Jump to content
Sign in to follow this  
astro

Jawaban Neil Armstrong Mendarat di Bulan Beneran

Recommended Posts

Neil Armstrong - ngobas.jpg

Apakah itu pas manusia pertama berhasil mendaki puncak Everest? Pengembangan vaksin pertama kali? Penemuan teori radiasi elektromagnetik oleh James Maxwell? Deklarasi Hak Asasi Manusia pertama kali di AS? Penemuan benua Amerika oleh Columbus?

Banyak ahli sejarah dan akademisi yang sepakat kalo pencapaian tertinggi yang pernah diraih oleh umat manusia adalah pendaratan manusia pertama kali di bulan oleh NASA.

Nah, pas banget nih. Tanggal 20 Juli kemarin, kita memperingati 45th anniversary dari momen bersejarah itu. Pada masa itu, masih banyak orang yang memimpikan untuk mencapai puncak gunung Everest. Tiba-tiba saja, pada 20 Juli 1969 , seluruh dunia dikejutkan dengan pemberitaan bahwa National Aeronautics and Space Administration (NASA) berhasil mendaratkan manusia ke bulan melalui misi Apollo 11. Manusia itu adalah Neil Armstrong, astronot Amerika Serikat, bersama rekannya, Buzz Aldrin. Sebenarnya ada 1 astronot lagi sih yang ikut ke bulan, yaitu Michael Collins. Tapi doi stay di dalam pesawat karena punya peran tersendiri. 

Quote

"Ah.. Pendaratan Neil Armstrong di bulan itu kan hoax/bohongan!!"

Eitss.. Boleh aja sih skeptis tentang satu hal. Cuma skeptisisme itu juga harus didukung dengan research.Sampai saat ini, masih banyak masyarakat yang masih ragu akan keberhasilan NASA mendaratkan manusia di bulan. Dan bukan ga mungkin, lo, keluarga lo, guru-guru lo adalah salah satu dari orang-orang yang meragukan hal tersebut. Ya bisa dimaklumi juga sih. Bulan adalah tanah "asing" ratusan ribu kilometer dari Bumi yang tidak bisa dijangkau, hanya bisa kita lihat, menjadi bahan angan-angan. Nggak kebayang aja mungkin, kok bisa manusia bisa sampe berjalan di bulan?!

Nah sekarang nih, gw mau berbagi insight dari hasil riset gw untuk mengulik bener nggak sih Neil Armstrong itu pernah mendarat di bulan. Banyak banget blog , artikel, dan website yang mengklaim bahwa pendaratan manusia di bulan adalah bohong. Tapi apakah klaim tersebut pantas meruntuhkan kalo Neil Armstrong tidak pernah mendarat di bulan? Seperti kata Carl Sagan, extraordinary claims require extraordinary evidence.  Yuk, kita kupas satu per satu.

1. Bendera yang Berkibar

Pernah lihat nggak, foto seperti di bawah ini? Ini adalah foto ketika Buzz Aldrin menancapkan bendera Amerika di permukaan Bulan.

KATANYA: bendera pada foto ini terlihat berkibar-kibar. Ini bikin orang ragu sama pendaratan di Bulan karena nggak mungkin bendera bisa berkibar di Bulan. Kan Bulan nggak punya atmosfer, nggak ada udara, nggak ada angin!

flag 1.jpegflag 2.jpeg

Kiri: Buzz Aldrin memberi hormat bendera setelah memancangkannya di bulan (tonjolan kecil di atas helmnya adalah jarinya)

Kanan: Potret 6 detik setelah potret di atas. Aldrin telah menurunkan tangannya. Posisi bendara ga berubah.

kiri kanan.gif

FAKTANYA: bendera itu bukan berkibar. Bendera itu kelihatan agak bergerak atau mengkerut karena dalam perjalanan ke bulan, benderan disimpan dilipat. Jadi pas dibuka, emang udah nggak rapi. Kalo lo lihat video di bawah, si astronot ada beberapa kali nancepin tiang benderanya. Nggak lurus-lurus, akhirnya terakhir baru berdiri tegak. Inersia membuat bendera masih agak bergerak.

Terus, perhatikan, deh. Sisi atas bendera itu kaku. Itu karena tiang pancangnya berbentuk Г-shaped . Sengaja dipake tiang pancang bentuk begitu supaya ya benderanya bisa tegak. Kalo nggak pake tiang pancang berbentuk seperti itu, nggak bakal keliatan jelas motif benderanya. Namanya juga kain, buka papan reklame. Sulit lho, merentangkan kain di ruang hampa udara dan bergravitasi rendah, seperti bulan.

2. Kok Bisa Ada Jejak Kaki di Bulan?

Berikutnya, ada klaim lain yang bilang kalo jejak kaki astronot di Bulan itu palsu.

KATANYA: permukaan bulan itu kering. Tapi jejak kaki yang kecetak di bulan terlalu clear (jelas). Kayaknya cuma bisa bikin jejak kaki begitu di pasir basah deh.

jejak di kaki.jpg

FAKTANYA: Bulan bukanlah tempat tanpa gravitasi. Gravitasi bulan = 1/6 gravitasi bumi. Debu Bulan, atau yang disebut regolith, adalah seperti bubuk yang digiling halus. Mirip debu vulkanik. Lo bisa coba sendiri kok. Gampang, pake aja bubuk bedak bayi atau tepung terigu. Kalo lo melangkah di atasnya, lo bisa dengan mudah meninggalkan jejak kaki yang jelas. Plus, bulan nggak punya atmosfer kan. Hampa udara. Jadi nggak ada angin deh yang mampu menyingkirkan jejak yang telah dibuat.

3. Nggak Ada Fotografer

KATANYA: Cuma ada 2 astronot yang mendarat di bulan. Tapi, gimana ceritanya kedua astronot bisavisible (keliatan) di foto ini? satu yang difoto dan satu lagi yang tercermin di kaca helm astronot. Lhaterus siapa yang moto?

kamera.jpg

FAKTANYA: kamera sudah ditanam di bagian dada baju para astronot. Di foto ini, lo bisa lihat kalo tangannya si Neil berada dekat dada. Jadi, dia nggak perlu jepret kamera mendekati matanya. Selain itu, ada beberapa foto lain yang diambil oleh modul pendaratan di bulan (Eagle) dan kamera melayang yang dikendalikan jarak jauh dari Bumi. NASA tahun 1965 sudah cukup canggih, Bro!

flag.jpg

4. Kok Nggak Ada Bintang?

KATANYA: ruang angkasa penuh dengan bintang. Tapi kok pada foto-foto dari bulan nggak kelihatan bintang sama sekali? Ah, ini pasti foto studio nih!

FAKTANYA: Lo pernah denger ada yang namanya polusi cahaya, nggak? Kalo di kota besar, kita kan susahnih ngelihat bintang-bintang di langit. Beda ceritanya dengan di desa atau di tengah laut. Kenapa bisa gitu? Intinya, karena gemerlap lampu perkotaan menyulitkan kita untuk melihat cahaya bintang. Inilah mengapa teleskop umumnya diletakkan di puncak gunung buat menghindari polusi cahaya dari bumi.

Dalam kasus ini, permukaan bulan yang memantulkan cahaya matahari itu menjadi polusi cahaya sehingga menutupi cahaya dari bintang yang jauh.

Kalo lo belajar fotografi, para astronot motret petualangan mereka di bulan dengan settingan kamera eksposur cepat yang membuat cahaya yang masuk kecil. Mereka mengambil gambar pada eksposur 1/150 atau 1/250 detik. Kalo lo ga ngerti, coba tanya deh temen lo yang hobi fotografi.

Justru aneh kalo di foto kelihatan bintang. Coba aja deh, lo moto temen lo pas malam hari dengan latar belakang bintang-bintang. Bintangnya nggak bakal kelihatan! Kecuali lo pake kamera dan teknik khusus buat capture bintang di background-nya.

5. Kok Nggak Ada Kawah Bekas Pendaratan Modul?

Dari pesawat luar angkasanya, Neil Armstrong dan Buzz Aldrin turun ke bulan menggunakan modul pendaratan, bernama Eagle.

KATANYA: mesin modul yang kuat seharusnya membuat bekas kawah yang dalam di permukaan bulan yang lembut. Tapi, seperti keliatan di foto ini, permukaan bulan di bawah modul masih terlihatsmooth. Seakan-akan mesin itu udah ditaruh sebagai properti studio, bukan seperti modul yang mendarat.

moon.jpg

FAKTANYA: mesin modul sudah diturunkan power dan kecepatannya tepat sebelum mendarat. Modulnya juga ga melayang (hover) cukup lama untuk membuat kawah atau menerbangkan banyak debu.

Lapisan bulan itu tipis. Tapi, di bawahnya adalah batuan yang keras. Jadi, walaupun kaki astronot berbekas, kaki modul bulan tidak dapat mencapai kedalaman yang cukup untuk membuat kawah.

6. Banyak Sumber Cahaya, Seperti di Studio TV!

KATANYA: beberapa bayangan pada foto ini tidak tampak paralel satu sama lain. Beberapa objek dalam bayangan malah terlihat jelas. Seolah-olah cahaya datang dari berbagai sumber, seperti lighting studio kamera.

turun dari roket luar angkasa.jpg

FAKTANYA: emang banyak sumber cahaya. Ada matahari, ada Bumi yang memantulkan cahaya, ada cahaya dari pantulan modul, baju astronot, dan permukaan bulan.

Selain itu, para astronot sengaja mengambil potret mereka di daerah perbukitan supaya mendapatkan penerangan baik. Lo bisa coba sendiri kok. Berdiri di atas bukit di bawah sinar bulan purnama. Kontur permukaan yang naik turun menghasilkan banyak bayangan dengan panjang yang bervariasi.

7. Batuan Bulan Lebih Mirip Batuan Antartika

KATANYA: batuan yang dibawa balik dari Bulan identik dengan batu yang dikumpulkan dari ekspedisi ilmiah ke Antartika.

FAKTANYA: beberapa batuan Bulan memang ditemukan di Bumi. Tapi rata-rata udah hangus dan teroksidasi ketika melewati atmosfer bumi sebagai asteroid. Selama 45 tahun terakhir sejak hari bersejarah itu, banyak studi dan analisis lebih lanjut dari ahli geologi yang telah mengkonfirmasi dengan pasti bahwa batuan Apollo pastilah batu yang dibawa manusia dari Bulan.

Quote

"Trus Kok Kenapa Banyak Banget yang Bilang Bohong?"

Nah, mungkin sampe di sini lo bakal mikir, dengan begitu banyaknya evidence dan rasionalitas di depan mata, kenapa masih banyak sih yang meragukan kalo Neil Armstrong mendarat di Bulan? Untuk menjawab keheranan ini, mau nggak mau, kita harus meriksa sejarah.

Usaha pendaratan manusia di bulan oleh NASA dipicu oleh persaingan antariksa pada era Perang Dingin antara Amerika dan Uni Soviet. Pada masa Perang Dingin, ketegangan konflik kepentingan udah nggak dimanifestasikan dalam bentuk perang dan agresi militer. Pada masa Perang Dingin, khususnya kedua negara ini, mereka lebih adu pride.

Uni Soviet sudah berhasil menempatkan manusia pertama di luar angkasa, Yuri Gagarin, pada 15 April 1961. Amerika Serikat mana?

Itu juga mengapa, pada masa Perang Dingin inilah banyak banget roket atau pesawat luar angkasa yang diluncurkan dari Bumi. Teknologi penjelajahan antariksa gencar banget dimulai pada masa ini.

Kalo NASA mengklaim mereka berhasil mendaratkan manusia pertama di Bulan, siapa yang pertama kali akan mengkritik? Ya, tentu saja Uni Soviet. Uni Soviet bisa bilang, “Ah itu kebohongan besar!” Uni Soviet bukan sembarang negara lho. Mereka punya teknologi setara NASA dan kepanjangan politik yang kuat.

Sekarang Uni Soviet sudah runtuh. Tapi beberapa orang yang mungkin memiliki kepentingan ideologi sama dengan Uni Soviet dulu dan punya kapasitas untuk mengkritisi mengajukan beberapa kejanggalan. Tujuannya bisa jadi baik, menunjukkan orang awam gimana proses ilmiah itu terjadi. Seperti biasa, media dengan cepat segera menyebarkannya. Tersebarlah berita baru kalau pendaratan manusia di bulan adalah rekayasa NASA.

Oiya, efek lain dari runtuhnya Uni Soviet adalah penjelajahan luar angkasa udah ga seheboh dulu karena udah nggak ada pride race lagi. NASA masih aktif melakukan eksplorasi, tapi lebih dominan didorongcuriosity.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By liasucia
      Pesawat luar angkasa India, Chandrayaan-2, hilang kontak saat akan mendekati kutub selatan bulan. Belum diketahui secara pasti nasib pesawat beserta muatannya.
      Meski bakal diyakini sebagai kegagalan, Perdana Menteri India, Narendra Modi, mengaku bangga kepada ilmuwan ruang angkasa negaranya.
      " Yang terbaik belum datang dalam program luar angkasa kami. India bersamamu," kata Modi, dilaporkan BBC, Sabtu 7 September 2019.
      Jika misi Chandrayaan-2 berhasil, India akan menjadi negara ke empat yang mendarat di bulan. Sebelumnya, ada Amerika Serikat, Rusia, dan China.
      Chandrayaan-2 mengalami kegagalan sistem sekitar 2,1 kilometer dari permukaan bulan, kata para pejabat.
      Organisasi Penelitian Luar Angkasa India (Isro) kehilangan kontak beberapa detik sebelum kapal itu diperkirakan mendarat.
      Sempat Berjalan Normal
      Chandrayaan-2 memasuki orbit Bulan pada 20 Agustus. Pesawat luar angkasa itu dijadwalkan mendarat ke permukaan bulan pada hari ini, Sabtu 7 September 2019.
      Staf di kontrol misi terpaku ke layar di pusat ruang Bangalore Isro saat pesawat ruang angkasa itu turun ke permukaan.
      Ruang kontrol riuh dengan tepuk tangan saat fase mendarat kasar. Modi menyaksikan aksi itu dari balik layar kaca.
      Ketua Isro, Kailasavadivoo Sivan, mengumumkan kepada staf bahwa penurunan awal kapal itu " normal," dan bahwa data misi akan dianalisis.
      Sivan sebelumnya menggambarkan periode penurunan 15 menit terakhir sebagai " 15 menit teror" . Tapi, komunikasi dengan penjelajah bulan, Vikram hilang saat ketinggian 2,1 kilometer.
      Misi ini berbiaya hemat, hanya US$145 juta atau lebih rendah dari biaya pembuatan film Avengers: Endgame.
    • By paimin
      NASA telah mengirim sampel sperma manusia dan banteng ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (International Space Station/ISS) untuk diteliti. 

      Lembaga antariksa milik pemerintah Amerika Serikat ini ingin mengetahui potensi pembuahan yang mungkin terjadi pada mamalia saat berada di ruang hampa alias gravitasi nol. 

      Misi pengiriman sperma beku yang dijuluki Micro-11 itu diterbangkan ke ISS menggunakan kapsul Dragon dengan dorongan roket Falcon 9 buatan SpaceX. Peluncuran berlangsung di Cape Canaveral Air Force, Florida, Amerika Serikat, dua minggu lalu. 

      Setelah mencairkan sampel, astronot di ISS akan mengaktifkan sperma tersebut menggunakan ramuan kimia unik. Pergerakan sperma akan dimonitor dan difilmkan dengan saksama saat "berenang" dan menyatu dengan sel telur. 

      Usai fase awal selesai, sampel akan dicampur dengan pengawet dan kemudian dikirim kembali ke Bumi, tempat eksperimen diselesaikan. 

      "Berdasarkan percobaan sebelumnya, kurangnya gravitasi mampu mengurangi mobilitas sperma," kata Fathi Karouia, ilmuwan utama proyek Micro-11 NASA, seperti dikutip dari Space Daily, Kamis (12/4/2018). 

      Salah satu eksperimen yang dinyatakan berhasil adalah ketika NASA membuktikan bahwa sperma tikus bisa bertahan hidup selama sembilan bulan di angkasa luar. Sperma itu kemudian dikembalikan ke Bumi dan digunakan untuk reproduksi tikus. 

      "Penelitian ini sejalan dengan penyelidikan lain pada sampel organisme berbeda, yang telah menunjukkan bahwa mikrogravitasi memicu regenerasi sel," imbuh Karouia. 

      Sperma banteng dipilih untuk penelitian ini karena pola gerakannya mirip dengan sperma manusia. Oleh karena itu, sperma banteng digunakan sebagai kontrol kualitas yang nantinya akan dibandingkan dengan sperma manusia. 

      "Kami belum tahu bagaimana misi luar angkasa ini dapat memengaruhi kesehatan reproduktif manusia. Investigasi tersebut akan menjadi langkah awal untuk memahami reproduksi dalam gravitasi rendah," tulis NASA dalam sebuah pernyataan. 
      Ini bukanlah kali pertama sel sperma dikirimkan ke angkasa luar. Sebelumnya pada 1988, Badan Antariksa Eropa (European Space Agency/ESA) pernah mengirimkan sperma banteng. Selain itu, NASA juga pernah mengirimkan sperma bulu babi.
      Sumber: https://id.crowdvoice.com/posts/nasa-kirim-sperma-manusia-ke-angkasa-luar-untuk-apa-2KtK

    • By pusat_indoindo

      Para astronot Apollo 10 mengaku mereka mendengar suara musik yang misterius dari sisi gelap bulan.
      Para astronot wahana antariksa Apollo 10 mengaku mereka mendengar 'suara musik' yang misterius dari bagian bulan yang gelap.
      Mereka tidak tahu pasti apakah mereka mendengar bunyi dan kebingungan apakah benar ada musik yang datang dari bagian belakang bulan.
      Mereka bisa mendengar dengung musik 'jenis bunyi luar angkasa' saat mereka melintasi bagian belakang bulan pada akhir tahun 1960-an dan mereka khawatir tak ada seorang pun yang akan mempercayai mereka.
      Suara-suara itu mulai muncul setelah kapsul Apollo 10 itu melintasi bulan selama 60 menit dan pesawat ulang alik itu berada di sisi terjauh bumi.
      Kisah ini diungkapkan menjelang pemutaran seri Nasa's Unexplain Files di saluran televisi Amerika, Science Channel.
      Dalam dokumenter ini terdengar para astronot, Eugene Cernan dan John Young mengatakan, "Kalian dengar itu? Suara siulan?"
      Astronot lainnya menimpali, "Jelas itu musik yang janggal."

      Suara musik misterius itu berlangsung selama kapsul Apollo 10 berada di bagian gelap bulan.
      Suara itu muncul selama hampir satu jam dan terekam, namun NASA menggolongkannya sebagai berkas rahasisa, dan baru merilis rekaman itu hingga tahun 2008.
      Peristiwa itu terjadi pada tahun 1969 ketika Apollo 10 mengorbit bulan.
      Program televisi yang akan diputar itu membahas berbagai hal yang mungkin menyebabkan suara-suara aneh itu, termasuk kemungkinan gangguan radio akibat medan magnet di atmosfer.
      Betapa pun, bulan tidak memiliki medan magnet dan tak memiliki cukup atmosfer untuk menghasilkan suara-suara itu.

      Pada tahun 1969, kapsul Apollo 11 jatuh dari ruang angkasa dan mendarat di Samudra Pasifik.
      Salah satu kemungkinan yang paling masuk akal adalah bahwa suara itu merupakan 'interferensi antara gelombang radio VHF di modul bulan dengan yang di Modul Komando'.
      Michael Collins, pilot Apollo 11, mengatakan dia juga mendengar suara-suara saat terbang di sekitar sekitar sisi gelap bulan tapi diberitahu oleh para insinyur bahwa itu hanya interferensi radio.
      Dia mengatakan dalam bukunya, Carrying the Fire: An Astronaut's Journeys, bahwa suara-suara itu muncul ketika kedua radio dihidupkan di kedua modul dan berada dekat satu sama lain, tapi berhenti ketika modul mendarat di bulan dengan Neil Armstrong dan Buzz Aldrin di dalamnya.
    • By qbonk

      Beberapa hari lalu India dihebohkan oleh dugaan batu meteorit yang jatuh dari langit. Sebab, kejadian ini menewaskan satu orang. Badan Antariksa Amerika Serikat atau NASA pun angkat bicara.
      Objek yang diduga datang dari angkasa itu jatuh di dekat sebuah perguruan tinggi di kota Vellore, negara bagian Tamil Nadu, India, yamenyebabkan satu orang tewas yang merupakan sopir bus, tiga orang luka, dan kerusakan lain di sekitar tempat jatuhnya objek antariksa itu.
      Dampak dari ledakan objek misterius itu dilaporkan berupa kawah sedalam 1,5 meter dan lebar 61 sentimeter. Kepolisian setempat segera melakukan investigasi dan menemukan batu berwarna hitam di dekat kawah kecil tersebut.
      "Dengan mempertimbangkan sebelumnya tidak ada prediksi soal hujan meteor. Sudah pasti fenomena ini termasuk langka jika betulan meteorit," ujar ketua dekan kampus, G.C. Anupama.
      Badan antariksa asal Amerika Serikat, NASA turut menanggapi peristiwa ini. NASA berujar, foto dampak ledakan yang tersebar online tersebut sebetulnya lebih kepada "ledakan yang terjadi di daratan" ketimbang berasal dari objek antariksa.
      Staf divisi penelitian planet di NASA Lindley Johnson mengatakan dalam sebuah pernyataan email, kematian yang disebabkan oleh batu meteorit sangat jarang dan sejauh ini belum pernah tercatat secara ilmiah dalam sejarah.
      "Sebelum kejadian asteroid Chelyabinsk di Rusia 3 tahun lalu, kejadian seperti ini tentunya sangat langka," begitu ungkap Lindley, mengutip situs National Post.
      Diketahui asteroid Chelyabinsk yang menghantam langit Rusia pada 2013 lalu memiliki ukuran diameter 'hanya' 20 meter dan menghasilkan hampir 30 kali lebih kuat dari serangan bom atom Hirosima Nagasaki di Jepang.
      Sementara objek misterius di India itu beratnya hanya beberapa gram saja dan bentuknya kemudian diyakini sebagai pecahan batuan normal di Bumi.
      Meteor dan meteorit sendiri merupakan dua istilah yang berbeda. Seperti dijelaskan oleh Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin, meteor adalah batuan antariksa yang menyerupai bola api nan bercahaya, di mana ia akan terbakar jika masuk ke atmosfer Bumi. Nah, sisa-sisa dari pembakaran meteor ini dinamakan meteorit.
      Oleh karena itu, meteorit memang biasanya masih berbentuk batu-batu kecil. Namun sangat mungkin juga ukurannya masif yang mencapai belasan meter apabila si meteornya juga raksasa. 
      Ia bahkan menambahkan, secara tafsiran setiap harinya 25 ribu ton batuan antariksa masuk ke Bumi, termasuk meteor. Jika ukurannya kecil maka besar kemungkinan saat ia terbakar di atmosfer Bumi, maka tidak akan menyisakan puing atau meteorit.
    • By keenion

      Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengklaim objek tak terjelaskan yang mengorbit di bintang jauh itu sebenarnya adalah segerombolan komet. Penjelasan ini menepis tentang pengamatan pengamatan astronomi misterius yang menunjukkan adanya “megastruktur alien”.
      Pakar astromoni telah melatih NASA Spitzer Space Telescope di KIC 8462852 atau juga dikenal dengan Tabby Star yang telah membingungkan ilmuwan sejak mereka melihat cahaya redup secara dramatis tidak pernah dilihat sebelumnya.
      Pengamatan ini mendorong sebagian kalangan mengusulkan struktur besar yang disebut Dyson Sphere telah terjadi di sekitar Matahari untuk memanfaatkan energi. Akan tetapi, NASA kini mengklaim peredupan mungkin hanya disebabkan bintang yang mengorbit Tabby Star.
      NASA sendiri tidak yakin bila ini benar-benar terjadi dan berencana membuat pengamatan lebih dalam. “Kami mungkin belum tahu apa yang terjadi di sekitar bintang ini,” kata Massimo Marengo dari Iowa State University. “Tetapi, itulah yang membuatnya begitu menarik,” tambahnya.
      Astronom Jason Wright dari Penn State University mengungkapkan bahwa objek misterius itu sebenarnya adalah megastruktur alien yang dirancang untuk memanfaatkan energi dari bintang. Dia mengatakan, “Alien harus selalu manjadi hipotesis terakhir pertimbangkan Anda.”
      Tabby Star berjarak sekira 1.480 tahun cahaya dari Bumi yang berarti manusia tidak akan bertemu penghuni dari tempat jauh itu dalam waktu dekat. Awal bulan ini, top astronom di luar Bumi menolak untuk mengesampinkan posibility bahwa megastruktur alien teresebut mengorbit Tabby Star ini.
      Sementara Seth Shostak, direktur Search for Extraterrestrial Intelligence (SETI) Institute, mengungkapkan bahwa timnya tidak bisa menyangkal teori struktur buatan besar yang menyebabkan pola cahaya misterius terlihat di sekitar bintang yang jauh.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy