Jump to content
  • Kemerdekaan indonesia 74
  • Kemerdekaan indonesia 74
  • Kemerdekaan indonesia 74
Sign in to follow this  
Guest News

Bengkel Kerja Harvard Business School Buat Startup

Recommended Posts

Guest News

Memulai perusahaan rintisan tidak mudah. Mulai dari mencari investor, mengembangkan tim hingga memulai produksi. Namun lulusan Harvard Business School mendapat kemudahan dalam bentuk sebuah studio kerja bersama, khusus perusahaan rintisan di kota New York.

 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By ega
      Melihat maraknya startup yang tumbuh dan berkembang di dunia digital memancing para Startup Enthusiast untuk membangun startup milik mereka. Setiap Founder pasti pernah merasakan jatuh saat membangun startup. Sebut saja Nadiem Makarim, Founder GOJEK yang dulu pernah 3 kali gagal sebelum GOJEK dikenal seperti sekarang ini. Sebagai seorang Founder ia pun mengaku pernah merasakan keliling untuk pitching ke para calon Investor pada masa awal GOJEK didirikan.
      Namun, apakah semua Founder dapat memiliki kesempatan yang sama di depan para calon Investor? Jika tidak, apa saja yang menyebabkan mereka gagal menarik perhatian para calon Investor?
      Menurut Raditya Pramana, Partner di Venturra Discovery ada 5 kesalahan umum yang sering dilakukan saat melakukan pitching ke Calon Investor.
      01. Fokus di fundamental
      Di depan calon Investor, kamu harus siap untuk menjelaskan apa yang sudah dicapai, apa yang sedang dilakukan, dan apa target bisnis kalian kedepannya karena performance dari bisnis tersebut yang nantinya akan dilihat oleh para calon Investor.
      02. Hindari Over-Promising ke Investor
      Banyak yang memberikan janji hasil yang muluk untuk Investor. Sedangkan yang dilihat calon Investor bukan itu. Seimbangkan target bisnis yang terjangkau, sehinggal believable untuk calon Investor.
      03. Datang dengan mindset: Kalian ingin mencari Partner
      Datanglah bukan dengan mindset seperti ingin mencari kerja, tapi lebih untuk menjadi Partner. Diskusikan layaknya kamu berdiskusi dengan partner.
      04. Ketahui yang Investor inginkan
      Sebelum para calon Investor menyampaikan apa yang mereka inginkan, kamu harus lebih dulu mengetahui apa yang mereka inginkan. Hal ini dapat diketahui dengan research perusahaan itu terlebih dahulu.
      05. Hindari Buzz Words
      Gunakanlah bahasa yang mudah dimengerti oleh orang awam. Daripada menggunakan kata AI, Machine Learning, dan lainnya, lebih baik gunakan kalimat yang menjelaskan kata-kata tersebut.
    • By worldwidemarket
      Mark Zuckerberg mengawali facebook dari kamar asmara Harvard dan kini memiliki produk mata uang digital Libra yang penuh kontroversi.
      16 tahun lamanya Facebook berkembang sebagai jaringan media sosial dan kini penggunanya sudah mencapai lebih dari 2 miliar. Sang pendiri Mark Zuckerberg justru mengawalinya dari kamar asmara Harvard dan kini memiliki produk mata uang digital Libra yang penuh kontroversi.
      Bernama lengkap Mark Elliot Zuckerberg adalah orang yang mendirikan situs jejaring sosial Facebook, pada 2004 bersama teman sekelasnya. Website pertama yang dibuat oleh Mark adalah Facemash, kemudian pada Februari 2004, ia kembali membuat terobosan baru dengan nama Facebook (www.thefacebook.com).
      Website tersebut luncurkan Mark dari kamar asrama bersama teman sekelasnya Dustin Moskovitz, Eduardo Saverin dan Chris Hughes. Facebook merupakan penyempurnaan dari Facemash dan berfungsi sebagai situs sosial yang memudahkan penggunanya untuk berhubungan dengan teman dan pengguna facebook lainya.
      Awal mula ia membuat Facebook adalah dengan membuat buku direktori mahasiswa online karena Universitasnya tak membagikan face book (buku mahasiswa yang memuat foto dan identitas mahasiswa di universitas itu) pada mahasiswa baru sebagai ajang pertemanan di antara mereka.
      Dengan modal yang ditanamkan berjumlah USD12,7 juta. Ini adalah investasi kedua yang masuk ke Facebook setelah sebelumnya (Juni 2004). dengan tambahan modal itu jelas memudahkan Mark dan kawan-kawannya mengembangkan Facebook dan mengganti domain-nya dari www.thefacebook.com menjadi www.facebook.com. Setelah itu jangkauan keanggotaan facebook diperluas menjadi internasional.
      Melesatnya bisnis Facebook membuat Zuckerberg pada tahun mendapatkan harta kekayaan yang luar biasa. Majalah Forbes menyebutkan kekayaan Zuckerberg sendiri mencapai USD1,5 miliar atau sekitar Rp13,5 triliun. Jumlah yang luar biasa besar saat itu, maka wajar jika majalah Forbes menobatkan Mark Zuckerberg sebagai The Youngest `Self-made’ Billionaire on the Planet.
      Setelah sekian tahun muncul, Facebook pun berinovasi dengan mengumumkan Libra sebagai mata uang digital miliknya dan membuat mata uang kripto kian populer di dunia. Namun, hal itu ditentang sejumlah negara termasuk Indonesia.
      Facebook pun sangat ambisius untuk meluncurkan mata uang ini. Pekan lalu, Facebook juga telah mengenalkan Libra ke publik. Pada semester pertama 2020 dan ditargetkan seluruh sistem mata uang digital ini bisa berjalan secara global.
      Dijelaskan Zuckerberg, Libra adalah mata uang global dan infrastruktur keuangan. Dengan kata lain, itu adalah aset digital yang dibangun oleh Facebook dan didukung oleh versi baru dari blockchain Facebook, teknologi terenkripsi yang digunakan oleh bitcoin dan mata uang kripto lainnya.
      Uang Libra ini juga disinyalir bakal banyak digunakan oleh orang-orang yang berada di negara maju. Dan nantinya mata uang Libra Coin ini bakal digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, seperti bayar tagihan. Libra akan diluncurkan secara penuh selambat-lambatnya pada 2020.
    • By BincangEdukasi
      Branding pada dasarnya adalah sebuah usaha yang masuk dalam strategi marketing. Banyak sumber yang menyebutkan bahwa brand adalah nama, logo, simbol dan hal lainnya yang bisa mengidentifikasikan sebuah bisnis. Branding tidak hanya penting untuk bisnis konvensional, tetapi juga startup, yang notabene merupakan perusahaan rintisan pun perlu merancang strategi branding mereka. Tujuannya untuk lebih cepat mengenalkan perusahaan, baik untuk layanan yang diberikan atau sebagai sebuah bisnis yang layak dikenal.
      Startup punya banyak tugas penting di awal perjalanannya. Mencari pengguna potensial, memberikan produk berkualitas, dan mencoba memahami kondisi pasar adalah beberapa hal penting yang jangan terlewatkan. Salah satu tindakan pelengkap untuk mendongkrak pertumbuhan bisnis startup perlu strategi marketing, mulai dari memanfaatkan media sosial untuk promosi hingga membangun branding dari sejak awal. Seperti memilih nama domain, logo, warna dan identitas lainnya yang bisa “nempel” di pikiran masyarakat.
      Logo dan website mungkin jadi sesuatu yang fundamental dalam usaha membangun brand, tetapi lebih dari itu mempresiapkan kapan, bagaimana, hingga ke siapa Anda memasarkan produk Anda adalah bagian tak tergantikan dari strategi membangun brand. Semuanya harus diperhitungkan dan disusun sejak awal untuk mengirimkan pesan ke orang yang tepat di waktu yang tepat. Semua itu kemudian dilengkapi sesuatu yang terlihat mudah tapi butuh perjuangan, yakni konsistensi.
      Membangun brand penting bagi startup
      Tujuan branding adalah untuk membuat menyampaikan pesan ke masyarakat dan pengguna baik melalui materi pemasaran atau melalui logo dan nama yang dipilih. Di sisi lain startup butuh kesemaptan untuk dikenal, dan dilihat oleh banyak orang untuk membuka kesempatan lebih banyak dikenal oleh masyarakat. Membangun brand bagi startup sama halnya berinvestasi untuk meningkatkan “keterlihatan”, dan menempatkan posisi di masyarakat sebagai sesuatu yang diingat. Di samping itu brand juga jadi jalan yang tepat untuk menyampaikan value ke masyarakat.
      “Brand Anda adalah apa yang orang lain katakan tentang Anda saat Anda tidak berada di dalam ruangan.”
      Demikian kutipan populer Founder Amazon Jeff Bezos yang pernah ia sampaikan pada acara TEDGlobal 2012. Sebuah gambaran sederhana tentang brand yang bisa diaplikasikan untuk personal maupun brand sebuah produk atau bisnis.
      Apa yang perlu dipersiapkan
      Branding bisa disebut juga upaya untuk menyampaikan pesan dan mengenalkan sebuah produk atau bisnis. Sebelum jauh merencanakan strategi branding ada beberapa hal yang harus disiapkan, seperti menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut :
      Apa misi perusahaan Anda? Apa manfaat dan fitur yang ada di produk atau layanan Anda? Apa yang pengguna dan pengguna potensial pikirkan tentang perusahaan Anda? Kualitas apa yang Anda ingin mereka (pengguna) kaitkan tentang perusahaan Anda? Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di atas akan menuntuk Anda membuat nilai-nilai yang ingin Anda berikan melalui branding. Untuk memulai branding ada beberapa hal yang perlu disiapkan, seperti:
      Nama perusahaan. Nama perusahaan di era digital berikaitan erat dengan pemilihan nama domain. Nama harus menjadi sebuah penanda yang menggambarkan seperti apa perusahaan Anda, atau paling tidak bisa menggambarkan di bidang apa perusahaan Anda beroperasi. Pemilihan nama selain memperhatikan arti juga sangat memperhatikan penggunaan nama yang sama oleh perusahaan sejenis atau bahkan diasosiasikan dengan sesuatu yang tidak sesuai dengan maksud dan gambaran perusahaan Anda.
      Logo. Logo ada penggambaran visual dari maksud dan makna perusahaan. Buatlah logo yang bisa ditempatkan di mana saja. Logo yang bisa ditempatkan di mana saja akan sangat berguna untuk berbagai macam strategi marketing.
      Pesan yang ingin disampaikan. Siapkan pesan-pesan yang ingin dikomunikasikan dengan para pelanggan. Ini termasuk juga jawaban dari pertanyaan yang telah disusun sebelumnya.
      Desain dan tagline. Siapkan kalimat tagline yang mudah diingat dan mewakili produk atau bisnis Anda. Hal yang sama juga berlaku untuk desain, gunakan warna, peletakan logo dan sesuatu yang sesuai dan mewakili.
      Konsisten. Kunci dari branding dan segala strategi yang dirancang adalah konsistensi. Mulai dari konsistem mengkomunikasikan nilai-nilai hingga konsisten menggunakan warna, pola dan tagline.
    • Guest News
      By Guest News
      Bayangkan mendapat kiriman barang elektronik berkali-kali dan tak dimintai bayaran. Itulah yang dialami sejumlah warga AS yang menjadi korban modus penipuan online baru. Meski korban tidak dibobol kartu kreditnya, data pribadi mereka digunakan untuk menulis ulasan palsu bagi produsen tidak jelas.
       
    • Guest News
      By Guest News
      Pameran dagang ponsel terbesar di dunia, Mobile World Congress, berlangsung di Barcelona, Spanyol pada akhir Februari. Hampir semua produsen ponsel dunia, kecuali Apple, memanfaatkan ajang ini untuk memperkenalkan produk terbaru mereka.
       
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy