Jump to content
  • Popular Contributors

  • Our picks

    • Pernah Menang Lotre Rp. 33 Miliyar Wanita Inggris Ini Kini Jatuh Miskin
      Seorang perempuan Inggris menceritakan kisahnya sempat menjadi seorang miliarder di usia muda setelah memenangkan lotre bernilai miliaran namun kini jatuh miskin.

      Callie Rogers, asal Cumbria, Inggris, pernah memenangkan hadiah lotre pada 2003 lalu, saat dia masih berusia 16 tahun.

      Ketika itu Callie memenangkan lotre senilai hampir 1,9 juta poundsterling (setara Rp 33 miliar untuk kurs saat ini). Berkat hadiah lotre itu, Callie pernah menjadi jutawan termuda di Inggris.
      • 0 replies
    • Malam ini, gw akan bercerita sebuah cerita dari seseorang, yang menurut gw spesial. kenapa?

      karena gw sedikit gak yakin bakal bisa menceritakan setiap detail apa yang beliau alami,

      sebuah cerita tentang pengalaman beliau selama KKN, di sebuah desa penari.

      sebelum gw memulai semuanya. gw sedikit mau menyampaikan beberapa hal.
      • 0 replies
    • Kesuksesan Jobs dengan Apple nya dunia sudah gak meragukan lagi, makanya gak sungkan-sungkan dunia menyematkan gelar "Bapak Revolusi Digital" pada Steve Jobs.
      • 1 reply
BincangEdukasi

Nilai Ujian Tinggi Tak Berarti Kognisi Tinggi

Recommended Posts

Beberapa waktu lalu para peneliti dari MIT, Harvard University dan Brown University merilis hasil penelitian tentang keterkaitan antara nilai ujian standar [standardized test] dengan kemampuan kognisi siswa. Secara ringkas hasilnya tidak mengejutkan dan seperti yang sudah diketahui oleh para pendidik, bahwa siswa dengan nilai ujian standar yang tinggi bukan berarti ia memiliki kemampuan kognisi tingkat tinggi pula.

 

Penelitian dilakukan terhadap 1.400 siswa kelas 8 di sekolah negeri di Boston. Para peneliti menemukan bahwa beberapa sekolah berhasil meningkatkan nilai siswa pada ujian Masschusetts Comprehensive Assessment System [MCAS], namun ternyata sekolah-sekolah itu tak berpengaruh pada performa siswa dalam uji kemampuan fluid intelligence. Beberapa kemampuan yang termasuk ke dalam fluid intelligence semisal: kecepatan mengolah informasi, kemampuan menganalisa dan memecahkan masalah abstrak serta kemampuan bernalar dan berlogika. Kemampuan ini juga sering disebut termasuk ke dalam high order of thinking.

 

Para peneliti menghitung bahwa variasi sekolah mempengaruhi nilai MCAS siswa sebesar 24-34%, namun hanya berpengaruh 3% pada performa fluid cognitive siswa, alias tidak signifikan. Siswa yang dipilih secara acak dari sekolah dengan performa baik memang memiliki nilai MCAS yang lebih tinggi, tapi tidak ada perbedaan signifikan pada kemampuan fluid cognitive.

 

Ada beberapa hikmah yang bisa kita petik dari penelitian ini. Pertama, ujian standar memang memiliki berbagai keterbatasan, maka tak selayaknya dijadikan fokus utama yang menggambarkan kualitas pendidikan secara utuh, lebih-lebih digadang-gadang sebagai obat dewa untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional.

 

Tahun lalu, Staf Khusus Mendikbud pernah menulis tentang Ujian Nasional sebagai multimeter yang mengukur kemampuan kognitif siswa secara utuh, mulai dari hapalan sampai dengan analisa dan sintesa. Klaim semacam ini jelas berlebihan, seperti ditunjukkan pada penelitian MIT terhadap MCAS yang sejenis [malah mungkin lebih berkualitas]. Ujian Nasional, sebagaimana telah ditunjukkan melalui perbandingan dengan berbagai pemetaan pendidikan global, telah mendorong anak-anak kita berfokus pada kemampuan low order of thinking. Klaim bahwa Ujian Nasional adalah multimeter yang mencandra kemampuan siswa secara luas dan mendalam harus ditolak.

 

Pelajaran kedua dari penelitian ini adalah tentang apa yang sebenarnya diajarkan oleh persekolahan formal. Bila kita lihat, perbedaan sekolah berpengaruh pada nilai ujian standar namun tidak berpengaruh pada kemampuan fluid cognitive. Maka tampak bahwa persekolahan formal memang tidak berfokus mengembangkan kemampuan fluid cognitive atau high order of thinking pada diri siswa. Patut menjadi pertanyaan, kemampuan apa yang penting untuk dimiliki siswa agar siap hidup di abad ke-21 ini, serta apakah sekolah telah membekali mereka dengan kemampuan itu.

 

Seperti dikatakan oleh John Gabrieli dalam wawancara tentang penelitiannya, profesor neurosains dari MIT, penelitian ini bisa jadi pemantik bagi kita untuk memperbaiki sekolah agar memperhatikan pengembangan kemampuan fluid intelligence siswa. Walau kemampuan low order of thinking dan crystallized knowledge juga penting dimiliki siswa, namun siswa juga memiliki dimensi kecerdasan lain yang bisa jadi lebih penting untuk dimiliki saat ini dan tidak layak diabaikan.

 

Terakhir, berbagai kebijakan pendidikan yang bersifat nasional memang selayaknya diuji oleh penelitian yang menelaah dari banyak aspek, seperti yang dilakukan oleh MIT, Harvard dan Brown University terhadap MCAS ini. Kita perlu mendorong berbagai badan penelitian serta perguruan tinggi untuk menguji efektivitas dan klaim program pendidikan yang dicanangkan pemerintah, baik yang baru berjalan seperti Kurikulum 2013, maupun yang sudah berjalan lama seperti Ujian Nasional.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...

  • Similar Content

    • By patricia
      Jaman sekarang belajar bukan lagi supaya pinter, tapi supaya lulus ujian. Terbukti dengan belajarnya aja pas mau ujian doang. Nggak masalah ilmunya kepake atau nggak setelah ujian nanti, yang penting lulus ujian. Dan kalau bisa nilainya bagus. Nah, karena ujian adalah segalanya buat anak sekolah dan kuliah (yang jomblo), maka ritual belajar sebelum ujian itu harus dipersiapkan dengan khusus. Kira-kira kayak gini...
       
      Siapin Materi
       



       
      Motivasi Diri Sendiri
       



       
      Belajar Bareng
       



       
      Rencana Cadangan
       



       
      Survey
       



×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy