Jump to content
keenion

Hacker Berusia 5 tahun Temukan Celah Keamanan Microsoft Xbox Live

Recommended Posts

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...

  • Similar Content

    • By c0d1ng
      Sebelumnya, hacker mengklaim telah membocorkan informasi 2,3 juta penduduk Indonesia dan pemilihan umum yang diperoleh dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).
      Informasi ini disebar oleh akun Twitter @underthebreach yang sebelumnya juga menginformasikan penjualan jutaan data pengguna Tokopedia.
      Detail Data Penduduk yang Bocor

      Terkait jutaan data penduduk yang bocor, hacker mengklaim data itu memuat nama, tempat dan tanggal lahir, alamat, nomor identitas (NIK, NKK), dan lainnya.
      "Data ini sangat berguna bagi mereka yang memerlukan identitas untuk mendaftarkan banyak nomor ponsel baru di Indonesia," tutur si peretas lebih lanjut.
      Dia juga mengatakan data tersebut tersimpan di dalam format .pdf yang didapat dari situs web Komisi Pemilihan Umum.
      Judul salah satu sampel halaman itu berbunyi:
      "Daftar Pemilih Tetap Pemilihan Umum DPR, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota Tahun 2014."
    • By tama93
      Zoom saat ini tidak dimungkiri tengah menjadi sorotan publik karena sejumlah laporan mengenai masalah keamanan di platform-nya. Setelah marak Zoombombing, persoalan keamanan terbaru yang diduga ada di Zoom sempat dikeluhkan warganet Indonesia.
      Berdasarkan penelusuran, keluhan ini dilayangkan oleh akun Twitter @akungangeninn. Akun tersebut sempat mengunggah kembali kisah akun lain yang mengaku iPhone miliknya sempat diakses pihak lain usai menggunakan Zoom.
      Jadi, akun tersebut menceritakan setelah dia menggunakan Zoom dan membuka Instagram, tiba-tiba dia kehilangan kontrol terhadap perangkatnya. Awalnya, dia merasa hal itu wajar sebab tidak jarang iPhone miliknya mengalami lag.
      Namun setelah hal itu terjadi, tiba-tiba iPhone miliknya merespons Instagram Stories yang sedang dilihat dengan mengetik kata-kata lewat kolom Reply unggahan tersebut.
      Pemilik akun yang kaget itu segera menutup aplikasi Instagram, tapi pihak lain yang disebut mengakses perangkatnya langsung berupaya membuka aplikasi m-banking. Dia pun mengaku sempat kesulitan untuk mematikan perangkat tersebut.
      Akhirnya, tindakan yang dia lakukan untuk menghentikannya adalah melepas kartu SIM, sehingga akses internet perangkat itu mati. Sebab, dia bercerita juga kesulitan mematikan akses internet di iPhone-nya tersebut.
      Melihat kisah yang sempat mencuat di Twitter itu, gue pun mencoba menghubungi pakar keamanan siber Alfons Tanuwijaya untuk mengetahui apa yang sebenarnya sedang terjadi.
      Menurut Alfons, kisah yang sempat diunggah itu sebenarnya kurang logis. Alasannya, meskipun Zoom memang memungkinkan ada akses remote atau jarak jauh itu hanya dapat dilakukan, apabila penggunanya memberi izin.
      "Akses remote (di Zoom) memungkinkan, tapi itu kan pengguna yang memberikan izin akses," tuturnya saat dihubungi, Selasa (21/4/2020).
      Karenanya, menurut Alfons, kalau mungkin hal itu yang terjadi, kesalahan ada di pemberi izin.
      Ada Malware yang Menyusup

       
      Untuk itu, Alfons mengatakan skenario yang mungkin saja terjadi adalah perangkat itu telah disusupi malware atau trojan. Dengan kondisi itu, pihak lain dapat merekam aktivitas perangkat termasuk mengetahui apa yang diketik, seperti PIN m-banking.
      "Ada kemungkinan, perangkatnya kena keylogger atau trojan. Apalagi kalau sampai mau akses mobile banking, sebab m-banking itu pengamanannya berlapis, mulai password hingga PIN," ujarnya menjelaskan. Sementara hal paling maksimal yang dapat dilakukan Zoom adalah akses remote, tapi dengan izin pengguna lebih dulu. 
      Di samping itu, dia juga mengatakan peristiwa itu terjadi usai menggunakan Zoom. Padahal, Alfons mengatakan, setelah aplikasi selesai digunakan berarti tidak ada lagi aktivitas.
      Berbekal alasan itu, Alfons menduga bahwa aktivitas itu disebabkan oleh malware yang disusupkan. Dalam hal ini, dia menuturkan sumber malware ini sebenarnya bisa berasal dari banyak aplikasi, bukan hanya Zoom.
      "Jadi, ada kemungkinan malware ini disusupkan dalam tautan yang dikirimkan via WhatsApp, Facebook Messenger atau memasang aplikasi tertentu, sehingga ini bukan sepenuhnya salah Zoom," ujar Alfons lebih lanjut.
      Zoom Sudah Aman

      Alfons juga mengatakan Zoom sendiri sebenarnya sudah membenahi celah-celah keamanan yang ada di platform-nya. Oleh sebab itu, dia mengatakan platform Zoom saat ini sudah sangat aman.
      "Mungkin satu-satunya yang belum ada end-to-end encryption, tapi memang belum ada layanan video conference yang memilikinya, kecuali Apple," ucapnya menjelaskan. 
      Di samping itu, dia juga mengatakan, upaya untuk membobol sistem iOS secara teknis sulit untuk dilakukan, meski saat ini malware yang menyasar sistem operasi itu terus meningkat.
    • By BisaJadi
      Setelah sempat "tak sengaja" membocorkan tampilan Start Menu terbarunya pada akhir 2019 lalu, kali ini Microsoft mulai percaya diri memamerkan rancangan Start Menu baru di Windows 10 lewat sebuah klip animasi yang diunggah di Twitter.
      Namun, tampilan Start Menu itu tampak berbeda dengan bocoran yang sempat beredar beberapa waktu lalu.
      Microft tidak menghilangkan gaya "Live Tiles" berupa deretan ikon aplikasi berbentuk persegi, tapi mengubah desainnya sehingga tampak lebih rapi dan bisa menampilkan teks pendek, misalnya untuk preview e-mail.
      "Dibuat oleh tim desain @Windows, klip animasi ini menggambarkan sepotong evolusi #UX dan modernisasi pengalaman Windows," kicau Microsoft dalam twitnya, dikutip KompasTekno Jumat (10/4/2020).
      Dalam twit tersebut Microsoft memamerkan rancangan Start Menu Windows 10 dengan sangat jelas. Ada dua mode tampilan yang ditunjukkan, yakni dengan latar belakang warna cerah dan warna gelap.
      Tim pengembangan Windows tampaknya lebih berfokus untuk menciptakan sebuah tampilan Start Menu yang lebih simple dengan gayanya yang tidak terlalu berubah.
      Belum jelas kapan rancangan Start Menu di atas akan benar-benar diimplementasikan ke Windows 10. Boleh jadi, Microsoft menyiapkan Start Menu baru ini untuk perangkat-perangkat foldable dengan dua layar yang akan menjalankan OS Windows 10X.
      Sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Wccftech, Selasa (14/4/2020), Windows 10X kemungkinan akan dirilis tahun ini, namun bisa saja tertunda lantaran pandemi Covid-19 yang masih merebak di berbagai belahan dunia.
    • By purwa_weheb
      Gaya hidup orang-orang terkaya di dunia sebenarnya tak semewah yang diperkirakan. Meski memiliki harta ratusan sampai ribuan triliun rupiah, mereka masih mencintai hal-hal sederhana.
      Di Indonesia, walaupun menyandang predikat orang terkaya di Indonesia selama 11 tahun berturut-turut tak lantas membuat Michael Bambang Hartono sombong. Dengan kekayaan sekitar US$ 37,3 miliar atau sekitar Rp 522,20 triliun bersama sang kakak Robert Budi Hartono, Bambang bahkan lebih suka makanan Indonesia.
      Bambang mengatakan menu sarapan favoritnya jika berada di Kudus, Jawa Tengah adalah Lentog adalah makanan seperti lontong sayur yang beralaskan daun pisang. Satu porsi lentog terdiri dari irisan lontong, tahu, tempe, dan sayur nangka.
      Gaya hidup sederhana ini juga dimiliki oleh Bill Gates. Dengan kekayaan bersih sebesar US$ 92,9 miliar, salah satu pendiri Microsoft, Bill Gates dapat membeli apa saja yang diinginkannya, tetapi ia tidak melakukannya.
      Dalam Reddit Ask Me Anything 2016, Gates pernah ditanya tentang hal-hal apa saja yang ia tolak untuk mengeluarkan uang lebih banyak. "Saya tidak suka menghabiskan banyak uang untuk pakaian atau perhiasan," jawab miliarder itu, dikutip dari CNBC Internasional.
      Namun itu memang benar. Orang terkaya ini tidak menghabiskan uang untuk pakaian dan perhiasan. Pada acara Politico Lessons from Leaders 2014, bos Microsoft ini mengaku bahwa ia mengenakan arloji seharga US$ 10 atau setara Rp 140 ribu, dan sama seperti Zuckerberg, ia juga berpakaian sederhana.
    • By black_zombie
      The official, original Office 2016 setup forces users to install all components, unlike Office 2013 and lower versions that allow to customize installation options. After all, most of us only need 3 most commonly used components of Office: Word, Excel and PowerPoint. That is where Office 2013-2019 C2R Install (Office 2013-2019 Install) comes in.
      As a downloader & installer for custom components of Office 2013/2016/2019, Office 2013-2019 C2R Install allows you to direct download and install multi-language versions of Office 2013/2016/2019 (x86/x64) with complete setup file or any component of Office suite. On the other hand, as an activator of Office 2013/2016/2019, it also supports activation of Microsoft Office with one click.
      At last, we all should say thanks you, Frank and Office 2013-2019 C2R Install’s developer Ratiborus! If Frank did not tell AppNee its existence, we could not make more guys benefit from Ratiborus’ another edge tool for Microsoft Office as soon as possible.
      Advanced Startup Options
      /configure “d:\MyPath\Configuration.xml” – Launch the program in hidden mode, and perform the installation /proplus x64 en-us excludeExcel excludeOneNote /apps visio /apps x64 ru-ru en-us word excel visio /proplus x86 en-us excludeOneNote /apps project /convert /activate Installation Notes
      Take Office 2016 for example:
      Uninstall Office 2016 via Programs and Features Further uninstall Office 2016 by the “Force Remove Office C2R/MSI” button in Office 2013-2019 C2R Install’s Main tab Restart Windows Install Office 2013/2016/2019 by clicking the “Install Office” button in Office 2013-2019 C2R Install Go to “Utilities” tab and perform this conversion – “Office RETAIL => VL“. Then click “Activate Office” button, or Start KMSAuto Net to activate Office Done, enjoy! Warning
      The Office 2013-2019 C2R License Setup might be reported as Threat: Win32:Malware-gen threat with high severity. Use VirusTotal to make a full, authoritative scan.
      *** Please remember: antivirus software is not always right, just be careful.
×
×
  • Create New...