Jump to content
Sign in to follow this  
Guest Metrotvnews

Gejala Mirip, Bagaimana Membedakan Batu Empedu dan Mag?

Recommended Posts

Guest Metrotvnews
Metrotvnews.com, Jakarta: Bila diperhatikan, gejala penyakit batu empedu dan mag serupa sehingga sulit dibedakan. Spesialis penyakit dalam RS Medistra Dr Gunawan, Sp.PD menjelaskan, hal tersebut tak mengherankan jika melihat lokasi kantung empedu dan lambung yang berdekatan, yakni sama-sama berada di dekat ulu hati.

Penyakit batu empedu, seperti pada umumnya mag, memiliki gejala nyeri di bagian kanan atas perut yang menyebar hingga punggung, bahu, dan dada depan dengan frekuensi yang tak tentu.

"Pada kasus batu empedu, pasien juga akan merasa mudah lelah, mual, muntah, dan kembung sehingga sering disalahartikan sebagai mag," ujar dia.

Batu Empedu

Seperti namanya, batu empedu merupakan timbunan kristal di kantung atau saluran empedu. Organ ini terletak di bagian perut sebelah kanan, di bawah hati. Kantong ini menyimpan empedu yang dihasilkan sel-sel hati, dan menghasilkan cairan empedu yang berfungsi menyerap lemak dan beberapa vitamin seperti A, D, E, dan K.

Penyakit batu empedu terjadi saat cairan empedu mengendap, dan mengeras menyerupai batu sehingga mengganggu kinerja organ lainnya.

Ada tiga macam batu empedu, yaitu batu kolesterol, batu pigmen, dan batu campuran. Batu kolesterol adalah batu yang terbentuk akibat penumpukan kolesterol melebihi jumlah garam empedu.

Tipe kedua, batu pigmen terjadi saat jumlah bilirubin dalam empedu melebihi batas normal. Umumnya terjadi pada penderita anemia. Pada tipe terakhir, yakni batu campuran terjadi akibat campuran batu kolesterol dan batu pigmen.

"Gejala nyeri pada batu empedu dapat berlangsung selama 30 menit atau berjam-jam. Bedanya dengan mag, batu empedu disertai demam tinggi, gangguan pencernaan. gatal-gatal pada kulit, kuning pada mata dan kulit, serta kotoran berwarna pucat," papar Dr Gunawan.

Pengobatan

Pengobatan batu empedu disesuaikan dengan ukuran batu. Jika tak terlalu besar, penanganan medis yang diberikan adalah dengan menggunakan preparat urododesoksikolat yang berfungsi melarutkan batu empedu dan mendorongnya keluar.

Namun, apabila batu tersebut berukuran lebih besar dari 0,8 sentimeter, maka penanganan yang diberikan lebih dari satu metode, yakni kolesistektomi terbuka, dan kolesistektomi laparoskopik.

"Metode pertama dilakukan jika terjadi infeksi berat dan perlengketan, dan memerlukan perawatan selama empat hari. Sementara metode kedua, cukup satu hari saja," jelasnya.

Secara tradisional, batu empedu dipercaya dapat diobati dengan konsumsi sari apel, cuka, dan minyak zaitun. Sari apel dan cuka konon dapat melarutkan batu empedu, meski secara medis belum terbukti.

Sementara, minyak zaitun diyakini dapat mendorong batu empedu yang sudah larut agar bisa dikeluarkan lewat urine.

Pengobatan batu empedu harus didampingi diet serat larut, mengurangi asupan gula, tepung, dan lemak jenuh. Sebuah penelitian menyebutkan, mengonsumsi asam lemak omega-3 dan omega-9 dapat mencegah pembentukan batu empedu.
 

www.metrotvnews.com

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
Sign in to follow this  

×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy