Jump to content
  • Kemerdekaan indonesia 74
  • Kemerdekaan indonesia 74
  • Kemerdekaan indonesia 74
Laurensius

Cara Charge Baterai Smartphone Yang Benar

Recommended Posts

Sekarang ini, smartphone bisa digunakan untuk membantu mengerjakan banyak hal, mulai dari mengecek e-mail, membaca berita, memotret, hingga aktivitas dengan berbagai media sosial dan pesan instan. Sayangnya, dengan banyak fungsi tersebut, otomatis konsumsi daya baterai pun menjadi boros.

Dengan penggunaan akses data internet yang terus menerus, rata-rata smartphone saat ini memiliki waktu pakai 4-5 jam. Tentunya waktu tersebut tidak cukup untuk menemani aktivitas penggunanya seharian, dan memaksa Anda untuk mencharge baterai smartphone Anda.

 

cara-charge-smartphone.jpg

Berikut beberapa tips meng-charge smartphone (Android, iPhone, Blackberry, Windows Phone) yang baik dan benar agar baterai bisa berumur panjang.

1. Jangan dibiarkan baterai habis total

Banyak yang mengatakan agar baterai smartphone sebaiknya dibiarkan habis terlebih dahulu sebelum di-charge kembali. Hal itu memang benar, tetapi itu hanya untuk baterai dengan bahan nikel, yang saat ini sudah mulai ditinggalkan, sehingga saran di atas sudah tidak relevan.

Smartphone-smartphone modern saat ini sudah menggunakan baterai berbahan litium-ion, yang cara perawatannya pun juga berbeda dari baterai bahan nikel. Baterai smartphone sebaiknya dijaga agar daya yang disimpan di dalamnya tetap di atas 50 persen atau minimal 20 persen.

Meski begitu, sesekali daya baterai juga perlu “dikuras” hingga habis, misalnya sekali dalam sebulan untuk keperluan kalibrasi.

2. Jangan “di-charge” semalaman (terlalu lama)

Kebiasaan membiarkan baterai terhubung dengan charger semalaman sambil ditinggal tidur juga ternyata tidak baik. Walau beberapa charger bisa memutus arus listrik jika daya sudah terisi 100 persen, membiarkan baterai selalu berada dalam kondisi 100 persen terisi juga tidak baik.

Untuk baterai jenis Lithium-ion, mengisi baterai sebentar saja hingga terisi penuh secara berkali-kali malah lebih baik untuk kesehatan baterai dibanding dibiarkan dalam kondisi nol persen atau 100 persen secara terus-menerus.

Baterai litium juga rawan jika dibiarkan sering kehabisan daya sebab baterai tersebut juga memiliki komponen yang bisa digunakan untuk merusak baterai sendiri untuk mencegah agar baterai tidak meledak. Walau tidak terjadi tiap hari, pengguna wajib waspada.

3. Hindari tempat yang panas

Hindarkan smartphone dari tempat-tempat yang panas, misalnya di dashboard mobil di bawah kaca depan mobil, walau smartphone dalam keadaan mati sekali pun. Sebab, panas yang terpapar bisa merusak baterai.

Baterai litium idealnya disimpan dalam suhu 15 derajat celsius. Suhu ekstrem yang bisa ditangani adalah antara minus 40 hingga 50 derajat celsius.

4. Charge langsung ke soket listrik

Menghubungkan baterai dengan charger melalui soket listrik adalah cara yang paling direkomendasikan. Walau saat ini diperkenalkan metode pengisian ulang baterai secara nirkabel, metode tersebut juga menghasilkan panas yang tidak baik untuk baterai.

Metode menghubungkan charger dengan soket listrik juga lebih cepat dan aman jika dibanding menghubungkan smartphone dengan USB komputer atau laptop menggunakan kabel data/charger.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...

  • Similar Content

    • By PusatInformasi
      Abu Dhabi kini memiliki penyimpanan daya baterai terbesar di dunia dengan kapasitas 108 MW / 648 MWh. Kapasitas ini lima kali lebih besar dibandingkan dengan baterai Hornsdale yang dipasang di Australia oleh Tesla satu tahun lalu.
      Ada satu perbedaan penting lainnya antara baterai di Australia dan baterai di Abu Dhabi. Unit di Australia menggunakan sel baterai lithium-ion, sedangkan baterai di Abu Dhabi menggunakan sel baterai sodium sulfur.
      Dibandingkan dengan baterai lithium-ion, baterai sodium sulfur biasanya memiliki masa pakai yang jauh lebih lama. Biasanya 15 tahun atau 4.500 siklus pengisian. Efisiensinya sekitar 85 persen. Keuntungan lainnya adalah baterai sodium sulfur tidak menggunakan lithium atau kobalt, dua elemen yang pasokannya relatif sedikit. Sebagai gantinya mereka menggunakan natrium dan belerang, keduanya berlimpah di alam dan berbiaya tidak mahal.
      Tapi sodium cair sangat reaktif dan dapat meledak jika terkena air. Harus sangat berhati-hati untuk melindungi komponen dalam baterai dari lingkungan luar. Korosi pada suhu tinggi seperti itu membutuhkan struktur sel yang kuat. Meski bahannya murah, struktur pendukung untuk sel baterai meningkatkan biaya produksi.
      Seluruh sel baterai ditutupi oleh baja serta dilapisi lagi dengan kromium dan molibdenum sehingga menghindari korosi di bagian dalam. Wadah luar ini berfungsi sebagai elektroda positif, sedangkan sodium cair berfungsi sebagai elektroda negatif. Wadah disegel di bagaian atas dengan tutup alumunium okdisa kedap udara.
    • By Tania
      Produsen ponsel pintar seperti Apple, Samsung, dan LG berencana untuk membuat ponsel agar bisa menggantikan fungsi kunci mobil. Kunci ini tak hanya bisa digunakan untuk membuka kunci mobil, tapi juga bisa digunakan untuk menyalakan mesin, dan membagikan akses kunci mobil kepada perangkat pintar lainnya.
      Inisiatif ini diumumkan oleh konsorsium teknologi dimana tiga perusahaan tadi menjadi anggota. Konsorsium Car Connectivity Consortium (CCC) itu akan merilis spesifikasi kunci digital versi 1.0 pada 2019.
      Meski demikian, teknologi kunci digital ini diklaim aman. CCC menyebut akan memastikan tingkat keamanan tertinggi pada teknologi Near Field Communication (NFC) yang digunakan.
      Elemen pengaman ini menggunakan cip fisik yang biasa digunakan pada alat pembayaran digital berbasis gelombang NFC. Konsorsium ini tengah mengembangkan kunci digital versi 2.0 yang bisa dibangun dengan cara lebih sederhana dan lebih murah.
      Saat ini teknologi NFC jamak digunakan untuk pembayaran. Pembayaran bisa digunakan tanpa menyentuhkan dua perangkat, tapi cukup melayangkan perangkat beberapa sentimeter dari alat pembaca.
      Nantinya, kunci digital ini akan tersedia di mobil-mobil BMW, Honda, dan Toyota yang juga tergabung dalam konsorsium CCC. Sementara itu, pemanufaktur mobil lain seperti Volvo juga sudah memperkenalkan layanan kunci digital.
      Kunci digital Volvo ini diaktifkan dengan aplikasi khusus untuk membuka dan mengunci mobil, menyalakan mesin. Tapi aplikasi itu belum bisa digunakan untuk mengendarai mobil. Tesla juga sudah menggunakan teknologi serupa untuk mobil listrik mereka.

      Konsorsiun CCC terdiri lebih dari 70 anggota. Anggota ini menguasai lebih dari 70 persen pangsa pasar otomotif dunia dan menguasai lebih dari 60 persen pangsa pasar smartphone dunia.
    • Guest news
      By Guest news
      Para pakar memperingatkan, menghabiskan waktu terlalu banyak di ponsel dan dunia maya akan mengikis kehidupan keluarga dan kehidupan sosial yang nyata. Apple menanggapi peringatan itu dengan memperkenalkan fitur terbaru iPhone yang bisa membantu para pengguna mendapatkan kembali kehidupan mereka.
       
