Jump to content

Indonesia Pamer Kekuatan dalam Latihan Militer di Natuna


Guest News

Recommended Posts

Sekitar 70 pesawat tempur ambil bagian dalam pelatihan besar-besaran di Natuna, wilayah yang oleh China dinyatakan sebagai wilayah yang saling tumpang tindih antar kedua negara.

 

Link to comment
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
  • Similar Content

    • By VOAIndonesia
      Vaksin Pfizer yang dibeli pemerintah Indonesia Kamis malam (19/8) tiba di bandara internasional Soekarno-Hatta (Soetta).
      JAKARTA — Dalam jumpa pers secara virtual dari kantornya di Jakarta, Kamis (19/8), Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menjelaskan pemerintah Indonesia telah membeli 1.560.780 dosis vaksin Pfizer dan vaksin tersebut telah tiba di bandara internasional Soekarno Hatta, Cengkareng, Kamis (19/8).
      "Kemudian 567.500 dosis vaksin AstraZeneca dan lima juta (dosis) vaksin Sinovac yang akan diterima besok. Pemerintah akan terus meningkatkan ikhtiar guna menjamin pasokan vaksin untuk kebutuhan rakyat Indonesia," kata Retno.
      Selain itu, lanjut Retno, pemerintah Indonesia hari ini juga menerima sumbangan vaksin AstraZeneca dari pemerintah Belanda. Dia menambahkan itu merupakan pengiriman tahap pertama dari vaksin AstraZeneca donasi Belanda.
      Retno menambahkan pemerintah Belanda sudah memberikan komitmen untuk menghibahkan tiga juta dosis vaksin AstraZeneca melalui mekanisme kerjasama bilateral.
      Komitmen dari negara Kincir Angin tersebut diperoleh dalam pertemuan antara Menlu Retno dengan Menteri Luar Negeri Belanda Sigrid Kaag serta Perdana Menteri Belanda Mark Rutte pada 1 Juli lalu di Ibu Kota Den Haag.
      Indonesia Targetkan Vaksinasi 200 Juta Warga
      Secara terpisah, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah berencana memvaksinasi lebih dari 200 juta penduduk Indonesia hingga akhir tahun ini. Kalau dibutuhkan dua dosis tiap orang maka pemerintah perlu memasok sekitar 400 juta dosis vaksin COVID-19.
      "Alhamdulillah, kita sudah memiliki komitmen untuk memperoleh sekitar 370 juta dosis (vaksin COVID-19). Sedangkan sisanya untuk kontrak yang sudah ditandatangani mudah-mudahan tanggalnya bisa kita pastikan untuk dapat memperoleh 430 (juta dosis) sampai akhir tahun (ini)," ujar Budi.
      Menurut Budi, ada empat jenis vaksin yang dibeli oleh pemerintah Indonesia, yakni Sinovac, AstraZeneca, Pfizer, dan Novavax. Dari keempat jenis vaksin yang dibeli Indonesia itu, Sinovac sudah mulai diterima sejak Januari lalu, AstraZeneca dan Pfizer baru datang bulan ini.
      Budi berharap hingga akhir tahun ini Indonesia bisa menerima 50 juta dosis vaksin Pfizer dan 20-30 juta dosis vaksin AstraZeneca yang memang dibeli oleh pemerintah Indonesia.
      Budi menambahkan pemerintah masih menunggu persetujuan dari FDA (Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika serikat) untuk 50 juta dosis vaksin Novavax yang diharapkan izin itu akan keluar segera.
      Di samping memperoleh pasokan vaksin COVID-19 dengan cara pembelian, pemerintah juga berusaha mendapatkan vaksin COVID-19 melalui mekanisme multilateral Gavi/WHO untuk memperoleh 180 juta dosis vaksin COVID-19.
      Dari Gavi, Indonesia sudah memperoleh vaksin AstraZeneca. Sedangkan untuk vaksin Pfizer dan Sinovac dari Gavi akan diterima mulai bulan Agustus ini. Dari Gavi, lanjut Budi, pemerintah Indonesia akan menerima sekitar 4,6 juta dosis vaksin Pfizer.
      Selain melalui mekanisme pembelian dan Gavi, pemerintah juga menerima hibah vaksin COVID-19 dari beberapa negara, termasuk dari Belanda.
      Bukti Solidaritas Belanda pada Indonesia
      Duta Besar Belanda untuk Indonesia Lambert C. Grinjs mengatakan sumbangan vaksin AstraZeneca untuk Indonesia tersebut merupakan bukti solidaritas pemerintah Belanda kepada Indonesia dalam membantu upaya penanganan pandemi COVID-19.
      Seperti Indonesia, lanjut Grinjs, Belanda juga mendukung prinsip kesetaraan akses terhadap vaksin COVID-19 bagi seluruh negara di dunia. [fw/em]
    • By Brenda_Christie
      Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang masih diperpanjang pemerintah, membuat masyarakat mengandalkan koneksi internet agar tetap saling terhubung tanpa tatap muka langsung.
      Guna menjawab tingginya kebutuhan kualitas koneksi internet, pemerintah terus berupaya memastikan akses internet yang optimal dan merata di seluruh Indonesia.
      Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G. Plate, mengakui ruang digital memang menjadi opsi wahana kegiatan dan jembatan komunikasi yang efektif bagi masyarakat semasa pandemi. Banyak kegiatan dari luring (offline) beralih menjadi daring (online).
      "Hal ini adalah bagian penting dari adaptasi kita terhadap kebiasan-kebiasaan baru, agar pandemi tidak menghalangi masyarakat untuk terus berkarya. Karena itu, pemerintah terus bekerja keras dalam meningkatkan kualitas koneksi internet agar masyarakat dapat beraktivitas dengan optimal," kata Johnny, dikutip Kamis (19/8/2021).
      Ia menjelaskan percepatan pembangunan infrastruktur digital menjadi salah satu prioritas pemerintah saat ini.
      “Berbagai ikhtiar peningkatan infrastruktur digital yang terus dikejar pemerintah, di antaranya pembangunan menara BTS, optimalisasi jaringan Palapa Ring, pembukaan titik akses internet baru secara massif, dan penambahan kapasitas satelit," papar Johnny. 
      Targetkan 83.548 Desa 3T Terjangkau 4G
      Mengingat tingginya kebutuhan akan koneksi internet berkualitas tidak hanya di wilayah perkotaan, pemerintah melakukan percepatan pembangunan infrastruktur digital dengan menargetkan 83.548 desa tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di Indonesia terjangkau internet 4G pada 2022.
      Dengan demikian, peserta didik di desa sekalipun dapat mengikuti kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan lebih baik, serta memudahkan pendidik mengakses beragam materi edukasi. Pemerintah juga telah menuntaskan penyediaan akses internet di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, terutama pada 3.126 unit fasyankes yang membutuhkan optimalisasi layanan internet.
      Upaya ini dilakukan dalam rangka mendukung program-program kesehatan masyarakat baik di masa pandemi maupun untuk jangka panjang. Sejalan dengan optimalisasi prasarana, pemerintah juga berkomitmen untuk terus menggencarkan edukasi terkait utilisasi sistem digital, sekaligus memupuk kecakapan literasi digital masyarakat. 
      Gerakan Nasional Literasi Digital
       
      Di antaranya, pemerintah memprakarsai Gerakan Nasional Literasi Digital, yaitu rangkaian kegiatan webinar untuk meningkatkan kecakapan digital masyarakat.
      Untuk mendapatkan informasi webinar yang digelar dalam gerakan ini, masyarakat dapat mengakses media sosial Kemenkominfo dan Siberkreasi.
      Dalam rangka mendukung ekosistem ekonomi digital dan ekonomi maritim, pemerintah juga menginisiasi berbagai program pendampingan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat memanfaatkan sistem digital untuk mengembangkan usaha.
      Adapun, sejumlah program tersebut, di antaranya UMKM Go-Online, Gerakan 1.000 Startup Digital, Digital Entrepreneurship Academy (DEA), serta Petani dan Nelayan Go-Online.
      “Seperti kita ketahui, pandemi mempercepat proses digitalisasi dalam kehidupan kita. Karena itu, kami berharap optimalisasi prasarana digital dapat berfaedah secara maksimal dalam setiap sektor kehidupan rakyat, baik untuk sekarang maupun jangka panjang,” ucap Johnny.
      Dengan peningkatan infrastruktur digital, ia menyebut, pemerintah yakin dapat mendorong pemulihan ekonomi nasional melalui pengembangan ekonomi digital.
    • By ohshit
      Riset The Asian Parent Group menunjukkan, 35% ibu di Indonesia menggunakan OVO. Mayoritas dari mereka merupakan milenial dan bekerja.
      Laporan bertajuk Digital Mum Survey 2021 itu berdasarkan survei terhadap 670 responden di beberapa kota besar di Indonesia. Head of Corporate Communications OVO Harumi Supit menilai, ini merupakan hasil dari penerapan ekosistem terbuka.
      “Ini sebagai upaya dalam memastikan konsumen dapat menggunakan OVO di berbagai tempat baik di mal, warung, e-commerce, dan beragam mitra penjual (merchant),” kata Harumi dalam keterangan pers, Senin malam (9/8).
      Ia menyampaikan, berdasarkan survei internal beberapa waktu lalu, OVO mencatat bahwa 7 dari 10 ibu kesulitan mengelola keuangan keluarga. Selain itu, hanya satu dari 10 ibu yang benar-benar mencatat keuangan selama pandemi Covid-19.
      Riset itu juga menunjukkan, hanya tiga dari 10 ibu yang mengalokasikan dana untuk asuransi. Bahkan, hanya 8% yang menganggap investasi sebagai prioritas dalam pengelolaan keuangan keluarga.
      Untuk menyasar lebih banyak ibu-ibu, startup teknologi finansial (fintech) itu berfokus pada inovasi dan memperluas akses layanan keuangan. Salah satu caranya, menyediakan layanan asuransi dan investasi.
      “Kami terus melakukan berbagai cara untuk beradaptasi dengan segala situasi, seperti perkembangan teknologi dan layanan finansial yang lebih luas demi memenuhi kebutuhan pengguna yang terus berkembang,” kata dia.
      OVO memiliki lebih dari satu juta merchant. Selain itu, tersedia di lebih dari 426 kota dan kabupaten.
      Fintech bernuansa ungu itu didukung oleh Grab dan Tokopedia. Namun Tokopedia bergabung dengan Gojek, yang juga memiliki GoPay.

      Namun perusahaan venture building asal Singapura Momentum Works menilai, merger Gojek dan Tokopedia menjadi GoTo menjadi berkah tersembunyi bagi OVO. Sebab, fintech ini bisa berfokus mengembangkan ekosistem sendiri.
      “Secara strategis, GoTo seharusnya diuntungkan jika mempertahankan saham di GoPay dan OVO,” kata tim Momentum Works dikutip dari situs web, pada Juni lalu (29/6). DealStreetAsia sebelumnya melaporkan bahwa Tokopedia mempunyai 36,1% saham di induk OVO, Bumi Cakrawala Perkasa.
      Lalu, co-founder Tokopedia Leontinus Alpha Edison dan William Tanuwijaya memiliki 5% melalui PT Wahana Innovasi Lestari yang diakuisisi dari Grab pada Februari 2020. Sedangkan Grab Inc menguasai 39,2% saham di induk OVO.
      Momentum Works menilai, OVO akan mengubah langkah prioritas yang dianggap kurang bersaing, lalu mengonsolidasikan promosi. “Itu akan membantu OVO, dengan catatan. Tapi ini bukan poin utama,” kata tim Momentum Works.
      Kuncinya yakni OVO secara strategis akan bisa lebih fokus dalam mengembangkan ekosistem sendiri, terlepas dari apakah Grab mengambil alih saham di GoTo atau tidak.
      Momentum Works menilai, ekosistem OVO relatif komprehensif. “Dibandingkan dengan dompet yang disematkan, OVO sebagai aplikasi independen, memiliki lebih banyak kemiripan dengan Alipay,” kata tim.
      Hal itu memberi OVO kapasitas untuk menjadi aplikasi super (superapp) di sektor keuangan dengan sendirinya.
    • By c0d1ng
      Newspapers are the places to gather all the latest information about many fields about events that happened and can happen to let readers know more things. So reading the newspaper is indispensable, because this is the place for readers to update the latest information. Before, to read papers, readers needed to spend money to buy newspapers to read. But as the technology age is developing, a new form of newspaper reading is online reading. Users who want to read online articles will need an application to do so. The app that can satisfy the users’ needs is The Guardian – an online newspaper reading application.
      Like many other applications, to use this application, users will first need to download and install the app. When everything is complete, the user just needs to launch the app to see many articles for users to read. People just need to choose what they need to understand, that’s all that users need to do, very simple, not as complicated as other things,
      This application is a use of reading has collected a lot of news from around the world, not just about any one country. So when it comes to apps, users can read a lot of things about the world to know more. Users will be able to read all the remarkable events from around the world to know what is happening in the world in recent days. For example, users living in the US can still read the news of Canada and many other countries. Geographical restrictions have been removed for this application so users can access global news.
       
      For an article, accuracy and speed of updates are the most important, so the application has done well of this. If users read the news that is false to the truth, then the article will receive a lot of criticism for that. This application has a breakneck update speed and comes with the reliability of the article is also very high. This application updates the articles daily, even hourly, so that users can receive the latest news. The articles posted on this application have been thoroughly tested to ensure that it is true to help users with no misconceptions about the problem.
      Diverse topics
      There are many articles on different topics posted to the application so that users can read more things. Users come to the app for many different purposes, so the app also has many different categories for users to choose from. For example, if you are a sports enthusiast, you can select the sports category, but if you are an entrepreneur, you can choose financial topics. The application also has many different topics to meet the needs of many different users when coming to the app. So when it comes to apps, users will definitely find what they need to read.
    • By purwa_weheb
      Bursa Efek Indonesia (BEI) terus mengajak perusahaan-perusahaan rintisan (startup) untuk melakukan pencatatan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) pada 2021.
      Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Nyoman Gede Yetna menyatakan, BEI berupaya untuk mendorong perusahaan-perusahaan di Indonesia untuk memanfaatkan pasar modal sebagai rumah pertumbuhan (house of growth) dalam rangka pengembangan bisnis mereka. Tanpa terkecuali perusahaan startup atau tekonologi di Indonesia.
      "Kami optimis terhadap meningkatnya tren IPO startup maupun perusahaan yang bergerak di bidang teknologi di Indonesia tahun depan," kata Nyoman dalam pesan tertulisnya, dikutip Jumar (25/12/2020).
      Nyoman menyebutkan, pihak otoritas bursa memiliki beberapa program, kebijakan dan peraturan yang telah dipersiapkan seperti Papan Akselerasi dan IDX Incubator.
      IDX Incubator mempunyai program road to IPO untuk perusahaan startup yang ingin mempersiapkan pencatatan saham perdana. Sudah terdapat 42 perusahaan telah mengikuti program tersebut, dimana 4 perusahaan diantaranya sedang dalam tahap persiapan IPO.
      Sebagai informasi, telah terdapat 3 perusahaan startup binaan IDX Incubator yang telah IPO, dimana salah satunya merupakan PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (CASH).
      "Bursa juga membuka banyak kesempatan diskusi terkait IPO dengan para founders startup maupun dengan investor startup seperti Private Equity dan modal ventura," tutup Nyoman.
      Tokopedia Siap IPO Tahun Depan?

       
      Sebelumnya, Tokopedia dikabarkan tengah mempersiapkan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) senilai US$ 1 miliar atau sekitar Rp 14,2 triliun pada tahun 2021.
      Dilaporkan Reuters, sebagaimana dilansir Merdeka.com, Selasa (22/12/2020), berdasarkan dua orang yang mengetahui informasi ini kabarnya Tokopedia merencanakan IPO di dua negara yaitu Amerika Serikat dan Indonesia.
      Jika IPO ini sukses, valuasi Tokopedia diperkirakan akan mencapai US$ 10 miliar atau sekitar Rp 142 triliun.
      Rencana melantai di dua bursa saham disebut-sebut dipilih untuk menarik investor Amerika Serikat dengan antusiasme kuat pada saham terkait perusahaan teknologi.
      Jika berhasil, Tokopedia akan menjadi perusahaan kedua yang memiliki listing AS-Indonesia setelah PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom).
      Salah satu sumber Reuters mengatakan, Tokopedia akan menggunakan dana dari listing untuk mengembangkan bisnisnya dan membantu menciptakan likuiditas untuk saham.
      Menurut perwakilan dari Tokopedia, pertumbuhan adopsi pasar semakin mendorong pertumbuhan bisnis Tokopedia selama masa pandemi. Pihaknya tengah mempertimbangkan langkah IPO tersebut.
      "Kami tengah mempertimbangkan untuk mengakselerasi rencana kami untuk menjadi perusahaan publik, dan telah menunjuk Morgan Stanley dan Citi sebagai penasihat kami dalam hal ini. Saat ini, kami belum memutuskan pasar dan metode untuk ini," jelasnya.
      Pihaknya juga mengatakan, Special Purpose Acquisition Company (SPAC) merupakan salah satu opsi yang potensial yang bakal pertimbangkan.
      "Namun belum ada yang kami putuskan untuk saat ini," pungkasnya.
×
×
  • Create New...