Jump to content

Tiga Astronot Pulang dari ISS


astro

Recommended Posts

Tim penyelamat badan antariksa Rusia membantu astronot AS Kate Rubins keluar dari kapsul tak lama setelah mendarat dengan kapsul Soyuz MS milik Rusia sekitar 150 km sebelah tenggara kota Dzhezkazgan.jpg
Tim penyelamat badan antariksa Rusia membantu astronot AS Kate Rubins keluar dari kapsul tak lama setelah mendarat dengan kapsul Soyuz MS milik Rusia sekitar 150 km sebelah tenggara kota Dzhezkazgan, Kazakhstan, Minggu, 30 Oktober 2016.

Tiga astronot telah kembali ke Bumi dengan selamat setelah misi 115-hari dalam Stasiun Antariksa Internasional dimana Kate Rubins dari Amerika menjadi orang yang pertama melakukan “sequence DNA” di antariksa.

Rubins, beserta Takuya Onishi dari Jepang dan Anatoly Ivanishin dari Rusia mendarat Minggu pagi di padang rumput dekat Dzhezkazgan, Asia Tengah.

Setelah mereka dikeluarkan dari kapsul, ketiga astronot itu duduk di padang rumput yang dingin masih di kursi kapsul mereka sementara menyesuaikan tubuh mereka kembali pada kekuatan gravitas setelah hampir empat bulan berada di ruang bebas bobot. Mereka kemudian dibawa ke kemah medis untuk menjalani pemeriksaan.

Dalam misi itu, Rubins dari NASA berhasil melakukan sequence sampel DNA tikus, virus dan bakteri sementara ilmuwan di Bumi secara serentak melakukan sequence sampel yang identik. Badan antariksa Amerika mengatakan eksperimen itu dapat membantu mengidentifikasi mikroba yang berbahaya di stasiun antariksa dan mendiagnosa penyakit di antariksa.

Kosmonot Rusia Andrei Borisenko dan Sergey Ryzhykov, serta astronot Amerika Robert Shane Kimbrough masih tinggal dalam stasiun antariksa internasional. Ketiganya tiba di stasiun antariksa itu tanggal 22 Oktober. 

Link to comment
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
  • Similar Content

    • By pusat_indoindo

      Para astronot Apollo 10 mengaku mereka mendengar suara musik yang misterius dari sisi gelap bulan.
      Para astronot wahana antariksa Apollo 10 mengaku mereka mendengar 'suara musik' yang misterius dari bagian bulan yang gelap.
      Mereka tidak tahu pasti apakah mereka mendengar bunyi dan kebingungan apakah benar ada musik yang datang dari bagian belakang bulan.
      Mereka bisa mendengar dengung musik 'jenis bunyi luar angkasa' saat mereka melintasi bagian belakang bulan pada akhir tahun 1960-an dan mereka khawatir tak ada seorang pun yang akan mempercayai mereka.
      Suara-suara itu mulai muncul setelah kapsul Apollo 10 itu melintasi bulan selama 60 menit dan pesawat ulang alik itu berada di sisi terjauh bumi.
      Kisah ini diungkapkan menjelang pemutaran seri Nasa's Unexplain Files di saluran televisi Amerika, Science Channel.
      Dalam dokumenter ini terdengar para astronot, Eugene Cernan dan John Young mengatakan, "Kalian dengar itu? Suara siulan?"
      Astronot lainnya menimpali, "Jelas itu musik yang janggal."

      Suara musik misterius itu berlangsung selama kapsul Apollo 10 berada di bagian gelap bulan.
      Suara itu muncul selama hampir satu jam dan terekam, namun NASA menggolongkannya sebagai berkas rahasisa, dan baru merilis rekaman itu hingga tahun 2008.
      Peristiwa itu terjadi pada tahun 1969 ketika Apollo 10 mengorbit bulan.
      Program televisi yang akan diputar itu membahas berbagai hal yang mungkin menyebabkan suara-suara aneh itu, termasuk kemungkinan gangguan radio akibat medan magnet di atmosfer.
      Betapa pun, bulan tidak memiliki medan magnet dan tak memiliki cukup atmosfer untuk menghasilkan suara-suara itu.

      Pada tahun 1969, kapsul Apollo 11 jatuh dari ruang angkasa dan mendarat di Samudra Pasifik.
      Salah satu kemungkinan yang paling masuk akal adalah bahwa suara itu merupakan 'interferensi antara gelombang radio VHF di modul bulan dengan yang di Modul Komando'.
      Michael Collins, pilot Apollo 11, mengatakan dia juga mendengar suara-suara saat terbang di sekitar sekitar sisi gelap bulan tapi diberitahu oleh para insinyur bahwa itu hanya interferensi radio.
      Dia mengatakan dalam bukunya, Carrying the Fire: An Astronaut's Journeys, bahwa suara-suara itu muncul ketika kedua radio dihidupkan di kedua modul dan berada dekat satu sama lain, tapi berhenti ketika modul mendarat di bulan dengan Neil Armstrong dan Buzz Aldrin di dalamnya.
    • By berita_semua
      Ingin atau pernah bercita-cita jadi astronot? NASA kabarnya akan merekrut astronot baru, yang nantinya akan dikirim untuk misi luar angkasa.

      Merilis pengumumannya pada Rabu (4/11/2015), agen luar angkasa AS itu mengatakan akan menerima lamaran untuk kandidat astronot mulai bulan depan.
      Periode penerimaan lamaran akan dibuka mulai 14 Desember 2015 mendatang, hingga pertengahan Februari 2016. Kandidat terpilih akan diumumkan sekitar pertengahan 2017.
      Dikutip dari Huffington Post, kandidat terpilih tersebut akan mendapat kesempatan untuk diterbangkan ke stasiun luar angkasa ISS atau, bahkan, ke Mars.
      Namun, sebelumnya mereka harus menjalani kelas pelatihan yang akan berlangsung selama dua tahun.
      "Kelompok penerus penjelajah luar angkasa AS ini nantinya akan menginspirasi kelompok penjelajah Mars dan membantu mewujudkan misi penjelajahan di planet merah itu," ucap kepala NASA, Charles Bolden.
      Menjadi seorang yang akan dikirim ke luar angkasa tentu bukanlah sembarang orang.
      Calon kandidat paling tidak memiliki gelar doktor di bidang teknik, biologi, fisika, atau matematika, serta tiga tahun pengalaman kerja yang berhubungan.
      "Astronot-astronot generasi baru nantinya akan meluncur dari Florida, menggunakan pesawat AS, dan melakukan misi penjelajahan di luar angkasa yang akan mendukung misi penjelajahan Mars," sebut NASA dalam pernyataannya.
      Soal gaji, dikatakan seorang astronot NASA biasanya menghasilkan sekitar Rp 72 juta hingga Rp 180 juta. Lowongannya bisa dilihat di laman lowongan PNS AS, yaitu di http://www.usajobs.gov. 
    • By davidbo
      Satu tahun adalah waktu yang lama untuk berada di ruang angkasa, terutama persoalan kondisi fisik. Hal ini mengacu pada misi One-Year Mission yang akan dijalani oleh astronaut Amerika Serikat, Scott Kelly dan cosmonaut Rusia, Mikhail Kornienko yang sudah meluncur ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (International Space Station/ISS) dari Baikonur, Kazakhstan pada Sabtu (28/3) pukul 01.42 waktu setempat.
       
      Untuk pertama kalinya antariksawan dikirim ke luar angkasa untuk waktu yang terbilang lama, yakni satu tahun. Namun, misi ini akan memberikan hasil mengenai kondisi manusia yang berada di ruang hampa dalam kurun waktu yang lama, sekaligus sebagai bekal untuk persiapan misi ke Mars.
       
      Situs Space.com merangkum lima hal besar terkait kondisi fisik serta mental dari astronaut yang kira-kira akan terjadi selama berada di ruang nol gravitasi.
       

       
      Kondisi Mata
       
      Para peneliti NASA sejak lama mengetahui bahwa bentuk mata astronaut bisa berubah ketika berada di luar angkasa selama enam bulan, namun mereka belum bisa memastikan apa yang akan terjadi jika mereka menghabiskan waktu selama satu tahun.
       
      Cairan dalam tubuh bergeser saat berada di ruang mikrogravitasi dalam waktu yang lebih lama dan diyakini memengaruhi daya penglihatan karena ada tekanan intrakranial.
       
      Catatan singkat, tekanan intrakranial terjadi di dalam otak dan dapat merusak sistem saraf pusat dengan menekan struktur otak, serta membatasi aliran darah yang masuk ke dalam otak itu sendiri.
       
      Sistem kekebalan tubuh berubah?
       
      NASA akan memantau sistem imun Kelly untuk melihat apakah misi satu tahun di luar angkasa mengganggu kondisi tubuhnya. Sementara para peneliti khawatir terjadi risiko tinggi terhadap aterosklerosis atau pengerasan pembuluh darah.
       
      "Penerbangan luar angkasa mengakibatkan pengaruh negatif bagi kesehatan. Penyebabnya itu berasal dari mikrogravitasi, radiasi, ataupun isolasi dan keadaan stres," ujar ahli imunologi dari NASA, Brian Crucian.
      Menurut Crucian, sistem kekebalan tubuh berpotensi dipengaruhi oleh hal-hal tersebut, terutama ruang mikrogravitasi yang secara langsung bisa menghambat fungsi sel imun.
       
      Manfaatkan saudara kembar
       
      Selain kondisi kekebalan tubuh, para peneliti juga akan memantau bakteri tubuh Scott. Uniknya, mereka akan membandingkan kondisi Scott di luar angkasa dengan saudara kembarnya, Mark Kelly, yang berada di Bumi.
       
      "Kembar identik memberikan keuntungan unik," ujar salah satu peneliti, Martha Vitaterna. "Kami bisa langsung membandingkan Scott yang ada di antariksa dan saudara kembarnya di Bumi karena mereka pasangan genetik."
       
      Latihan kebugaran
       
      NASA telah merancang program latihan spesifik yang diarahkan untuk menjaga para awak tetap sehat bugar selama di luar angkasa.
       
      Ruang mikrogravitasi bisa mengakibatkan atrofi atau penyusutan jaringan otot dan saraf, serta tulang keropos. NASA akan merencanakan jadwal latihan baru selama misi satu tahun itu.
       
      "Dua penelitian akan mengevaluasi latihan dan pemantauan teknologi demi melindungi tulang dan otot, serta mengukur perubahan di sekitar pangkal paha. Area pangkal paha adalah yang paling rawan dari tulang-tulang keropos," kata Human Research Program NASA, John Charles.
       
      Mereka juga akan manfaatkan sejumlah teknologi seperti pemindai MRI dan ultrasound untuk melihat perkembangan otot.
       
      Kesehatan mental
       
      Kabarnya, Scott akan aktif menulis jurnal selama ia menjalankan misi di ISS dan akan berbagi cerita dengan sejumlah staf NASA di Bumi. Tujuannya, agar mereka mendapat pengetahuan baru tentang kondisi mentalnya.
       
      Peneliti juga akan tetap memantau kinerja astronaut saat mereka dalam keadaan lelah agar tahu perbedaannya secara mental.
    • By PusatInformasi
      Rindu dengan sang ayah yang bekerja sebagai astronot, gadis berusia 13 tahun memberikan tanda cinta dengan coretan di gurun pasir Nevada.
       
      Stephanie Gadis berusia 13 tahun mengungkapkan kerinduannya kepada sang ayah. Dirinya berpikir bahwa harus memiliki ide yang berbeda untuk memberitahu ayahnya, kalau dirinya sangat mencintainya.
       
      Gadis tersebut akhirnya bekerja sama dengan perusahaan mobil Hyundai, membuat sebuah tulisan pada permukaan pasir Nevada Delamar Dry Lake. Ia yakin bahwa tulisan tersebut akan dilihat dari tempat kerja ayahnya, sebagai astronot yang bekerja di Stasiun Luang Angkasa Internasional.
       
      Tulisan yang berbunyi “Step is Love You” dibuat dengan 11 kendaraan sedan, produksi dari mobil asal Korea Selatan. Dengan ukuran huruf yang besar, para tim percaya bahwa tulisan tersebut akan terlihat dari jarak yang jauh di orbit Bumi.
       
      “Ayah saya memiliki pekerjaan yang tidak biasa,” kata Stephanie,”Dia bisa tinggal dan bekerja di ruang angkasa”.
       
      “Dia mengatakan di sana untuk jangka waktu yang lama, sehingga ia pergi lama. Aku merindukannya,” tambah gadis berusia 13 tahun tersebut.
       
      Namun sayangnya, sumber informasi tidak menyebutkan siapa nama astronot dari ayah Stepahnie tersebut. Tidak juga disebutkan ayahnya sedang melakukan proyek pengerjaan apa.
    • By duniagelap
      Apa anda pernah membayangkan bagaimana rasanya tidak pernah ganti celana dalam selama sebulan penuh? Pasti akan terasa gatal-gatal atau muncul bakteri yang tidak diinginkan. Tetapi untuk Koichi Wakata hal itu tidak berlaku. Ya, astronot Jepang yang pertama tinggal di stasiun antariksa internasional (ISS) untuk misi selama 4,5 bulan ini memang tidak pernah mengganti celana dalamnya. "Saya tidak pernah mengatakan hal ini kepada anggota kru (ISS). Padahal saya memakainya selama sebulan dan anggota stasiun antariksa tidak pernah mengeluh selama sebulan itu", ujarnya disambut tawa lebar para kru Endeavour yang dijadwalkan mendarat dini hari tadi.
       
      Namun celana dalam yang dipakainya bukan sembarang celana dalam, tapi merupakan produk teknologi tinggi buatan Jepang yang di desain untuk tahan bakteri, tahan bau, lembut dan tahan api. Celana dalam itu dinamai J-wear dan terbuat dari bahan katun dan polister serta sangat ringan dan lembut. Buat para astronot pakaian seperti ini membantu, apalagi bagi yang tinggal lama di stasiun antariksa. Selain hemat bagasi, juga mengurangi sampah karena selama ini pakaian kotor dimasukkan ke kargo bekas dan di lempar ke luar agar terbakar di atmosfer. Wah hebat juga yah kalo dijual bebas mungkin produsen celana dalam lainnya bakal mengeluh karena penjualan produk mereka bakal turun
×
×
  • Create New...