Jump to content

Daftar Lengkap Kepengurusan PSSI 2016-2020


Inside_in666

Recommended Posts

PSSI.jpg

Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia akhirnya memiliki kepengurusan yang baru di bawah kepemimpinan Pangkostrad Letjen Edy Rahmayadi. Tepat pukul 21.40 WIB, Kongres PSSI resmi pun ditutup Pelaksana Tugas Ketum PSSI periode 2015-2016, Hinca Panjaitan. 

Ketua Komite Pemilihan, Agum Gumelar, menyampaikan ucapan selamat kepada kepengurusan PSSI periode 2016-2020. 

Menurut Agum, kongres yang berlangsung hampir 12 jam tersebut berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Ia berharap kepengurusan PSSI selanjutnya dapat menjalani reformasi sepak bola dengan baik.

"Ada tiga hakekat reformasi. Pertama, tinggalkan nilai-nilai lama yang tidak sesuai dengan tuntutan reformasi. Nilai-nilai yang berbau arogansi, KKN (Korupsi Kolusi Nepotisme), bernuansa paling benar sendiri, pengaturan skor, suap, dan sebagainya, tinggalkan itu jauh-jauh," kata Agum dalam kesempatannya berbicara di kongres tersebut.

Hakekat reformasi yang kedua, ucap Agum, adalah melanjutkan nilai-nilai baik yang ada dalam PSSI pengurus lama. "Ketiga, masyarakat Indonesia sangat berharap untuk bisa bawa persepakbolaan ini profesional dalam pengelolaan kompetisi dan cita-cita kuat nilai-nilai orestasi," katanya menambahkan.

Lebih lanjut, Agum pun meminta agar Edy beserta anggota pengurus baru PSSI dapat mempersatukan semua komponen sepak bola Indonesia.

"Saya yakin dengan cara seperti itu sepak bola bisa maju. Selamat berjuang Pak Edy dan kawan-kawan. Bawalah sepakbola seperti yang diharapkan bangsa Indonesia," ucapnya melanjutkan.

Berikut ini adalah kepengurusan PSSI periode 2016-2020:

Ketua Umum: Edy Rahmayadi

Wakil Ketua Umum: Joko Driyono, Iwan Budianto

Anggota Komite Eksekutif:

  1. H. Hidayat 70 suara
  2. Yunus Nusi
  3. Condro Kirono
  4. Gusti Randa
  5. Pieter tanuri
  6. Juni Ardianto Rachman
  7. A.S Sukawijaya
  8. Johar Lin Eng
  9. Refrizal
  10. Dirk Soplanit
  11. Verry Muliadi
  12. Papat Yunisal
Link to comment
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
  • Similar Content

    • By congek
      Pandemi virus corona atau Covid-19 yang muncul pada awal 2020 ini diharapkan bisa mengubah sepak bola Eropa dan dunia ke arah yang lebih baik lagi.
      Sebelum virus corona muncul, sepak bola di Eropa tampak baik-baik saja. Namun pada kenyataannya masih menyimpan sejumlah persoalan, terutama terkait ketimpangan antara klub besar dan kecil.
      Klub-klub besar akan makin kuat dan kaya dengan kekuatan uang yang mereka miliki. Sedangkan tim-tim medioker atau kecil sekalipun tidak akan berdaya menandingi klub-klub besar tersebut. 
      Pemain-pemain potensial dari klub medioker atau kecil bisa saja pindah dengan mudah dari klub tersebut dengan rayuan gelimangan uang klub besar. Imbasnya, klub kecil kembali harus memutar otak mencari pemain yang bisa membuat mereka bisa bersaing dan bertahan di kompetisi itu.
      Sementara itu, klub-klub besar dengan latar belakang sejarah serta prestasi yang mereka punya seperti duduk manis menanti pundi-pundi uang kembali terisi oleh 'setoran' dari sponsor dan juga penggemar.
      Akan tetapi, kondisi tersebut bisa mengalami sedikit perubahan atau bahkan signifikan setelah pandemi Covid-19 ini berakhir.
      Virus corona membuktikan diri bisa memberikan dampak besar bagi keuangan klub, baik kecil maupun besar. Akan tetapi, klub-klub kecil yang tentu merasakan imbas paling besar dari krisis ini.
      Tidak ada pemasukan dari tiket penonton, tidak juga mendapat dana hak siar. Ditambah lagi, kunjungan fan ke stadion, museum, maupun fasilitas klub lainnya, nihil karena larangan dari pemerintah selama masa karantina. Di lain sisi, operasional klub terus mengalir untuk membayar gaji pegawai dan aspek lainnya.
      Barcelona sudah merasakan itu. Bahkan Blaugrana melakukan pemotongan gaji pada pemain-pemainnya sebesar 70 persen, termasuk Lionel Messi selama pandemi berlangsung.
      Tidak hanya itu, Luis Suarez dan kawan-kawan juga akan membantu Barcelona agar para pegawainya di luar pemain bisa 100 persen menerima gaji. 
      Juventus juga disebut-sebut akan melakukan langkah serupa, mengurangi gaji para pemainnya. Potongan 20 sampai 30 persen bakal didapat Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan agar Si Nyonya Tua memiliki napas panjang di tengah wabah Covid-19.
      Ini jadi bukti, kehidupan klub elite di ujung tanduk. Masa krisis ini membuka peluang klub-klub melakukan penyesuaian gaji pegawainya di masa mendatang. Hal tersebut sudah diprediksi pelatih Everton, Carlo Ancelotti.
    • By spammerindo
      Arsenal resmi ditinggalkan dua pelatihnya pekan ini. Ya, The Gunners kehilangan Andries Jonker dan Freddie Ljungberg yang sebelumnya menjadi manajer dua tim berbeda.
      Jonker merupakan manajer bagi tim Akademi Arsenal. Ia bergabung sejak tahun 2014 setelah menjadi asisten Louis van Gaal di timnas Belanda.
      Jonker selama ini punya reputasi bagus untuk menangani pemain muda. Tak heran klub Bundesliga, Wolfsburg merekrutnya untuk memperbaiki prestasi tim.
      "Saya menikmati tiga tahun bekerja di Arsenal. Terima kasih pada CEO Ivan Gazidis dan Arsene Wenger untuk semua dukungannya," kata Jonker seperti dilansir laman resmi klub.
      "Yang jelas banyak pemain muda di Akademi Arsenal setelah saya pergi. Saya akan terus memantau perkembangan karier mereka," ujar Jonker menambahkan.
      Tak hanya Jonker yang direkrut Wolfsburg. Ljungberg yang menangani tim Arsenal U-15 juga diajak untuk mendampingi Jonker.
      "Ljungberg juga tak sabar bekerja dengan saya di Wolfsburg. Kami akan saling melengkapi," kata Jonker.
    • By berita_semua
      Barcelona melakoni leg pertama babak 16 besar ajang Copa del Rey musim 2016-2017 dengan bertandang ke markas Athletic Bilbao di Estadio San Mames, pada, Jumat (6/1/2017), dini hari WIB. Tampil menekan sejak menit awal, Blaugrana justru harus menyudahi laga ini dengan kekalahaan 1-2 atas Athletic.
      Jalannya Pertandingan
      Babak Pertama
      Babak pertama baru berusia enam menit, Barca sudah memberikan ancaman ke gawang Athletic. Adalah sepakan spekulasi dari Neymar Junior yang hampir membuat publik tuan rumah terdiam. Namun bola hasil sepakan bintang Timnas Brasil itu belum menemui sasaran yang tepat.
      Hanya berjarak delapan menit, giliran Athletic yang nyaris membuka keunggulan atas Barca pada pertandingan ini. Namun, peluang emas mereka yang hadir dari aksi Inaki Williams, masih mampu diamankan oleh Marc-Andre ter Stegen.
      Aritz Aduriz! Mampu membawa Athletic unggul 1-0 atas Barca melalui golnya pada menit 22. Memanfaatkan umpan tarik dari Raul Garcia, penyerang berusia 35 tahun tersebut menyambutnya dengan sundulan yang tak mampu dihalau Ter Stegen.
      Hanya berjarak tiga menit dari gol Aduriz, gawang Barca kembali kebobolan di laga ini. Adalah Inaki Williams yang sukses mencatatkan namanya di papak skor, usai sepakannya meluncur deras ke dalam gawang kubu tamu. Athletic 2-0 Barca.
      Tertinggal dua gol dalam waktu singkat, memaksa Barca langsung meningkatkan tempo permainan mereka. Alhasil, sebuah peluang emas pun mereka dapatkan via aksi dari Luis Suarez. Namun, kans pemilik julukan El Pistolero tersebut belum membuahkan hasil.
      Dua menit jelang turun minum, Barca sejatinya bisa memperkecil ketertinggalan mereka. Tapi, peluang emas mereka via aksi Neymar belum mampu menembus rapatnya pertahanan Athletic. Hingga 45 pertama usai, kedudukan 2-0 untuk keunggulan Athletic atas Barca masih menghiasi papan skor laga ini.
      Babak Kedua
      Barca yang tengah tertinggal dua gol, langsung tampil mengebrak pada awal babak kedua laga ini. Bahkan, mereka hampir saja mengubah kedudukan jadi 1-2, jika sepakan keras Rakitic tak digagalkan oleh Iraizoz.
      Barca akhirnya mampu memperkecil ketertinggalan mereka dari Athletic jadi 1-2 setelah Lionel Messi mencatatkan namanya di papan skor. Memaksimalkan peluang dari sepakan bebas, La Pulga pun menyepak bola masuk ke dalam gawang Athletic yang tak mampu diamankan Iraizoz.
      Pada menit 62, Barca kembali hampir meraih gol penyeimbang kedudukan pada laga ini melalui aksi dari Neymar. Akan tetapi, sepakan pisang yang dilepaskan oleh mantan pemain Santos tersebut masih mampu ditepis oleh Iraizoz.
      Berselang tujuh menit, Athletic sebenarnya memiliki kesempatan untuk menambah keunggulan mereka atas Barca jadi 3-1. Akan tetapi, sepakan melambung yang dilepaskan oleh Aduriz masih dengan mudah diamankan oleh Ter Stegen.
      Memasuki sembilan menit jelang laga usai, Athletic menerima sebuah kerugian dengan harus bermain dengan 10 pemain. Hal tersebut terjadi setelah Iturrapse mendapatkan kartu kuning kedua usai melakukan pelanggaran kepada Neymar.
      Hingga peluit panjang ditiupkan wasit bertanda usainya pertandingan, tidak ada lagi gol tambahan yang mampu dicetak oleh kedua keselebasan. Tim tuan rumah, Athletic, mampu meraih kemenangan 2-1 atas tamunya, Barca.
      Susunan Pemain
      Athletic Bilbao (4-1-4-1): Iraizoz; San Jose, Boveda, Etxeita, Balenziaga; Laporte; Saborit (Muniain 68’), Raul Garcia, Inaki Williams (Gorka 84’), Iturrapse; Aduriz (Goni 78’).
      Pelatih: Ernesto Valverde
      Barcelona (4-3-3): Ter Stegen;  Roberto, Umtiti (Alcacer 88’), Pique, Jordi Alba; Sergio Busquets, Iniesta, Rakitic (Andre Gomes 70’); Messi, Suarez, Neymar.
      Pelatih: Luis Enrique
    • By JustVideo
      Kalau di sepak bola itu terkenal yang namanya "kecohan/terkecoh", gimana jadinya kalau kipper jadi terkecoh dan dipermalukan sama lawan? Sakitnya tuh disini! 
       
    • By Arab_kota
      Asisten pelatih timnas Indonesia, Wolfgang Pikal, mengakui Indonesia berada di grup berat pada Piala AFF 2016. Menurutnya, akan menjadi tantangan besar bagi tim arahan Alfred Riedl untuk menembus semifinal menghadapi Thailand, Singapura, dan tuan rumah Filipina.
      Riedl bahkan sebelumnya menyebut Indonesia tak lagi menjadi favorit di Grup A. Pernyatan itu justru disikapi dengan positif sang asisten pelatih asal Austria tersebut.
      Menurut Pikal, saatnya bagi skuat Garuda untuk tampil lepas dan tetap optimistis. "Bola itu bulat, semua kemungkinan bisa terjadi. Kami akan usaha maksimal untuk hasil terbaik," ucap Riedl.

      Pikal menyebut, Indonesia memang harus berani memulai semuanya dari awal lagi usai dicabutnya sanksi pembekuan PSSI oleh FIFA. "Timnas ini baru akan memulai lagi dari nol," ucapnya.
      Soal bayangan strateginya nanti, Pikal belum bisa mengomentari hal itu. "Soal taktik atau strategi, kami akan benar-benar pelajari lagi (calon lawan)," tuturnya.
      "Kami akan cari permainan mereka melalui rekaman video atau memantau langsung uji coba mereka."
      Menurutnya, langkah itu sangat perlu dilakukan karena pihaknya tak banyak mengetahui perkembangan calon-calon lawannya itu. Hanya sedikit gambaran yang diketahui Pikal terkait peta kekuatan lawannya.
      "Ini grup yang berat. Saya pikir tim yang paling bagus adalah Thailand dan berikutnya Filipina. Filipina memiliki 50 persen pemain naturalisasi yang bermain bagus."
      Apalagi, menurut Pikal, Filipina akan memanfaatkan keuntungannya dengan baik sebagai tuan rumah Grup A.
      Pelatih asal Austria yang lama menetap di Indonesia ini pun menerangkan, Riedl akan langsung mengadakan pertemuan dengan PSSI usai Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI. "Alfred (Riedl) akan bertemu PSSI dan mulai menyusun rencana," tuturnya.
      Ia menilai, program pemusatan latihan harus digelar secepatnya. "Saya pikir penting mulai awal Oktober (untuk pemusatan dan uji coba) sampai berangkat (ke Filipina) pada 15 November," ucap Pikal.
      "Kami butuh uji coba sebanyak-banyaknya untuk meningkatkan kemampuan timnas."
×
×
  • Create New...