Jump to content
Clement

Jokowi Akan Hapus Peraturan Dua Menteri soal Pendirian Rumah Ibadah

Recommended Posts

jokowi.jpg

Anggota Tim Pemenangan Joko Widodo-Jusuf Kalla, Musdah Mulia, mengatakan, pihaknya menjanjikan akan menghapus semua regulasi yang dinilai melanggar hak asasi manusia (HAM). Salah satu yang akan dihapus adalah Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 dan Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama, Pemberdayaan Forum Kerukunan Umat Beragama, dan Pendirian Rumah Ibadah.

"Peraturan soal pendirian rumah ibadah itu akan dihapus. Aturannya menyulitkan kaum minoritas," ujar Musdah pada diskusi Masa Depan Kebebasan Beragama dan Kelompok Minor di Indonesia di Menteng, Jakarta Pusat.

Musdah mengatakan, klausul peraturan yang menyebutkan "dukungan masyarakat setempat paling sedikit 60 orang" untuk mendirikan rumah ibadah diskriminatif bagi penganut agama minoritas di suatu wilayah. 

Ia menilai, tidak mudah mengumpulkan tanda tangan 60 orang untuk mendapatkan izin pendirian rumah ibadah, apalagi jika yang diminta tanda tangan adalah warga yang agamanya berbeda dengan pihak yang akan mendirikan rumah ibadah. 

Musdah mengatakan, dalam visi dan misi Jokowi-JK, tertuang salah satu program menghapus regulasi yang melanggar HAM. Dalam perbincangannya dengan Jokowi, kata Musdah, gubernur nonaktif itu setuju soal penghapusan peraturan bersama Menag dan Mendagri itu.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...

  • Similar Content

    • By jurnal_korupsi
      Dalam penyelesaian sengketa hasil pilkada serentak, kinerja hakim Mahkamah Konstitusi (MK) akan diawasi oleh dewan etik.
      Hal itu diterapkan sejak lembaga peradilan konstitusi ini diterpa kasus suap yang dilakukan oleh mantan Hakim Mahkamah Konstitusi (MK), Akil Mochtar tahun 2013 silam.
      Ketua MK, Arief Hidayat mengatakan untuk persidangan pilkada serentak, di MK ada mekanisme pengawasan baik di tingkat pegawai yang menerima pendaftaran hingga hakim yang akan menyidangkan perkara.
      “Dalam sistem pengawasan, ada tim khsusus untuk pengawsan internal, kalau hakim ada dewan etiknya. Kalo dulu kan tidak ada dewan etik, sejak kasus pak Akil itu ada dewan etik jadi hakim diawasi terus. Setiap penagduan itu ditanggapi mereka (dewan etik), dan diklarifikasi. Dalam penanganan pilkada ini, mereka juga bekerja,” kata Arief kepada wartawan di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (17/9/2015).
      Pengawasan tersebut dilakukan agar tugas dan fungsi yang dijalankan MK sesuai pada tempatnya, baik dari karyawan hingga hakim yang bersidang.
      Tidak hanya di pilkada saja, bahkan pengawasan ini dilakukan dalam persidangan uji materil undang-undang lainnya di MK.
      “Sehari-hari kan kita juga diawasi. Bukan hanya pilkada saja, pengujian undang-undang kita juga diawasi jadi tidak ada masalah,” pungkasnya.
    • By bisahabisini
      Ramalan anak indigo, Naomi Angelia tentang pemerintahan di masa Presiden Joko Widodo mendatang menarik untuk diulas, sebagaimana disampaikan Naomi dalam acara Bukan Empat Mata yang tayang 10 Oktober 2014.
       
      Naomi Angelia sendiri sudah dua kali datang pada acara yang dipandu Tukul Arwana ini, yang pertama beberapa tahun lalu ketika masih bernama Empat Mata, pada waktu itu memprediksi bahwa Indonesia akan dipimpin oleh sosok yang sederhana & banyak kalangan menerka itu ada pada sosok Jokowi.
       
      Dalam acara kali ini, Naomi si anak Indigo ini menyatakan bahwa pada masa pemerintahan Jokowi yang akan datang dari segi bencana masih ada, dari segi politik  juga masih lumayan seru, dari segi keuangan - ekonomi  Indonesia lumayan seru, pokoknya kedepannya lebih spektakuler dari sekarang ini dan kita mesti siap-siap aja dan akan ada kejadian di bidang transportasi udara.
       
      Beberapa pernyataan diatas bila kita cermati sepertinya memang sesuai dengan kondisi awal saat ini, menjelang pelantikan Presiden Jokowi pada 20 Oktober 2014 nanti.
       
      Saya coba untuk mengulas satu persatu secara umum dari pernyataan tersebut, sebagai bahan kita agar lebih punya sense terhadap hal-hal tersebut.
       
      Dari segi bencana, Indonesia menjadi negara yang paling rawan bencana di dunia, berdasar pada data yang dikeluarkan oleh Badan Perserikatan Bangsa-bangsa untuk Strategi Internasional Pengurangan Resiko Bencana ( UN - ISDR ). Tingginya resiko ini dihitung dari jumlah manusia yang terancam risiko kehilangan nyawa bila bencana alam terjadi. Di negeri ini ancaman tertinggi adalah bencana tsunami, tanah longsor, dan gunung api. Selain itu Indonesia juga menduduki peringkat ketiga untuk ancaman gempa dan enam untuk banjir.
       
      Dengan posisi geografis yang terletak di ujung pergerakan tiga lempeng dunia ; Eurasia, Indo-Australia dan Pasifik, Indonesia punya tingkat kerawanan gempa yang tak bisa dielakkan. Apalagi wilayah Indonesia juga sebagian besar dikelilingi oleh deretan cincin api Pasifik ( ring of fire Pacifik ) sehingga rawan juga untuk bencana gunung meletus/vulcano.
       
      Ditambah lagi bencana yang diakibatkan oleh manusia secara langsung maupun tidak langsung seperti banjir, tanah longsor dst. Akibat dari eksploitasi alam yang tidak terkendali dan hanya mengejar keuntungan ekonomi tanpa memperhatikan dampak lingkungan yang diakibatkannya seolah makin memperparah keadaan ini, dapat ditarik kesimpulan masuk akal dari yang dinyatakan Naomi diatas. Yang bisa kita lakukan adalah berusaha hidup harmoni dengan bencana, bersiasat memperkecil dampak serta punya pengetahuaan dasar menghadapi bencana yang sewaktu-waktu mengancam kita.
      Dari segi politik lumayan seru juga kata Naomi, jika kita perhatikan proses politik pasca pilpres, penetapan UU MD3, UU Pilkada, pemilihan ketua DPR - MPR yang masih mencerminkan politik balas dendam dan sangat terasa aroma persaingan antara Koalisi Merah Putih dan Koalisi Indonesia Hebat di parlemen, hal ini rupanya akan terus berlanjut di masa pemerintahan Presiden Jokowi, meskipun pada saatnya nanti akan cair situasinya melihat kepentingan masing-masing partai anggota koalisi kedua-belah pihak, karena dalam politik tidak ada kawan atau lawan yang abadi, yang ada hanya kepentingan.
      Apalagi akan ada hal yang spektakuler terjadi di Pemerintahan Jokowi, bukan hal yang tidak mungkin dengan pencapaian kinerja yang luar biasa dan kebijakkan yang diambil didukung dan pro rakyat serta situasi dan kondisi mendukung maka parpol dan koalisi bisa jadi akan bubar dengan sendirinya, karena ketakutan terbesar partai politik adalah ditinggalkan dan dihakimi rakyat pada masa Pemilu, dan ini adalah hukum alam & sudah terbukti pada beberapa kali Pemilu. Dari paparan singkat ini, cukup alasan jika politik Indonesia masih seru sesuai irama kepentingan.
       
      Di bidang Ekonomi dan keuangan, keseruan dan naik turunnya akan sangat dipengaruhi fluktuasi nilai rupiah, indexs harga saham yang merupakan salah satu indikator dari bergairahnya ekonomi makro serta besaran investasi yang keluar-masuk, adapun pemicu keseruan itu bisa jadi adalah kenaikkan harga BBM yang saat ini sudah bisa diprediksi pasti akan naik dan dampak yang ditimbulkan mungkin bisa seru di parlemen/DPR  juga seru di rakyat, lagi-lagi masuk akal ini akan terjadi. Dalam dasa warsa terakhir rata-rata pertumbuhan RI mencapai 5,6 % yang secara riil masih terjadi ketimpangan yang besar antara yang kaya dan miskin ini adalah tantangan agar kedepan pertumbuhan ekonomi bisa mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
       
      Dan hal-hal yang spektakuler lain bisa juga terjadi, Indonesia mempunyai potensi ekonomi yang luar biasa, sumber daya alam/komoditas yang beragam dan melimpah, populasi generasi muda yang besar ( jelang bonus demografi 2025), negeri maritim terbesar dst. Ditambah tahun ini menurut Bank Dunia Indonesia sudah masuk dalam 10 besar ekonomi dunia dengan share 2,3  hal tersebut berdasar pada Gross Domestic Bruto ( GDP ) dan purchasing power  imparity ( tingkat daya beli ), bandingkan dengan tahun 2013 lalu Indonesia di peringkat 16 dunia. Sekarang tinggal yang nyetir negara tetap seperti masa lalu atau ingin maju karena segalanya sudah tersedia dan hanya butuh niat dan orang yang bener kelola negara, sedikit banyak itu ada pada sosok Jokowi.
       
      Hal spektakuler yang terjadi mungkin sudah dimulai kemarin, Jokowi blusukan bersama Mark Zuckerberg sang CEO sekaligus founder jejaring sosial facebook, belum pelantikan 20 Oktober nanti direncanakan ribuan relawan akan menyambut pelantikan di Monas, juga beberapa kepala pemerintahan negara didunia meminta hadir. Dari info sekjen MPR-RI sudah 27 negara yang meminta hadir dalam acara pelantikan tersebut dan jumlah itu bisa bertambah.
       
      Jadi banyak hal-hal yang spektakuler terjadi, jadi siap-siap saja kata Naomi mengulang kata-katanya..
       
      Bukankan kita semua ingin sejahtera dan bangga bila negeri ini punya prestasi dan pencapaian disegala aspek yang diakui dunia dan dirasakan manfaatnya oleh rakyat  ?
       
      Hanya seorang pecundang saja yang diam dan hanya bisa mencaci bila negeri pertiwi , rakyat Indonesia serta pemimpinnya bekerja untuk kemakmuran Indonesia..
       
      Mengutip kata-kata Bung Karno & semoga ini bisa segera terwujud seperti apa kata Naomi diatas ;
       
      ”Gemah ripah loh jinawi, tata tentrem kerta  raharja, para kawula iyeg rumagang ing gawe, tebih saking laku cengingilan adoh saking juti. Wong kang lumaku dagang, rinten dalu tan wonten pedote, labet saking tan wonten sansayangi margi. Subur kang sarwo tinandur, murah kang sarwo tinuku. Bebek ayam raja kaya enjang medal ing panggenan, sore bali ing kandange dewe-dewe. Ucapan dalang dalang dari bapaknya-embahnya-buyutnya-canggahnya-warengnya-udeg-udegnya gantung siwurnya. Bekerja bersatu padu, jauh daripada hasut, dengki, orang berdagang siang malam tiada hentinya, tidak ada halangan di jalan. Inipun menggambarkan cita-cita sosialisme” ( Bung Karno, Pidato Hari Ibu 22 Desember 1960 ).
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy