Jump to content

Recommended Posts

Pengacara, Ahmed Mansoor, menerima pesan teks yang tidak dimintanya terkait penjara UEA..jpg
Pengacara, Ahmed Mansoor, menerima pesan teks yang tidak dimintanya terkait penjara UEA.

Cacat pada sistem operasi iOS Apple telah ditemukan sehingga memungkinkan peretas untuk menaruh spyware pada iPhone sasaran ketika sang pemilik iPhone tersebut mengeklik tautan yang dikirim.

Kecacatan pada sistem operasi iOS pertama kali terungkap setelah seorang pengacara hak asasi manusia memberi tahu dua perusahaan keamanan teknologi informasi (IT) tentang pesan teks yang diterimanya dari orang tak dikenal.

Dua perusahaan keamanan IT yang diberitahu, Citizen Lab dan Lookout, tidak bersedia mengungkap secara rinci temuan mengenai kecacatan pada sistem operasi iOS sampai Apple melakukan pembenahan.

Namun, secara garis besar, mereka menemukan tiga cacat yang sebelumnya tidak diketahui pada sistem pengodean Apple.

iphone 6.jpg
Apple disebut telah memutakhirkan peranti lunak iPhone untuk mengatasi masalah pada sistem operasi.

Sejak saat itu Apple memutakhirkan peranti lunak iPhone untuk mengatasi masalah ini.

Pesan teks

Pengacara bernama Ahmed Mansoor menerima pesan teks pada iPhone-nya pada 10 dan 11 Agustus.

Isi pesan tersebut berjanji akan mengungkapkan "rahasia" orang-orang yang diduga disiksa di penjara Uni Emirat Arab (UEA) jika Mansoor membuka tautan yang tertera.

Akan tetapi, Mansoor tidak membukanya. Dia justru menghubungi dua perusahaan keamanan IT.

Jika dia nekad membuka tautan tersebut, menurut Citizen Lab, iPhone-nya akan bisa disusupi peranti lunak oleh sang pengirim tanpa sepengetahuannya.

"Begitu terinfeksi, ponsel Mansoor akan menjadi mata-mata digital dalam sakunya. Kamera dan mikrofon pada iPhone-nya akan bisa diakses untuk memata-matai lingkungan di sekitar peranti tersebut," kata Citizen Lab.

Tak hanya itu, iPhone milik Mansoor akan bisa merekam percakapan Whatsapp dan mengintip semua pesan teks, dan melacak semua pergerakan tanpa Mansoor pernah sadar.

Para peneliti keamanan IT meyakini spyware itu diciptakan NSO Group, sebuah perusahaan Israel di bidang 'perang siber'.

Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
  • Similar Content

    • By jeruk_purut
      Kapan lagi pakai iPhone buat buka pintu mobil
      Sebagai perusahaan teknologi ternama, Apple terus menerus memperbarui sistem operasi mereka. Kali ini, Apple telah mempersiapkan iOS 14 yang akan segera diluncurkan pada September 2020 mendatang ke para pengguna iPhone.
      Pihak Apple mengatakan bahwa pembaruan iOS 14 ini adalah update terbesar yang pernah mereka lakukan. Hal ini karena Apple akan menghadirkan Home Screen yang telah di-desain ulang menjadi lebih menarik.

      “iOS 14 mengubah elemen paling ikonik dari pengalaman iPhone, dimulai dengan pembaruan terbesar yang pernah kami buat di Home Screen,” kata Wakil Presiden Senior Apple, Craig Federighi dilansir dari CNBC Indonesia.
      Tidak hanya Home Screen yang akan dipercantik, banyak fitur baru yang akan dihadirkan Apple demi memberikan kenyamanan lebih dalam menggunakan perangkat iPhone.
      Apa saja fitur barunya?
      Widget

      Mungkin Widget sudah lo temukan di iPhone pada iOS sebelumnya. Kali ini Apple mendesain ulang Widget iPhone persis dengan cara kerja di Apple Watch.
      Jadi lo bisa menempatkan Widget di Home Screen dalam berbagai ukuran.
      App Library

      Kalau yang ini adalah fitur baru untuk mengorganisir aplikasi ke dalam file berbeda secara otomatis. Terlebih pengguna iPhone bisa mengakses tanpa harus menampilkannya di Home Screen.
      App Clips

      Katanya sih fitur ini bakal memudahkan pengguna mengunduh banyak file besar. Bahkan Apple pun mengklaim prosesnya yang ringan dan cepat.
      Siri

      Siri terkadang bisa jadi teman ngobrol lo saat sedang kesepian. Namun, kali ini Apple membuat Siri datang 20 kali lebih cepat dari biasanya.
      Bahkan kini Siri bisa membantu lo mengirim pesan dalam format audio.
      Messages

      Aplikasi Messages kali ini akan menghadirkan memoji berdasarkan usia, fitur pin untuk mengutamakan chat paling penting selalu berada di paling atas, dan fitur group yang membentuk percakapan dalam sebuah ruang kelompok tertentu.
      Maps

      Maps juga mungkin sudah lama dalam iOS Apple sebelumnya. Namun sekarang Maps ada fitur baru berupa Guides yang memberikan panduan berbagai tempat dengan informasi paling update.
      Selain itu juga ada fitur Cycling yang membantu pesepeda memberikan panduan jalur sepeda.
      Terakhir ada EV Routing yang memberikan informasi tentang tempat pengisian daya untuk mobil listrik.
      Translate

      Buat lo yang suka gak ngerti kalau temennya ngobrol pakai bahasa Inggris, sekarang Apple akan memudahkan lo mengerti apa yang dibicarakan teman lo dengan menerjemahkan percakapan tersebut.
      CarPlay

      Apple memberikan wallpaper supaya tampilan CarPlay bisa lebih menarik. Fitur paling unik adalah kini iPhone lo bisa berfungsi sebagai kunci mobil.
    • By peter_hutomo
      Sekitar dua bulan lalu, Nintendo mengonfirmasi layanan online untuk konsol gim Wii U dan 3DS mereka, yakni Nintendo Network ID (NNID) diretas oleh orang tak dikenal.
      Alhasil, ada sekitar 160 ribu akun pengguna Nintendo yang dibobol dan informasi mereka terancam bocor di internet.
      Namun, kabar terkini menyebutkan angka akun NNID yang dibobol lebih tinggi dari pernyataan awal perusahaan asal Jepang tersebut.
      Total akun Nintendo yang diretas pada April 2020 mencapai 300 ribu setelah diinvestigasi lebih lanjut lagi.
      Ini berarti, sejak April hingga Juni saat ini ada penambahan sekitar 140 ribu akun diketahui dibobol oleh hacker.
      Perusahaan juga menyatakan, saat ini sudah mengambil langkah keamanan tambahan agar aksi serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.
      "Hanya segelintir akun yang dibobol dipakai pelaku peretasan untuk pembelian di dalam gim, dan saat ini proses pengembalian uang kepada pelanggan hampir selesai," ucap Nintendo.
      Bisa Belanja di Dalam Gim
      Informasi, NNID merupakan layanan online yang dibuat untuk 3DS dan Wii U dimana pengguna dari kedua platform gim tersebut untuk download konten dan hubungkan konsol mereka ke sistem pembayaran digital.
      Meski sudah membuat sistem baru untuk digunakan di konsol anyar mereka Nintendo Switch, pengguna 3DS dan Wii U masih dapat menautkan akun mereka.
      Ini berarti hacker belanja di toko My Nintendo dan Nintendo eShop menggunakan uang virtual atau uang dari layanan PayPal milik korban yang telah terhubung dengan akun.
      Tak hanya itu, informasi nickname, tanggal lahir, dan alamat email korban pun terancam disebar di dunia maya.
      Pengguna Tak Sadar Aksi Peretasan
      Kabar aksi peretasan akun Nintendo ini pertama kali dilaporkan oleh pemilik Nintendoite, Pixelpar. Dikutip dari BGR, Rabu (22/4/2020), dia mendapati ada pihak yang tak dikenal yang berusaha menggunakan akun Nintendo miliknya.
      Ia mengatakan, password akun Nintendo miliknya menggunakan kata unik dan PC-nya tidak diretas.
    • By c0d1ng
      Data pengguna Bukalapak ditengarai bocor lagi. Belasan juta data penggunanya ditawarkan di forum dark web.
      Sang hacker menjajakan data tersebut di situs RaidForums. Menggunakan akun Tryhard User menawarkan data pengguna sebanyak 12.957.573.
      Data tersebut berisikan user ID, email, nama lengkap pengguna, password, salt, username dan tanggal lahir. Si hacker turut menampilkan sejumlah contoh data.

      Mengejutkan ada nama yang tidak asing, yakni achmad.zaky.s@gmail.com yang kemungkinan milik mantan CEO Bukalapak Achmad Zaky. Selain itu ada mfrasyid1@yahoo.com yang dimiliki Fajrin Rasyid yang merupakan pendiri Bukalapak.
      Untuk diketahui ini bukan kali pertama Bukalapak diterpa kabar kebocoran data. Sebelumnya Maret tahun lalu, belasan juta data pengguna dijual di forum dark web.
    • By c0d1ng
      Warga Indonesia, khususnya pengguna platform belanja online, tengah dihebohkan dengan kasus peretasan database perusahaan e-commerce Tokopedia. Ada jutaan data bocor di internet bahkan dijual oleh si hacker.
      Kasus pencurian data ini pertama kali dibeberkan oleh akun @underthebreach di Twitter. Dalam laporan itu, ia menyebut hacker berhasil mencuri alamat email, password hash, dan nama pengguna. Password hash adalah sebuah enkripsi password yang menyamarkan password asli pengguna.
      Akun @underthebreach sendiri merupakan sumber pertama yang melaporkan hack dan kebocoran data pengguna Tokopedia. Dalam profil akun Twitter mereka, Under the Breach mengklaim bahwa mereka adalah penyedia layanan pemantauan dan pencegahan kebocoran data dari Israel.
      Tokopedia sendiri telah mengonfirmasi adanya pencurian data penggunanya. Supaya tidak bingung dengan kasus ini, berapa banyak data pengguna Tokopedia yang dicuri hacker?
      Awalnya, akun Twitter Under the Breach mempublikasi twit berisi penjelasan bahwa hacker telah mencuri 15 juta data pengguna Tokopedia yang dikoleksi dalam dua bulan dan peretasan ini terjadi pada Maret 2020.
      Kemudian, akun yang sama melaporkan temuan lainnya bahwa ada total 91 juta pengguna Tokopedia yang dijual di dark web. Dengan laporan ini, berarti ada tambahan 76 juta data pengguna Tokopedia yang dimiliki oleh peretas.
      Data tersebut dijual di pasar gelap internet dengan harga 5.000 dolar AS atau sekitar Rp 75,8 juta.
      Tokopedia konfirmasi adanya kebocoran data pengguna
      Tokopedia mengakui adanya upaya pencurian data terhadap penggunanya. Tidak dijelaskan kapan peretasan terjadi, namun startup yang berdiri sejak Februari 2009 itu memastikan informasi penting pengguna, seperti password, berhasil terlindungi.
      "Meskipun password dan informasi krusial pengguna tetap terlindungi di balik enkripsi, kami menganjurkan pengguna Tokopedia untuk tetap mengganti password akunnya secara berkala demi keamanan dan kenyamanan," kata Nuraini Razak, VP of Corporate Communications Tokopedia, kepada kumparan, Sabtu (2/5).
      Perusahaan juga menerapkan keamanan berlapis untuk menjaga akun pengguna dari penjahat siber. Salah satunya dengan one time password (OTP) yang hanya dapat diakses secara real-time oleh pemilik akun.
      Hingga saat ini, Tokopedia masih terus berupaya menginvestigasi terkait peretasan jutaan penggunanya.
      Tidak ada data pembayaran yang bocor
      Selain memastikan tidak ada data password pengguna yang berhasil dicuri, Tokopedia juga memastikan tidak ada kebocoran data pembayaran. Adapun data pembayaran yang dimaksud ialah transaksi belanja online di Tokopedia melalui transfer bank, kartu kredit atau pembayaran lewat Ovo.
      "Seluruh transaksi dengan semua metode pembayaran, termasuk informasi kartu debit, kartu kredit dan OVO, di Tokopedia tetap terjaga keamanannya," kata Nuraini.
      Untuk menjaga keamanan para pengguna, Tokopedia menyarankan pengguna agar melakukan pergantian password. Dan, ini harus dilakukan secara berkala.
      Siapa hacker pencuri data pengguna Tokopedia?
      Pakar keamanan siber, Pratama Persadha dari Communication & Information System Security Research Center (CISSReC), mengungkap bahwa peretas data Tokopedia tersebut pertama kali mengumbar hasil retasannya menggunakan nama Whysodank lewat dark web Raid Forums pada Sabtu (2/5).
      Raid Forums merupakan merupakan forum komunitas hacker di internet yang berisi informasi-informasi terkait dengan database bocoran data, hingga berbagi prank dan komunitas pengolok. Di sini, peretas mencoba untuk meminta bantuan rekan hacker untuk membuka hash dari password akun para pengguna Tokopedia. Dia mengalami kesulitan untuk membuka password. 
      Setelah itu, ada lagi peretas ShinyHunters mem-postingthread penjualan 91 juta akun Tokopedia di forum dark web bernama EmpireMarket.
      Tokopedia minta pengguna ganti password
      Selagi menyelidiki pengguna yang terkena dampak dari pencurian data ini, Tokopedia mengimbau konsumen untuk mengganti password secara berkala. Perusahaan juga meminta pengguna untuk mengaktifkan PIN yang akan meminta kode setiap kali pengguna melakukan transaksi.
      Selain itu, Tokopedia juga memungkinkan pengguna untuk mengaktifkan OTP dari Google Authenticator. Dengan ini, pengguna bisa melacak jika terjadi percobaan login di perangkat lain karena akan muncul kode OTP lewat SMS di nomor ponsel yang telah didaftarkan di Tokopedia.
      Cara mengaktifkan PIN dan OTP Google Authenticator di Tokopedia bisa dibaca pada artikel di bawah ini.
      Kominfo panggil Tokopedia terkait kebocoran data
      Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akan memanggil direksi Tokopedia pada Senin (4/5). Pemanggilan tersebut ditujukan untuk meminta penjelasan terkait bocornya jutaan data pengguna Tokopedia baru-baru ini.
      Kominfo juga telah mengirimkan surat ke Tokopedia. Setidaknya, ada tiga hal yang dibahas oleh Kominfo dalam surat tersebut guna menjamin keamanan data pengguna.
      "Hal pertama yang harus dilakukan Tokopedia segera melakukan pengamanan sistem untuk mencegah meluasnya data breach. Kedua, memberitahu pemilik akun yang kemungkinan data pribadinya terekspos. Dan ketiga, melakukan investigasi internal untuk memastikan dugaan data breach serta apabila telah terjadi, mencari tahu penyebab data breach tersebut," jelas Menteri Kominfo, Johnny G. Plate, dalam sebuah keterangan pers, Minggu (3/5).
      Johnny menyebut, Kominfo telah meminta laporan kepada Tokopedia tentang pemberitahuan dugaan kebocoran data kepada pemilik akun, tindakan pengamanan sistem yang dilakukan, dan potensi dampak kebocoran data kepada pemilik data. Johnny pun mengaku bahwa pihaknya masih menunggu laporan tersebut selesai dibuat.
      Cara cek apakah akun Tokopedia dicuri hacker
      Mengingat salah satu data yang bocor adalah alamat email, hal berbahaya yang mungkin terjadi ialah penyalahgunaan atau penipuan berbasis email. Apabila kamu adalah pengguna Tokopedia, tentu kamu ingin mengetahui apakah akunmu menjadi salah satu yang terdampak dari kebocoran data ini.
      Nah, salah satu caranya ialah dengan mengeceknya di situs Have I Been Pwned (https://haveibeenpwned.com). Kamu cukup memasukkan alamat email yang kamu gunakan untuk belanja online di Tokopedia, kemudian situs akan mendeteksi apakah email itu masuk ke dalam kasus website-website yang terkena retas.
      Jika di hasil pengecekan email kamu di Have I Been Pwnd ada simbol Tokopedia, itu berarti akun Tokopedia kamu adalah salah satu yang terdampak.
      Selain Have I Been Pwnd, kamu juga bisa mengecek kemungkinan kebocoran data pribadimu di internet lewat situs Avast (https://www.avast.com/hackcheck). Caranya juga sama. Cukup masukan alamat email di kolom yang tersedia. 
    • By c0d1ng
      Akhir pekan ini, seorang peretas membocorkan data puluhan juta pengguna yang terdaftar di Tokopedia, toko daring terbesar di Indonesia. Informasi ini pertama dibeberkan oleh @underthebreach, sebuah akun pemantau kebocoran data global. 
      Dalam tangkapan layar percakapan dari salah satu forum peretas di dark web, diketahui bahwa data tersebut diperoleh pada Maret 2020 dan mengandung informasi pribadi setidaknya 15 juta pengguna. Angka ini sendiri masih belum saklek. Penelusuran dari lembaga ELSAM mendapati bahwa kebocoran dipastikan terjadi atas setidaknya 12.115.583 akun Tokopedia.
      Sehari kemudian, @underthebreach menyampaikan kabar mengkhawatirkan. Peretas tersebut rupanya memegang data sedikitnya 91 juta pengguna Tokopedia, dan ingin memperjualbelikannya melalui dark web. Penelusuran dari situs teknologi ZDNet mendapati bahwa berkas tersebut berupa database dump PostgreSQL, dan berisi informasi seperti nama lengkap pengguna, surel, nomor telepon, tanggal lahir, informasi profil Tokopedia, dan kata sandi akun yang telah di-hash.
      Perkara terakhir inilah yang mendorong sang peretas membagikan data tersebut ke forum. Seperti diterangkan Liputan 6, hash adalah fungsi yang digunakan untuk mengamankan basis data seperti nama pengguna dan kata sandi. Semisal suatu akun punya kata sandi “Asumsi”, melalui algoritma hash kata sandi tersebut dikonversi menjadi “3!308f??8”. 
      Sederhananya, hash adalah kata sandi untuk kata sandi. Bila seseorang memiliki akses atau berhasil membobol hash tersebut, kata sandi sesungguhnya bakal dibeberkan. Sejauh ini, sang peretas mengaku belum berhasil menemukan hash untuk membobol puluhan juta akun Tokopedia tersebut. Oleh karena itulah ia membagikannya ke forum, dengan harapan peretas lain akan berhasil melanjutkan pekerjaannya.
      Nuraini Razak, VP of Corporate Communications Tokopedia, membenarkan bahwa telah terjadi upaya pencurian data terhadap pengguna Tokopedia. "Namun Tokopedia memastikan, informasi penting pengguna, seperti kata sandi, tetap berhasil terlindungi," tuturnya. Nuraini pun menyatakan bahwa Tokopedia “tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut” terhadap dugaan peretasan tersebut.
      Adapun menurut ZDNet, kata sandi yang telah di-hash diamankan dengan algoritma hashing SHA2-384. Algoritma tersebut dikenal “aman, tetapi tidak mustahil dijebol.”
      Meskipun kata sandi pengguna aman — untuk sementara waktu — bukan berarti puluhan juta pengguna Tokopedia yang terdampak dapat langsung menghela napas lega. Data sensitif berupa nama lengkap, nomor telepon, tanggal lahir, jenis kelamin, dan akun email sudah keburu bocor dan diperjualbelikan secara bebas..
      Seorang pengguna Twitter asal Indonesia bernama @ronaldips bahkan dapat membeli sebagian file yang diperdagangkan sang peretas untuk harga 10 Euro. Konsultan dan peneliti keamanan siber Teguh Aprianto menyatakan bahwa data pengguna tersebut kini dijual bebas di Empire Market dengan harga lima ribu dollar US, atau sekitar Rp 74 juta.
      Menurut pengamat keamanan siber Alfons Tanujaya, hal ini membuat puluhan juta pengguna Tokopedia yang terdampak rentan terhadap penipuan dan phishing — teknik yang memancing pengguna untuk memberikan data pribadi mereka secara tak sadar ke situs palsu. Bila pengguna “terpancing” ke situs phishing, mereka dapat tak sengaja menyerahkan kata sandi mereka. Walhasil, data mereka bakal sepenuhnya di tangan peretas.
      Persoalan lain adalah Tokopedia dinilai lamban memberitahu publik bahwa terjadi kebocoran terhadap data mereka. “Tokopedia belum mengakui, mereka baru bilang ada “upaya” peretasan,” kritik Lintang Setianti, peneliti ELSAM. “Padahal datanya sudah tersebar luas di Dark Web. Kalau kamu periksa melalui situs yang bisa mengecek apakah surelmu dibobol seperti haveibeenpwned.com, kamu bisa tahu bahwa surel banyak orang sudah diretas.”
      Lebih penting lagi, penelusuran ELSAM mendapati bahwa data tersebut bocor selambat-lambatnya pada 17 April 2020. Ketika terjadi kegagalan perlindungan data pribadi, Tokopedia seharusnya wajib memberitahukan penggunanya yang terdampak. Hal ini diatur dalam Pasal 14 ayat (5) PP No. 71/2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik, yang menyebutkan: “Jika terjadi kegagalan dalam perlindungan terhadap Data Pribadi yang dikelolanya, Penyelenggara Sistem Elektronik wajib memberitahukan secara tertulis kepada pemilik Data Pribadi tersebut.”
      Mengacu pada Pasal 28 Permenkominfo No. 20/2016 tentang Perlindungan Data Pribadi Dalam Sistem Elektronik, pemberitahuan tertulis ini memang dapat dilakukan paling lambat 14 hari sejak terjadinya insiden. Namun, tenggat waktu 14 hari telah lewat. Bagi Lintang, seharusnya informasi terkait kebocoran data dan tips menanggulanginya datang dari Tokopedia secara langsung--bukan dari Under the Breach atau pakar digital di media sosial.
      Tokopedia bukan raksasa daring pertama yang dijegal insiden kebocoran data. Maret 2019, Bukalapak disorot setelah 13 juta data penggunanya disasar oleh peretas. Dalam insiden serupa, Sephora Asia juga diretas dan 3.7 juta data penggunanya dibobol. Namun, menurut Lintang, terdapat perbedaan mencolok antara cara perusahaan lokal dan internasional menangani kebocoran data.
      “Dalam kasus Bukalapak, sangat disayangkan bahwa mereka bilang data konsumen, nama, email, dan nomor telepon itu bukan “data krusial”, hanya karena kata sandi tidak bocor,” kritik Lintang. “Padahal apapun data konsumen, apalagi itu bisa mengidentifikasi satu orang, harusnya ada tanggung jawab untuk menjaganya.”
      Kontras dengan itu, Sephora Asia lekas memberikan notifikasi ke pengguna yang mengkonfirmasi bahwa terdapat peretasan data, tetapi tidak ada nomor kartu kredit pengguna yang bocor. “Kita bisa lihat perbandingan dengan institusi luar negeri yang punya tanggung jawab lebih,” ucapnya. “Sebagai konsumen, saya lebih baik dapat informasi itu.”
      Menurut Anton Muhajir, Sekretaris Jenderal SafeNet, konsumen berhak untuk menuntut Tokopedia bila tudingan peretasan terbukti benar. “Dia sudah lalai menjaga data kita,” tutur Anton. “Dia tidak bisa menjamin keamanan data yang kita serahkan kepada mereka.”
      Namun, Anton menyoroti bahwa saat ini hukum yang ada untuk melindungi hak dan data pribadi konsumen belum memadai. “Hal-hal seperti seberapa besar tanggung jawab perusahaan ketika terjadi kebocoran data dan seberapa jauh hak mereka dalam penguasaan data itu baru kita bahas di Indonesia,” kritiknya.
      “Di PP No. 71/2019, nggak ada aturan yang secara langsung membicarakan ganti rugi ke konsumen,” ucap Lintang. “Yang ada sanksi administratif berupa teguran tertulis, denda administratif, penghentian sementara, dan lain sebagainya. Ini dilakukan oleh Menteri Kominfo.”
      Dalam Peraturan Menteri Kominfo No. 20 tahun 2019 pasal 29, memang ada bab khusus yang membahas penyelesaian sengketa. Pemilik data pribadi dapat mengajukan pengaduan ke Menteri Kominfo atas kegagalan perlindungan data pribadi. Kemudian, sengketa tersebut diselesaikan “secara musyawarah” atau melalui “penyelesaian alternatif.”
      “Sayangnya, nggak ada ganti rugi langsung ke konsumennya sendiri,” ucap Lintang. “Kalau RUU Perlindungan Data Pribadi diloloskan, kita jadi punya hak untuk meminta ganti rugi dan ada kewajiban dari Tokopedia untuk memberitahukan kita secara tertulis.”
×
×
  • Create New...