Jump to content
  • Popular Contributors

    Nobody has received reputation this week.

  • Our picks

    • Badai Tuan telah berlalu
      Salahkah 'ku menuntut mesra?
      Tiap pagi menjelang
      Kau di sampingku
      'Ku aman ada bersamamu
      • 0 replies
    • Ini Enak dan Tidak Enaknya Jadi Menteri
      Joko Widodo dan Ma'ruf Amin resmi terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden pada periode 2019-2024 dalam Pilpres 2019.

      Setelah pemilihan umum dan berbagai sidang yang menegangkan, kini perhatian masyarakat terfokus pada calon menteri baru dalam kabinet pemerintah 2019-2024.

      Masyarakat penasaran siapa saja menteri yang akan membantu Presiden dan Wakil Presiden terpilih di masa depan.
      • 0 replies
    • Wanita Ini Baru Tau Pekerjaan Suaminya Setelah Suaminya Meninggal
      Seorang wanita menemukan fakta mengejutkan tentang suaminya yang telah dinikahinya selama 64 tahun.

      Kenyataan mengejutkan tersebut bahkan baru diketahuinya setelah sang suami yang bernama Glyn meninggal dunia.
      • 0 replies
    • Kamu Harus Tau Tentang Amnesia
      Apa itu Amnesia?

      Amnesia atau dikenal juga sebagai sindrom amnesik, adalah kondisi yang menyebabkan kehilangan memori. Hal ini meliputi kehilangan informasi, fakta-fakta, dan pengalaman personal. Ada banyak kondisi kesehatan yang dapat menyebabkan amnesia, seperti dementia, stroke, atau cedera kepala.
      • 0 replies
  • 1
dugelo

Apa penyebab pembuluh darah pecah?

Question

2 answers to this question

Recommended Posts

  • 0

1. Faktor bawaan.

Faktor ini biasanya disebut dengan aneurisma, yaitu kondisi pembuluh darah melebar dan akhirnya pecah. Pecahnya pembuluh darah bisa juga diawali dengan pembuluh darah yang menebal (terjadi pengapuran) dan biasanya terjadi pada pendereta diabetes. Semakin lama, pembuluh darah yang menebal ini akan menumbat aliran darah ke otak.

Jika dibiarkan, bisa akan pecah. Sedangkan pembuluh darah yang menipis, biasanya terjadi pada penderita hipertensi. Tekanan darah yang tinggi akan membuat pemilih pembuluh darah tipis ini akan pecah.

2. Kelainan Bentuk Pembuluh Darah.

Misalnya karena dinding pembuluh darah yang lemah atau karena perbedaan ukuran dinding pembuluh darah yang satu dengan yang lainnya. Kelainan bentuk pembuluh darah ini juga disebut dengan AVM atau Arterio Venous Malformation yaitu suatu kondisi dimana pembuluh darah arteri dan vena yang saling mempunyai ukuran yang berbeda. Kelainan ini sering terjadi pada bagian otak.

3. Pembuluh Darah Menipis Karena Efek Konsumsi Obat.

Salah satu obat yang dapat menyebabkan menipisnya pembuluh darah adalah obat antikoagulen seperti ASPIRIN dan Clopidrogel yang bersifat mengencerkan darah. Oleh karena itu, seseorang yang mengkonsumsi onat ini harus dalam pengawasan dokter.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Answer this question...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...

  • Similar Content

    • By Tania
      Pasien penderita penyakit komplikasi yang lama terbaring di rumah sakit tak jarang membuat harapan untuk kembali sembuh kian tipis. Tak jarang dokter tak mampu berbuat banyak, lantaran kondisi pasien yang sudah di penghujung kematian.
      Dalam kondisi ini, Google mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/ AI) untuk memprediksi waktu kematian seseorang.
      Algoritme Google membaca 175.639 poin data dari seorang pasien pengidap kanker payudara stadium lanjut. Penyakit ini membuat cairan memenuhi paru-paru dan organ vital lainnya sehingga dokter memperkirakan ia hanya memiliki peluang hidup sebesar 9,3 persen.
      Sebaliknya, algoritme Google justru memperkirakan harapan hidup sedikit lebih besar. Dari data yang diperoleh, Google memperkirakan peluang kematian perempuan itu mencapai 19,9 persen. Meski beberapa hari kemudian pasien dinyatakan meninggal dunia.
      Belajar dari kasus tersebut, Google mengembangkan alat untuk memperkirakan peluang hidup pasien, termasuk berapa lama ia harus dirawat di rumah sakit, hingga kemungkinan pasien perlu dirawat kembali, dan waktu meninggal yang mungkin terjadi dalam waktu dekat.
      Kecerdasan buatan ini mengolah semua informasi dan menghasilkan prediksi, jauh lebih cepat dan akurat dari teknik-teknik yang telah ada sebelumnya. Algoritme Google bahkan menunjukkan data mana yang akan berujung pada penarikan konklusi.
      Nigam Shah, profesor dari Stanford University sekaligus salah satu penulis dalam riset ini menyebut metode yang ada sekarang menghabiskan 80 persen waktu untuk membuat data laik saji. Sementara pendekatan yang digunakan Google justru menghindari hal tersebut.
      Kemampuan Google dalam menyaring data, termasuk catatan yang terkubur dalam dokumen dan grafik lama tak dipungkiri membuat rumah sakit, dokter dan penyedia layanan kesehatan kagum. Mengingat sejauh ini lembaga kesehatan telah berupaya bertahun-tahun untuk menggunakan rekam jejak kesehatan dan data pasien untuk menyelamatkan lebih banyak nyawa.
      Jeff Dean, kepala bagian kecerdasan buatan Google kepada Bloomberg mengatakan tahap berikutnya yang akan ditempu yakni mengintegrasikan sistem yang memprediksi gejala penyakit ke klinik-klinik. Ia menyebut tingkat akurasi prediksi penyakit diharapkan bisa menjadi harapan dan alarm.
      "Mereka memahami masalah apa yang perlu segera dicarikan solusinya. Sejauh mereka (Google) telah melakukan cukup eksperimen kecil untuk mengetahui hasil yang berbeda-beda dari setiap pengujian," ungkap Jeff.
      Ia berharap kecerdasan buatan ini mampu mengarahkan para dokter kepada pengobatan tertentu dan membantu mendiagnosa penyakit pasien dengan lebih tepat.
    • By sandyiktibal
      Apa yang dirasakan manusia saat akan meninggal? Ilmuwan berupaya menjelaskan apa yang dirasakan ketika saat tersebut tiba.
      Ajal adalah sesuatu yang dialami manusia sekali seumur hidupnya dan sangat jarang kita mendengar kesaksian bagaimana saat itu tiba. Kendati begitu ilmuwan dari The American Chemical Society membuat video mengenai apa yang dirasakan saat kematian tiba.
      Menurut asosiasi tersebut, menyaksikan seseorang dikejar-kejar pembunuh yang membawa kampak dalam film horor menciptakan perasaan yang sama seperti Anda yang tengah dikejar pembunuh tersebut.
      Dalam video tersebut ilmuwan The American Chemical Society menjelaskan bagaimana perubahan kimia dalam otak beberapa saat sebelum seseorang dibunuh oleh pembunuh berkampak.
      Rasa takut - seperti dijelaskan ilmuwan - merupakan respon kognitif yang memperingatkan kita saat berada dalam bahaya. Dari berbagai sudut pandang ilmuwan medis, Anda bisa meninggal karena ketakutan.
      Rasa takut tersebut dikirimkan ke bagian otak yang disebut Thalamus dimana pesan itu menjelaskan kepada tubuh bahwa kita dalam kondisi bertarung.
      "Saat sinyal rasa takut itu mencapai otak di bagian periaqueductal, kondisi itu memerintahkan otak untuk bersiaga," papar ilmuwan.
      Lalu mengapa kita berteriak saat kita ketakutan? Ilmuwan menjelaskan bahwa perilaku tersebut merupakan respon otomatis dari tubuh. Kita akan berusaha memberitahu orang lain dengan berteriak sekaligus menyatakan apa yang tengah dirasakan dengan harapan mendapatkan bantuan.
      "Berbeda dengan saat kita berbicara biasa, suara teriakan yang diterima telinga langsung menuju daerah Amygdala dimana itu adalah pusat darurat otak. Hal itu seperti halnya seseorang yang berteriak berusaha berbagi dengan Anda bagaimana kondisi otaknya," jelas ilmuwan.
      Saat pembunuh berkampak dalam film horor tersebut berhasil menangkap korban dan membunuhnya secara brutal serta menghentikan teriakan otomatis tadi.
      Rasa sakit menurut ilmuwan merupakan perasaan yang sangat berbeda dari sentuhan dan rasa tersebut memberitahukan tubuh bahwa apa yang baru terjadi tidak boleh terulang.
      Dengan mengasumsikan tidak terjadi kerusakan otak, sesuatu yang menarik terjadi saat ajal menjelang. Ketika jantung berhenti berdenyut dan Anda tak lagi bernafas saat itulah yang disebut kematian klinis.
      Ketika itu otak masih terus bekerja dan memasuki kondisi aktivitas perseptual-neural. Langkah terakhir dari kematian adalah saat otak berhenti bekerja dan itu yang disebut kematian biologis. Ketika itu seseorang benar-benar disebut meninggal dunia.
    • By davidbo

      Pada tahun 1967, seorang agen rahasia Inggris “dibekukan” sembari menunggu masa yang akan datang di mana musuh bebuyutannya bangun dari tidur panjangnya dalam kebekuan untuk kembali mengancam dunia. Masa itu tiba tahun 1997. Agen rahasia itu dibangkitkan kembali setelah diawetkan dalam es selama 30 tahun untuk menyelamatkan dunia dari kehancuran.
      Mungkin anda mengenali scenario di atas yang ada dalam film “Austin Powers: International Man of Mystery” (1997). Ilmu pengetahuan yang mengilhami cerita film itu benar-benar ada. Ilmu itu disebut kriogenika, yaitu ilmu yang mempelajari tentang apa yang terjadi pada materi pada suhu yang sangat rendah. Krionika, yaitu teknik yang digunakan untuk mengawetkan tubuh manusia pada suhu yang sangat rendah dengan harapan suatu hari dapat dibangkitkan kembali, sedang dikembangankan saat ini.
      Gagasan di balik krionika adalah jika seseorang “mati” akibat penyakit yang dideritanya, ia dapat “dibekukan” untuk kemudian dibangkitkan kembali di masa depan saat teknologi pengobatan sudah dapat menyembuhkan penyakitnya itu. Seseorang yang diawetkan sedemikian rupa dikatakan berada dalam keadaan suspensi krionika.
      Tahap-tahap untuk menjalani suspensi krionika:
      Menjadi anggota sebuah fasilitas krionika dan membayar iuran keanggotaan (sekitar $400 per tahun). Dinyatakan “mati secara hukum”. Tim tanggap darurat dari fasilitas tersebut mendatangi anda, tubuh anda distabilkan dengan cara memasok oksigen melalui darah ke otak anda dalam jumlah yang cukup untuk mempertahankan fungsi minimal otak hingga saatnya tiba untuk anda dipindahkan ke fasilitas suspensi. Tubuh anda akan dibungkus dalam es dan diinjeksikan heparin (sejenis antikoagulan/ anti pembekuan darah) untuk mencegah darah anda membeku dalam perjalanan menuju fasilitas krionika. Sekelompok tim medis menunggu kedatangan tubuh anda di fasilitas itu. Begitu anda tiba di fasilitas kriogenika, “pembekuan” yang sesungguhnya segera dimulai. Fasilitas kriogenika tidak bisa begitu saja menempatkan pasien mereka ke dalam wadah nitrogen cair karena akan menyebabkan air yang dikandung sel tubuh membeku. Tim krionika harus membuang air dari sel-sel tubuh anda terlebih dahulu dan menggantinya dengan campuran kimiawi berbasis gliserol yang disebut krioprotektan (semacam senyawa antipembekuan tubuh manusia). Langkah selanjutnya adalah memasukan tubuh anda yang kemudian diletakkan ke dalam tangki logam yang besar yang berisi nitrogen cair pada suhu sekitar -196oC. Tubuh anda disimpan dengan posisi kepala di bawah. Karena biaya yang sangat mahal, ilmuwan memberikan jalan yang ekonomis dengan hanya mengawetkan otak anda. Dengan harapan suatu saat nanti teknologi menemukan cara untuk mengkloning tubuh anda yang lain yang tidak diawetkan.
    • By c0d1ng
      Bayangkan jika ada sebuah gadget yang dapat menghitung mundur tanggal kematian Anda, pastinya terlihat sangat mengerikan. Namun ada sebuah inovasi baru pada perangkat jam tangan yang dapat meramalkan kapan tanggal kematian sang pengunannya.
      Ya, jam tangan ini bernama Tikker, yang juga dijuluki sebagai “Jam kematian”. Meski terdengar menyeramkan, namun sebenarnya jam tangan ini dapat membantu Anda untuk mengatur pola gaya hidup yang lebih sehat.
      Jam tangan kematian ini dirancang oleh seorang penemu asal Swedia, yang mengklaim bahwa jam tangan miliknya dapat menghitung harapan hidup seseorang bahkan dapat menghitung mundur kapan pengguna itu akan meninggal dunia. Jam tangan kematian ini diciptakan oleh, Fredrik Colting. Namun Colting menyebut jam ini sebagai The Happiness Watch atau jam kebahagiaan, karena ia menciptakan jam ini bertujuan agar orang-orang dapat menghargai waktu dan menyayangi diri sendiri.
      Untuk menggunakan jam tangan ini pun diperlukan persyaratan terlebih dahulu, yakni Anda diminta mengisi Kuesioner yang telah disediakan sebagai basis informasi. Nantinya Anda akan diminta untuk mengisi riwayat kesehatan Anda, termasuk alergi terhadap sesuatu atau  penyakit. Tak hanya itu saja, pengguna juga akan ditanya, apakah mereka merokok dan apakah ada kasus riwayat penyakit kanker, diabetes dan penyakit lainnya dalam keluarga mereka.

      Pengguna juga disodorkan pertanyaan tambahan, seberapa sering mereka berolahraga dan seberapa sering pengguna menimbang berat badan mereka. Setelah semua informasi mengenai diri sendiri sudah dimasikan, usia pengguna akan dikurangi dengan prediksi yang ditetapkan oleh Tikker. Selain dapat memprediksikan batas usia penggunanya, Tikker juga menampilkan waktu lokal serta mulai menghitung mundur kapan pengguna akan meninggal.
      Setelah selesai melewati kampanye di rowsfounding, kini jam tangan kematian ini sudah dapat diboyong denga harga £49,99 atau sekitar satu jutaan rupiah. kehadiran jam tangan ini memang kontroversial, bayangkan jika ada yang mengatakan kepada Anda bahwa usia Anda tinggal satu tahun lagi, apa yang bakal Anda lakukan untuk mengubah gaya hidup Anda?
      Jam tangan ini memiliki tiga baris penunjuk waktu, baris paling atas menunjukan tahun, bulan, dan hari. Sedangkan untuk baris kedua menampilkan hitungan mundur jam, menit, dan detik. Untuk baris ketiga menunujan waktu lokal atau waktu yang sedang berjalan saat ini.
      Kematian adalah hal yang tak bisa dikompromi, kedatangannya sangat tidak bisa diduga-duga dan sangat mustahil untuk ditentukan, bahkan oleh perangkat buatan manusia secanggih apapun. Karena pada dasarnya, kematian hanya milik sang pencipta. Namun hal positif yang dapat kita ambil dari Tikker ini adalah, kita diajarkan untuk menghargai waktu, menjalankan pola gaya hidup yang lebih sehat.
    • By Blaster
      Julukan "literary he-man" atau "perkasa" tidak begitu saja disematkan kepada jurnalis dan penulis kenamaan yang hari jadinya diperingati setiap 21 Juli, Ernest Hemingway.

      Ernest Hemingway
      Sejak pertama kali menghirup udara dunia pada 1899 hingga mengembuskan napas terakhirnya pada 1961, Hemingway sudah beberapa kali berhadapan sangat dekat dengan maut layaknya tokoh fiksi karangannya.
      Hemingway memang sangat terobsesi dengan kematian. Semua karyanya pun dilumuri kisah mengenai kematian tokoh di tangan tentara hingga ditanduk banteng.
      Apa yang ia tulis ternyata juga tersirat dalam penampilannya sehari-hari. Dalam sebuah laporan pada 1961, TIME menuliskan, "Semua yang ada dalam diri Hemingway terlihat seperti apa yang dilihat pada seorang pria di hari di mana ia tahu akan meninggal."
      Rangkaian kata tersebut dirasa sangat tepat menggambarkan sosok Hemingway. Setiap harinya, ia seakan sudah berkemas dan siap kapan pun ajal menjemputnya.
      Sebelum akhirnya ia tewas akibat luka bunuh diri, Hemingway tercatat lima kali lolos dari jurang kematian. Berikut daftarnya seperti dilansir TIME.
      1. Tersambar peluru meriam Austria
      Hemingway pernah ambil andil dalam Perang Dunia I. Tak angkat senjata, Hemingway memegang kemudi ambulans Palang Merah.
      Pada 8 Juli 1918, ia tersambar pecahan peluru yang terlontar dari meriam pasukan Austria dengan kecepatan tinggi. Seketika itu juga, Hemingway merasa nyawanya hampir keluar dari tubuhnya. Dengan 237 pecahan peluru bersarang di tubuhnya, Hemingway berhasil lolos dari maut untuk pertama kalinya.
      2. Tertembak saat berhadapan dengan hiu
      Dalam salah satu artikel di Esquire, pada 1935, Hemingway pernah menuliskan sebuah kiat membunuh hewan buas di depan mata. "Tembak bagian otak jika jaraknya sangat dekat, jantungnya jika jauh, atau tulang punggungnya jika Anda harus menghentikannya dengan segera," tulisnya.
      Hemingway yakin cara paling jitu adalah menyerang tubuh hiu tepat sasaran. Anjuran ini pun dianggap sangat dapat dipercaya. Pasalnya, Hemingway menuliskan kiat tersebut setelah mengalami sendiri kejadian menegangkan berhadapan langsung dengan hiu di perairan Key West, California.
      Panik menghadapi hewan buas, Hemingway melepaskan tembakan ke arah hiu yang ternyata tak tepat sasaran. Alih-alih menewaskan sang hiu, Hemingway pulang dengan peluru tertanam di pahanya.
      3. Memburu kapal selam Jerman
      Pada era 1942-1943, Hemingway tidak produktif menulis. Ia lebih memilih mengarungi perairan Gulf Stream dengan kapal kayu sepanjang 11,5 meter. Bersenjatakan granat dan senapan ringan, Hemingway memburu satu kapal selam milik Jerman.
      Dalam benaknya, Hemingway berpikir bahwa jika ia telah menemukan lokasi kapal selam tersebut, Angkatan Laut akan lebih mudah menghancurkannya.
      "Solusinya sangat berkarakter. Ia akan menyerang kapal tersebut secara tiba-tiba dan tak terduga dan mengejarnya," ujar penulis buku The Hemingway Patrols, Terry Mort.
      Rencana ini dianggap kurang matang oleh beberapa kalangan. Untungnya, Hemingway pun tidak pernah berkesempatan menjalankan misi tersebut.
      4 (dan 5). Dua kali menjadi korban pesawat jatuh
      Saat sedang berkunjung ke Afrika, Hemingway memacu adrenalin dengan bersafari. Dalam dua hari itu pula, jantung Hemingway berdebar kencang ketika pesawat yang ditumpanginya jatuh.
      Insiden pertama terjadi ketika pesawat Cessna yang membawa Hemingway dan istrinya sedang berupaya menghindari iringan unggas melintas. Sang pilot pun harus memilih menukikkan pesawat ke arah enam buaya yang sedang berjemur atau sekelompok gajah di tengah hutan.
      Pilot tersebut lebih memilih melakukan pendaratan mendadak tak sempurna di tempat gajah berkerumun. Mereka pun menghabiskan malam di tengah hutan bersama gaja-gajah.
      Keesokan harinya, Hemingway mempertaruhkan nyawanya dengan menaiki pesawat yang sama. Belum lama lepas landas, pesawat tersebut terbakar.
      Melihat luka bakar yang begitu serius, berbagai media pun mulai memberitakan kematian Hemingway dan istrinya. Namun Hemingway menampik semua rumor tersebut hanya dengan keluar dari hutan membawa beberapa tandan pisang dan sebotol gin.
      "Keberuntungan saya bekerja sangat baik," katanya.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy