Jump to content
Laurensius

Tips Agar Baterai iPhone Awet Panjang Umur

Recommended Posts

Tips Agar Baterai iPhone Awet Panjang Umur

Kehabisan baterai merupakan hal yang mengesalkan bagi semua pengguna gadget modern, tak terkecuali yang smartphone berbasis iOS macam iPhone, iPod, dan iPad. Seperti kita ketahui smartphone yang selalu terkoneksi jaringan akan sangat menguras daya baterai.

Nah, untuk perangkat besutan Apple ini, ada beberapa cara yang bisa ditempuh untuk memperpanjang umur baterai, atau paling tidak meminimalisasi penggunaan daya yang tak perlu. Tips dan trik tersebut dirangkum dalam sebuah posting blog oleh seorang mantan pegawai Apple.

agar-baterai-iphone-awet.jpg

1. Matikan Location Services dan Background App Refresh untuk aplikasi Facebook

Langkah pertama ini terdengar sangat spesifik dan menyasar satu aplikasi. Namun, memang itulah yang menjadi akar persoalan. Sebagai contoh aplikasi Facebook di iOS sering kali aktif di layar belakang dan menyita sumber daya. Begitu Location Services dan Background App Refresh Facebook dimatikan, daya tahan baterai pun meningkat.

2. Matikan Background App Refresh untuk aplikasi yang kurang penting

Background App Refresh adalah fitur iOS 7 yang berguna agar aplikasi bisa mendapat update informasi tanpa terlalu menghabiskan daya perangkat. Namun, tak semua aplikasi ini perlu senantiasa up-to-date. Dalam beberapa kasus—seperti aplikasi Facebook, mematikan Background App Refresh untuk aplikasi tertentu bisa menghemat baterai.

3. Jangan matikan aplikasi saat “multitasking”

Mematikan aplikasi yang berjalan di iOS 7 sangat mudah dilakukan. Cukup membuka tampilan multitasking dengan menekan tombol Home dua kali, lantas menyapu jendela aplikasi yang bersangkutan ke arah atas.

Banyak pengguna yang meyakini bahwa mematikan aplikasi dengan cara ini bisa menghemat baterai. Benarkah demikian? Ternyata tidak, ternyata dengan mematikan aplikasi secara rutin malah bisa berpotensi memboroskan baterai.

Saat sebuah aplikasi dimatikan, data-data program bersangkutan dihapus dari memori (RAM). Nah, ketika aplikasi itu kemudian dipanggil lagi, perangkat terpaksa “memanggil ulang” data-data yang diperlukan dan menyimpannya di dalam RAM. Ini membutuhkan pemrosesan sistem.

Ketika hal tersebut dilakukan berulang-ulang, maka akan menyita tenaga perangkat bersangkutan dan akhirnya memboroskan baterai. Lagi pula, sistem operasi iOS secara otomatis akan menutup aplikasi ketika membutuhkan ruang RAM. Jadi mematikan aplikasi secara manual untuk menghemat RAM sebenarnya tidak diperlukan.

4. Matikan Push E-mail untuk sementara waktu

Push E-mail adalah fitur yang sangat berguna untuk pengguna yang senantiasa berkorespondensi lewat medium ini. E-mail yang masuk akan diteruskan ke perangkat seketika itu juga sehingga langsung diketahui pengguna.

Namun, apabila pengguna iOS mengalami kejadian boros baterai yang tidak biasa, push e-mail bisa menjadi salah satu “tersangka”. Cobalah mengubah setting menjadi “fetch” (e-mail hanya diperbarui dalam interval waktu tertentu), misalnya setiap 15 atau 30 menit. Siapa tahu, penggunaan daya menjadi lebih hemat.

5. Matikan Push Notification yang mengganggu

Sering kebanjiran notifikasi dari game yang “meminta” untuk dimainkan kembali? Setiap kali notifikasi ini dikirim, perangkat terpaksa bangun dan menyalakan layar selama beberapa saat selagi menunggu input dari pengguna.

Mematikan Push Notification untuk beberapa aplikasi yang tak perlu hanya akan sedikit menghemat baterai, tetapi setidaknya hal ini juga bisa mengurangi gangguan yang timbul.

6. Matikan indikator persentase baterai

Yang satu ini mungkin terdengar agak konyol, bahkan kontraproduktif terhadap upaya menghemat baterai. Namun, menurut Loveless, yang terjadi justru bisa berkebalikan.

Kalau pengguna terlalu khawatir dengan baterai dan sering mengaktifkan perangkat untuk memperiksa persentase yang tersisa, maka daya baterai akan ikut terkikis.

7. Aktifkan Airplane Mode saat kesulitan sinyal

Saat perangkat tak menerima sinyal seluler yang cukup kuat, daya yang mengalir ke antena akan diperbesar agar tangkapan bisa maksimal. Ini tentu akan menguras tenaga baterai. Hal tersebut akan tetap terjadi walaupun perangkat terhubung ke jaringan WiFi karena sinyal seluler tetap diperlukan untuk panggilan telepon dan SMS.

Nah, jika berada di area dengan penerimaan sinyal buruk sampai-sampai tidak bisa digunakan menelepon, ada baiknya mengaktifkan Airplane Mode yang akan mematikan penerimaan sinyal seluler. Toh, kalaupun menyala juga percuma.

WiFi bisa kembali dinyalakan setelah mengaktifkan Airplane Mode, cukup dengan menekan tombol WiFi di Control Center. Ini bisa berguna di tempat-tempat yang tak terjangkau sinyal seluler tetapi memiliki akses WiFi, seperti dalam pesawat terbang. Koneksi data seluler juga bisa dimatikan secara terpisah dari koneksi voice dan SMS untuk dialihkan ke WiFi.

Bar indikator sinyal pada iPhone hanya berlaku untuk penerimaan sinyal non-data, bukan koneksi 3G/4G sehingga penerimaan data boleh jadi tak bisa berjalan walaupun indikator ini menunjukkan penerimaan sinyal yang cukup kuat. Kalau layanan data seluler tak mendapat cukup sinyal, terjadi searching yang akan memboroskan baterai.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...

  • Similar Content

    • By PusatInformasi
      Abu Dhabi kini memiliki penyimpanan daya baterai terbesar di dunia dengan kapasitas 108 MW / 648 MWh. Kapasitas ini lima kali lebih besar dibandingkan dengan baterai Hornsdale yang dipasang di Australia oleh Tesla satu tahun lalu.
      Ada satu perbedaan penting lainnya antara baterai di Australia dan baterai di Abu Dhabi. Unit di Australia menggunakan sel baterai lithium-ion, sedangkan baterai di Abu Dhabi menggunakan sel baterai sodium sulfur.
      Dibandingkan dengan baterai lithium-ion, baterai sodium sulfur biasanya memiliki masa pakai yang jauh lebih lama. Biasanya 15 tahun atau 4.500 siklus pengisian. Efisiensinya sekitar 85 persen. Keuntungan lainnya adalah baterai sodium sulfur tidak menggunakan lithium atau kobalt, dua elemen yang pasokannya relatif sedikit. Sebagai gantinya mereka menggunakan natrium dan belerang, keduanya berlimpah di alam dan berbiaya tidak mahal.
      Tapi sodium cair sangat reaktif dan dapat meledak jika terkena air. Harus sangat berhati-hati untuk melindungi komponen dalam baterai dari lingkungan luar. Korosi pada suhu tinggi seperti itu membutuhkan struktur sel yang kuat. Meski bahannya murah, struktur pendukung untuk sel baterai meningkatkan biaya produksi.
      Seluruh sel baterai ditutupi oleh baja serta dilapisi lagi dengan kromium dan molibdenum sehingga menghindari korosi di bagian dalam. Wadah luar ini berfungsi sebagai elektroda positif, sedangkan sodium cair berfungsi sebagai elektroda negatif. Wadah disegel di bagaian atas dengan tutup alumunium okdisa kedap udara.
    • By teknotekno
      Apple dilaporkan tengah mengurangi perekrutan karyawan baru untuk beberapa divisi produk. Hal tersebut kabarnya karena penurunan pendapatan Apple hingga 7 persen. Pada Q1 di 2019, perusahaan yang bermarkas di Cupertino tersebut mendapatkan USD84 miliar, angka ini turun dari USD89-93 miliar dari pendapatan sebelumnya.
      Meskipun demikian CEO Apple, Tim Cook masih belum yakin apakan pembekuan perekrutan tersebut menjadi tindakan yang tepat. Menurut Bloomberg, Cook telah membuat pengungkapan kepada karyawannya awal bulan ini.
      Misalnya, perusahaan tidak akan menyaksikan pembekuan perekrutan, namun beberapa divisi akan mengalami pengurangan perekrutan. Cook belum menentukan divisi mana yang akan mengurangi perekrutan, tetapi ia menyatakan bahwa tim AI Apple akan terus menambah karyawan baru.
      Dia juga mengatakan bahwa tingkat perekrutan Apple tidak menentukan pentingnya divisi itu, tetapi perusahaan belum mengomentari kapan akan mempekerjakan karyawan. Untuk informasi, penjualan iPhone XR, XS, dan XS Max dikabarkan melambat karena adanya ketegangan antara Amerika dan China. Beberapa perusahaan di China telah memerintahkan karyawannya untuk tidak menggunakan iPhone.
    • By teknotekno
      Apple kehilangan statusnya sebagai perusahaan triliun dollar setelah Wall Street melihat bahwa pembuat iPhone itu mengalami kehilangan USD190 miliar atau lebih dari Rp2.818 triliun.
      Apple masih menjadi perusahaan publik yang berharga di dunia, dengan kapitalisasi pasar USD921,41 miliar. Saham Apple dikabarkan turun lebih dari 5 persen karena kekhawatiran iPhone baru Apple mungkin tidak mendapatkan dorongan produksi.
      Lumentum, salah satu pemasok Apple yang menggunakan teknologi augmented reality dan facial recognition mengatakan bahwa mereka menerima permintaan dari salah satu pemasok terbesarnya untuk mengurangi pengirimannya.
      Ini mendorong kekhawatiran bahwa iPhone terbaru mungkin tidak mencukupi selama masa liburan seperti yang diharapkan para investor. Meskipun Lumentum tidak menyebut nama Apple, namun perusahaan pembuat iPhone ini masuk dalam daftar pelanggan terbesarnya.
      "Siklus produk iPhone terbaru telah kehilangan tenaga dengan Street sekarang kurang percaya diri dalam cerita pertumbuhan Apple di 2019," kata Daniel Ives, Managing Director of Equity Research di Wedbush Securities.
      "Cook dan perusahaan perlu untuk mendapatkan kembali mojo mereka dengan layanan dan pertumbuhan iPhone di depan dan tengah," katanya.
      Selama lima pekan terakhir, Apple telah kehilangan nilai USD190 miliar. Selama laporan pendapatan kuartal keempat Apple awal bulan ini, Cook mengatakan Apple tidak akan lagi melaporkan jumlah unit yang telah terjual dari produk apa pun dalam laporan pendapatan di masa depan.
    • By Males
      Pabrikan ponsel Android seperti Samsung dan Huawei bersiap merilis perangkat 5G pada 2019,  seiring dengan mulai digelarnya jaringan seluler generasi kelima itu di sejumlah wilayah dunia.
      Bagaimana dengan Apple? Pembuat iPhone ini belakangan disebut baru akan meluncurkan ponsel dengan konektivitas 5G pada 2020. 
      Konon, perusahaan yang berbasis di Cupertino, Amerika Serikat ini baru akan belakangan melepas iPhone 5G lantaran ingin menunggu jaringan 5G agar matang terlebih dahulu.
      Sebelum-sebelumnya, Apple memang dikenal cenderung telat mengadopsi teknologi seluler terkini. 
      iPhone 3G misalnya, baru hadir pada 2008, sementara jaringan 3G telah mulai digelar pada 2007. Kemudian, Apple baru menerapkan 4G LTE pada iPhone 5 di 2012, atau dua tahun setelah smartphone 4G lain mulai bermunculan. 
      Apple sedang terlibat konflik dengan Qualcomm, salah satu pengembang 5G dan penyedia chip modem yang diperlukan untuk tersambung ke jaringan 5G. 
      Sengketa dengan Qualcomm mengakibatkan Apple beralih ke chip modem Intel untuk sebagian iPhone. Namun, chip modem 5G Intel kabarnya baru akan siap pada 2020.
      Apabila nanti berdamai, mungkin Apple akan bisa memakai modem Qualcomm untuk lebih cepat menghadirkan 5G di produk-produknya.
      Ada juga spekulasi bahwa Apple sedang coba-coba mengembangkan chip modem sendiri supaya tak tergantung dengan pihak lain.
       
    • By BincangEdukasi
      Apple kabarnya tengah mempertimbangkan untuk memperkenalkan dukungan dual sim pada iPhone X Plus 'D33' dan generasi kedua iPhone X yang memiliki kode nama 'D32'. Layanan SIM ganda ini akan memudahkan pengguna untuk mengganti layanan dari operator, misalnya saat bepergian.
      Namun, dia menyebut Apple belum membuat keputusan akhir untuk memasukkan fitur tersebut. Apple mungkin akan lebih memilih untuk menggunakan teknologi E-SIM meski saat ini beberapa ponsel masih menahan teknologi tersebut.
      "Apple ingin menawarkan teknologi E-SIM, namun beberapa operator menahan gagasan tersebut dan Apple membutuhkan dukungan mereka. Kemampuan dual-SIM akan memberikan kompromi," kata Mark Gurman
      Sebelumnya, Apple dilaporkan akan meluncurkan tiga seri iPhone baru pada akhir 2018. Perusahaan yang berbasis di Cupertino itu bahkan disebut akan memperkenalkan iPhone X SE yang merupakan versi lebih terjangkau dari iPhone X tahun lalu.
      Leaker Apple, Mark Gurman, mengatakan bahwa Apple akan menjual iPhone X SE yang membawa layar tanpa bezel dengan bentang 6,1 inci. Ponsel ini juga akan membawa Face ID dan chipset A12.
      Ponsel yang disebut "model untuk semua orang" ini bakal memiliki harga lebih murah karena membawa layar LCD dan bingkai dari aluminium. Sementara, versi mahalnya membawa layar OLED dan bingkai dari stainless steel.
      iPhone X SE ditaksir bakal dibanderol seharga Rp9,5 jutaan. Harga tersebut senilai dengan iPhone 8, sementara versi iPhone X dihargai sekitar Rp17 jutaan pada awal perilisan di September 2017.
      Gurman mengatakan bahwa iPhone X SE akan menghidupkan kembali penjualan iPhone X yang rupanya tak setinggi ekspektasi para analis pada kuartal lalu. 
      Selain iPhone X SE, Apple juga dirumorkan bakal meluncurkan iPhone X Plus. Ponsel yang memiliki kode D33 ini disebut analis KGI Securities, Mi-Chi Kuo akan mengusung layar 6,5 inci yang sekaligus akan membuatnya sebagai iPhone terbesar sepanjang sejarah.
      iPhone X Plus akan mengambil tempat pendahulunya sebagai ponsel andalan iPhone dengan membawa OLED, stainless steel, dual kamera dan lain sebagainya. iPhone ini juga membawa baterai yang lebih jumbo.
      Gurman mengatakan Apple akan meningkatkan resolusi layar iPhone X Plus menjadi 2688 x 1242 piksel, yang menjadikannya iPhone dengan resolusi layar tertinggi.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy