Jump to content
Sign in to follow this  
vyrous

Kasus Kasus Pemutaran Video Porno di Videotron

Recommended Posts

videotron_jav_1BBB2319927B48D2BE11377CF5B9BA62.jpg

Kasus penayangan video porno di videotron Jakarta Selatan mengagetkan semua pihak. Pasalnya, video tersebut diputar di tengah-tengah masyarakat. Ternyata kasus bocornya video asusila pernah terjadi di beberapa negara.

China

Kejadian videotron yang menampilkan video porno pernah terjadi di China pada 2013. Seperti dilaporkan Digital Trends, sebuah papan reklame tanpa sengaja menyangkan video porno selama 10 menit di sebuah gedung. Kejadian ini juga mengakibatkan kehebohan warga kota Jilin, China.

Kejadian tersebut ternyata diakibatkan oleh kesalahan teknisi bernama Yuan Mou. Ia sendiri adalah teknisi yang bertugas untuk memasang iklan di papan tersebut. Sepulang kerja, ia langsung menonton video porno di kamarnya, namun ia lupa mencabut koneksi laptopnya dengan papan reklame. Alhasil, video porno itu juga ditayangakan di videotron.

India

Peristiwa serupa lainnya terjadi pada Agustus 2016 di Pune, India. Menurut laporan Deccan Chronicle, sebuah papan reklame di jalan raya tanpa sengaja menayangkan video porno. Di video tersebut, tampak seorang wanita melakukan tindakan asusila.

Indonesia

Kejadian berikutnya terjadi baru-baru ini di Jakarta. Netizen di Twitter dihebohkan dengan adegan film porno di videotron yang terletak di depan Kantor Walikota Jakarta Selatan. Ini bermula saat salah seorang netizen dengan akun Monstreza mengunggah sebuah video yang menampilkan adegan porno. Sontak, tweet tersebut di-retweet oleh ratusan netizen lainnya.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By qbonk
      SLEMAN – Polda DIY terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap tragedi maut Susur Sungai yang menewaskan 10 siswa SMP 1 Turi, Sleman. Hari ini polisi menetapkan dua tersangka baru dalam kasus ini. Dengan demikian sudah ada tiga orang tersangka dalam perkara ini.
      “Gelar perkara penyidik siang tadi, ada dua tersangka baru dengan inisial R dan DS,” ujar Kabid Humas Polda DIY Kombespol Yulianto, Senin (24/2/2020).
      Menurut Yulianto, sampai saat ini sudah ada 22 orang yang diperiksa oleh polisi sebagai saksi. Mereka terdiri dari 7 pembina pramuka, 3 kwarcab, 3 pengelola wisata, 2 siswa selamat dan 1 kepala sekolah. Selain itu juga memeriksa 6 orang orang btua korban.
      Setelah dilakukan penetapan tersangka, polisi langsung melakukan penahanan kepada keduanya. Namun, Yulianto tidak menjelaskan posisi dan jabatan kedua tersangka baru ini dalam kegiatan susur sungai tersebut.
      “Hari ini juga dilakukan penahanan kepada yang bersangkutan,” tandasnya.
      Sebelumnya, polisi telah menetakan satu orang tersangka dengan inisia IYA, yang merupakan pembina pramuka sekaligus guru olahraga.
      Kegiatan pramuka susur Sungai Sempor yang dilaksanakan di donokerto, Turi, Sleman pada Jumat 21 Februari 2020). Saat itu, ada 249 siswa SMP 1 Turi dari kelas 7 dan 8 mengikuti kegiatan susur sungai.
      Awalnya kondisi sungai kecil dan tidak banjir. Namun di tengah kegiatan, mendadak sungai banjir setelah ada kirimand ari atas. Sebanyak 10 siswa meninggal dunia terseret arus sungai dan ditemukan meninggal. Bahkan dua siswa baru diketemukan pada minggu pagi, setelah dilakukan pencarian.
    • By berita_semua
      Pengamat hukum pidana Universitas Islam Indonesia, Muzakir mengatakan, perbedaan kasus pembunuhan Munir Said Thalib dan Wayan Mirna Salihin terletak pada proses autopsi jenazahnya.
      Dimana, dalam kasus kematian Munir terjadi proses autopsi jenazah yang lengkap sehingga dapat dipastikan penyebab kematian lantaran diracun arsenik. Sementara, dalam kasus kematian Mirna yang diduga diracun sianida tidak dilakukan proses autopsi yang komplit atau sempurna.
      "Ini masalah kausalitas. Dan itu menjadi kata kunci karena kasus munir itu proses autosinya jelas sehingga memberi keterangannya juga jelas dan setiap ahli hukum dapat memastikan itu. Kalau ketian Mirna tidak di autopsi," kata Muzakir
      Muzakir membela pandapat ahli patologi forensik senior dari Fakultas Kedokteran Universitas Quensland, Brisbane, Australia, Beng Beng Ong dalam persidangan. Menurut dia, pernyataan Beng Beng dapat dibenarkan lantaran jenazah Mirna tidak di autopsi dengan lengkap.
      "Saya pikir sudah benar keterangan itu. Karena proses autopsinya tidak lengkap. Kalau menggunakan sempel itu akan menjadi masalah dan menentukan siapa pelakunya menjadi sulit," terang Muzakir.
      Ia menyayangkan pihak Imigrasi yang menahan Beng Beng usai memberikan kesaksiannya. Pasalnya, kehadiran Beng Beng ke Indonesia dapat memberikan keterangan yang membantu penegak hukum dalam menentukan penyebab kematian anak dari Dharmawan Salihin.
      "Dia (Beng Beng) kemari untuk membantu mencari kebenaran materill tentang penyebab kematian Mirna. Kalau ahli di Indonesia itu kebanyakan marah-marahnya di persidangan. Itu tidak boleh, apalagi saksi ahli dapat yakin bahwa pelakunya (Jessica Kumala Wongso)," pungkas Muzakir.
    • By berita_semua

      Wayan Mirna Salihin (27) tewas seusai menyeruput kopi vietnam di Kafe Olivier di Mal Grand Indonesia pada 6 Januari 2016.
      Meski masa penanganan polisi terhadap kasus ini sudah mendekati dua pekan, pelakunya belum juga terungkap.
      Kasus ini menarik perhatian publik karena polisi memastikan Mirna tewas karena racun sianida yang ada di dalam kopi tersebut.
      Meski sudah memastikan kematian Mirna lantaran kerasnya racun tersebut, polisi masih kesulitan mengungkap pelakunya.
      Beberapa saksi pun sudah diperiksa intensif oleh kepolisian, mulai dari karyawan kafe; teman Mirna yang berada saat kejadian, seperti Hani dan Jessica; hingga keluarga almarhumah; dan pakar.
      Kepolisian bahkan sudah menaikkan status kasus tersebut ke tingkat penyidikan, meski tersangka belum ditetapkan.
      Kompleksnya kasus ini bahkan membuat kepolisian Indonesia melakukan kerja sama penyelidikan dengan kepolisian federal Australia. Mirna dan Jessica pernah tinggal dan menimba ilmu di Negeri Kanguru.
      Misteriusnya penyelesaian kasus ini meninggalkan beberapa kejanggalan atau pertanyaan.
      Kejanggalan tersebut ditemukan berdasarkan kronologi dari kepolisian dan keterangan sejumlah saksi.
      Pertama, Jessica yang berinisiatif memesan kopi vietnam yang diminum oleh Mirna.
      Jessica diketahui datang terlebih dahulu ke kafe tersebut dan membayar secara langsung minuman-minuman yang dipesannya. Jessica disebut ingin membuat "surprise" kepada Mirna.
      Kedua, Jessica meletakkan paperbag di atas meja tempat minuman disajikan.
      Posisi paperbag tersebut janggal karena tak biasanya orang meletakkan paperbag di atas meja. Menurut sejumlah saksi, paperbag itu turut menghalangi pantauan kamera CCTV kafe yang mengarah ke kopi vietnam yang diminum Mirna.
      Ketiga, ketika Mirna mengeluhkan rasa kopi yang tidak lazim, Jessica tidak ikut mencicipinya.
      Ketika itu, Mirna menyebut rasa dan aroma kopi vietnam yang diminumnya seperti jamu. Hani pun mencoba mencicip sedikit dan merasakan bahwa lidahnya kebas.
      Keempat, celana yang digunakan Jessica pada hari kejadian dibuang.
      Jessica beralasan, celana itu robek dan harus dibuang. Polisi bahkan masih mencari celana misterius tersebut hingga di tempat pembuangan sampah.
      Bagian penting yang dapat menjadi petunjuk berikutnya adalah celana Jessica yang dibuang.
      Kelima, bagaimana racun natrium sianida (NaCN) itu bisa masuk ke dalam kopi yang diminum Mirna?
      Polisi masih mencari proses masuknya racun tersebut. Selama penelitian di Puslabfor, sianida hanya ditemukan di lambung Mirna dan kopi yang diminumnya saat kejadian.
      Keenam, jumlah sianida yang cukup besar di dalam kopi Mirna.
      Polisi menemukan kandungan racun sianida sangat besar di kopi yang diminum Mirna. Bahkan, kandungan racun itu dapat membunuh hingga 25 orang sekaligus.
      Rangkaian yang hilang
      Di luar semua itu, polisi sudah meminta pandangan dari para ahli, termasuk ahli kejiwaan untuk memeriksa beberapa saksi, termasuk Jessica.
      Polisi hingga kini masih berusaha mengungkap bagaimana racun sianida itu masuk ke minuman Mirna.
      Sudah disebutkan polisi bahwa proses pembuatan kopi di kafe tersebut terbebas dari sianida. Yang memungkinkan adalah, proses masuknya sianida terjadi saat kopi tersebut berada di meja yang ditempati Mirna, Jessica, dan Hani.
      Polisi berusaha mengungkap kasus tersebut bukan berdasarkan pada asumsi semata. Selama ini, publik terarahkan pada teman Mirna yang memang saat kejadian berada di lokasi.
      Berbagai pihak meyakini, kepolisian mampu mengungkap kasus yang menyita perhatian publik ini. Polisi pun optimistis kasus itu segera terungkap, meski banyak kompleksitasnya.
      Seperti dikatakan Shinichi Kudo, tokoh dalam komik Detektif Conan karangan Aoyama Gosho, "Segala sesuatu itu mempunyai pola, bahkan benang kusut sekalipun," demikian kutipan dari komik tersebut.
      Pola ini yang masih dicoba untuk dicari, rangkaian yang hilang dari kasus tersebut.
×
×
  • Create New...