Jump to content
MariaAngeline

Temukan Tipe Pasanganmu Berdasarkan Urutan Lahir!

Recommended Posts

Urutan lahir ternyata mempengaruhi kecocokan kamu dan pasangan kamu loh Ngobaser, yuk telusuri lebih lanjut..

1. Sulung dan Tengah

Sebenarnya, anak tengah bisa menjalin hubungan asmara sama anak urutan apapun. Soalnya, anak tengah biasa menyelesaikan konflik antara dia dan saudara-saudaranya. Tapi, biasanya anak tengah dan anak sulung sama-sama dominan. Jadi, harus ada salah satu yang mengalah.

2. Sulung dan Bungsu

Anak sulung dan bungsu punya perbedaan sifat yang mencolok loh. Biasanya anak sulung bersifat teratur dan penuh perhatian, sedangkan anak bungsu cenderung manja dan tergantung pada orang lain. Tapi hal ini yang membuatnya saling melengkapi satu sama lain.

3. Sulung dan Tunggal

Anak sulung bisa mengayomi sifat manja dari anak tunggal. Tapi naluri kompetitif keduanya sama-sama besar. Soalnya, anak pertama bakal bertindak sebagai pembuat keputusan, sedangkan anak tunggal cenderung nggak mau mengalah.

4. Tengah dan Bungsu

Anak tengah dan bungsu bisa menjadi pasangan yang jarang bertengkar loh. Soalnya, anak tengah mau menerima pendapat dan berkompromi. Kalo anak tengah berpasangan sama anak bungsu, dia akan memberi keleluasaan buat pasangannya untuk melakukan apa yang diinginkan.

5. Bungsu dan Tunggal

Anak bungsu dan tunggal bisa jadi pasangan yang cocok. Anak tunggal cenderung bijaksana dan teliti, sehingga dia bisa mengimbangi sifat pasangan yang kurang teratur. Sedangkan anak bungsu akan menunjukkan kreativitas dan petualangan sehingga hubunganmu nggak membosankan.

6. Sama-sama Anak Sulung

Sesama anak sulung agak sulit menjalin hubungan nih. Soalnya, keduanya punya jiwa kompetitif yang tinggi dan kemauan mempertahankan pendapatnya masing-masing. Jadi, pasangan ini gampang terkena konflik.

7. Sama-sama Anak Tengah

Anak tengah emang cocok berpasangan sama siapa saja. Tapi, pasangan anak tengah bisa punya pemikiran yang berbeda satu sama lain, sehingga mereka sulit mengalah dan menyatukan pandangan.

8. Sama-sama Anak Bungsu

Pasangan anak bungsu bisa punya hubungan yang penuh kreativitas dan keceriaan. Tapi, keduanya bakal sulit berunding dan mengambil keputusan untuk menyelesaikan masalah.

9. Sama-sama Anak Tunggal

Pasangan anak tunggal agak sulit menjalin hubungan. Dua-duanya sulit memahami karakter pasangan dan membaca kode emosional satu sama lain. Jadi, potensi kesalahpahaman pun cukup besar terjadi.

Jadi, kamu dan pasangan kamu anak ke berapa? :lidah

1. Anak Sulung: Anak pertama dalam keluarga, dimana kamu punya satu adik atau lebih

2. Anak Tengah: Kamu punya kakak dan adik sekaligus, bisa 1 kakak 1 adik, 2 kakak 1 adik, dan seterusnya

3. Anak Bungsu: Anak terakhir dalam keluarga, dimana kamu punya satu kakak atau lebih

4. Anak Tunggal: Anak satu-satunya dalam keluarga, dimana kamu nggak punya kakak atau adik

* 1. Anak Sulung: Anak pertama dalam keluarga, dimana kamu punya satu adik atau lebih

2. Anak Tengah: Kamu punya kakak dan adik sekaligus, bisa 1 kakak 1 adik, 2 kakak 1 adik, dan seterusnya

3. Anak Bungsu: Anak terakhir dalam keluarga, dimana kamu punya satu kakak atau lebih

4. Anak Tunggal: Anak satu-satunya dalam keluarga, dimana kamu nggak punya kakak atau adik

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...

  • Similar Content

    • By peter_hutomo
      Saat sedang berkencan, terutama kencan buta, biasanya suasana canggung di antara pria dan wanita yang satu sama lain tidak saling mengenal ini memang tidak terhindarkan.
      Tapi sepertinya suasana canggung saat berkencan ini bisa diminimalisir oleh masyarakat Jepang. Pasalnya, Jepang sebagai negara dengan teknologi canggih telah menghadirkan sebuah “bantuan” agar saat berkencan suasana yang ada bisa lebih cair dan nyaman, alih-alih canggung dan kaku.
      “Bantuan” tersebut hadir dalam bentuk robot. Ya, Di Jepang ada robot yang disediakan sebagai asisten saat acara berkencan, tepatnya pada gelaran acara pesta speed-dating.
      Ialah Cyber Agent, perusaan manufaktur teknologi dan media yang diketahui menyediakan robot cupid satu ini. Dalam teknisnya, robot cupid tersebut akan diletakkan di atas meja tepat di depan pasangan pria dan wanita yang sedang berkencan. Di mana masing-masing pihak akan merespon pertanyaan atau pernyataan yang dilontarkan robot cupid tersebut.
      Robot cupid sebelumnya telah “diisi” oleh profil biodata masing-masing peserta kencan, yang kemudian berkembang menjadi 45 buah pertanyaan. Pendek kata, sang robot cupid inilah akan memberikan pertanyaan, merespon dan berbicara di saat peserta kencan alias sang pria dan wanita hanya duduk terdiam sehingga akhirnya timbul suasana canggung karena tidak tahu hendak membicarakan apa.
      Hal-hal yang ditanyakan oleh peserta kepada robot cupid contohnya simpel saja. Misalnya seperti hobi. Dalam video yang dirilis, terlihat sang pria bertanya pada robot apa hobi sang wanita pasangan kencannya tersebut, kemudian dijawab oleh robot cupid wanita bahwa sang teman kencan hobi bermain piano sehingga baru-baru ini memulai untuk mengambil kelas piano.
      Setiap percakapan antara robot dengan robot ini disebutkan biasanya berjalan selama tiga menit. Para peserta kencan memiliki pilihan (yang bisa ditentukan sebelumnya) apakah mereka mau berkomunikasi, mengobrol langsung (manusia dengan manusia) setelahnya atau tidak.
      Well, tampaknya robot anti-canggung dalam berkencan ini bisa jadi alternatif solusi yang menarik. Mengingat akhirnya, melalui acara pesta speed-dating yang diikuti oleh 28 peserta itu ada empat pasangan yang memutuskan untuk jadian dan banyak di antaranya yang memberikan pujian terhadap “bantuan” yang diberikan oleh robot cupid tersebut. Demikian seperti dilansir Soranews.
    • By Brenda_Christie
      Setiap orang tentu memiliki kriteria masing-masing saat hendak menjalin hubungan dengan orang lain. Salah satu hal yang dipertimbangkan adalah pekerjaan calon pasangan. Beberapa orang mungkin ada yang mengharapkan memiliki pasangan seorang dokter. Sebab hingga saat ini dokter masih dianggap sebagai profesi dengan gaji tinggi.
      Bagi Anda yang memiliki keinginan serupa, tahukah bahwa menjadi pasangan dokter tidak mudah? Tidak percaya?
      Kehidupan medis tidak terlalu fleksibel
      Sama seperti pekerjaan lain, dokter juga memiliki jadwal praktek. Hanya saja terkadang dokter harus menyelesaikan pekerjaannya menangani pasien hingga kondisi sudah stabil. Dengan begitu dokter tidak bisa pergi begitu saja di tengah-tengah kondisi darurat. Bahkan dokter harus siap dipanggil kapan saja saat ada pasien yang membutuhkan.
      Meskipun pada saat itu dirinya sedang ada acara keluarga atau sedang bersama dengan pasangan. Selain itu, tempat tinggal dokter terkadang harus mengikuti tempatnya ditugaskan praktek. Kondisi ini sering terjadi pada saat dokter hendak mengambil spesialisasi dan sekolah lebih lanjut. Pasangan pun harus siap dengan kondisi ini.
      Memiliki waktu kehidupan yang berbeda dari orang lain
