Jump to content
  1. anon

    anon

  • Similar Content

    • By BisaJadi
      Pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA402, yang mengangkut penumpang dari Jakarta menjadi saksi bersejarah pembukaan kembali pariwisata Bali. Penerbangan perdana pasca diperbolehkannya turis nusantara berkunjung ke Pulau Dewata, pada Jum'at, 31 Juli 2020 menerima penyambutan khusus.
      General Manager Commercial PT Angkasa Pura I (Persero), Rahmat Adil Indrawan, Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, dan Komandan lanud I Gusti Ngurah Rai, Kolonel Pnb Radar Soeharsono, menanti wisatawan yang tiba dengan kalungan bunga dan suvenir khas Bali sebagai tanda syukur.
      Ini menjadi momen perdana Bali membuka pintu masuknya bagi turis nusantara, setelah lebih dari 3 bulan, sejak 18 Maret ditutup akibat pandemi korona. Namun, sedikit berbeda dengan biasanya, pelancong domestik yang tiba wajib mengikuti protokol kesehatan, dan pendataan khusus.
      Gubernur Bali, I Wayan Koster sebelumnya menyampaikan, ada 2 syarat khusus bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke Bali. Pertama, mereka wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif uji swab berbasis PCR (Polymerase Chain Reaction), atau minimum hasil non-reaktif rapid test dari lnstansi berwenang.
      Kedua, pelaku usaha akomodasi pariwisata di Bali wajib memastikan setiap wisatawan mengisi Aplikasi LOVEBALI, guna mendata pengunjung yang datang ke setiap objek wisata, demi mengantisipasi risiko penularan virus korona.
      Prosedur bagi ini berfungsi sebagai strategi promosi, sekaligus upaya untuk memberikan rasa nyaman bagi wisatawan.
      "Ini justru memberikan jaminan serta untuk meminimalisir dan menekan kemungkinan terburuk yang dapat terjadi, baik bagi warga Bali maupun wisatawan. Selain itu, ketika diberlakukan aturan, itu juga akan memberikan gambaran bagi wisatawan bahwa di Bali ini nyaman dan aman," ujar Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati.
      Salah satu objek wisata yang sudah kembali membuka usahanya adalah The Nusa Dua Bali. PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero)/ Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), selaku BUMN pengembang dan pengelola destinasi pariwisata The Nusa Dua, Bali dan The Mandalika, NTB, secara resmi membuka kembali lokasinya bagi wisatawan.
      Direktur Utama ITDC, Abdulbar M. Mansoer, mengatakan, The Nusa Dua, Bali secara resmi telah bisa menerima kunjungan wisatawan karena terpilih sebagai pilot project destinasi CHSE (Cleanliness, Health, and Environmental Sustainability) dari Pemerintah, sebagai sertifikasi tatanan kehidupan era baru untuk kawasan wisata.
      Sepeti dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Lokadata.id, untuk memastikan pelaksanaan adaptasi kebiasaan baru, ITDC akan menerapkan crowd management dengan membatasi jumlah pengunjung di suatu lokasi maksimal 25 orang, dan menerapkan Queue and Interaction Management guna mencegah penumpukan pengunjung.
      ITDC juga menggunakan sistem cashless (non tunai) berupa penggunaan sistem QRIS untuk transaksi wisatawan di seluruh area The Nusa Dua, sehingga mengurangi interaksi melalui sentuhan. Selain menggunakan QRIS, pengunjung dapat menggunakan debit dan kartu kredit semua Bank, E – Wallet, E – Money semua bank, dan Online Channel untuk bertransaksi.
      Belum semua tempat wisata buka
      Nantinya, seluruh tempat wisata di Bali harus mengikuti protokol tersebut agar dapat beroperasi kembali. Walaupun sudah membuka pintu bagi turis dalam negeri, akan tetapi bioskop, kolam renang umum dan tempat hiburan malam di Bali masih belum dibuka.
      Menurut I Gede Ricky Sukarta, selaku Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Badung, belum semua sektor ini siap untuk dibuka kembali.
      Gede Sukarta mengambil gambaran dari Kabupaten Badung, di mana wilayah ini ia sebut sebagai 'barometer' karena memiliki industri wisata perhotelan, villa, homestay, dan restoran terbesar di Bali sekitar 3.425 unit.
      "Dari sekian itu, 10 persen belum kita verifikasi. Karena ketika dia siap untuk diverifikasi, mereka harus melakukan self-assessment," kata Gede Sukarta seperti dikutip dari BBC News Indonesia.
      Sebagai orang yang ditunjuk menjadi tim verifikasi oleh pemerintah, dirinya menegaskan, setelah sektor pariwisata diverifikasi, kemudian akan mendapat sertifikat sebagai tiket untuk bisa membuka kembali usahanya.
      Potensi devisa hilang
      Di sisi lain, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali mengaku sektor pariwisata kehilangan pendapatan Rp9,7 triliun per bulan akibat pandemi korona. Sehingga, selama Maret - Juli totalnya mencapai Rp48,5 triliun.
      "Ya benar," kata Kepala Dinas Pariwisata Bali, Putu Astawa mengamini potensi kehilangan devisa dari sektor tersebut.
      Putu mengatakan, pihaknya tak mengalokasikan anggaran untuk insentif bagi pelaku usaha wisata di Bali, bahkan untuk biaya sertifikasi industri penginapan. "Kita nggak punya anggaran untuk sertifikasi ini. Betul-betul gotong royong," ungkapnya.
      Ia juga belum bisa memastikan waktu yang pasti mengenai sektor pariwisata kembali normal dan hanya mengatakan, 'kita ingin segera bangkit'.
      Sementara itu, I Ketut Ardana, Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASITA), mengungkapkan, kerugian sektor pariwisata yang ditaksir Pemprov Bali masuk akal.
      Khusus sektor biro perjalanan wisata di Bali, potensi kehilangan pendapatan diperkirakan Rp5 triliun hingga akhir tahun. Namun, pihaknya optimistis pembukaan kembali akses wisata di Bali dapat menggerakan roda perekonomian masyarakat.
      Ia memperkirakan, pertengahan tahun depan, dengan syarat vaksin sudah ditemukan atau pemerintah dapat meyakinkan calon wisatawan bahwa Bali sudah siap dengan protokol kesehatan.
      "Karena ini kan memakan waktu. Calon wisatawan masih berpikir, kemudian biro perjalanan juga masih menyiapkan diri untuk menerima pesanan, melakukan persiapan-persiapan, menangani perjalanan wisatawannya ke destinasi," kata Ketut.
      Sekitar 60-70 persen roda ekonomi Bali selama ini digerakkan industri pariwisata. Namun, pandemi korona telah memukul sektor yang seperempatnya menyumbang devisa nasional.
    • By Aladin
      Pasien positif terinfeksi COVID-19 yang meninggal dunia  telah dikremasi di Pemakaman Mumbul, Badung, Bali pada pukul 12.30 WITA. Pasien yang merupakan wanita warga negara Inggris ini sebelumnya dirawat di RS Sanglah-Bali.
      "Sesuai dengan prosedur penanganan penyakit menular karena virus, maka pihak keluarga pasien serta pemerintah memutuskan untuk mengkremasi jenazah pasien di Pemakaman Mumbul-Badung pada pukul 12.30 Wita tadi siang (11/3)," ujar Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra, mengutip keterangan tertulisnya, Rabu (11/3/2020)
      Pasien tersebut adalah seorang WNA perempuan berusia 53 tahun yang juga didiagnosa juga menderita 4 penyakit bawaan yaitu menderita gula atau diabetes, hipertensi, hipertiroid, dan penyakit paru menahun. Pasien ini masuk ke Bali pada tanggal 29 Februari, di mana sejak tanggal 3 Maret, pasien mulai mengalami demam dan dirawat di RS Swasta.
      "Dan pada tanggal 9 maret pasien dirawat di RS Sanglah, perawatan dilakukan sesuai protap atau prosedur penanganan pasien pengawasan COVID-19 karena menunjukan gejala COVID-19," ujarnya.
      Hingga akhirnya pada 11 Maret dini hari, atau tepatnya pukul 02.45 WITA, pasien tersebut meninggal dunia. Dia mengkonfirmasi bahwa sampai pasien meninggal dunia Pemerintah Provinsi Bali belum menerima hasil laboratorium di Jakarta.
      "Dan setelah dikonfirmasi maka WNA yang dalam pengawasan ini dikonfirmasi masuk dalam kasus 25 positif COVID-19," tegasnya.
      Sebagai informasi, semenjak adanya kasus COVID-19, Pemerintah Provinsi Bali sudah melaksanakan berbagai tindakan preventif terutama di Bandara Ngurah Rai. Bahkan dia menegaskan, Gubernur Bali Wayan Koster telah membentuk Satuan Tugas Penanggulangan COVID-19 di Provinsi Bali dengan SK Nomor 236/03-B/HK/2020.
      Adapun susunan keanggotaanya terdiri dari Ketua Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Satuan Tugas Kesehatan, Satuan Tugas Area dan Transportasi Publik, Satuan Tugas Area Institusi Pendidikan, Satuan Tugas Komunikasi Publik dan satuan Tugas Pintu Masuk Indonesia.
      Terakhir, dia meminta kepada masyarakat di Bali agar tetap tenang dan waspada. Yang penting menerapkan pola hidup sehat. "Sehingga dapat terhindar dari paparan virus COVID-19 tersebut," tegasnya.
    • By keenion
      Jepang adalah salah satu negara yang dipuji memiliki budaya jujur yang tinggi. Barang-barang yang hilang atau tertinggal di tempat umum akan dikembalikan kepada pemiliknya. Semua itu sudah diajarkan sejak dini di sekolah-sekolah Jepang.
      Jake Adelstein baru selesai makan siang dan berencana untuk membeli pancake. Ketika hendak mengambil uang, ia baru menyadari jika dompetnya terasa ringan dari biasanya. Padahal ia baru dari mesin ATM dan menarik uang tunai 100.000 yen.
      Saat diperiksa ternyata uang tersebut tak ada dalam dompet. Merasa ada sesuatu yang janggal ia pun menelepon operator bantuan ATM dan menanyakan terkait transaksi di ATM, akan tetapi menurut operator itu tak ada informasi mengenai transaksi itu. Ia pun disarankan untuk melapor ke polisi.
      Jake kemudian membuat sebuah laporan kehilangan di kantor polisi Shibuya dan menceritakan kembali kejadiannya kepada salah seorang polisi. Setelah selesai, polisi tersebut memberi Jake nomor kasus yang ia laporkan dan meminta Jake untuk tidak menghilangkannya.
      Keesokan harinya, pada pukul 10 pagi, ia mendapat telepon dari Kantor Polisi Shibuya untuk datang ke stasiun untuk mengambil uangnya dengan membawa identitas diri. Jake pun menuju ke tempat yang disebutkan oleh polisi tersebut dan setelah mengisi selembar kertas, uangnya pun dikembalikan.
      “Saya ingin meninggalkan hadiah untuk orang yang menyerahkannya (uang),” kata Jake.
      Namun, petugas tersebut menjawab bahwa orang yang menemukan uang tersebut menolak untuk mengklaim hadiah dan merahasiakan siapa yang menemukan. Mark Kareles pendiri Mt. Gox Co yang merupakan bursa Bitcoin terbesar di dunia yang kolaps pada 2014 itu juga mengagumi kejujuran sebagian besar orang Jepang.
      “Ketika saya pertama kali tiba (di Jepang), terkadang saya meninggalkan laptop saya di bangku taman dan saya kagum bahwa barang itu akan tetap ada saat saya kembali. Atau orang akan mengejar saya dengan laptop dan mengembalikannya,” ujar Mark.
      Untuk kenyamanan penduduknya Jepang memang membentuk Lost and Found Centre yang menjadi pusat barang-barang hilang. Tak hanya uang atau dompet, polisi Tokyo juga akan menindak kehilangan payung, syal atau sarung tangan termasuk penemuan uang 1 atau 5 yen.
      Ketika seseorang kehilangan barang di Jepang, biasanya mereka langsung datang ke Lost and Found Center. Barang-barang yang hilang akan disimpan selama 3 hingga 4 hari lalu setelah itu akan diserahkan Metropolitan Police Lost & Found Center yang berada dekat stasiun Lidabashi.
      Sarung tangan, payung hingga syal yang tertinggal di metro atau tempat umum dapat ditemukan di tempat itu. Asalkan harus melaporkan terlebih dahulu dan menunjukkan bukti kepemilikan barang serta identitas diri. Jika ingin meminta orang lain yang untuk mengambil barang yang hilang di Lost and Found Center, maka mereka harus membuat surat kuasa untuk dibawa oleh orang yang diminta untuk mengambil barang tersebut.
      Pada 2016, Tokyo Metropolitan Police Department's Lost and Found Center menangani sejumlah uang yakni sekitar 3,67 miliar yen atau setara 32 juta dolar AS yang hilang. Dalam prosesnya, menurut pihak kepolisian Tokyo, sekitar tiga perempat dari total uang yang hilang itu berhasil dikembalikan kepada pemiliknya.
      Benda sepele seperti payung yang ketinggalan di tempat publik atau di metro juga ditangani oleh kepolisian setempat. Di tahun yang sama, pihak Lost and Found Center menangani 381.135 payung. Mereka yang menemukan atau kehilangan uang 1 hingga 5 yen pun akan ditangani oleh pihak kepolisian.
      Anak-anak juga dibiasakan untuk melakukan hal jujur tersebut. Seperti yang dilakukan Mayako Matsumoto yang mengembalikan sebuah dompet berisi sekitar 100 dolar AS kepada pihak kepolisian dengan ditemani oleh ibunya. Pihak kepolisian mengapresiasi kejujuran Mayuko dengan memberinya imbalan beberapa permen. Kebiasaan itu tak terjadi secara tiba-tiba namun melalui pendidikan sejak dini.
      “Sekolah di Jepang memberi kelas terkait etika dan moralitas, dan siswa belajar membayangkan perasaan orang-orang yang kehilangan barang atau uang mereka sendiri. Jadi tak jarang melihat anak-anak membawa koin 10 yen ke kantor polisi itu, kata seorang profesor di Kansai University, Toshinari Nishioka.
      Selain itu, ada aturan yang menaungi terkait barang-barang yang hilang. Undang-Undang Jepang pada pasal 28 dari Lost Property Act menyatakan bahwa seseorang yang telah kehilangan barang harus membayar kepada para penemu antara 5 hingga 20 persen dari nilai barang yang ditemukan. Namun, hadiah itu hanya bisa diklaim dalam jangka waktu satu bulan. Tapi tak jarang juga mereka yang menemukan tak meminta imbalan.
      Dalam beberapa laporan menyebutkan tindakan kriminal di Jepang terutama perampokan menurun dari 5.988 kasus di tahun 2005 menjadi 3.056 kasus di tahun 2014. Atau jika dihitung per populasi yakni 4,72 kasus per 100.000 populasi di tahun 2005 turun menjadi 2,41 kasus per 100.000 populasi di tahun 2014.
      Laporan lain yakni dari United Stated Department of State Bureau of Diplomatic Security juga memberi status kriminal di Jepang pada level rendah atau low. Status itu berlaku untuk semua jenis tindak kriminal, termasuk kondisi dan keamanan transportasi yang baik.
      Bagaimana dengan Indonesia? Kejujuran memang masih ada di negeri ini tapi hanya bagi segelintir orang. Putri, penulis di salah satu media di Indonesia pernah kehilangan dompet di salah satu angkutan umum di Jakarta, sekitar tiga tahun lalu. Putri kemudian melapor kasus kehilangan itu ke pihak yang berwajib namun hingga saat ini, dompet tersebut tak kembali kepadanya.
      Dompet yang di dalamnya terdapat kartu identitas yang dapat memudahkan dalam mendapat petunjuk sang pemilik saja jarang dikembalikan, bayangkan barang seperti payung, syal, atau sarung tangan yang tentu tak ada identitas pemilik yang menempel di barang tersebut.
      Mereka yang berjalan di tempat umum kadang menjadi target dari para tangan nakal alias pencopet. Belum lagi tindakan perampokan yang berujung pada pembunuhan dan tindak kriminal lainnya. Kasus perampokan di Indonesia dari 9.742 pada 2008 naik menjadi 11.758 kasus di tahun 2014.
      Jika melihat ke Jepang, faktor pendidikan terkait kejujuran sudah dilakukan sejak dini menjadi salah satu faktor penting, sedangkan Indonesia hingga saat ini masih memperdebatkan terkait sistem pendidik full day school. Upaya tersebut diwacanakan untuk meningkatkan pendidikan karakter dari siswa siswi di Indonesia. Basisnya adalah kejujuran, toleransi, disiplin, hingga rasa cinta Tanah Air.
      Namun, sistem ini dikatakan tak tepat jika dilakukan di wilayah pedesaan dengan berbagai alasan. Sehingga masih banyak PR terkait pendidikan bagi pemerintah Indonesia, termasuk pendidikan terkait kejujuran.
    • By berita_semua
      Setiap agama memiliki hari besar keagamaan, salah satunya yang akan diselenggarakan besok yakni Nyepi, acara keagamaan bagi masyarakat penganut agama Hindu. Kegiatan beribadah dan doa adalah agenda wajib namun disamping itu juga ada beberapa hal yang khas dihadirkan, seperti makanan.
      Ketika umat Hindu merayakan Nyepi, ada beberapa makanan yang jadi ciri khas dan hampir selalu ada saat Nyepi digelar. Dilansir dari berbagai sumber, berikut Okezone rangkum beberapa makanan yang tak boleh absen saat perayaan Nyepi.
      Nasi tepeng

      Makanan ini populer di Bali khususnya di Gianyar. Olahan nasi ini memiliki cita rasa yang pedas karena dibuat menggunakan berbagai bumbu dan rempah yang dimasak jadi satu. Nasi tepeng disajikan dengan berbagai lauk mulai dari campuran sayuran berupa daun kelor, nangka muda, kacang merah, kacang panjang dan kelapa parut.
      Cerorot
       
      Selain dikenal dengan kue tradisional asal Indonesia, kue cerorot juga jadi suguhan yang wajib hadir saat Nyepi hadir. Kue ini tergolong kue basah dan digemari banyak orang karena rasanya yang manis. Cerorot memiliki bentuk yang unik mengerucut dan terbuat dari lilitan daun kelapa.
      Jaja apem

      Makanan yang satu ini populer di Bali sebagai jajanan pasar sekaligus makanan khas yang kerap hadir saat upacara adat di Bali. Makanan ini terbuat dari tepung beras yang difermentasikan dan disajikan bersama tape singkong dan air kelapa. Jaja apem dicetak dan diolah menggunakan daun pisang dengan cara dikukus.
    • By Partner
      Halo jendral, kenalkan ada Sobat Budaya yang sangat peduli dengan budaya-budaya di Indonesia. Kali ini Sobat Bdaya akan mengadakan Seminar, Seminar Nasional RUU PTEBT dengan Tema: "Budaya Indonesia Kini dan yang Dinanti".
      Selengkapnya bisa kunjungi di
       
×
×
  • Create New...