Jump to content

KARTUN THE SIMPSON CERITA DONALD TRUMP JADI PRESIDEN AS


Recommended Posts

trump.jpg

Kemenangan Donald Trump di pemilihan presiden AS sudah diprediksi serial kartun The Simpson, sejak 16 tahun lalu. Dalam episode berjudul Bart to The Future, pengusaha asal New York itu digambarkan akan menjadi pemimpin dunia.

Di kehidupan nyata, Trump ternyata juga mengetahui soal episode yang menggambarkan tentang dirinya. Ia bahkan menyebut episode tersebut sangat satir mengejek dirinya. Hal itu disampaikan setelah mengumumkan diri sebagai calon presiden, dari Partai Republik untuk Pilpres AS 2016.

Sementara itu, James L Brooks, produser eksekutif dari The Simpsonlangsung menulis tweet, setelah Trump dinyatakan menang dalam Pilpres AS. “! F**** kekecewaan,” tulisnya.  

Melihat lebih dalam cerita di episode The Simpson tersebut, Lisa Simpson – salah satu karakter The Simpson, digambarkan sebagai tokoh incumbent. Dia sedang bertarung dengan Trump di ajang pemilihan presiden Amerika Serikat.

Menariknya, terdapat adegan Lisa Simpson yang digambarkan duduk di ruang Oval Office, Gedung Putih, di Washington, sedang dikelilingi para penasihat kepresidenan yang membahas tentang sejumlah agenda ekonomi.

"Kami telah mewarisi cukup krisis anggaran dari Presiden Trump," kata salah satu penasihat.

"Seberapa buruk itu Sekretaris van Houten?" sahut Lisa

Dikutip Mirror dari The Hollywood Reporter, Kamis (10/11/2016), pada Maret 2016, penulis Dan Greaney menyebutkan bahwa episode tersebut adalah peringatan kepada Amerika Serikat tentang calon pemimpin mereka.

"Apa yang kita butuhkan untuk Lisa (The Simpson) adalah memperbaiki diri dari masalah yang berada di luar. Semua yang berjalan bisa menjadi buruk, karena itulah kami ingin Trump menjadi presiden sebelum Lisa," pungkas Greaney.  

Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
  • Similar Content

    • By VOAIndonesia
      Tim Susah Nggak Ya melihat pengamanan yang super ketat di Washington DC area menjelang pelantikan Presiden Amerika Serikat. Tradisi inaugurasi kali ini berbeda akibat pandemi virus corona dan penyerbuan massa ke Capitol Hill pada 6 Januari lalu.
       
    • By VOAIndonesia
      Tim 5K mengajak untuk melihat suasana di Gedung Putih, kantor dan kediaman resmi Presiden Amerika Serikat. Ada beberapa hal unik, mulai dari air yang bocor di sisi barat gedung hingga hadiah mesin kopi dari Tom Hanks untuk para wartawan di Gedung Putih.
       
    • By VOAIndonesia
      Dengan menjanjikan hari baru bagi Amerika dan menyerukan persat uan, Joe Biden dilantik menjadi presiden ke-46 Amerika.
      Dua minggu setelah pendukung Trump mengamuk di Capitol Hill atau Gedung Kongres Amerika untuk membatalkan hasil pemilu, Biden dilantik bersama Kamala Harris, yang dilantik beberapa saat sebelumnya sebagai perempuan pertama wakil presiden.
      Sederet acara kemudian dijalani Biden dan Ibu Negara Jill Biden bersama Kamala Harris. Namun sebelum itu, di ruang presiden di Gedung Kongres, begitu selesai dilantik, Biden menandatangani tiga dokumen.
      Biden menandatangani Proklamasi Hari Pelantikan dan dokumen untuk nominasi posisi kabinet dan posisi lain dalam pemerintah. Penandatanganan itu merupakan bagian dari janji kampanyenya untuk membalikkan banyak keputusan mantan Presiden Donald Trump selama empat tahun ini, pada hari pertamanya menjabat.
      Dalam pernyataan hari Rabu, tim transisi Biden mengatakan, beberapa dari masalah tersebut termasuk mengatasi krisis virus corona, imigrasi, dan perubahan iklim. Hampir segera setelah dilantik, para pembantunya mengatakan Biden akan mengakhiri larangan datang ke Amerika bagi orang-orang dari beberapa negara yang mayoritas penduduknya Muslim, menghentikan pembangunan tembok di sepanjang perbatasan Amerika-Meksiko, dan bergabung kembali dalam perjanjian iklim Paris dan Organisasi Kesehatan Dunia.
      Biden juga berencana memenuhi janji kampanyenya untuk membantu orang Amerika yang mengalami kesulitan keuangan akibat pandemi virus corona.
      Presiden Biden dan Ibu Negara sore itu juga menyempatkan berjalan untuk secara resmi memasuki Gedung Putih.[ka/jm]
       
    • By VOAIndonesia
      Ibu negara Amerika Melania Trump hari Senin (11/1) mengatakan ia “kecewa dan sedih” dengan penyerbuan gedung Kongres oleh kerumunan massa pendukung suaminya yang ingin mengubah hasil pemilihan presiden, tetapi juga mengatakan bahwa merupakan hal yang “memalukan” ketika ia menjadi subyek apa yang digambarkannya sebagai “gosip cabul” dan “serangan pribadi yang tidak beralasan.”
      Dalam pernyataan dari Gedung Putih itu, ibu negara menyampaikan kesedihan atas kematian enam orang terkait kekacauan di Kongres Rabu lalu (6/1), termasuk kematian polisi Kongres Brian Sicknick, dan seorang polisi lainnya, Howard Liebengoog, yang ikut menanggapi kerusuhan di Kongres dan bunuh diri akhir pekan lalu ketika sedang tidak bertugas.
      “Bangsa kita sedianya pulih dengan cara beradab,” ujar Melania. “Jangan salah, saya benar-benar mengutuk aksi kekerasan yang terjadi di gedung Kongres kita. Aksi kekerasan tidak pernah dapat diterima.”
      Ia menambahkan, “Saya mengimbau orang-orang untuk menghentikan aksi kekerasan itu, tidak membuat asumsi yang didasarkan pada warna kulit seseorang atau menggunakan ideologi politik sebagai landasan melakukan serangan dan kekejaman. Kita sedianya saling mendengar satu sama lain, memusatkan perhatian pada apa yang mempersatukan kita, dan mengatasi apa yang memisahkan kita.”
      Dalam pawai di dekat Gedung Putih pada 6 Januari lalu, Presiden Donald Trump mendorong ribuan pendukungnya untuk bergerak ke Kongres. Dalam pawai itu ia, sebagaimana yang telah disampaikannya selama berminggu-minggu, menyampaikan kembali tuduhan yang tidak berdasar bahwa ia telah dicurangi dalam pemilu presiden. Beberapa jam kemudian para pendukungnya menyerbu Kongres. Trump menyerukan kepada mereka agar “pulang” tetapi juga mengatakan, “Kami mencintai Anda, Anda sangat spesial.”
      Setelah polisi memulihkan ketertiban di Kongres, Kamis dini hari (7/1) para anggota parlemen mengesahkan perolehan kursi elektoral Joe Biden dari Partai Demokrat, yang akan dilantik sebagai presiden ke-46 Amerika pada tanggal 20 Januari nanti.
      Ibu negara pada hari Senin juga mengecam mereka yang mempertanyakan mengapa ia bungkam tentang aksi kekerasan di Kongres, hingga saat ini. “Saya merasa memalukan, di tengah-tengah peristiwa tragis ini ada gosip-gosip cabul, serangan pribadi yang tidak berdasar, dan tuduhan palsu yang menyesatkan terhadap saya, dari orang-orang yang ingin menjadi relevan dan memiliki agenda,” ujarnya.
      “Saat ini semata-mata tentang memulihkan negara dan warga negara kita. Saat ini seharusnya tidak digunakan untuk keuntungan pribadi,” tambah Melania.
      Melania tampaknya mengarahkan pernyataannya sedikitnya pada Stephanie Winston Wolkoff, mantan penasehat dan temannya yang akhir pekan lalu menulis artikel di Daily Beast bahwa Melania telah mendorong suaminya dan bahwa “tangannya juga berlumuran darah.”
      Melania Trump juga tampaknya mengucapkan selamat tinggal pada Gedung Putih sebelum masa jabatan suaminya berakhir 20 Januari nanti. “Merupakan suatu kehormatan seumur hidup bagi saya dapat menjadi Ibu Negara,” ujarnya. “Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada jutaan warga Amerika yang mendukung suami saya dan saya selama empat tahun terakhir ini, dan menunjukkan dampak luar biasa dari semangat Amerika. Saya berterima kasih karena diperkenankan memberi pelayanan di platform yang saya sukai.”
      Presiden Trump hari Senin memerintahkan untuk menurunkan bendera Amerika menjadi setengah tiang hingga Rabu nanti (13/1) untuk menghormati Sicknick dan Liebengood. [em/jm]
    • By congek
      Dokter Kepresidenan Amerika Serikat, Sean Conley, mengatakan, Presiden Donald Trump diizinkan kembali bekerja setelah melihat hasil pemeriksaan kesehatannya.
      Selama 24 jam terakhir, kata Sean, Trump tak menunjukkan gejala COVID-19 sama sekali. Dia juga tidak demam dan kondisinya dalam keadaan stabil.
      Begitu juga hasil uji fisik dan tanda-tanda vital, termasuk saturasi oksigen dan laju pernapasan.
      "Semuanya tetap stabil dan normal," kata Sean dikutip dari Channel News Asia pada Kamis, 8 Oktober 2020.
      Sean lalu mengatakan bahwa sekarang Donald Trump sudah memiliki antibodi COVID-19.
      "(Uji) lab presiden mendemonstrasikan level terdeteksi dari antibodi-antibodi SARS-CoV-2 lgG pada Senin 5 Oktober," Sean menekankan.
      Donald Trump mengumumkan dirinya positif terinfeksi COVID-19 pada Jumat, 2 Oktober 2020, melalui akun Twitter pribadinya.
      Trump lalu menjalani perawatan di Walter Reed Medical Center yang berada di luar Washington.
      Saat dirawat, Sean, melaporkan, Donald Trump menjalani pengobatan campuran antibodi eksperimental COVID-19, Regeneron.
      Selain itu, Trump juga mengonsumsi multivitamin seperti zink, vitamin D, famotidine, melatonin, serta aspirin.
      Tak butuh waktu lama, pada Senin, 5 Oktober 2020 waktu setempat atau Selasa, 6 Oktober 2020, waktu Indonesia, Donald Trump sudah diizinkan pulang untuk menjalani pemulihan di Gedung Putih.
       
×
×
  • Create New...