Jump to content
Sign in to follow this  
Guest News

FBI: Tak Ada Indikasi Pidana Di Email Clinton

Recommended Posts

Guest News

Surat yang ditulis oleh Direktur FBI James Comey.jpg
Surat yang ditulis oleh Direktur FBI James Comey kepada Kongres AS hari Minggu (6/11) yang menyatakan tidak ada indikasi pidana pada peninjauan kembali email-email Hillary Clinton.

Direktur FBI James Comey mengungkapkan hari Minggu (6/11) bahwa peninjauan kembali terhadap email-email Hillary Clinton saat menjabat sebagai Menlu AS tidak mengungkapkan indikasi tindak pidana.

Direktur FBI James Comey memberitahu Kongres peninjauan kembali email yang berhubungan dengan masa jabatan Hillary Clinton sebagai menteri luar negeri AS tidak mengungkapkan indikasi kegiatan pidana, sementara capres Demokrat Clinton dan saingannya dari Partai Republik Donald Trump bersiap-siap melakukan usaha terakhir untuk memenangkan suara dalam pemilihan presiden hari Selasa (8/11).

“Berdasarkan peninjauan kembali, kami tidak mengubah kesimpulan yang kami utarakan bulan Juli mengenai Menteri Luar Negeri Clinton,” tulis Comey hari Minggu (6/11).

Bulan Juli lalu, Comey menyatakan bahwa sekalipun penggunaan email pribadi oleh Clinton ceroboh, “tidak ada jaksa penuntut yang berpikiran wajar” akan melakukan tuntutan pidana terhadapnya.

Pekan lalu hal tersebut muncul kembali ketika FBI mengatakan mereka sedang memusatkan perhatian pada email Clinton setelah menemukan sejumlah besar pesan email dalam kasus yang tidak berhubungan, yang melibatkan mantan anggota Kongres Anthony Wiener.

Kampanye Clinton menyambut baik pengumuman itu, dan kepala komunikasi Jennifer Palmieri mengatakan tim-nya telah yakin sebelumnya bahwa Comey akan mencapai kesimpulan itu.

“Kami gembira masalah ini telah diselesaikan,” katanya kepada para wartawan.

Trump mengatakan kepada para pendukungnya di Pennsylvania bahwa Clinton adalah orang yang paling korup yang pernah menjadi calon presiden Amerika Serikat.

“Penyelidikan mengenai kejahatannya akan terus berjalan dalam waktu yang lama,” katanya, dan menambahkan rakyat pemilih dapat mendatangkan keadilan dengan suara mereka dalam pemilu.

Ia kemudian mengatakan kepada khalayak di kota Leesburg, Virginia, bahwa pemilihan hari Selasa akan menjadi “Brexit kali 50,”yang membandingkannya dengan hasil yang di luar dugaan referendum Inggris sebelumnya tahun ini untuk keluar dari Uni Eropa. Seperti Trump, pihak yang mendukung keluarnya Inggris dari Uni Eropa, ketinggalan dalam poll atau jajak pendapat sampai Hari Pemilihan.

Dalam kampanyenya hari Minggu, Clinton berusaha menggambarkan dirinya sebagai calon yang sangat berbeda dari Trump. [www.voaindonesia.com]

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By Forzaken_DT
      Pengadilan federal Manhattan, Amerika Serikat, memvonis Evaldas Rimasauskas, pelaku penipuan terhadap perusahaan sekelas Google dan Facebook dengan hukuman lima tahun penjara. Kedua raksasa teknologi itu diketahui rugi hingga USD 120 juta atau Rp 1,67 triliun akibat penipuan tersebut.
      Tak hanya menghuni sel tahanan, Rimasauskas juga didenda sebesar USD 26,4 juta sebagai ganti rugi.
      "Evaldas Rimasauskas merancang skema berani untuk menipu perusahaan AS lebih dari USD 120 juta dan kemudian menyalurkan dana itu ke rekening bank di seluruh dunia," kata jaksa penutut Geoffrey Berman.
      Semua itu bermula dari aksi Rimasauskas berpura-pura sebagai karyawan dari perusahaan manufaktur elektronik bernama Quanta Computer di Taiwan. Untuk menyakinkan aksinya, pria ini sampai modal stempel perusahaan yang sesuai dengan aslinya hingga email palsu.
      Dari email palsu tersebut, Rimasauskas mengirimkan ke staf Google dan Facebook meminta pembayaran atas barang dan jasa yang dibeli dari Quanta. Pada saat itu, memang Google dan Facebook bermitra dengan Quanta.
      Rimasauskas pun menginstruksikan agar pembayaran ditransfer ke sejumlah bank di luar negeri yang dikuasainya. Ketahuan menipu, Rimasauskas ditangkap pada 2017 lalu dan pada pekan ini baru diputuskan hukumannya.
      "Rimasauskas melakukan pencurian teknologi tinggi dari belahan dunia, tetapi dia dijebloskan di pengadilan federal Manhattan," pungkas Berman.
    • By Ngobas
      Selain berhadapan dengan penyelidikan Departmen Transportasi AS terkait proses sertifikasi kelaikan terbang pesawat Boeing 737 Max, Boeing maupun Badan Penerbangan Federal (FAA) ternyata juga berhadapan dengan penyelidikan kriminal yang dilakukan oleh Biro Penyidik Federal (FBI).
       
    • Guest News
      By Guest News
      Kubu Hillary Clinton menuntut FBI membeberkan informasi terkait keputusan biro penyelidik federal ini membuka kembali kasus penggunaan server email pribadi oleh capres Demokrat ini semasa ia menjabat sebagai menteri luar negeri. Keputusan FBI ini disambut baik lawan Clinton, Donald Trump.
       
    • By griyogledek
      Minta bantuannya buat ubah SMT dari 25 ke 587 dong
    • Guest News
      By Guest News
      Sektor industri teknologi AS di Silicon Valley, California, biasanya termasuk kalangan yang banyak ingin mendukung capres, melalui sumbangan dana. Namun dalam pilpres kali ini, tak begitu banyak dana digalang Silicon Valley, baik untuk Donald Trump maupun Hillary Clinton.
       
×
×
  • Create New...