      Salah satu bagian tersulit menjadi pasangan dokter adalah sulitnya bertemu dengan orang lain sesuai jadwal semestinya. Sebagai contoh, ibu rumah tangga biasa mungkin menyempatkan waktu bertemu dengan teman di hari kerja dan menghabiskan waktu dengan keluarga di akhir pekan. Tapi dokter kadang memiliki waktu luang di hari kerja dan bekerja di akhir pekan. Saat itu tentu sebagai pasangan yang baik harus ada di rumah untuk menemani suami. Sedangkan bertemu di akhir pekan dengan teman sedikit sulit karena mereka ingin menghabiskan waktu bersama keluarga.
      Sulit untuk merencanakan sesuatu
      Merencanakan segala sesuatu adalah tindakan yang baik. Tapi rencana bisa jadi tinggal rencana saat harus berhadapan dengan jadwal praktik dokter. Seperti yang dikatakan sebelumnya, jam pulang kerja dokter tidak jelas. Begitu juga dengan waktu liburnya. Belum lagi bila mereka dibutuhkan mendadak di hari libur.
      Merasa tidak mengenal pasangan
      Kesibukan dan rutinitas yang berbeda dari dokter terkadang membuat seseorang tidak mengenal pasangannya. Terutama saat menemani mereka dalam pertemuan-pertemuan yang melibatkan banyak dokter. Sementara dokter mungkin akan bercakap-cakap tentang dunia medis kepada rekannya dengan penuh semangat, pasangan hanya bisa mendengarkan tanpa bisa mengerti. Itu bisa terasa sangat menjengkelkan karena seolah-olah Anda tidak mengenal pasangan dan tidak mengetahui apapun soal dunianya.
      Timbul perasaan bersalah dan sedih
      Ini mungkin merupakan bagian tersulit menjadi pasangan dari seorang dokter. Tak sedikit orang yang merasa bersalah karena ada banyak hal baik tentang menikah dengan dokter tapi banyak pula hal buruk yang dapat terjadi. Kondisi ini terkadang bisa sangat sulit untuk diceritakan pada orang lain karena mereka tidak mengerti kondisinya.
    • By cinta_segiempat
      Mungkin kamu berpikir cinta sejati hanya dirasakan oleh pasangan kalau hubungan udah kakek-nenek. Kisah cinta mereka hingga lanjut usia yang masih terjalin ini sebenarnya nggak bisa disebut cinta sejati lho. Karena sesungguhnya cinta sejati itu nggak pernah ada. Yang ada hanyalah dua orang yang saling mencintai, yang tetap mau percaya satu sama lain, dan membuat cinta mereka tetap berpendar.
      Dalam menjalin hubungan, setiap pasangan pasti punya beragam hal yang menjadi cobaan. Mulai dari yang skala kecil hingga besar pernah dialami. Hal tersebut tentu menguji kesetiaan, kesabaran, dan kepercayaan pasangan. Itulah mengapa cinta sejati nggak pernah ada.
      Namun meski begitu, 6 hal ini sudah membuktikan dan membuatmu percaya bahwa cinta memang selalu ada.
      1. Jangan terlena dengan cerita cinta dalam drama. Kamu harus sadar setiap pasangan nggak ada yang sempurna
      Penyakit kalau kebanyakan nonton drama yaitu kamu jadi punya kisah cinta favorit. Kalau udah begini nih biasanya kisah cinta tersebut jadi sering kamu khayalkan. Nah kalau kelamaan jadi bahaya lho karena bisa buat kamu kebablasan. Kamu jadi inginnya punya pasangan yang sempurna, mau nggak mau saat menjalani hubungan banyak hal yang dirimu minta kepada pasangan. Makanya, jangan terlena dengan cerita yang dijual dalam drama-drama. Kamu harus sadar kalau pasangan nggak ada yang sempurna. Kamu dan dia harus tetap saling menerima.
      2. Bukan lagi saling egois mendahulukan kepentingan sendiri. Yang ada saling mengerti dengan membicarakan secara baik-baik
      Sikap egois yang dimiliki setiap pasangan itu pasti ada. Hal ini seringkali menjadi pertengkaran bagi keduanya. Nggak heran kalau cek-cok dalam hubungan sering terjadi. Oleh karena itu, sebaiknya coba deh bicarakan kebutuhan masing-masing secara baik-baik. Kalian harus saling mengerti agar menemukan titik temu mana keperluan yang didahulukan.
      3. Saat hubungan sedang berjarak, kamu tetap merasa nyaman menjalani. Bukan kesal dan marah-marah sendiri
      Dalam menjalani hubungan, mustahil kayaknya kalau kamu nggak mengalami hubungan jarak jauh. Meski hanya sebentar, pasti pernah deh kamu rasakan dan jadi galau berkepanjangan. Tapi ketika kamu sudah sampai pada titik penerimaan, dimana kamu tak lagi merasa kesal ketika jauh dari pasangan, maka kedewasaan hubungan kalian tak perlu diragukan lagi.
      4. Cinta dan sayang pasti selalu ada, tapi nggak mesti waktu kalian dihabiskan untuk berdua.
      Kalian memang saling sayang dan cinta, tapi nggak mesti selalu berdua dong. Sebaliknya, waktu yang kalian miliki diisi dengan aktivitas masing-masing. Dengan begitu kalian akan merasakan seperti apa kasih yang sesungguhnya. Karena yang namanya perasaan, nggak selalu harus berdua. Meski sebagai pasangan, kalian tetap menghargai privasi masing-masing. Tanpa pernah mengekang satu sama lain mengerjakan urusan pribadi.
      5. Cemburu yang menggugah kesal dalam hati bikin nggak nyaman. Tapi kamu dan dia sebisa mungkin menetralisir rasa itu agar keharmonisan tetap terjaga
      Teman-teman yang mengelilinginya bikin kamu gerah melihatnya. Nggak jarang hal itu bikin kamu kesal sendiri lho. Lambat laun cemburu pun menyelimuti dan bikin hubungan jadi memanas. Demi menciptakan hubungan yang harmonis, kamu perlu menteralisir rasa itu. Toh cemburu tak selalu tanda cinta, tapi terkadang hanya rasa kepercayaan diri yang berkurang.
      6. Meski maut telah memisahkan, namun cinta tetap ada meski dia telah pergi
      Yup! Hal satu ini bisa kamu dapatkan dari kisah cinta Pak Habibie – (Alm.) Bu Ainun. Kisah dua insan yang kisahnya menjadi salah satu relationship goals kamu ini bikin gregetan kalau mengingatnya. Bu Ainun yang setia mendampingi Pak Habibie dalam segala hal dilakukannya demi yang terbaik. Begitu pun dengan Pak Habibie – yang tetap setia kepada Bu Ainun. Kamu bisa lihat beliau yang selalu menyekar ke makam almarhum istri tersayang dan menjaga makamnya dengan baik. Cinta abadi yaitu yang selalu ada walau dia telah pergi.
    • By rani
      Bertemu dengan pria yang lebih tua dan langsung jatun cinta bukan kesalahan. Wanita mana yang tidak terpesona dengan pria yang cerdas, sukses, mapan, dan dewasa?
      Hanya saja, perbedaan usia yang terlalu jauh, membuat wanita berpikir berkali-kali untuk menjalani hubungan. Melansir dari Popsugar, Jumat (7/4/2017) berikut keuntungan berpacaran dengan pria yang lebih tua.
      Memberi kenyamanan
      Karena bersamanya begitu aman, wanita akan merasa dia sangat melindungi. Rasa damai dan tenteram membuat hubungan jadi berkualitas. Wanita tak perlu khawatir jika dia menganalisa kelemahan diri, dia tetap yakin bahwa kekasihnya unik.
      Dia tidak main-main
      Bertemu dengan pria yang sudah lebih tua, berarti bukan saatnya untuk main-main. Cara pikir dan pandangnya adalah tentang masa depan. Dia sudah tak akan main-main lagi dengan mencari wanita lain di aplikasi kencan. Baginya kini saatnya menata hubungan.
      Romantis itu penting
      Jangan terlalu khawatir bila dia tidak memposting tentang hubungan di media sosial. Pria yang usianya lebih matang akan berlaku romantis di kehidupan nyata. Dia tahu bahwa bersikap romantis lebih baik bila dilakukan bertatap mata.
    • By MariaAngeline
      Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi, sebagai orang tua mungkin kita menjadi sering lupa dalam menjaga privasi di sosial media. Di sisi lain, sosial media memang memudahkan kita dalam menerima dan memberi informasi kepada teman terdekat hingga yang tak kenal sekalipun. Facebook contohnya, kebanyakan orangtua lebih memilih mengunggah foto anaknya dibanding foto orangtuanya sendiri.
      Masih ingat kasus seorang remaja yang dituduh telah menghina Kota Bandung dengan kata-kata kotornya di Twitter? Ya, kasus yang telah dilaporkan ke polisi oleh Wali Kotanya langsung ini sempat heboh di dunia maya, hingga terungkaplah bahwa foto orang pada akun bermasalah tersebut bukan foto asli pelaku. Dari kasus ini kita bisa mengambil pelajaran bahwa kita tidak boleh sembarang mengupload sebuah foto di sosial media, jika yang sopan saja sudah disalahgunakan bagaimana dengan foto yang kurang sopan?
      Sebaiknya orangtua kini lebih bijak dalam mengupload foto anak di sosial media, mengupload foto tanpa diseleksi lebih dulu bisa berdampak negatif di antara bahayanya adalah menjadi sasaran pelaku pedofil dan penculikan anak. Lalu, apa yang harus diperhatikan sebelum mengupload foto ke sosial media?
      Perhatikan Pengaturan Privasi
      Di Facebook misalnya, Anda dapat mengatur siapa saja yang bisa melihat foto atau status yang diposting, hanya untuk diri sendiri, keluarga, teman atau publik. Untuk photo anak lebih baik hanya kalangan teman atau anggota keluarga saja yang bisa melihat.
      Tidak Memasang Foto Anak Tanpa Busana
      Siapa yang tidak gemas jika melihat anak balita yang tengah mandi atau tanpa busana? Tentu semua orang menyukai foto bayi yang terlihat lucu saat mandi. Tapi ternyata, mengupload foto balita tanpa busana atau hanya memakai pakaian dalam sangat tidak disarankan. Karena ini akan membahayakan anak sendiri, anak bisa menjadi target dari pelaku pedofil atau predator.
      Meski masih balita bukan berarti bisa bebas mengabadikan semua momen dan mengunggah fotonya di sosial media. Sebaiknya dipikir ulang jika ingin mengunggahnya, pilihlah foto yang memang sopan dan tidak memancing tindak kriminal.
      Hindari Memasang Status Lokasi
      Tidak jarang para orangtua suka menandai keberadaan lokasi saat bersama anak. Bukan tidak boleh berbagi informasi tentang kegiatan dan lokasi dimana kita menghabiskan waktu bersama anak, tapi cobalah untuk mengurangi kebiasaan memberitahu secara detail lokasi dimana kita berada. Hal ini bisa memancing tindakan penculikan terhadap anak, jadi alangkah baiknya jika Anda tidak menulis nama lengkap anak atau lokasi secara detail jika ingin mengupdate status di sosial media.
      Hindari berfoto dengan latar tempat
      Misalnya berfoto di depan sekolah, rumah dan lokasi-lokasi yang sekiranya dapat memudahkan para pedofil atau penculik mencari anak Anda. Hindari melakukan hal ini! Banyak kasus penculikan yang bermula dari lokasi sekolah anak dengan tujuan untuk memeras hingga kasus penjualan anak.
      Berikan Komentar Positif
      Saling memberikan komentar di sosial media memang akan menjadi ajang sosialisasi yang menyenangkan, namun pastikan Anda selalu memberikan komentar positif di sosial media. Jangan memberikan komentar negatif atau mengejek ya. Hindari menggunakan ikon atau tokoh kartun dengan karakter negatif sebagai julukan kepada anak. Sebaiknya sosial media dijadikan ajang positif untuk memberikan informasi yang bermanfaat.
      Perlu diingat bahwa setiap foto yang Anda upload di sosial media meskipun telah Anda hapus tidak menjamin foto tersebut akan menghilang di database mesin pencari, mungkin foto yang Anda unggah sudah ada yang mendownload atau menyebarkannya via sosial media lain. Jadi berhati-hatilah, jangan terlalu sering mengupload foto. Lebih baik dokumentasikan melalui album foto di rumah Anda.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy