Jump to content
  • Kemerdekaan indonesia 74
  • Kemerdekaan indonesia 74
  • Kemerdekaan indonesia 74
Sign in to follow this  
Guest Metrotvnews

Taman Pandang Istana Jadi Magnet Buruh untuk Selfie

Recommended Posts

Guest Metrotvnews
Metrotvnews.com, Jakarta: Kawasan Taman Pandang Istana, di depan Istana Negara, jadi titik pusat orasi ribuan buruh. Buruh akan melanjutkan long march menuju KPK hingga sore nanti. Terik matahari tak menyurutkan langkah buruh, baik laki dan perempuan. Mereka terus bergerak dari kawasan Patung Kuda ke Istana Negara. Satu tekad mereka: menolak PP 78/2015 dan UU Tax Amnesty.

Pemandangan menarik tersaji begitu ribuan buruh tiba di sekitar Taman Pandang Istana. Pantauan Metrotvnews.com, taman yang diresmikan Gubernur DKI Jakarta Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama pada30 Juli 2016 itu justru menjadi magnet bagi para buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI). Selain buruh dari DKI Jakarta, mereka juga berasal dari kawasan industri di Karawang, Purwakarta, Depok, Bekasi dan Bogor.

Buruh berorasi secara damai di taman sebelah barat laut Monumen Nasional (Monas) atau tepatnya di depan foto Presiden Republik Indonesia. Petugas keamanan sengaja menempatkan lokasi ini sebagai titik utama sebelum melanjutkan long march menuju KPK. Petugas sudah memasang kawat berduri di sekeliling taman agar buruh tak mengganggu lalu lintas.

Taman Pandang Istana yang dipenuhi banyak dekorasi warna-warni dengan sentuhan seni dari para seniman ini jadi magnet bagi buruh. Mereka yang mulanya bersemangat mendengarkan orasi justru memilih mengabadikan diri dengan berselfie ria di Taman Pandang Istana.

Salah satu buruh wanita yang terlihat semangat, yakni Nani, 35. Nani mengaku tak pernah malas ikut menyuarakan hak kaum buruh. Itu dilakukan agar nasibnya ke depan lebih sejahtera.

"Iya mau enggak mau kita harus turun karena kita enggak mau menitipkan nasib kita di orang," kata Nani di Taman Pandang Istana, Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (29/9/2016)

Buruh pabrik metal asal Bekasi ini mengatakan, tidak pernah mendapatkan komplain dari sang suami karena ikut aksi demo. "Anak juga dititipin ke orang tua jadi ya enggak apa ikut (unjuk rasa)," ujarnya.

Sementara itu, buruh wanita lainnya bernama Saano, 43, mengaku mengikuti aksi unjuk rasa untuk memperjuangkan gajinya di tahun depan. Karena itu dia merasakan selama mengikuti aksi demonstrasi, beberapa perubahan kerap dirasakan. Gajinya yang semula hanya Rp2,7 juta, saat ini naik menjadi Rp3,1 juta.

"Ya namanya perjuangan, kita enggak kenal waktu, enggak kenal panas. Ini kan untuk kita juga. Untuk kesejahteraan kita," kata dia.

Meski tetap semangat mengikuti aksi unjuk rasa, Saano tetap khawatir akan terjadi kericuhan. Dia menganggap semua itu sebagai resiko yang harus ditanggung. "Khawatir sih ada, tapi di setiap perjuangan pasti ada resikonya. Jadi bismillah saja," kata Saano.

www.metrotvnews.com

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
Sign in to follow this  

×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy