Jump to content

Prediksi perubahan Facebook dan WhatsApp di masa depan


Sam

Recommended Posts

  • Verified Account

Akuisisi Facebook atas aplikasi chatting WhatsApp senilai USD 19 miliar menandai sebuah kontradiksi menarik. Facebook, sebagai sebuah bisnis, menghasilkan uang dari iklan. Karena jaringan sosial ini terus meningkatkan pendapatannya, iklannya pun bertambah lebih banyak dan ada dimana-mana, tampak kurang asli dan lebih memaksa.

Sementara itu, WhatsApp dan founder Jan Koum telah melawan tren industri dan tetap kukuh anti-iklan meski aplikasi ini menjadi sangat populer. Aplikasi chatting saingannya seperti Line dan WeChat telah membombardir pengguna dengan iklan, game, dan sticker; dan sebagai hasilnya mereka meraup banyak pendapatan. Sementara itu, WhatsApp, dengan menarik biaya berlangganan USD 1 (Rp 11.800) per tahun, diperkirakan telah memperoleh pendapatan USD 20 juta tahun 2013.

Mengapa Facebook membeli startup yang tidak hanya tidak menghasilkan banyak uang (menurut standar Facebook), namun juga telah secara terbuka menyatakan keengganan untuk menerapkan model bisnis inti Facebook?

Ada dua kemungkinan jawaban untuk pertanyaan ini: Ada kemungkinan bahwa Facebook melihat potensi besar WhatsApp untuk menghasilkan pendapatan dan Facebook ingin mewujudkannya dengan cara mereka. Atau, Facebook hanya ingin menarik lebih banyak pengguna smartphone ke dalam ekosistem Facebook – yang sekarang terdiri dari aplikasi e-reading berita Paper, aplikasi berbagi foto Instagram, Facebook Messenger, dan Facebook sendiri.

Jika kita memprediksi dan berspekulasi tentang seperti apa WhatsApp dalam satu atau dua tahun dari sekarang, maka ada dua skenario berlawanan yang mungkin terjadi:

Skenario satu: Facebook WhatsApp

Ide “no ads, no games, no gimmicks?” hanyalah omong kosong belaka. WhatsApp selalu dimaksudkan untuk menjadi aplikasi chatting murni, tidak dibebani iklan, game, atupun sticker; dan siap diakuisisi oleh perusahaan teknologi mana pun yang cukup kaya untuk membelinya.

Aplikasi Facebook Messenger dimatikan dan WhatsApp akan berganti nama menjadi Facebook WhatsApp. Halaman resmi Facebook (yang Anda “like”) dihubungkan ke Facebook WhatsApp mobile. Sekarang, setiap kali pemilik Page mem-posting sesuatu, Anda dapat melihatnya di Facebook WhatsApp. Facebook WhatsApp juga dilengkapi dengan browser. Sticker? Ya, ada juga, dengan harga USD 0,99 (Rp 11.600) setiap penggunaan.

Facebook terinspirasi oleh Line dan mulai menarik biaya akun resmi. Tidak mahal. Facebook akan memaksimalkan pendapatan dari channel ini dengan memisahkan pemilik Facebook Page dalam beberapa kategori – perusahaan, organisasi media, usaha kecil, hobi, dan lainnya – dan dikenai biaya tertentu.

Facebook mulai merasakan serangan dari aplikasi chatting seperti Line, WeChat, dan KakaoTalk, yang sekarang mendominasi seluruh Asia Timur dan Tenggara. “Kita kehilangan perhatian pengguna,” kata Mark Zuckerberg dalam sebuah rapat panas di kantor Facebook di Hyderadad. Merasa putus asa untuk memenangkan kembali pengguna di Asia, Facebook bersaing dengan para rivalnya dengan melakukan apa yang mereka lakukan – menjual produk. Menghubungkan kartu bank Anda ke Facebook WhatsApp dan Anda bisa membeli sepasang sepatu Timberland yang pertama kali Anda lihat di akun Facebook WhatsApp. Mark Zuckerberg ingin produk ini lebih baik, lebih keren, dan lebih murah daripada di Line atau WeChat. Dan hanya bisa dibeli di Facebook WhatsApp.

Skenario dua: WhatsApp tetap seperti apa adanya

Beberapa bulan telah berlalu setelah akuisisi, dan tidak banyak yang berubah. WhatsApp masih memiliki 55 teknisi dan bekerja dari kantor di Mountain View.

Facebook Messenger masih beroperasi, begitu juga Instagram, Paper, dan juga Facebook sendiri. Perusahaan Mark Zuckerberg menghasilkan uang dari iklan – atau sesuatu yang tampak seperti sesuatu yang lain, tapi sebenarnya juga iklan.

Paper memiliki fitur keren “share to WhatsApp”, begitu pula Instagram. Tombol “share to WhatsApp” juga mulai muncul di berbagai website, tepat di samping tombol Twitter, Reddit, LinkedIn, dan Facebook.

Pengguna WhatsApp di Eropa tetap menggunakan WhatsApp. Pengguna Line di Asia Timur tetap menggunakan Line. Orang-orang di Amerika Serikat akhirnya mulai berpindah dari SMS tradisional ke Facebook Messenger, WhatsApp, atau Kik. Mark Zuckerberg tidak menangisi dominasi aplikasi chatting di Asia. Jejaring sosial Facebook tetap yang terbaik dan paling banyak digunakan untuk mengekspresikan diri ke khalayak luas. Facebook digunakan untuk foto bayi, kampanye politik, dan menjadikan orang tampak keren. Line dan WeChat tidak benar-benar bisa melakukan.

WhatsApp menjadi benar-benar gratis untuk di- download. “Itu bagus,” kata orang-orang di seluruh dunia. Facebook lebih suka mengumpulkan pengguna sebanyak mungkin kemudian menarik biaya pendaftaran USD 1 dengan harapan untuk membuat uang yang sudah Facebook miliki.

Mengapa menghabiskan USD 19 miliar untuk membeli WhatsApp dan tidak menghasilkan apa-apa? Karena Mark Zuckerberg percaya pada Jan Koum. Pengguna WhatsApp menyukai WhatsApp apa adanya. Dan karena Facebook dan WhatsApp sekarang di tim yang sama, Facebook ingin pengguna WhatsApp tetap menyukai WhatsApp.

Apa yang sebenarnya akan terjadi?

Jan Koum tampaknya bukan seorang penipu, dan Mark Zuckerberg sepertinya tidak akan membeli sebuah perusahaan hanya untuk mengkhianati prinsip-prinsip yang dibuatnya.

Namun, sulit untuk mengabaikan kemungkinan yang belum diketahui terkait cara WhatsApp mendapatkan lebih banyak uang dari 450 juta pengguna aktif bulanannya.

Jadi apa solusinya? Mengintegrasikan Facebook melalui WhatsApp bisa menciptakan keseimbangan antara model iklan Facebook dan anti-iklan WhatsApp. Facebook bisa membuat kesepakatan dengan Spotify, Vimeo, atau perusahaan sejenis untuk memungkinkan pengguna berbagi media secara langsung di chat. Ini bisa membantu meningkatkan profil layanan video atau musik, tanpa menginjakkan kaki terlalu jauh ke ranah iklan.

Miriam-Webster mendefinisikan “gimmick” sebagai “a trick or device used to attract business or attention (trik atau perangkat yang digunakan untuk menarik bisnis atau perhatian).” Perhatian adalah apa yang membuat aplikasi chatting begitu berharga – jadilah aplikasi chatting pilihan pengguna, maka Anda memiliki perhatian mereka selamanya. Seharusnya mudah bagi WhatsApp untuk tetap bebas game dan iklan. Mungkin kita akan melihat beberapa gimmick tidak berbahaya untuk mempertahankan perhatian pengguna kedepannya.

Link to comment
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
×
×
  • Create New...