Jump to content
  1. Sam

    Sam

  • Similar Content

    • By peter_hutomo
      BlackBerry resmi mematikan layanan perpesanan instan miliknya yang sempat populer, BlackBerry Messenger atau BBM pada 31 Mei 2019.
      “Kami bangga dengan apa yang telah kami bangun hingga saat ini,” ungkap pihak Emtek pemilik BBM dalam postingan blog resminya, seperti dilansir dari lama CTV News, Sabtu (1/6/2019).
      Emtek juga mengungkapkan jika industri teknologi sangat cair, dan terlepas dari upaya substansial pihaknya, pengguna telah pindah ke platform lain.
       BlackBerry meluncurkan platform komunikasi berbasis cloud untuk pengembang aplikasi BBM, yang tiba di perangkat seluler pada 2005. BBM merupakan salah satu platform pengiriman pesan instan gratis pertama dan salah satu jaringan sosial seluler terpopuler di dunia.

      Sebagai pendahulu WhatsApp milik Facebook dan iMessage milik Apple, BBM juga merupakan salah satu layanan pesan instan pertama yang menampilkan tanda terima baca.
      Menariknya pada 2012, kata "BBM," yang dapat digunakan sebagai kata benda dan kata kerja, ditambahkan ke kamus Collins English.
      Perusahaan teknologi yang berbasis di Waterloo, Ontario, dalam beberapa tahun terakhir telah mengalihkan fokusnya dari handset karena mengubah dirinya menjadi bisnis pengembangan perangkat lunak.
      Dikatakan bahwa ia akan terus menawarkan BBMe, layanan pengiriman pesan yang mirip dengan pendahulunya. Tetapi sementara layanan hanya akan gratis untuk tahun pertama, pengguna harus membayar untuk berlangganan setelah itu. Hal ini lantaran BlackBerry terus mengalihkan fokusnya dari handset ke bisnis pengembangan perangkat lunaknya.
    • By anon

      Pada awalnya saya juga ngga percaya. Sebab, Whatsapp (WA) saya ngga ada. Ternyata setelah bertanya dengan teman, mereka melihatnya ketika menggunakan WA via Web (Desktop) dan WA yang sudah di-upgrade. So, ini kampanye baru LGBT.
      Sekarang, Anda lihat sendiri emoticon berikut ini.

      Hmm.. rada aneh kan? Terutama emoticon yang ada Love antara perempuan dengan perempuan, yaitu gambar manusia dengan rambut panjang sebahu. Kalau emoticon lelaki biasanya memang beda.
      Lalu, ada emotican yang menggambarkan keluarga. Ada Pria dengan Pria (berbaju biru) dan menghasilkan anak-anak lelaki. Begitupun sebaliknya, wanita dengan wanita dengan muka berbahagia, dan anak-anak dari mereka.
      Tentu bisa saja, itu tante-tante dan ponakan mungkin ya? Tapi apa iya, maksud gambar tersebut adalah itu?
      Seorang teman memajang emoticon dengan cemas di sebuah grup WA seperti ini, yang lengkap yang dia temukan sendiri. Bukan hasil forward.

      Jangan terlalu terpaku lihat kalimat awal dan akhir, karena itu sepenuhnya pendapat si pemilik akun WA yang posting. Tapi lihat saja gambar-gambar emoticon tersebut. Baju warna biru memang menggambarkan lelaki, berambut pendek. Sudah lazim di WA. Juga perempuan baju Pink.
      Kabarnya, gambar demikian juga ada di BBM (Blackberry Messenger). Karena saya ngga pakai BBM, saya nggak bisa buktikan. Bagaimana menurut Anda?
    • By Joshua_ikhsan

      Di setiap stasiun pengisian bahan bakar, selalu tertera peringatan dimana setiap pelanggan dilarang menghidupkan mesin saat sedang mengisi BBM. Peringatan serius itu tentu bukan sekedar saran atau harapan yang bisa diabaikan begitu saja. Karena jika sampai kecolongan sedikit saja tentu hasilnya akan fatal.
      Salah satu contoh berbahaya itu ditunjujkkan oleh sebuah video yang diunggah dalam akun youtube berikut. Seolah tidak ada apa-apa, si pemilik mobil membiarkan nozzle terbuka dan menggelontorkan BBM ke tangki tanpa pengamatannya. Padahal, saat itu mesin sedang menyala.
      Beberapa saat kemudian, muncul api yang segera melahap luapan melimpah bahan bakar yang masuk ke tangki. Pemilik mobil yang panik beserta anak dan istrinya di dalam mobil pun langsung melarikan diri.
      Untungnya, petugas SPBU bergerak sigap dan memadamkan api dengan segera, meski sempat terlihat salah satu dari mereka melakukan tindakan darurat yang keliru dengan mengucurkan air ke titik api.
       
    • By sahyati321

      Saat ini banyak pedagang eceran bensin premium menjual dagangannya tidak lagi menggunakan botol. Mereka menggunakan alat yang diberi nama Pertamini.
      Apakah takarannya sesuai? Bagaimana cara kerjanya? Pertamini selain memakai pompa atau literan manual juga dengan gelas takaran berkapasitas lima liter. Selain itu juga dilengkapi batas tera pada setiap satu liternya.
      Tangki cadanga memakai drum berkapasitas 200 liter yang ditanam di bawah bangunan khusus berdinding beton. Bensin yang dibeli dari stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dimasukkan ke dalam drum sebelum dijual kepada konsumen.
      Nyoman Suardana, salah seorang pedagang bensin eceran di pinggir jalan Cokroaminoto, Denpasar, Senin mengaku lebih untung menjual bensin mengunakan alat pertamini tersebut.
      Ia mengatakan, pertamini sebuah alat sederhana yang dirancang hampir menyerupai pertamina, hanya saja ukurannya kecil sehingga konsumen tertarik untuk membeli bensin, ketimbang menjualnya secara manual.
      "Menjual bensin dengan alat pertamini lebih praktis dibandingkan manual yang menggunakan botol," ujar Nyoman Suardana, Senin (27/4).
      Nyoman Suardana mengaku menjual bensin seharga Rp8000 per liter sedikit lebih mahal dibandingkan di Pertamina Rp7.400/liter.
      "Ketika menjual bensin mengunakan pertamini konsumen lebih banyak yang membeli dibandingkan ketika menjual bensin mengunakan botolan," ujar Nyoman Suardana.
      Dengan peralatan sederhana itu mampu meningkatkan pendapatan dari sebelumnya rata-rata Rp200.000 kini menjadi Rp250.000 per harinya.
    • Guest News
      By Guest News
      Upaya mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fossil terus dilakukan termasuk lewat kesepakatan yang dicapai dalam KTT Iklim di Paris. Upaya itu tidak mudah karena energi terbarukan belum bisa menjadi pengganti realistis bagi bahan bakar minyak dan gas, yang harganya cenderung semakin murah.
       
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy