Jump to content
Sign in to follow this  
astro

Saingi SpaceX, Roket Blue Origin Siap Meluncur

Recommended Posts

blue origin.jpg

Perusahaan penerbangan milik Jeff Bezos, Blue Origin, siap meluncurkan roket New Shepard dalam rangka uji coba.

Peluncuran ini dimaksudkan untuk menguji sistem escape para awak roket. Rencananya, uji coba ini akan dilakukan pada 4 Oktober. Selain itu, Blue Origin juga akan menyiarkan pengujian ini melalui streaming.

Roket New Shepard sendiri terdiri atas dua bagian utama, roket pendorong dan kapsul kru di bagian atas. Di bagian kapsul, Blue Origin telah menyiapkan sistem canggih untuk keselamatan para penumpang.

Blue Origin berharap suatu hari nanti dapat mengirim masyarakat ke luar angkasa menggunakan roket. Nantinya, penumpang dapat menikmati pengalaman tanpa gravitasi selama beberapa menit, sebelum kembali ke Bumi.

Penerbangan ini akan menjadi yang kelima kalinya Blue Origin meluncurkan roket.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • Guest News
      By Guest News
      Minggu lalu perusahaan antariksa Space-X meluncurkan roket Falcon Heavy membuktikan bahwa perusahaan swasta berhasil meluncurkan roket beban berat ke orbit luar angkasa, membuka potensi penjelajahan ruang angkasa. Roket Falcon Heavy ini memiliki harga jauh lebih murah, dibanding kompetitornya.
       
       
    • By TheKingsArmy
      Roket Perang Hamas
      Peperangan Israel adalah peperangan yang masih jauh dari kata damai, konflik politik dan ekonomi didalamnya masih menghiasi perang tersebut. Seperti yang di catat dalam Alkitab negara Israel adalah negara pilihan Tuhan dan tangan Tuhan selalu menyertai mereka.
      Hamas dan Jihad Islam di Gaza terus berjuang dengan semangat menghancurkan Israel karena stigma yang melekat kuat di kalangan mereka bahwa Israel adalah negara Yahudi.
      Seperti yang dikutip di Tellmenow.com mengungkapkan bagaimana Israel berupaya menggunakan misil untuk melindungi warganya dari serangan Hamas, Hamas justru menggunakan warganya untuk melindungi dari serangan misil Israel.
      Hamas cukup dikenal dengan strategi perisai manusia sepanjang sejarah konflik dengan Israel, menyebabkan jumlah korban warga sipil di Gaza terus meningkat. Sementara, Israel terus dikecam oleh dunia internasional karena tidak sanggup meminimalisasi jumlah korban sipil. Bahkan, Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mengancam Israel dapat dijatuhi tuduhan melakukan kejahatan perang.
      Namun, dibalik kuatnya semangat Hamas untuk menggempur Israel, beberapa di antara mereka yang terus berkeyakinan adanya unsur agama dalam konflik ini seakan-akan melihat ada pertempuran antara dua Tuhan di sini.
      Dalam artikel yang ditulis oleh Barbara Ordman di Jewish Telegraph edisi 18 Juli, Ordman bertanya kepada Hamas mengapa roket mereka tidak begitu efektif menghancurkan Israel. Jawaban yang didapatnya adalah, "Kami telah berusaha, tetapi Tuhan mereka mengubah arah roket kami di atas udara".
      Kutipan Ordman itu pun menjadi headline yang tersebar luas di jejaring sosial setelah dijadikan judul utama di harian Jewish Telegraph.
      Ordman, yang kini tinggal di Ma'ale Adumim di Tepi Barat, kemudian mengutip pernyataan Perdana Menteri Israel yang pertama, David Ben Gurion, pada Oktober 1956. Kala itu, dalam wawancara dengan CBS, Ben Gurion berkata, "Di Israel, untuk menjadi seorang realis, Anda harus percaya pada mujizat".
    • By Sam
      Pendiri dan CEO SpaceX, Elon Musk.
       
      Pendiri sekaligus CEO perusahaan perakit wahana antariksa SpaceX, Elon Musk, kembali membuat pernyataan yang menghebohkan. Ia mengatakan ingin membangun koneksi internet yang dapat menghubungkan antarplanet.
       
      Dia mengatakan bahwa rencananya tersebut dapat direalisasikan melalui ratusan satelit mikro yang tengah dikembangkan.
       
      Menurut Musk, satelit ini bukan hanya dapat menghubungkan orang-orang di Planet Bumi melainkan dapat menghubungkan Bumi dengan planet lain.
       
      Proyek yang tengah dikembangkan ini kabarnya memakan biaya hingga US$ 10 miliar atau setara dengan Rp 125 triliun.
       
      Bahkan beberapa waktu lalu Musk berencana untuk membangun 700 satelit kecil yang akan diluncurkan ke ruang angkasa.
       
      Ia mengatakan satelit-satelit ini akan membantu manusia untuk menciptakan koloni di Mars. Pembuatan satelit ini dibantu oleh mantan eksekutif Google, Greg Wyler.
       
      Meskipun belum ada kejelasan detail mengenai fungsi satelit tersebut, Musk menilai nantinya satelit ini akan membantu manusia dalam berbagai penelitian di ruang angkasa.
       

      "Sama halnya dengan roket, kami akan mencoba segala proses untuk satelit," kata Musk.
       
      Elon Musk memang dikenal sebagai pengusaha yang memiliki ide brilian. Ia memiliki pandangan jauh ke depan dalam memanfaatkan teknologi. Tidak heran jika ia sering disamakan dengan sosok fiksi Tony Stark dalam film Iron Man.
       
      Selain mendirikan SpaceX, Musk juga mendirikan perusahaan mobil Tesla Motors yang memanfaatkan listrik sebagai bahan bakar. Dahulu ia juga ikut mendirikan perusahaan pembayaran online PayPal.
    • By astro
      Elon Musk, CEO sekaligus pendiri Tesla dan SpaceX
       
      Elon Musk, CEO sekaligus pendiri Tesla dan SpaceX ternyata memiliki sifat yang sama dengan Steve Jobs dalam bekerja. Salah satu karyawan SpaceX mengungkapkan bagaimana sisi 'gila' Elon Musk dalam mempekerjakan karyawannya.
       
      Keluhan ini diungkapkan karyawan tersebut melalui sebuah forum tanya jawab Quora.com. Ketika seorang pengguna bertanya bagaimana rasanya bekerja untuk Elon Musk, ia bercerita bagaimana kesulitan yang sering ia hadapi dalam pekerjaannya.
       
      Ia mengatakan bahwa Elon Musk adalah seorang yang gila. Menurutnya selama lima tahun ia bekerja di SpaceX, keinginan Musk dalam memerintah para karyawannya sungguh tidak masuk akal.
       
      "Sebuah pekerjaan yang seharusnya dilakukan dalam waktu satu tahun, ia ingin tugas itu diselesaikan dalam satu minggu," kata karyawan tersebut.
       
      Ia melanjutkan bahwa jika kita ingin berkeluarga dan mengerjakan setiap hobi kita dengan waktu yang cukup luang, Elon Musk bukanlah atasan yang akan memberikan hal-hal tersebut.
       
      "Ini sisi bagaimana rasanya saya tidak suka bekerja dengan dia. Tidak ada yang suka bekerja dengan dia," lanjutnya.
       
      Bahkan menurutnya, ada sebuah perkataan Elon Musk yang sangat membekas di antara para karyawan. Musk mengatakan, bahkan bekerja pada hari sabtu juga tidak akan pernah cukup. Hal itulah yang membuat para pekerja merasa seolah disiksa dan dipenjara di tempat mereka bekerja.
       
      Ia juga mengatakan bahwa tampaknya, Musk tidak peduli pada kehidupan para karyawannya. Meskipun begitu, Musk telah membawa Tesla dan SpaceX menjadi perusahaan yang luar biasa. Perusahaan yang dipimpin oleh Musk menjadi salah satu industri teknologi yang ditakuti oleh para pesaingnya.
       
      Sikap keras Musk terhadap para karyawannya dinilai mirip dengan kelakuan mendiang Steve Jobs. Bedanya, Musk tidak pandai bicara di depan publik seperti Jobs.
    • By PusatInformasi
      Kecelakaan di bidang antariksa kembali terjadi. Untungnya kali ini tak makan korban jiwa. Roket dan pesawat kargo milik kontraktor Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), Orbital Sciences yang bertujuan mengantar pasokan ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) meledak hanya beberapa detik setelah lepas landas Selasa malam 28 Oktober 2014.
       
      Pesawat tak berawak, Antares meledak dan mengeluarkan bola api raksasa sesaat setelah diluncurkan dari fasilitas penerbangan NASA, Wallops Flight Facility di Virginia pada pukul 18.22 waktu setempat.
       
      Kargo milik NASA seberat 5.000 pon atau 2.268 kilogram berisi eksperimen ilmiah, makanan, dan pasokan lain -- yang menjadi misi kargo ketiga dalam skema kontrak sebesar US$ 1,9 miliar-- ikut musnah.
       
      Juru bicara NASA mendeskripsikan ledakan tersebut sebagai  "anomali bencana". Sementara, tinjauan dan investigasi terkait penyebab bencana baru saja dimulai. Badan antariksa melaporkan tak ada laporan staf yang cedera.
       
      "Masih terlalu dini untuk mengetahui detil apa yang terjadi," kata wakil presiden Orbital Sciences, Frank Culbertson, yang juga mantan astronot NASA dalam pernyataannya yang dikutip dari SPACE.com, Rabu (29/10/2014). "Kami akan memelakukan investigasi menyeluruh untuk menentukan penyebab. Dan menentukan langkah-langkah yang harus diambil untuk menghindari insiden serupa."
       
      Jika penyebab sudah ditemukan, Culbertson mengatakan, pihaknya akan kembali mengangkasa ke luar orbit bumi untuk melayani para pelanggannya.
       
      Sebelumnya, perwakilan Orbital Sciences tak menemukan masalah jelang peluncuran. Namun, setelah proses pengapian, terlihat jelas ada yang salah. Demikian ujar Robert Pearlman, editor berita sejarah antariksa collectSPACE.com. Ia menyaksikan detik-detik peluncuran hanya beberapa mil dari roket yang meledak, di area pengamatan pers yang disediakan NASA.
       
      "Saat pesawat itu naik dari landasan, jejaknya jelas terlihat -- asap dan api keluar dari roket," kata Pearlman kepada SPACE.com.
       
      Kemudian, kerusakan jelas terlihat, dan tiba-tiba bola api besar mengepul, diikuti ledakan sangat keras. Pecahan roket berterbangan ke segala arah, lalu kendaraan antariksa itu terbanting kembali ke landasan, mengeluarkan bola api yang lebih dahsyat. Kebakaran melanda lokasi.
       
      Kamis malam adalah upaya kedua Orbital mengirimkan Antares -- dalam jangka waktu 2 hari. Usaha sebelumnya pada Senin malam terganggu gara-gara kapal berkeliaran di pesisir dekat area luncur.
       
      NASA sebelumnya mengontrak Orbital untuk melakukan 8 kali pengiriman kargo ke ISS -- menggunakan roket Antares dan pesawat tak berawak Cygnus. Perusahaan yang bermarkas di Virginia meluncurkan misi pengiriman kargonya ke ISS awal tahun ini pada Januari lalu. Sementara misi kedua dilakukan Juli. Keduanya sukses.
       
      Sementara itu, perusahaan lainnya SpaceX mendapatkan kontrak senilai US$ 1,6 miliar dari NASA untuk melakukan penerbangan menggunakan kapsul Dragon dan roket Falcon. Sejauh ini sudah 3 misi dilakukan, tanpa insiden.
       
      NASA meminta bantuan sektor swasta untuk mengirimkan kargo, juga astronot dari dan ke ISS -- sembari memutus ketergantungan pada Rusia. Bulan lalu, badan antariksa itu memberikan dana miliaran dolar bagi SpaceX dan Boeing untuk menyediakan 'taksi luar angkasa' pada 2017.
       
      Saksikan video detik-detik meledaknya roket Antares sesaat setelah meluncur berikut ini.
       

×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy