Jump to content

Sejarah Awal Berdiri Google Chrome


Recommended Posts

  • Premium Account

Google mengeluarkan browser terbaru yang diberi nama Google Chrome. Kenapa Google meluncurkan Google Chrome? Sebab mereka percaya, bahwa  mereka dapat menambahkan nilai untuk para pemakai internet dan, pada waktu yang sama, mereka memberikan inovasi pada web browser.

 

post-45-0-98172100-1397488083_thumb.png

 

Google Chrome di miliki dan di kembangkan oleh Google. Menggunakan Webkit Layout Engine. Browser ini menggunakan slogan deskripsi yang sesuai dengan apa yang ia tawarkan: "sebuah browser yang hanya memerlukan waktu install beberapa detik saja."

Chrome pertama kali di rilis oleh Google pada tanggal 2, September, 2008 saat itu hanya untuk Microsoft Windows karena masih dalam status beta. Lalu pada 11, Desember di tahun yang sama Google Chrome di luncurkan untuk semua sistem operasi karena telah mencapai versi stabil.

Dan pada bulan Januari 2012, Google Chrome diperkirakan telah berhasil meraih presentase 25-28% dari keseluruhan pengguna browser dunia, membuatnya sebagai browser kedua atau juga ketiga paling banyak di gunakan setelah Mozilla Firefox, menurut sejumlah sumber.

Keunggulan Google Chrome

  1. Ringan Pertama kali dibuka, chrome nyaris tidak terasa bebannya di resource CPU. Disini ane pakai Dual-Core 3,0Ghz; DDR2 1024Mb; VGA OnBoard. Kalau ane bilang, browser ini adalah browser yang paling ringan yang pernah ane pakai. Sudah coba buka tab sampai 20an, masih oke.
  2. Space Lega Ini yang paling terasa beda. Menu Bar dan Bookmark Bar lenyap (juga statusbar yang auto hide), ada ruang ekstra untuk melihat page yang sedang kita buka. Jadi lebih terasa nyamannya browsing dengan Chrome.
  3. Intuitif Pertama kali dibuka, Chrome akan mengkonfirmasi apakah kita mau mengimport data-data dari browser lain seperti Firefox, IE, dll. Address Bar dibuat mirip dengan Firefox 3, punya Caption dan URL search, jadi cukup mengetikan URL atau Title dari sebuah page, kita akan diberi list URL yang relevan, hanya saja awal - awal proses penampilannya terasa lebih lambat dibanding Firefox 3, tapi setelah dibiarkan beberapa menit, sudah sama cepatnya dengan Firefox 3. Di Chrome, Address Bar juga berfungsi sebagai Search Box, dalam artian jika kita mengetik sebuah keyword (bukan URL), maka akan langsung berpindah ke halaman search (defaultnya adalah Google Search). Juga, setiap page yang kita buka akan masuk ke halaman Most Viewed (halaman yang muncul saat membuka tab baru). Cukup intuitif.
  4. Pencarian Teks (Updated) Pencarian teks di Chrome cukup nyaman, saat kita mengetikan keyword, maka Chrome langsung mencari semua teks yang relevan, dan menandainya dengan warna kuning transparan. Di beberapa bagian scrollbar Chrome juga akan ditandai dengan warna kuning yang berarti teks yang relevan ada di posisi scrollbar tersebut. Find Prev / Next keyword juga mudah karena ada tombol Up / Down disebelah kolom keyword. Kita tetap bisa menggunakan shortcut F3 untuk find prev / next.
  5. Satu Kotak Untuk Semua Di Google Chrome, Anda dapat membuka apapun di web dengan satu kotak. Panel alamat, yang terdapat di bagian atas jendela Chrome biasa, meringkas kerepotan ber-Internet karena berfungsi ganda sebagai kotak penelusuran. Anda juga dapat menggunakan panel alamat untuk menandai situs Web dan mengetahui keamanan situs Web.
  6. Halaman Tab Baru Bila Anda membuka tab baru, Google Chrome telah mengisinya dengan informasi bermanfaat. Dengan sekali klik, Anda dapat membuka sumber informasi Web yang paling sering digunakan. Untuk membuka halaman Tab Baru, klik ikon + di sebelah tab terakhir.
  7. Kontrol Kerusakan Setiap tab yang digunakan dijalankan secara terpisah di browser, sehingga jika salah satu aplikasi rusak, maka aplikasi lainnya tidak akan terpengaruh.
  8. Mode Penyamaran Bila ingin menjelajah dalam mode ’siluman’, misalnya untuk merencanakan kejutan seperti hadiah maupun ulang tahun, Google Chrome menawarkan mode jelajah penyamaran. Halaman Web yang dibuka dan file yang di-download sewaktu Anda menggunakan penyamaran tidak akan disimpan dalam riwayat penelusuran dan download. Semua cookie baru terhapus setelah jendela penyamaran ditutup. Anda dapat menjelajah seperti biasa dan dalam mode penyamaran pada saat yang sama menggunakan jendela terpisah.
  9. Penelusuran Aman Google Chrome akan menampilkan peringatan jika alamat Web yang tercantum pada sertifikat tidak sesuai dengan alamat situs Web yang akan diakses oleh Chrome.

Kekuranggan Google Chrome

  1. PRIVASI : Google menyimpan 2% interpretation pencarian pengguna, lengkap dengan alamat IP-a. Walaupun dalam beberapa waktu tertentu interpretation ini akan dianonimkan. Ini artinya google bisa saja tahu “siapa mencari apa dan dimana”
  2. LISENSI : Google sempat mencantumkan pada Terms of Service mereka, bahwa semua muatan dari pengguna yang hak ciptanya dimiliki oleh pengguna akan diserahkan haknya pada Google. Tapi indicate ini telah dicabut oleh pihak Google.
  3. EXTENSIONS : Pada Chrome tidak terdapat extension/plugin/addons yang dapat ditambahkan. Tidak seperti Firefox yang memiliki banyak aplikasi2 tambahan yang dapat membuat dan meningkatkan kinerja browser.
  4. BAHASA : Pada chrome ketika kita memilih untuk menggunakan dalam bahasa Indonesia maka akan terdapat beberapa kejanggalan dalam bahasanya.
Link to post
Share on other sites
  • 2 weeks later...

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
  • Similar Content

    • By ega
      Google mengganti logo Gmail dari yang semula berbentuk amplop putih dengan tepian merah menjadi sebuah logo yang kini terasa lebih 'Google banget'.
      Logo baru Gmail kini menyerupai huruf M besar dengan bentuk mirip amplop, tetapi hadir dengan empat warna ciri khas Google. Warna warni yang dimaksud ada biru, merah, kuning, dan hijau.
      Logo baru Gmail ini cocok dan senada dengan logo Google, Google Maps, Google Photos, Chrome, dan produk-produk Google lainnya. Dengan logo baru Gmail ini, tak ada lagi amplop lawas khas Gmail.
      Fast Company melaporkan, Google sebelumnya mempertimbangkan untuk menghapus logo bentuk M sama sekali atau menghapus warna merah Gmail sepenuhnya. Namun, mereka yang terlibat dalam riset pengguna tak senang dengan perubahan tersebut.
      Pertahankan Huruf M
      Riset ini kemudian membantu Google menyadari, amplop dari logo Gmail bukanlah elemen desain yang penting. Dengan begitu, memungkinkan tim untuk bereksperimen dengan mempertahankan huruf M serta menambah palet warna tradisional Google.
      Logo baru Gmail ini masih terasa didominasi warna merah, dengan sedikit sentuhan warna kuning, biru, dan hijau di masing-masing lengkungan huruf M.
      G Suite Jadi Google Workspace

      Google juga sebelumnya mengubah logo Kalender, Docs, Meet, dan Spreadsheet agar sesuai dengan desain baru Gmail ini.
      Logo baru ini merupakan bagian dari perubahan lebih luas dari perangkat lunak G Suite Google yang kini diubah namanya menjadi Google Workspace.
      Google pun tengah mencoba menggabungkan Gmail, Chat, dan Docs ke dalam satu lokasi pusat untuk bisa lebih bersaing dengan Microsoft Office, terutama Outlook yang lebih terintegrasi.
    • By theblue
      Virus Corona COVID-19 telah dinyatakan sebagai wabah yang pandemi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Perusahaan teknologi besar seperti Google dan Twitter memperbolehkan karyawannya dari rumah.
      Sejak Kamis (12/3/2020) Google sudah memandatkan 300.000 karyawannya untuk bekerja dari rumah. Khususnya untuk karyawan yang berbasis di Inggris, Eropa, Timur Tengah, dan Afrika. Sebagai antisipasi penyebaran covid-19 atau virus corona.
      Pemberlakuan kerja dari rumah itu akan dilakukan sampai pemberitahuan lebih lanjut oleh Google.
      Google mengatakan, satu-satunya wilayah yang tersisa menjalankan bisnis seperti biasanya pada saat ini adalah Amerika Latin.
      Selain itu, Google juga telah memberi tahu lebih dari 100.000 karyawannya di Amerika Utara untuk tetap di rumah di tengah virus itu hingga setidaknya 10 April.
      CEO Google, Sundar Pichai dan CFO Google, Ruth Porat, mendesak karyawan untuk tetap termotivasi untuk menjalankan infrastruktur global Google di tengah perubahan besar dan kekhawatiran seputar penyebaran virus.
      "Kami tahu ini adalah waktu yang sangat meresahkan bagi semua orang," kata Pichai dalam email internal, pekan lalu. Ia menambahkan bahwa perusahaan memiliki tim keamanan dan ketahanan yang siap menjalankan pusat komando 24 jam untuk membantu para eksekutif memantau situasi penyebaran corona.
      Perusahaan teknologi Twitter juga menerapkan hal yang seperti Google. Twittermemutuskan untuk mewajibkan 4.900 karyawan bekerja dari rumah untuk menghadang penyebaran virus corona COVID-19 yang telah menyebar ke banyak negara.
      Dalam postingan di blog resmi perusahaan, Twitter mengatakan, "Kebijakan kerja dari rumah ini bersifat wajib karena perusahaan memiliki tanggung jawab untuk mendukung komunitas perusahaan dan mereka yang rentan," ujar perusahaan seperti dilansir dari CNBC International, Kamis (12/3/2020).
      "Kami memahami bahwa ini adalah langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya, tetapi ini adalah saat yang belum pernah terjadi sebelumnya," lanjutnya.
      Twitter mengatakan mereka akan terus membayar kontraktor dan membayar karyawan per jam yang tidak dapat melakukan tugas mereka saat bekerja dari rumah.
    • By VOAIndonesia
      SAN FRANCISCO - Seorang mantan eksekutif Google yang mencalonkan diri untuk menjadi anggota Senat Amerika, Kamis (9/1/20), menyerukan pemberlakuan regulasi yang keras terhadap raksasa-raksasa teknologi, dan menuduh raksasa internet tempat dia pernah bekerja itu telah keluar dari jalur “jangan jahat.”
      Ross LaJeunesse membidik Google dan perusahaan-perusahaan teknologi besar lainnya di Amerika dengan menyatakan bahwa kini keuntungan lebih diutamakan daripada hak asasi manusia.
      “Moto perusahaan dulu adalah “jangan jahat,” kata LaJeunesse, yang meninggalkan pekerjaannya sebagai kepala hubungan internasional di Google tahun lalu setelah 11 tahun mengabdi di perusahaan itu. “Banyak hal telah berubah,” tambahnya.
      Kini dia mencalonkan diri ikut bersaing memperebutkan kursi Senat Amerika untuk negara bagian asalnya, Maine. Dia bersaing melalui jalur Partai Demokrat.
      Google menolak kritikan tersebut, dan mengatakan pernyataan LaJeunesse itu disampaikan dalam konteks kampanye pemilihan.
      “Kami memiliki komitmen yang tak tergoyahkan untuk mendukung berbagai organisasi dan upaya-upaya hak asasi manusia," kata juru bicara Google ketika menanggapi pertanyaan kantor berita AFP. “Kami mendoakan yang terbaik untuk Ross dengan ambisi politiknya,” tambah juru bicara itu.
      LaJeunesse bergabung dengan Google pada tahun 2008 dan menjadi kepala kebijakan publik perusahaan itu untuk Asia Pasifik sebelum mengambil posisi sebagai kepala hubungan internasional.
      Dia mengatakan dia adalah orang yang melaksanakan keputusan Google untuk tidak lagi menyensor hasil pencarian lewat Internet di China seperti yang diminta oleh pemerintah negara itu.
      “Keputusan itu membuat marah tidak hanya pemerintah China, tetapi juga membuat frustrasi sebagian eksekutif produk Google yang mengincar pasar yang besar dan keuntungan yang menyertainya,” kata LaJeunesse.
      “Faktanya, dalam waktu satu tahun sejak keputusan 2010 itu, eksekutif untuk Maps dan produk Android mulai berusaha meluncurkan produk mereka di China,” tambahnya.
      Dia menyatakan terkejut ketika mengetahui pada tahun 2017 tentang adanya proyek “Dragonfly” di Google untuk menyesuaikan versi mesin pencari untuk China. Proyek itu kemudian ditinggalkan karena menuai kritik masyarakat.
      LaJeunesse juga menyuarakan keprihatinan tentang upaya Google untuk menjalin kerja sama komputasi awan (cloud computing) dengan pemerintah Arab Saudi dan membangun pusat intelijen buatan (AI) di sana.
      “Tepat ketika Google perlu menggandakan komitmen pada hak asasi manusia, Google memutuskan untuk mengejar keuntungan yang lebih besar dan harga saham yang bahkan lebih tinggi,” kata LaJeunesse. “Itu tidak berbeda dalam budaya tempat kerja di Google,” tambahnya.
      Dia berpendapat bahwa karena pendiri Google, Larry Page dan Sergey Brin menyerahkan operasi perusahaan kepada para eksekutif yang digaji, maka semangat mencari keuntungan lebih besar daripada bertahan pada prinsip-prinsip yang semula diutamakan.
    • By Forzaken_DT
      CEO Google yang baru saja diangkat sebagai CEO Alphabet, Sundar Pichai, makin tajir saja. Dia dipastikan bakal menerima bagian saham dengan nilai luar biasa besar.
      Pria kelahiran India ini dalam tiga tahun akan menerima jatah 'saham berdasarkan performa' sebesar USD 240 juta atau di kisaran Rp 3,3 triliun.
      Itu merupakan nilai saham tertinggi yang pernah diterima oleh seorang eksekutif Google. Soal gaji, setiap tahunnya mulai 2020 Pichai bakal meraup USD 2 juta.
      "Dalam hal pemberian saham yang didapatkan saat pengangkatan CEO, memang masih di bawah USD 376 juta pada Tim Cook ketika dia mengambil alih Apple," ujar Amid Batish dari Equilar, perusahaan yang meneliti pendapatan eksekutif.
      Saat dulu diangkat sebagai CEO Google peda tahun 2015, gaji tahunan Pichai 'hanya' USD 652.500. Di tahun berikutnya, pundi-pundinya melesat berkat jatah saham senilai USD 199 juta.
      Pichai dengan kecerdasan dan kepemimpinannya memang menjadi anak emas pendiri Google, Larry Page dan Sergey Brin. Keduanya telah lengser sebagai pemimpin Alphabet dan mempercayakannya pada Pichai.
      Pichai lahir di Tamil Nadu, India, 47 tahun lalu di sebuah keluarga sederhana dan pindah ke Amerika Serikat untuk kuliah. Ia gabung Google pada tahun 2004. Karirnya melesat begitu cepat di mana salah satu prestasinya adalah membuat browser Chrome sukses besar.
    • By Forzaken_DT
      Pengadilan federal Manhattan, Amerika Serikat, memvonis Evaldas Rimasauskas, pelaku penipuan terhadap perusahaan sekelas Google dan Facebook dengan hukuman lima tahun penjara. Kedua raksasa teknologi itu diketahui rugi hingga USD 120 juta atau Rp 1,67 triliun akibat penipuan tersebut.
      Tak hanya menghuni sel tahanan, Rimasauskas juga didenda sebesar USD 26,4 juta sebagai ganti rugi.
      "Evaldas Rimasauskas merancang skema berani untuk menipu perusahaan AS lebih dari USD 120 juta dan kemudian menyalurkan dana itu ke rekening bank di seluruh dunia," kata jaksa penutut Geoffrey Berman.
      Semua itu bermula dari aksi Rimasauskas berpura-pura sebagai karyawan dari perusahaan manufaktur elektronik bernama Quanta Computer di Taiwan. Untuk menyakinkan aksinya, pria ini sampai modal stempel perusahaan yang sesuai dengan aslinya hingga email palsu.
      Dari email palsu tersebut, Rimasauskas mengirimkan ke staf Google dan Facebook meminta pembayaran atas barang dan jasa yang dibeli dari Quanta. Pada saat itu, memang Google dan Facebook bermitra dengan Quanta.
      Rimasauskas pun menginstruksikan agar pembayaran ditransfer ke sejumlah bank di luar negeri yang dikuasainya. Ketahuan menipu, Rimasauskas ditangkap pada 2017 lalu dan pada pekan ini baru diputuskan hukumannya.
      "Rimasauskas melakukan pencurian teknologi tinggi dari belahan dunia, tetapi dia dijebloskan di pengadilan federal Manhattan," pungkas Berman.
×
×
  • Create New...