    • By thepowerofwindows
      ZTE menjadi perusahaan pertama yang merilis smartphone Android Go murah di pasar Amerika Serikat, dan harganya hanya US$ 80 (sekitar Rp 1 juta).
      Smartphone ZTE Tempo Go memiliki layar 5 inci dengan resolusi 480 x 854 piksel, bezelnya masih cukup tebal, hanya memiliki RAM sebesar 1 GB, dan penyimpanan 8 GB.
      Lewat situs resminya, dijelaskan bahwa smartphone ini tidak mendukung dua kartu SIM atau jaringan 4G. Sementara, kapasitas kartu memorinya hanya dapat mendukung sampai 32 GB.
      Kamera belakangnya bahkan cuma memiliki resolusi 5MP yang sudah dilengkapi LED Flash, sementara kamera di depan memilki resolusi 2MP.
      Untuk dapur pacunya didukung Snapdragon 210, dan berjalan di atas sistem Android 8.0 Oreo. Baterainya sendiri berkapasitas 2200 mAh.
      Memang, Android Go lebih ditargetkan untuk negara-negara yang tidak memiliki ekonomi kuat, dan tidak bisa membeli smartphone Rp 2 jutaan.
      Pada smartphone ini banyak aplikasi beredisi Go yang sistemnya lebih sederhana karena Google memangkas fitur-fitur di aplikasi yang tak dianggap berguna di pasar Android Go.
      Pemakaian data juga akan lebih hemat lewat Android Go, misalnya lewat YouTube Go akan diberikan keterangan data untuk mengunggah video sehingga pengguna bisa memilih video yang tidak memakan banyak data.
      Dengan fitur itu diharapkan pengguna Android Go dari pasar ekonomi rendah dapat terbantu apabila di daerah mereka harga data masih mahal.
      Ada Enam Tipe
      Google menyiapkan enam jenis Android Go yaitu Alcatel 1X, Nokia 1, Gm8 Go, Huawei, Lava Z50, Micromax Bharat Go, dan ZTE Tempo Go.
      Peluncuran Android Go pertama kali diumumkan Google pada ajang Mobile World Congress (MWC) 2018 di Barcelona, Spanyol.
      Android Go termasuk dalam program Android Oreo, sehingga secara resmi namanya Android Oreo (Go Edition).
      Nokia 1 Sudah Rilis

      Nokia 1 yang merupakan Android Go sudah lebih dulu hadir dengan MediaTek MT6737M dan RAM 1GB. Memiliki layar berukuran 4,5 inci, smartphone ini memiliki memori internal 8GB yang dapat diperbesar dengan kartu microSD hingga 128GB.
      Urusan fotografi diserahkan pada kamera utama 5 megapiksel yang sudah didukung LED Flash. Sementara untuk keperluan selfie, Nokia 1 ditopang oleh kamera depan beresolusi 2 megapiksel.
      Smartphone ini juga sudah mendukung Bluetooth v4.2, GPS/A-GPS, FM Radio, Micro-USB, dan jack audio 3,5mm. Dengan baterai berkapasitas 2.150mAh, smartphone ini disebut mampu bertahan hingga 15 hari dalam keadaan standby.
      Lewat smartphone ini, HMD Global kembali menawarkan unsur nostalgia bagi pengguna ponsel Nokia lawas. Sebab, cover Nokia 1 dapat dibongkar pasang sesuai keingingan pengguna atau lebih dikenal dengan nama Xpress-on cover.
      Sekadar informasi, Xpress-on cover sempat menjadi ciri khas ponsel Nokia pada masa keemasannya. Diperkenalkan di Nokia 5110 pada 1998, pengguna dapat dengan mudah mengganti cover ponsel miliknya sesuai keinginan.
    • Guest News
      By Guest News
      Peneliti di Universitas Washington, AS meluncurkan prototipe telepon seluler tanpa baterai memakai teknologi yang bisa diintegrasikan ke produk ponsel yang ada di pasaran. Kelompok peneliti ini memanfaatkan tenaga dari gelombang elektromagnetik yang ada di sekitar kita.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy