Jump to content
  • ×   Pasted as rich text.   Restore formatting

      Only 75 emoji are allowed.

    ×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

    ×   Your previous content has been restored.   Clear editor

    ×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

  • Similar Content

    • By tama93
      Kepala Sub Direktorat Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Muhammad Nasir menjelaskan kronologi kecelakaan di Tol BSD, Jumat siang, 12 April 2019.
      Menurut data kronologi yang dikirimkan, kecelakaan itu diakibatkan oleh SB, pengemudi kendaraan Mitsubishi Outlander bernomor polisi B-378-BEL yang kurang konsentrasi. "Kronologi kejadian berdasarkan interogasi dan keterangan saksi," ujar Nasir.

      Kendaraan Mitsubishi Outlander tersebut melaju dari arah Jakarta. Sesampainya di kilometer 9+500, sekitar pukul 11.45 WIB, diduga karena pengemudi kurang konsentrasi, kendaraan tersebut menabrak pembatas jalan hingga memasuki lajur yang berlawanan.
      "Kemudian menabrak tiga kendaraan lainnya, yaitu Toyota Kijang Innova, Suzuki Ertiga, serta Toyota Rush," tutur dia.
      Adapun Toyota Kijang Innova bernomor polisi B-1014-WOU dikendarai oleh Tuheri, Toyota Rush B-1546-WFX oleh Hadi Dzikru Rohman, serta Suzuki Ertiga B-2029-BKW oleh Lia Sagita.
      Menurut Nasir, Lia Sagita sempat kritis karena terjepit kendaraannya yang ringsek dalam kecelakaan akibat tabrakan beruntun di Tol BSD itu. Namun, Lia dinyatakan meninggal dalam kecelakaan tersebut, sementara tiga korban lain luka-luka.
    • By Males
      Kotak hitam (black box) belum ditemukan, penyelidikan soal penyebab pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 juga masih jauh dari kesimpulan. Namun, data satelit yang dimuat situs pemantau lalu lintas udara, FlightRadar24 dijadikan petunjuk awal terkait insiden kapal terbang yang jatuh 13 menit setelah lepas landas itu. 
      Berdasarkan data yang diungkap FlightRadar24, sejumlah keanehan terpantau dalam pergerakan pesawat yang membawa 189 orang tersebut. 
      Salah satunya, ketika sebuah pesawat umumnya akan naik dalam beberapa menit pertama penerbangan, Lion Air JT 610 justru mengalami penurunan 726 kaki (setara 221 meter) selama 21 detik.
      Ahli penerbangan Phillip Butterworth-Hayes mengatakan bahwa data tersebut tidak biasa. Apalagi, saat lepas landas seperti itu, pilot biasanya dibantu oleh kendali otomatis pesawat.
      "Ini tidak sesuai dengan profil penerbangan otomatis," kata Butterworth-Hayes saat mempelajari data. "Kecuali, jika sistem pesawat itu memberikan koreksi untuk sejumlah alasan."
      Butterworth-Hayes mengatakan bahwa mengingat pesawat yang digunakan Lion Air JT 610 baru berusia dua bulan, alasan di balik kecelakaan tersebut "sangat tidak mungkin" berasal dari kesalahan mekanis.
      "Pesawat terbang tidak jatuh begitu saja dari langit," katanya.
      "Saya tidak bisa membayangkan masalah mekanis apa pun selain kehilangan tenaga mesin yang tiba-tiba dan tidak dapat dijelaskan, atau kegagalan listrik menyeluruh. Ini jauh lebih mungkin disebabkan faktor eksternal," lanjutnya menjelaskan.
      Dia mengatakan bahwa masalah lingkungan bisa jadi adalah penyebabnya, misalnya ledakan mikro (microburst), atau pesawat yang menabrak sesuatu seperti kawanan burung.
      "Ledakan mikro sangat sulit untuk dideteksi, bisa berubah menjadi angin kencang, seperti pusaran, dan Anda tidak bisa melihatnya. Tiba-tiba pesawat tidak berfungsi sebagaimana mestinya, pilot kemudian mulai melakukan segala macam upaya pemulihan dan kemudian sudah terlambat, pesawat jatuh," jelas Butterworth-Hayes.
      Ditambahkan olehnya bahwa pilot Boeing 737 MAX 8 meminta izin pada air traffic controller (ATC) melakukan return to base atau kembali ke bandara asal, sekitar 22 kilometer setelah lepas landas. Namun, saat itu belum terlihat pertanda kondisi darurat. 
    • By paimin
      Jembatan Babat Lamongan-Widang Tuban, yang melintang di atas sungai Bengawan Solo, pada Selasa (17/04/2018) sekitar pukul 10.50 WIB, ambrol. Tiga truk tronton yang sedang melintas di atas jembatan tersebut, turut terjatuh ke dasar sungai. Untuk sementara, seorang sopir dilaporkan meninggal dunia. 

      Kapolsek Babat Kompol Hariadi Agus Wahono SH, ketika dihubungi awak media ini melalui sambungan telepon seluler membenarkan, bahwa jembatan penghubung Babat Lamongan-Widang Tuban, yang merupakan jalur Pantura, pada Selasa (17/04/2018) sekitar pukul 10.50 WIB, ambruk. 

      “Tiga tronton turut tercebur ke dasar sungai,” jelas Kompol Agus. 
      Ketika ditanya jumlah korban jiwan, Kompol Agus menenerangkan bahwa untuk sementara ini dilaporkan 1 (satu) orang sopir tronton, dilaporkan meninggal dunia. 
      “Sementara satu orang sopir yang dilaporkan meninggal mas,” terang Kompol Agus 

      Kompol Agus menambahkan, lokasi jembatan yang ambruk tersebut sebagian masuk wilayah Babat, namun sebagian besar masuk wilayah Kecamatan Widang Tuban, atau di sisi utara sungai Bengawan Solo. 
      “Saya masih di TKP mas, petugas masih berupaya mengevakuasi korban dan melakukan olah TKP,” imbuhnya.

    • Guest News
      By Guest News
      Kecelakaan ini terjadi pada 11 Maret 2017, tempat kejadiannya di Toll Jorr dari arah BSD ke Pondok Indah pagi ini. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini.
       
       
    • By berita_semua
       

      Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Bandara Soekarno-Hatta Komisaris M. Salim Margie mengatakan anak Gubernur Banten Rano Karno, Raka Widyarma, bisa dijerat pasal 310 KUHP ayat 2 tentang kelalaian berkendara. 
      "Karena lalai menyebabkan kerusakan dan luka," katanya, Kamis 10 Maret 2016. 
      Ancaman hukumannya, kata Salim, maksimal dua tahun penjara dan denda Rp 2 juta. 
      Untuk menerapkan pasal tersebut, pemeriksaan akan dilakukan terhadap semua saksi dan korban kecelakaan beruntun ini. 
      Mereka adalah Raka Widyarma dan temannya Deni yang berada di dalam mobil Honda HRV B-1776 SGM, Wawan Sujaimaun sang sopir taksi B-1855-BTG, dan Rastu Anggoro si pengendara Yamaha Vixion B-6575-GOJ. 
      Hari ini, polisi menjadwalkan memeriksa Wawan dan Rastu. 
      Sementara Raka baru akan dilayangkan surat pemanggilan. 
      Anak angkat Gubernur Banten Rano Karno, Raka Widyarma, mengalami kecelakaan di Jalan Perimeter Utara Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Rabu pagi, 9 Maret 2016.
      Honda HRV yang dikemudikan Raka diduga menabrak taksi dan satu unit sepeda motor. 
      Meski tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan beruntun ini, tiga kendaraan yang saling beradu kuat itu rusak parah. 
      Honda HRV milik Raka dan taksi bluebird ringsek di bagian depan. 
      Sementara sepeda motor Yamaha Vixion hancur dari roda depan hingga tanki bensin.
  • Recent Status Updates

    • qbonk

      Hai ngobaser, gede yaaa hahaha
      viral.pisan_20191207_1.mp4
      · 1 reply
    • PusatInformasi

      Hi semuanya, gimana kabarnya?
      · 1 reply
    • keenion

      Hai jendral
      · 0 replies
    • Sam

      Jangan pernah down sama masalah hidupmu, gue sendiri ketika ada masalah emang susah melihat kebawah. Tapi ketika gue liat ini, ternyata masalah gue gak besar sebenernya, masih ada yang lebih besar masalahnya dari gue. 

      · 3 replies
    • Forzaken_DT

      Modus operandi baru di resepsi pernikahan... Hati2 waspada
      Muncul orang necis berbusana rapi sungguh baik hati menemui....
      Namun
      Waspada Modus Penipuan dilakukan ditempat resepsi Pernikahan
      Seorang menampilkan diri simpatik tutur katanya.
      Meyakinkan layaknya Panitia namun sebenarnya mereka Panitia Gadungan/Palsu.
      Modus
      Sang Panitia Palsu masuk ruangan dan berbisik dg seorang tamu meminjam Kunci Motor/Mobil utk di geser.
      Dipindahkan krn ada mobil mau keluar, dan akhirnya diberikan tanpa curiga.
      Sebenarnya mereka sudah mengawasi tamu yang datang dan memarkir kendaraannya.
      Akibatnya
      Ditunggu lama kunci tak dikembalikan, keluarlah dari gedung pemilik kunci tsb.
      Setelah dicek mobil sudah tidak ada ditempat
      Ternyata
      Panitia Palsu tadi yg minta kunci sdh lenyap dengan membawa mobilnya.
      Waspadalah,
      Modus inipun berlaku jg utk kendaraan roda 2..
      Oleh karena itu
      Lebih Amannya
      Pindahkanlah sendiri Motor/Mobil anda, jika diberitau orang.
      Jangan lugu terlalu percaya dgn menyerahkan kunci kepada orang yg tidak anda kenal.
      Cerita pengalaman dari org yg pernah mengalami.... semoga bermanfaat siapapun menjadi waspada.
      · 0 replies
  • Forum Statistics

    • Total Topics
      74,594
    • Total Posts
      81,927

About Ngobas

Ngobas is All-in-One website that can be use by everyone for free to find friends and exchange information. The name Ngobas is derived from the abbreviation, which is Ngomong Bebas Originally Sedap, meaning that it is appropriate to speak according to the ethics of socializing.

CEO’s Greeting

I realize that information and communication are the main things in life. Ngobas is the right platform for that. We will always be connected wherever we are and that is the purpose Ngobas was built.

- Samuel Berrit Olam

×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy