Jump to content
  • Kemerdekaan indonesia 74
  • Kemerdekaan indonesia 74
  • Kemerdekaan indonesia 74
Laurensius

Membangun Aplikasi Web dengan Mudah, Cepat, dan Menyenangkan

Recommended Posts

Membangun Aplikasi Web dengan Mudah, Cepat, dan Menyenangkan Pendahuluan

Akhir-akhir ini banyak Web Developer yang mengalami kesulitan ketika akan membangun sebuah aplikasi berbasis web (selanjutnya kita sebut dengan Aplikasi Web). Mereka tidak tahu harus memulai dari mana, fitur-fitur apa saja yang wajib tersedia, sampai dengan hal-hal teknis apa saja yang harus diperhatikan. Belum lagi mereka harus memasukkan business-logic dan business-process ke dalam Aplikasi Web tersebut.

Beberapa Web Developer ada yang menggunakan framework dalam membangun Aplikasi Web. Namun sayangnya, banyak Web Developer yang mengalami kesulitan untuk mempelajari dan mengimplementasikan framework sampai menghasilkan Aplikasi Web. Alasannya karena dibutuhkan waktu yang tidak sedikit untuk memahami dan menerapkan sebuah framework ke sebuah Aplikasi Web secara komprehensif.

Di sisi yang lain, Web Developer dituntut untuk menghasilkan Aplikasi Web yang lengkap tanpa mengabaikan kualitasnya, dan harus diselesaikan pula dalam waktu yang cepat. Sementara di waktu yang bersamaan, Client atau Pengguna sudah tidak sabar untuk menggunakan Aplikasi Web tersebut.

Solusi

Untuk mengatasi semua kondisi di atas, tentu saja harus dibutuhkan metode pengembangan Aplikasi Web di luar dari kebiasaan yang selama ini sudah sering dilakukan oleh Web Developer. Mau tidak mau; suka atau tidak suka, Web Developer dituntut untuk bekerja dengan lebih cerdik lagi. Yang jelas, dalam hal ini mereka tidak mungkin membangun Aplikasi Web dengan cara-cara konvensional. Tidak mungkin menulis kode mulai dari awal. Tidak mungkin juga menulis kode secara manual ke dalam file script di sisi Aplikasi Web.

Kalau sudah begini, maka menggunakan tools merupakan solusi satu-satunya. Tapi, tunggu dulu! Tools seperti apa yang mau dipakai? Di sinilah lagi-lagi Web Developer dituntut untuk menggunakan tools yang tepat, dan pada kondisi yang tepat pula. Jangan sampai mereka salah memilih tools yang justru akan menimbulkan masalah baru.

Tentu saja kita tidak hanya fokus kepada waktu yang cepat untuk membangun Aplikasi Web tadi. Kita sebagai Web Developer juga harus memastikan bahwa tools tadi dapat menghasilkan Aplikasi Web yang dilengkapi dengan fitur-fitur yang wajib tersedia di sebuah Aplikasi Web. Intinya, tools ini harus dapat mengatasi dua kebutuhan utama tadi. Aplikasi Web yang lengkap, dan dihasilkan dalam waktu cepat.

Kabar gembira buat Web Developer, karena Penulis telah membuktikan salah satu tools yang dapat membantu mereka menghasilkan Aplikasi Web yang dilengkapi dengan fitur-fitur yang wajib ada, sekaligus dapat dihasilkan dalam waktu yang sangat cepat. Tools itu bernama PHPMaker. Mungkin ada yang sudah pernah mengetahui tools ini tapi selama ini tidak mengetahui manfaatnya. Tapi, mungkin juga ada yang baru pertama kali mengenalnya.

Apa itu PHPMaker?

PHPMaker adalah sebuah perangkat lunak atau perkakas (tool) otomasi yang dapat membangkitkan (generate) sekumpulan kode PHP dengan cepat dari basis data MySQL, PostgreSQL, Microsoft Access, Microsoft SQL Server, dan Oracle. Dengan menggunakan PHPMaker, Anda sebagai Web Developer dapat membuat dengan cepat Aplikasi Web yang mengijinkan Penggunanya untuk menampilkan, mengubah, mencari, menambah, dan menghapus record melalui web.

PHPMaker dibuat dengan fleksibilitas yang tinggi, dan dilengkapi dengan berbagai pilihan yang memungkinkan Web Developer untuk membuat Aplikasi Web dengan menggunakan kode PHP yang sesuai dengan kebutuhan. Kode PHP yang dihasilkan sudah barang tentu bersih, langsung kepada fungsinya, dan mudah untuk dimodifikasi atau dikostumisasi. Web Developer pemula sekalipun dapat mempelajari dan menggunakan PHPMaker dengan sangat mudah, karena antar-mukanya yang bersifat intuitive dan user-friendly.

Skrip PHP yang dihasilkan olehnya dapat dijalankan di server yang menggunakan sistem operasi Windows (untuk basis data: MySQL, PostgreSQL, Microsoft Access, Microsoft SQL Server, dan Oracle) atau Linux/Unix (untuk basis data: MySQL, PostgreSQL, dan Oracle). PHPMaker dapat menghemat banyak waktu dan cocok baik untuk Web Developer yang masih pemula maupun yang sudah mahir sekalipun.

Selain membangkitkan kode ke dalam file skrip php, PHPMaker juga sudah menangani antar muka dari Aplikasi Web yang dihasilkannya, dengan menggunakan framework Twitter Bootstrap. Web Developer dapat mengkostumisasi tampilan depan dari Aplikasi Web dengan sangat mudah melalui penggunaan beberapa extensions yang sudah tersedia.

Jadi, bisa disimpulkan bahwa di samping PHPMaker berperan sebagai tools untuk men-generate kode PHP, di dalamnya juga sudah tersedia PHP Framework dan Javascript Framework yang masing-masing dapat digunakan untuk back-end dan front-end dari output Aplikasi Web yang dihasilkannya. Dengan menggunakan PHPMaker, maka Anda sebagai Web Developer sudah memiliki tiga keuntungan utama darinya.

Fitur PHPMaker

Berikut ini beberapa fitur yang terdapat di PHPMaker:

  1. Halaman Login/Logout
  2. Halaman Pendaftaran Akun Pengguna (Registration)
  3. Halaman Reset Kata Sandi (Forgot Password)
  4. Halaman Ganti Kata Sandi (Change Password)
  5. Captcha (Security Code) di Form
  6. Pencarian Cepat (Quick Search)
  7. CRUD (Create, Read, Update, Delete)
  8. Copy/Salin Record
  9. Pembagian Halaman/Paging/Pagination
  10. List Page (halaman yang menampilkan record di tabel)
  11. View Page (halaman yang menampilkan satu record per halaman)
  12. Edit Page (halaman untuk mengubah record)
  13. Add Page (halaman untuk menambah record)
  14. Delete Page (halaman konfirmasi sebelum menghapus record)
  15. Pencarian Lanjutan (Advanced Search)
  16. Role Based Access Level (RBAC)
  17. Export Data (Printer Friendly, Excel, Word, HTML, CSV, XML, PDF, dan Send to Email)
  18. Master/Detail (View, Add, Edit, Multiple Details)
  19. Multi Language (multi bahasa)
  20. Menu Horizontal/Vertical
  21. Table yang dapat discroll
  22. Update banyak record
  23. Hapus banyak record
  24. Grid-Add (penambahan beberapa record sekaligus)
  25. Grid-Edit (pengubahan beberapa record sekaligus)
  26. Inline-Add/Copy (tambah/salin record di baris grid tabel)
  27. Inline-Edit (ubah record di baris grid tabel)
  28. Upload Gambar ke Basis Data dan File
  29. Preview Row, Detail Preview (Overlay) untuk Master/Detail
  30. Auto-Suggest Field
  31. Auto-Fill Field
  32. Breadcrumb Links
  33. File Upload to Folder
  34. File Upload to Database
  35. Audit Trail (Log atau Database)
  36. Server/Client Side Validation
  37. Server Events
  38. Client Scripts
  39. Record per Halaman
  40. Jumlah record yang dapat dipilih
  41. Tipe pengurutan record (single atau multi)
  42. Multi-Page type (Tabs, Pills, atau Accordion)
  43. Posisi Paging (atas, bawah, atas dan bawah)
  44. Penghapusan banyak (Multiple-Delete)
  45. Penghapusan tanpa halaman konfirmasi
  46. Link di sebelah kiri atau kanan tabel
  47. Konversi tombol menjadi link
  48. Pengelompokan link ke dalam tombol dropdown
  49. Pengelompokan link di bagian Paging
  50. Email Setting
  51. Site Title, Site Icon, Site Logo, Header, dan Footer
  52. Charset
  53. Font Name dan Font Size
  54. Login (Auto-login, remember username, always ask)
  55. Keamanan Aplikasi (Statis, Dinamis, atau keduanya)
  56. User ID dan Parent User ID
  57. User Login Options
  58. Sinkronisasi Database ke Project
  59. Extensions
  60. Advanced Settings
  61. Copy Table Settings
  62. Copy Field Settings
  63. Menu Editor
  64. Generate blank page
  65. (dan masih banyak lagi …)

Tools PHPMaker dapat didownload dan dicoba secara full-version dalam waktu 30 hari. Informasi lebih lanjut mengenai PHPMaker bisa dilihat melalui website resminya: http://www.hkvstore.com/phpmaker/

Selain itu, Anda dapat menggunakan PHPMaker dengan sangat mudah karena sudah tersedia website yang berisi artikel-artikel mengenai PHPMaker dalam bahasa Indonesia melalui website Penulis di http://www.masinosinaga.com. Perlu diketahui bahwa sampai dengan saat menulis artikel ini, Penulis masih tetap memperbarui situs tersebut dengan mempublikasikan satu artikel setiap hari, tentu saja mengupas tuntas mengenai fitur-fitur di PHPMaker.

Penutup

Mengakhiri tulisan ini, Penulis ingin menyampaikan beberapa pertanyaan yang diharapkan dapat membantu Anda untuk memutuskan apakah ingin memakai PHPMaker atau tidak dalam membangun Aplikasi Web.

  1. Apakah Anda ingin membangun Aplikasi Web menggunakan bahasa atau kode PHP dengan mudah dan cepat tanpa mengabaikan kualitasnya?
  2. Apakah Anda sering menulis ulang kode PHP yang hampir sama dari satu Aplikasi Web ke Aplikasi Web yang lain, sehingga membutuhkan tools tertentu untuk menghindari pekerjaan yang berulang-ulang tadi?
  3. Apakah Anda sudah bosan membangun Aplikasi Web dengan harus menulis kode PHP langsung ke file .php-nya?
  4. Apakah Anda tidak ingin berlama-lama duduk di depan komputer dan ingin memiliki waktu juga untuk bersosialisasi/berkumpul dengan keluarga/teman?
  5. Apakah Anda hanya satu-satunya tenaga Programmer atau tidak memiliki team untuk membangun beberapa Aplikasi Web dalam waktu yang relatif bersamaan?
  6. Apakah Anda ingin menggunakan metode pengembangan Aplikasi Web yang mudah dan cepat, serta dapat dikostumais kembali di masa yang akan datang?
  7. Apakah Anda ingin selalu mengikuti perkembangan teknologi Web Development tanpa harus melakukan terlalu banyak usaha sendiri?

Jika sebagian besar atau seluruh jawaban Anda adalah Ya, maka sudah saatnya memang Anda menggunakan PHPMaker.

Dengan menggunakan PHPMaker, maka Anda sebagai Web Developer dapat lebih berkonsentrasi untuk menerapkan business-logic dan business-process ke dalam Aplikasi Web. Artinya, Anda tidak perlu lagi mengurusi hal-hal teknis seperti pembuatan fitur-fitur apa saja yang wajib ada di sebuah Aplikasi Web. Inilah alasan utama mengapa PHPMaker dapat membantu Anda membangun Aplikasi Web dengan sangat cepat dengan kualitas yang tinggi dan profesional.

Happy coding! icon_smile.gif

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...

  • Similar Content

    • By c0d1ng
      Sebagai fitur kedua update ke seri PHP 7, tim pengembang PHP mengirimkan rilis 7.2.0 PHP. Seperti yang diharapkan, rilis ini dilengkapi dengan banyak perbaikan dan fitur. Anda dapat menemukan download sumber dari PHP 7.2.0 di halaman download.
      Sesuai catatan rilis, perbaikan utama dan fitur baru mencakup kemampuan untuk mengubah kunci numerik di gips objek / array, typehint objek, penghitungan objek yang tidak dapat dihitung, dan HasContext sebagai Objek.
      PHP 7.2 juga meningkatkan konstanta TLS menjadi nilai yang masuk akal. Ekstensi Mycrypt telah dihapus dan ekstensi natrium baru telah ditambahkan.
      “Panduan migrasi tersedia dalam Manual PHP. Silakan konsultasikan untuk daftar rinci fitur baru dan perubahan yang tidak kompatibel, “.
      https://php.net/releases/7_2_0.php
    • By c0d1ng
      I run a small Apache based web-server for my personal use, and it is shared with friends and family. However, most script kiddie try to exploit php application such as WordPress using exec(), passthru(), shell_exec(), system() functions. How do I disable these functions to improve my php script security?

      PHP has a lot of functions which can be used to crack your server if not used properly. You can set list of functions in php.ini using disable_functions directive. This directive allows you to disable certain functions for security reasons. It takes on a comma-delimited list of function names. disable_functions is not affected by Safe Mode. This directive must be set in php.ini file. For example, you cannot set this in httpd.conf file.
      Open a terminal or login to your server over the ssh session. Open php.ini file:
      Find disable_functions and set new list as follows:
      I also recommend to disable allow_url_include and allow_url_fopen for security reasons:
      Save and close the file. Restart the httpd server by tying the following command:
      OR if you are using Debian/Ubuntu Linux, run:
      A note about systemd based system
      If you are using systemd + RHEL/CentOS/Fedora Linux based system, enter:
      If you are using systemd + Debian/Ubuntu Linux based system, enter:
       
    • By h4ck3r1nd0
      PHP 7 beberapa waktu lalu sudah resmi diluncurkan, pecinta PHP pastinya menyambut ini dengan suka cita. PHP 7 muncul tanpa melalui PHP 6, jadi langsung loncat dari 5 ke 7.
      Ada beberapa perubahan yang terjadi di PHP 7, ada beberapa fitur yang dihilangkan dan ada beberapa yang ditambahkan.
      Berikut ini adalah beberapa hal yang sebaiknya tidak Anda lakukan lagi di PHP 7, walaupun sebenarya ini tidak hanya soal PHP 7, namun bisa secara umum dalam pemrograman PHP, setidaknya agar kualitas kode yang Anda buat bisa lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya, mari jadikan perubahan ke PHP 7 sebagai momentum untuk ngoding dengan lebih baik.
      1. Jangan gunakan fungsi mysql_
      Sudah semenjak PHP 5.x Anda disarankan untuk tidak lagi menggunakan fungsi mysql_. PHP 7 menghilangkan fungsi ini dari core nya dan untuk itu Anda perlu pindah ke fungsi mysqli_ karena jauh lebih baik, atau gunakanPDO yang agar lebih fleksibel.
      2. Jangan terlalu boros menulis kode
      Koding yang Anda buat menentukan kecepatan akses situs Anda, soal kecepatan ini juga menjadi hal yang penting di PHP 7. Jangan langsung puas dengan kecepatan situs Anda hanya karena sudah beralih ke PHP 7.
      Untuk memahami betapa pentingnya kecepatan dan apa yang dapat Anda lakukan untuk membuatnya jadi lebih baik, Anda bisa membaca-baca kembali panduan dasar PHP.
      Sebagai seorang developer Anda harus memastikan untuk membuat script yang hanya benar-benar dibutuhkan saja, gabungkan mereka jika memungkinkan agar lebih hemat, tulis query database dengan lebih efisien, gunakan caching bila mungkin dan lain sebagainya.
      3. Jangan gunakan tag penutup PHP pada akhir sebuah file
      Jika Anda memperhatikan, sebagian besar file inti dari WordPress menghilangkan tag penutup PHP di setiap akhir file. Bahkan, Zend Framework secara khusus melarang hal tersebut. Hal ini tidak diperlukan oleh PHP dan dengan menghilangkan itu pada akhir file Anda memastikan bahwa tidak ada spasi yang ditambahkan.
      4. Jangan lakukan query didalam loop
      Melakukan query database dalam sebuah lopp adalah pemborosan. Ini akan memberikan beban yang tidak perlu pada sistem yang Anda buat dan tentunya akan lebih baik jika dilakukan diluar loop.
      5. Jangan gunakan * dalam sql query
      Kurangi penggunaan * dalam query SQL, apalagi jika Anda memiliki database yang punya banyak sekali kolom dalam tabel. Sebaiknya tentukan kolom mana saja yang akan Anda ambil, hal ini akan meminimalkan penggunaanresource.
      6. Jangan mudah percaya dengan apa yang di input user
      Agak kurang bijak bila seorang programmer mempercayai apa yang akan diinput oleh pengguna aplikasinya tanpa memberikan berbagai aturan. Pastikan Anda selalu melakukan filter, sanitize, escape, check dan menggunakanfallbacks untuk mendapatkan input data yang pasti.
      7. Jangan pernah merasa pintar
      Anda mungkin bisa mempercepat waktu load 0.01 detik untuk setiap halaman, karena tujuan Anda adalah menulis kode yang elegan dan itu adalah niat yang baik, Anda mungkin menggunakan berbagai macam logika untuk melakukan hal tersebut sampai orang lain dan bahkan Anda sendiri sakit kepala memikirkan hal tersebut.
      Namun sebenarnya yang sederhana untuk dilakukan adalah Anda cukup menulis nama variabel dengan benar, mendokumentasikan kode yang Anda buat, buat semua lebih singkat namun jelas. Ada baiknya juga untuk menggunakan standar berorientasi objek, dimana Anda menulis dokumentasi dengan lebih baik tanpa harus banyak inline comment.
      8. Jangan abaikan aplikasi-aplikasi bantuan
      PHP sudah digunakan untuk waktu yang cukup lama, sedangkan website sudah lebih lama dari itu. Perubahan yang Anda lakukan kemungkinan juga sudah dilakukan oleh orang lain sebelumnya. Jangan takut untuk menggunakan bantuan lain, GitHub bisa jadi teman baik Anda, Composer, Packagist juga bisa jadi teman baik Anda.
      Selain itu ada berbagai alat untuk memanipulasi warna, dari profiler hingga framework unit testing, dari API MailChimp hingga Twitter Bootstrap, semuanya tersedia dengan gratis.
      9. Jangan mengabaikan bahasa lain
      Setiap bahasa pemrograman memiliki kelebihan dan kekurangan. Apabila Anda seorang programmer PHP maka tidak ada salahnya sedikit mencoba bahasa lain seperti #C atau Java. Selain itu belajar bahasa-bahasa tersebut juga akan memperlancar Anda dalam memahami PHP, seperti memahami OOP nya.
      Tidak ada salahnya juga seorang programmer PHP untuk belajar lebih banyak tentang HTML, CSS dan Javascript, karena semuanya sekarang sudah semakin berkembang. Kemunculan manajemen paket membuat semuanya semakin berkembang jadi lebih baik, hingga kini muncul juga Coffescript, LESS, SASS, YAML yang juga sedikit banyak harus dikenal oleh programmer PHP, tentu akan sangat powerful jika beberapa teknologi tersebut digabung dengan PHP 7 dalam proses pembuatan website dan aplikasi Anda berikutnya.
      Jadi tidak ada salahnya programmer PHP juga tahu bahasa pemrograman lain.
      Jangan lupa like!

    • By h4ck3r1nd0
      PHP 7 dijadwalkan rilis tahun 2015 ini. Sudah sangat lama sejak terakhir kali kita menikmati update versi mayor, dari PHP 4 ke PHP 5, yang terjadi di tahun 2004 yang lampau. Ya, sudah lebih dari sepuluh tahun sejak keluarga 5.x dikenalkan pertama kali dan merajalela hingga sekarang. Meskipun ada banyak perubahan siginifikan seperti namespace di PHP 5.3 dan trait di PHP 5.4, tetapi versi yang dipakai masih tetap 5.x, belum menjadi PHP 6 PHP 7.
      Saat ini diskusi tentang fitur-fitur apa saja yang akan ada di PHP 7 sudah hampir rampung dirumuskan. Ada beberapa perubahan signifikan yang menarik untuk kita intip bersama-sama. Yuk mari…
      // Integers echo 1 <=> 1; // 0 echo 1 <=> 2; // -1 echo 2 <=> 1; // 1 // Floats echo 1.5 <=> 1.5; // 0 echo 1.5 <=> 2.5; // -1 echo 2.5 <=> 1.5; // 1 // Strings echo "a" <=> "a"; // 0 echo "a" <=> "b"; // -1 echo "b" <=> "a"; // 1 echo "a" <=> "aa"; // -1 echo "zz" <=> "aa"; // 1 // Arrays echo [] <=> []; // 0 echo [1, 2, 3] <=> [1, 2, 3]; // 0 echo [1, 2, 3] <=> []; // 1 echo [1, 2, 3] <=> [1, 2, 1]; // 1 echo [1, 2, 3] <=> [1, 2, 4]; // -1 // Objects $a = (object) ["a" => "b"]; $b = (object) ["a" => "b"]; echo $a <=> $b; // 0 $a = (object) ["a" => "b"]; $b = (object) ["a" => "c"]; echo $a <=> $b; // -1 $a = (object) ["a" => "c"]; $b = (object) ["a" => "b"]; echo $a <=> $b; // 1 // only values are compared $a = (object) ["a" => "b"]; $b = (object) ["b" => "b"]; echo $a <=> $b; // 0 Spaceship Operator <=>
      Spaceship operator atau disebut juga three way comparison operator adalah operator perbandingan yang memiliki 3 kemungkinan return value: 0 jika yang dibandingkan setara, -1 jika nilai sebelah kiri lebih kecil, dan 1 jika nilai sebelah kiri lebih besar.
      Scalar Type Hints
      Sejak PHP 5, kita bisa mendefinisikan tipe parameter untuk suatu fungsi seperti dibawah ini:
      <?php function coblos(User $citizen, $number) { echo $citizen->name . " mencoblos partai nomor urut " . $number; } Namun, tipe data yang bisa dipakai untuk type hint hanya object dan array. Di PHP 7 nanti, ada tambahan dukungan untuk type hint , yaitu empat tipe data primitif (scalar): int, float, string, dan bool.
      Sebagai contoh, kode di bawah ini valid untuk PHP 7, tapi tidak untuk PHP 5:
      <?php function coblos(User $citizen, int $number) { echo $citizen->name . " mencoblos partai nomor urut " . $number; } Return Type Declaration
      Selain type hint untuk argumen fungsi, PHP 7 juga sudah mendukung return type declaration dimana kita bisa mendeklarasikan tipe data dari nilai yang dikembalikan oleh fungsi tersebut.
      function helloWorld(): string { return "hello world"; } Kapan Rilis?
      PHP 7 dirilis pada bulan Oktober 2015 lalu. Jadi tunggu saja kelanjutan kisahnya.
      Kemana PHP 6?
      Nah, ngomong-ngomong soal versi, kenapa tiba-tiba muncul PHP 7 dan bukan PHP 6. Apakah para core developerPHP salah ketik? Rasanya tidak mungkin. Apakah 6 dianggap angka sial yang harus dihindari? Mustahil juga. Atau karena petinggi partai nomor 6 dianggap melanggar HAM? Ngawur. Lalu kenapa?
      Layu Sebelum Berkembang
      Alkisah beberapa tahun yang lalu, sudah ada wacana untuk mengembangkan PHP 6 dengan bebeerapa perubahan. Yang paling menonjol adalah adanya dukungan terhadap unicode dengan menggunakan encoding UTF-16. Presentasi dan publikasi sudah dilakukan di banyak tempat. Orang sudah terlanjur mengenal PHP 6 sebagai PHP yang mendukung unicode, meskipun belum secara resmi dirilis.
      Ternyata kenyataan tidak seindah harapan…
      Implementasi di level interpreter agar mendukung UTF-16 tidak mudah dilakukan. 4 tahun berselang tanpa ada perkembangan berarti, akhirnya PHP 6 menyerah pada takdir. Sampai versi 5.6 sekarang, PHP masih tidak mendukung unicode.
      Demokrasi
      Ketika kemudian versi mayor berikutnya akan dirilis, timbul pertanyaan besar, apakah akan dinamai versi 6 atau versi 7? Jika mengikuti kaidah penamaan yang normal, tentunya dari PHP 5 dilanjutkan ke PHP 6. Tetapi, karena pada prakteknya “PHP 6” pernah ada (meski tidak benar-benar dirilis secara resmi), pernah menjadi perbincangan dimana-mana, dan menjadi referensi untuk versi PHP yang mendukung UTF-16, maka akhirnya setelah melalui proses demokrasi yang jujur dan adil diputuskanlah PHP 7 sebagai nama untuk versi mayor selanjutnya.
      Kami tunggu kehadiranmu, PHP 7.
      Jangan PHP-in kami (lagi) ya
    • By comporonline
      Below are the commands to check the version of PHP and MySQL on your Linux server through shell (via SSH):
      php -v
      mysql -v
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy