secara signifikan.
      Salah satu penyebabnya adalah semakin meluasnya jangkauan internet di seluruh pelosok Indonesia.
      Berdasarkan survei APJII, 143,26 juta jiwa atau 54,68% dari total populasi 262 juta orang di tahun 2017 telah menggunakan internet.

      Apalagi dengan adanya Proyek Palapa Ring yang membuat Indonesia Merdeka Internet dari Sabang sampai Merauke.
      Tentunya peluang ini harus digunakan oleh para penjual di Indonesia untuk meningkatkan penjualan mereka.
      Semakin banyak pengguna internet maka semakin besar pula peluang bisnis anda bertumbuh melalui online.
      Pertanyaannya Mengapa Anda harus Membuat Toko online?
      Berikut ini 5 Alasan Mengapa Anda harus Membuat Toko online:
      1. Murah

      Membuat toko online membutuhkan biaya yang kecil jika dibandingkan dengan membuka toko offline seperti menyewa toko di mall apalagi biasanya perlu biaya tambahan seperti gaji kasir dan penjual.
      Dengan adanya toko online, anda tidak perlu lagi menyewa toko di mall apalagi membayar gaji kasir dan penjual karena dengan teknologi yang ada di toko online, pelanggan anda bisa berbelanja tanpa kesulitan.
      2. Pelanggan mudah melakukan pembelian

      Dengan membuat toko online artinya anda telah berinvestasi untuk meningkatkan penjualan karena peluang pengguna internet mencari produk anda semakin tinggi.
      Dengan strategi tertentu, anda bisa mendatangkan pelanggan sehingga pelanggan tertarik dan menyukai berbelanja di toko online anda.
      Pelanggan anda juga akan lebih mudah membeli produk karena sekarang pelanggan bisa menjelajah di toko online anda untuk mencari produk yang mereka inginkan tanpa ada lagi paksaan dari para penjual.
      3. Membangun Brand Sendiri

      Anda bisa saja berjualan di Marketplace. Namun, pelanggan anda akan memiliki banyak sekali opsi untuk berbelanja selain anda.
      Sangat disayangkan bukan? Anda sudah menghabiskan banyak waktu dan energi untuk mendatangkan pelanggan, ternyata lihat produk serupa malah tertarik dan pergi.
      Oleh karena itulah, penting sekali membangun Brand dengan membuat Toko Online sendiri.
      Tentunya anda ingin meningkatkan penjualan produk anda bukan? Ingat brand anda merupakan investasi panjang, segera buat toko online anda sendiri sekarang!
      4. Toko Selalu Buka 24 Jam Sehari Setiap Hari

      Selama ada koneksi internet, pelanggan anda bisa mengakses toko anda dari mana pun dan kapan pun tanpa menunggu siapapun untuk membeli produk anda.
      Toko Online anda siap melayani pelanggan anda 24 jam sehari setiap hari.
      Inilah salah satu kelebihan dari toko online dibandingkan toko offline.
      5. Banyak otomasi kegiatan

      Kalo anda kedatangan banyak pelanggan dalam satu waktu, apa yang anda lakukan? Misal, 100 orang ingin membeli produk anda dalam 1 waktu.
      Tentunya anda tidak mungkin mengelola order sebanyak itu bukan?
      Dengan membuat toko online, anda bisa mengelola ratusan bahkan ribuan order dalam 1 waktu karena banyak fitur dari toko online yang otomatis bekerja tanpa perlu anda lakukan manual seperti cek ongkir, mengelola invoice, mengelola stok, mengelola order, analisa penjualan, dan masih banyak lagi.
      Dengan fitur-fitur toko online, anda tidak perlu repot melayani pelanggan anda sendirian termasuk tidak repot lagi jika ada ratusan bahkan ribuan pelanggan datang dalam 1 waktu.
      Salah satu platform penyedia toko online adalah Chatbiz.id.
      Platform Chatbiz memiliki banyak fitur otomatis.
      Bahkan, platform Chatbiz memiliki fitur lebih dari yang telah dijelaskan sebelumnya seperti mini website jualan, admin virtual 24 jam, AI yang terus belajar, laporan penjualan, dan masih banyak lagi.
      Temukan artikel dan informasi menarik lainnya dalam blog.chatbiz.id
      Follow akun Instagram Chatbiz.id
    • By ega
      Melihat maraknya startup yang tumbuh dan berkembang di dunia digital memancing para Startup Enthusiast untuk membangun startup milik mereka. Setiap Founder pasti pernah merasakan jatuh saat membangun startup. Sebut saja Nadiem Makarim, Founder GOJEK yang dulu pernah 3 kali gagal sebelum GOJEK dikenal seperti sekarang ini. Sebagai seorang Founder ia pun mengaku pernah merasakan keliling untuk pitching ke para calon Investor pada masa awal GOJEK didirikan.
      Namun, apakah semua Founder dapat memiliki kesempatan yang sama di depan para calon Investor? Jika tidak, apa saja yang menyebabkan mereka gagal menarik perhatian para calon Investor?
      Menurut Raditya Pramana, Partner di Venturra Discovery ada 5 kesalahan umum yang sering dilakukan saat melakukan pitching ke Calon Investor.
      01. Fokus di fundamental
      Di depan calon Investor, kamu harus siap untuk menjelaskan apa yang sudah dicapai, apa yang sedang dilakukan, dan apa target bisnis kalian kedepannya karena performance dari bisnis tersebut yang nantinya akan dilihat oleh para calon Investor.
      02. Hindari Over-Promising ke Investor
      Banyak yang memberikan janji hasil yang muluk untuk Investor. Sedangkan yang dilihat calon Investor bukan itu. Seimbangkan target bisnis yang terjangkau, sehinggal believable untuk calon Investor.
      03. Datang dengan mindset: Kalian ingin mencari Partner
      Datanglah bukan dengan mindset seperti ingin mencari kerja, tapi lebih untuk menjadi Partner. Diskusikan layaknya kamu berdiskusi dengan partner.
      04. Ketahui yang Investor inginkan
      Sebelum para calon Investor menyampaikan apa yang mereka inginkan, kamu harus lebih dulu mengetahui apa yang mereka inginkan. Hal ini dapat diketahui dengan research perusahaan itu terlebih dahulu.
      05. Hindari Buzz Words
      Gunakanlah bahasa yang mudah dimengerti oleh orang awam. Daripada menggunakan kata AI, Machine Learning, dan lainnya, lebih baik gunakan kalimat yang menjelaskan kata-kata tersebut.
    • By BincangEdukasi
      Branding pada dasarnya adalah sebuah usaha yang masuk dalam strategi marketing. Banyak sumber yang menyebutkan bahwa brand adalah nama, logo, simbol dan hal lainnya yang bisa mengidentifikasikan sebuah bisnis. Branding tidak hanya penting untuk bisnis konvensional, tetapi juga startup, yang notabene merupakan perusahaan rintisan pun perlu merancang strategi branding mereka. Tujuannya untuk lebih cepat mengenalkan perusahaan, baik untuk layanan yang diberikan atau sebagai sebuah bisnis yang layak dikenal.
      Startup punya banyak tugas penting di awal perjalanannya. Mencari pengguna potensial, memberikan produk berkualitas, dan mencoba memahami kondisi pasar adalah beberapa hal penting yang jangan terlewatkan. Salah satu tindakan pelengkap untuk mendongkrak pertumbuhan bisnis startup perlu strategi marketing, mulai dari memanfaatkan media sosial untuk promosi hingga membangun branding dari sejak awal. Seperti memilih nama domain, logo, warna dan identitas lainnya yang bisa “nempel” di pikiran masyarakat.
      Logo dan website mungkin jadi sesuatu yang fundamental dalam usaha membangun brand, tetapi lebih dari itu mempresiapkan kapan, bagaimana, hingga ke siapa Anda memasarkan produk Anda adalah bagian tak tergantikan dari strategi membangun brand. Semuanya harus diperhitungkan dan disusun sejak awal untuk mengirimkan pesan ke orang yang tepat di waktu yang tepat. Semua itu kemudian dilengkapi sesuatu yang terlihat mudah tapi butuh perjuangan, yakni konsistensi.
      Membangun brand penting bagi startup
      Tujuan branding adalah untuk membuat menyampaikan pesan ke masyarakat dan pengguna baik melalui materi pemasaran atau melalui logo dan nama yang dipilih. Di sisi lain startup butuh kesemaptan untuk dikenal, dan dilihat oleh banyak orang untuk membuka kesempatan lebih banyak dikenal oleh masyarakat. Membangun brand bagi startup sama halnya berinvestasi untuk meningkatkan “keterlihatan”, dan menempatkan posisi di masyarakat sebagai sesuatu yang diingat. Di samping itu brand juga jadi jalan yang tepat untuk menyampaikan value ke masyarakat.
      “Brand Anda adalah apa yang orang lain katakan tentang Anda saat Anda tidak berada di dalam ruangan.”
      Demikian kutipan populer Founder Amazon Jeff Bezos yang pernah ia sampaikan pada acara TEDGlobal 2012. Sebuah gambaran sederhana tentang brand yang bisa diaplikasikan untuk personal maupun brand sebuah produk atau bisnis.
      Apa yang perlu dipersiapkan
      Branding bisa disebut juga upaya untuk menyampaikan pesan dan mengenalkan sebuah produk atau bisnis. Sebelum jauh merencanakan strategi branding ada beberapa hal yang harus disiapkan, seperti menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut :
      Apa misi perusahaan Anda? Apa manfaat dan fitur yang ada di produk atau layanan Anda? Apa yang pengguna dan pengguna potensial pikirkan tentang perusahaan Anda? Kualitas apa yang Anda ingin mereka (pengguna) kaitkan tentang perusahaan Anda? Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di atas akan menuntuk Anda membuat nilai-nilai yang ingin Anda berikan melalui branding. Untuk memulai branding ada beberapa hal yang perlu disiapkan, seperti:
      Nama perusahaan. Nama perusahaan di era digital berikaitan erat dengan pemilihan nama domain. Nama harus menjadi sebuah penanda yang menggambarkan seperti apa perusahaan Anda, atau paling tidak bisa menggambarkan di bidang apa perusahaan Anda beroperasi. Pemilihan nama selain memperhatikan arti juga sangat memperhatikan penggunaan nama yang sama oleh perusahaan sejenis atau bahkan diasosiasikan dengan sesuatu yang tidak sesuai dengan maksud dan gambaran perusahaan Anda.
      Logo. Logo ada penggambaran visual dari maksud dan makna perusahaan. Buatlah logo yang bisa ditempatkan di mana saja. Logo yang bisa ditempatkan di mana saja akan sangat berguna untuk berbagai macam strategi marketing.
      Pesan yang ingin disampaikan. Siapkan pesan-pesan yang ingin dikomunikasikan dengan para pelanggan. Ini termasuk juga jawaban dari pertanyaan yang telah disusun sebelumnya.
      Desain dan tagline. Siapkan kalimat tagline yang mudah diingat dan mewakili produk atau bisnis Anda. Hal yang sama juga berlaku untuk desain, gunakan warna, peletakan logo dan sesuatu yang sesuai dan mewakili.
      Konsisten. Kunci dari branding dan segala strategi yang dirancang adalah konsistensi. Mulai dari konsistem mengkomunikasikan nilai-nilai hingga konsisten menggunakan warna, pola dan tagline.
    • By satpam
      Ada banyak cerita-cerita sukses startup yang dibagikan. Dari sana kita yang ingin menjalankan sebuah bisnis bisa mengambil beberapa teori atau mencoba mengulang langkah yang sama untuk mencapai kesuksesan yang sama. Berikut ini rangkuman mengenai kutipan-kutipan Y Combinator yang mungkin bisa memberikan wawasan atau pelengkap rencana Anda yang sedang mencari cara bagai mana memulai sebuah bisnis.
      Buat sesuatu yang mudah untuk dibicarakan
      Memberikan solusi dan populer. Dua kata yang coba diusahakan startup pada tahap awal. Bagi Anda yang sedang dalam tahap mencari masalah, atau menulis ide untuk bisnis bisa dicoba untuk mencari sesuatu solusi yang mudah menjadi buah bibir, tentu dalam arti yang positif. Sebuah solusi yang memicu semua orang membicarakan solusi Anda karena manfaat dan kemudahan yang ditawarkan.
      Dapatkan pengguna secara manual
      Banyak layanan pemasaran yang menawarkan solusi mudah untuk menawarkan produk atau solusi Anda kepada masyarakat. Namun jika Anda masih di tahap awal tidak ada salahnya untuk mencari pengguna secara manual dan konvensional. Temui orang yang ada di coffee shop, kedai, atau kerumunan. Perkenalkan aplikasi Anda. Cari tahu apakah apa yang Anda buat bisa diterima oleh mereka. Jika penolakan terjadi karena solusi Anda kurang menarik Anda sudah harus khawatir. Coba pikirkan ulang, coba desain ulang, dan temukan umpan balik jika pengguna pertama Anda menerima produk atau ide Anda.
      Pahami apa yang sedang dikerjakan
      Sebelum benar-benar mengeksekusi sebuah ide kita selalu punya gambaran besar mengenai ide tersebut. Semacam roadmap yang nantinya menghantarkan ke satu tujuan. Jika Anda sedang memulai ada baiknya  Anda tetap pada roadmap awal. Jika pun ada penyesuaian paling tidak tujuan tidak bergeser terlalu jauh. Hal ini penting untuk memastikan Anda untuk mengerjakan sesuatu yang jelas dan benar-benar dikonsep dari awal. Menghindari dari mengerjakan sesuatu yang tidak pasti.
      Investasi untuk membangun tim yang solid
      Menjalankan dan mengembangkan startup tidak bisa sendirian. Membangun sebuah tim adalah salah satu cara untuk membagi beban dan tanggung jawab sekaligus mengakselerasi progres untuk segera mencapai tujuan. Untuk hal membangun tim tidak ada salahnya berinvestasi lebih di sana. Mencari orang-orang hebat sesuai keahlian yang dibutuhkan perlu investasi yang tidak sedikit.
      Beri kesempatan ide untuk berkembang
      Perubahan mungkin salah satu hal yang konstan dalam dunia bisnis. Ide luar biasanya berevolusi. Perpaduan dari ide sederhana yang kemudian berkembang dengan masukan dan solusi lain yang ditemukan dari cerita dan komentar dari pengguna. Atau dari pemikiran dan pendekatan lain yang dilakukan. Yang perlu digarisbawahi adalah berikan ruang ide untuk berkembang menjadi sesuatu yang lebih baik.
    • By satpam
      Setelah 12 tahun meninggalkan kampus, Mark Zuckerberg menjadi tamu kehormatan saat acara kelulusan mahasiswa Universitas Harvard angkatan 2017. Dalam pidatonya di hadapan lulusan tahun 2017, Zuckerberg menyampaikan beberapa poin penting yang relevan terkait dengan teknologi hingga tren entrepreneur saat ini.
      Kami merangkum beberapa poin penting yang bisa dicermati calon pelaku startup yang berniat untuk meluncurkan startup atau menjadi entrepreneur.
      Temukan teman sejati
      Salah satu cerita yang disampaikan Zuckerberg adalah bagaimana sulitnya ia menemukan teman baru di masa awal kuliah, namun beruntung ada satu orang yang bersedia untuk mengajak ngobrol hingga akhirnya mengerjakan proyek bersama. Temannya saat itu adalah Kang-Xing Jin yang hingga kini masih bersama Zuckerberg di Facebook.
      Inti dari cerita yang ingin disampaikan oleh Zuckerberg adalah terkadang pertemanan di saat kuliah bisa berujung menjadi rekan bisnis yang loyal. Untuk itu cari tahu siapa saja teman saat kuliah yang cocok dan nantinya bisa diajak bekerja sama ketika Anda berniat membangun perusahaan suatu saat nanti.
      Bangun bisnis untuk alasan yang tepat
      Dalam pidatonya Zuckerberg juga kerap menyebutkan betapa pentingnya alasan yang tepat dan memiliki impact saat membangun bisnis. Sense of purpose menjadi hal yang wajib diterapkan saat Anda ingin membangun startup yang sukses. Bukan hanya memberikan manfaat untuk Anda namun juga orang banyak. Alasan utama atau purpose juga bisa menjadi motivasi ketika Anda mulai merasa kewalahan saat menjalankan bisnis. Menjadi hal yang penting bukan hanya menciptakan peluang dan potensi namun juga menemukan alasan yang tepat.
      Jangan jual startup terlalu cepat
      Saat Zuckerberg mulai mengembangkan Facebook, banyak perusahaan besar yang mulai melirik teknologi serta inovasi yang dimiliki Zuckerberg dan Facebook. Zuckerberg menolak untuk menjual bisnis yang telah ia bangun, demi tujuan yang lebih besar, yaitu menciptakan inovasi dan bermanfaat untuk orang banyak. Upaya Zuckerberg akhirnya mulai menunjukkan hasil dengan diluncurkannya fitur Newsfeed.
      Jika Anda merasa yakin dengan produk atau layanan yang Anda miliki, coba pertahankan terlebih dahulu perusahaan dengan menghadirkan inovasi dan lihat hasilnya, sebelum Anda memutuskan untuk menjual startup.
      Jangan takut membuat kesalahan
      Sebelum Zuckerberg sukses membuat Facebook, ia telah meluncurkan beberapa produk yang tidak terlalu sukses. Tidak menjadi masalah ketika saat memulai startup Anda gagal dan harus mengulang atau menciptakan inovasi yang baru. Selama Anda terus belajar dari kesalahan dan bisa menemukan dengan tepat, produk atau layanan yang tepat dan bakal diminati oleh pasar.
      Perluas wawasan dan terus belajar
      Saat ini teknologi berubah dengan cepat, begitu juga dengan metode, informasi, dan hal-hal penting lainnya yang wajib Anda ketahui. Jangan pernah berhenti belajar, membuka wawasan, dan menggali informasi sebanyak-banyaknya, agar Anda bisa beradaptasi dengan tren dan perubahan teknologi. Pendidikan menjadi faktor pendukung yang wajib diperhatikan setiap saat, agar Anda bisa memiliki wawasan yang cukup untuk memulai usaha hingga menjalankan bisnis setiap hari.
  • Create New...