Jump to content
  • Our picks

    • Kanker Darah Ani Yudhoyono yang Cukup Agresif
      Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkap kondisi ibundanya,Ani Yudhoyono, yang kini dirawat di National University Hospital, Singapura. Penyakit kanker darah yang diidap Ani Yudhoyono disebut bersifat agresif.

      AHY mengatakan kondisi Ani Yudhoyono mulai menurun setelah mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berkunjung di Aceh. Mulanya, keluarga mengira Ani Yudhoyono kelelahan, tapi pemeriksaan medis berkata lain. 
      • 2 balasan baru
    • Apple Mulai Kehilangan Mahkota Triliun Dolar AS
      Apple kehilangan statusnya sebagai perusahaan triliun dollar setelah Wall Street melihat bahwa pembuat iPhone itu mengalami kehilangan USD190 miliar atau lebih dari Rp2.818 triliun.
      • 0 balasan baru
    • Intel Ciptakan 5G Dengan Kecepatan 6GB/Detik
      Intel mengumumkan modem XMM 8160 5G, modem multimode yang dioptimalkan untuk menyediakan konektivitas 5G ke ponsel, PC dan broadband access gateways. Intel mempercepat waktu peluncuran modem tersebut setengah tahun lebih awal.
      • 0 balasan baru
    • WhatsApp, Instagram, dan Facebook Bakal Gabung di 2020
      CEO sekaligus pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, mengungkap alasan di balik rencana mengintegrasikan layanan Messenger, Whatsapp, dan Instagram. Menurutnya, rencana tersebut bakal memberikan keuntungan bagi pengguna.
      • 0 balasan baru
  1. DragonJebol

    DragonJebol

  2. theblue

    theblue

  • Konten yang sama

    • Oleh BincangEdukasi
      Pamor CIA sudah sangat mendunia. Bukan hanya karena mereka dikemas secara eksklusif dan menarik dalam deretan film Hollywood, tapi juga deretan fakta mencengangkan yang mulai terkuak satu per satu. Keberadaan CIA bagi Amerika adalah hal yang penting. Tanpanya, negara Paman Sam ini takkan sebesar sekarang. Rusia pun takkan punya saingan dalam hal kekuatan dan pengaruh jika CIA tidak melakukan hal-hal besar sehingga membuat Amerika begitu jumawa di dunia.
      CIA adalah agen rahasia paling mematikan di dunia ini. Kiprah mereka sudah dimulai sejak perang dunia kedua dulu. Hari ini, organisasi serba tertutup tersebut tetap berdiri dan masih menjalani misi-misi khusus entah apa itu, yang jelas mereka selalu sukses membuat kejutan-kejutan. Mungkin saja mereka ada di balik huru-hara yang meresahkan dunia sekarang ini.
      Nah, selama 68 tahun terakhir sejak pertama kali dibentuk, apa saja yang sudah dilakukan mereka? Banyak, dan rangkuman fakta berikut akan menjelaskannya untukmu.
      1. CIA Memantau Hingga 5 Juta Tweet per Hari

      Sudah merupakan tugas badan spionase untuk mencari informasi. Termasuk juga CIA yang ternyata melakukan hal yang sama, hanya saja cara mereka agak ekstrem. Ya, mereka akan melakukan apa pun untuk mendapatkan infromasi. Termasuk dengan membaca jutaan Tweet dari pengguna tiap harinya.
      Entah bagaimana mereka mendapatkan akses tersebut. Namun CIA diduga memang melakukan stalking terhadap tweet apa pun yang di-post pengguna. Jumlahnya sendiri tidak spesifik, namun diperkirakan hampir 5 jutaan perhari. Jadi, bisa jadi cuitan yang mungkin kamu tulis, sekarang ini tengah dibaca oleh para agen rahasia tersebut.
      2. CIA Rekrut Mantan Nazi

      Di akhir Perang Dunia II, Nazi yang berada di pihak kalah pun mengalami kebinasaan. Termasuk Adolf Hitler yang ditemukan mati di sebuah bunker persembunyiannya. Meskipun sebagai pihak yang kalah, namun tak semua anggota Nazi dibantai. Beberapa bahkan bergabung dengan militer negara lain. Seperti salah seorang mantan tentara Nazi ini.
      Tidak diketahui siapa namanya, namun CIA konon merekrut prajurit ini. Tujuannya sendiri adalah untuk membantu CIA dalam melakukan interogasi, serta membuat eksperimen pengendali pikiran yang sepertinya cukup sukses.
      3. Pill Biru untuk Ditukar dengan Informasi

      CIA biasa menggali informasi dari siapa pun dan juga harga berapa saja. Bahkan dikatakan jika kantor mereka punya budget sendiri untuk hal-hal seperti ini. Uang memang jadi senjata utama CIA untuk mengorek informasi. Namun cara ini tidak selalu berhasil. Setidaknya bagi para informan mereka di Afghanistan.
      Entah dibilang sukses atau tidak, tapi CIA berhasil membayar informan penting mereka di Afghanistan hanya dengan butir-butir pil biru ini [Image Source]
      Namun bukan CIA kalau mereka tak memiliki yang namanya ‘Plan B’. Alih-alih menggunakan uang lebih banyak, para agen justru memberi informan Afghanistan tersebut dengan sebuah pill biru yang diketahui sebagai obat untuk disfungsi alat kelamin. Cara ini ternyata cukup berhasil dan para informan pun dibikin ketagihan.
      4. CIA Pernah Lakukan Salah Tangkap

      Memang mereka adalah para agen cerdas. Namun, namanya manusia tidak ada yang tak pernah melakukan kesalahan. CIA pun begitu, ternyata mereka juga pernah melakukan kesalahan yang cukup fatal.
      Pada tahun 2003 dilaporkan jika CIA telah menangkap seorang warga Jerman. Oleh CIA, si warga Jerman ini dianiaya sedemikian rupa, bahkan sampai mengalami kekejian luar biasa. Konyolnya, ternyata CIA salah tangkap. Si warga Jerman ini pun dilepaskan pihak CIA tanpa pernah dimintai maaf atau ganti rugi.
      5. Berikan Rusia Alat Kontrasepsi Raksasa dan Menghinanya

      Meskipun sekarang adem ayem, namun rivalitas antara Amerika dan Rusia sudah jadi rahasia umum yang diketahui banyak orang. Beberapa kali mereka pernah menunjukkan rivalitasnya. CIA yang notabene adalah agen penting Amerika, juga sering dilibatkan dalam pergolakan dua negara raksasa ini. Salah satunya adalah memancing kemarahan publik Rusia dengan menghina mereka.
      Bukan secara verbal, hanya simbolis saja. Ketika itu CIA ditugaskan untuk mengirimkan sebuah alat kontrasepsi pria dengan ukuran yang sangat besar ke Rusia. Tujuannya sendiri adalah untuk mengatakan jika pria-pria Amerika jauh lebih jantan dari pada Rusia.
      6. Mereka Punya Buku Manual untuk Melakukan Penyiksaan

      Namanya juga badan intelijen rahasia super, maka segala sesuatunya harus on the track. Percaya atau tidak, para agen CIA ternyata dibekali dengan banyak sekali manual untuk deskripsi kerja mereka. Sangat aneh sih mengingat lulusan CIA adalah mereka yang terbaik.
      Tak hanya tentang mencari informasi atau pakai senjata, ternyata ada pula buku manual soal siksa menyiksa. Di dalamnya dijelaskan bagaimana cara menyiksa dengan baik dan benar. Tak hanya dijelaskan cara menggunakan alat-alat siksa, di dalamnya juga disinggung bagaimana cara efektif melakukan intimidasi secara psikologis.
      7. Mereka Pernah Menghancurkan Guatemala Hanya untuk Perusahaan Buah

      United Fruit Company adalah kantor dagang Amerika yang berfokus pada pengelolaan dan perdagangan buah, terutama pisang, yang ada di Guatemala. Sayangnya, dalam kelola operasionalnya ternyata United Fruit banyak melakukan kecurangan. Hingga akhirnya pemerintah setempat menganggap keberadaan perusahaan tersebut membahayakan. Namun CIA segera melakukan aksi preventif.
      Diketahui, CIA membuat semacam skenario busuk yang bertujuan untuk menggulingkan pemerintahan saat itu. Ketika itu mereka melakukan semacam propaganda anti komunis. Siapa sangka cara ini berhasil dan pada akhirnya sukses membuat United Fruit tetap bertahan.
      Inilah fakta-fakta buruk tentang CIA yang berhasil diungkap. Mungkin mereka sangat keren ketika berada di film. Namun, siapa sangka jika dalam praktiknya seringkali melakukan hal-hal kotor. Indonesia sendiri konon katanya pernah jadi korban CIA. Hal tersebut terjadi di masa-masa terakhir kepemimpinan Soekarno yang melibatkan Freeport dan juga Presiden Soeharto.
    • Oleh gogolakanok
      Direktur Wahid Foundation, Zanuba Ariffah Chafsoh (Yenny Wahid) mengatakan jumlah warga Indonesia yang terlibat menjadi pejuang Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) meningkat 60 persen. Awalnya WNI yang menjadi penjuang ISIS cuma 500 orang. Sekarang sudah 800 orang menjadi pejuang ISIS di Irak dan Suriah," kata Yenny di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, Depok, Kamis, 16 Februari 2017.
      Menurut Yenny, bahkan dari hasil survei Wahid Foundation bersama Lingkar Survei Indonesia pada 2016 mengungkapkan 11 juta dari 150 juta penduduk muslim Indonesia siap melakukan tindakan radikal. Jumlah tersebut mencapai 7,7 persen dari total penduduk muslim Indonesia. Sedangkan, 600 ribu atau 0,4 persen penduduk muslim Indonesia pernah melakukan tindakan radikal.
      Adapun karakteristik kelompok radikal di Indonesia, kata Yenny, pada umumnya masih muda dan laki-laki. Mereka banyak mengkonsumsi informasi keagamaan yang berisi kecurigaan dan kebencian. Selain itu, mereka memahami ajaran agama secara literatur bahwa jihad sebagai perang dan dalam isu muamalah. Bahkan, kelompok yang terpapar radikalisme membenarkan serta mendukung tindakan dan gerakan radikal. "Mereka juga menentang pemenuhan hak-hak kewarganegaraan," katanya.
      Aktivis Islam Yenny Wahid (kiri), Terpidana kasus terorisme Umar Patek (3 kiri) dan mantan narapidana kasus terorisme Jumu Tuani (kanan) saat menjadi pembicara dalam seminar Resimen Mahasiswa Mahasurya Jawa Timur, di Hotel Savana, Malang, Jawa Timur 25 April 2016. TEMPO/Aris Novia Hidayat.
      Survei tersebut didesain menggunakan multi-stage random sampling dengan perkiraan margine of error 2,6 persen dan tingkat keyakinan 95 persen. Sampel terdiri dari 1.520 responden dari 34 provinsi di Indonesia. Responden adalah dari orang dewasa berusia setidaknya 17 tahun. "Pengumpulan data dilakukan di keempat Maret dan pekan ketiga April 2016," ujarnya.

      Dari survei tersebut 72 persen atau mayoritas muslim Indonesia menolak tindakan radikal. Namun, dari hasil survei tersebut mengungkapkan tantangan munculnya dan meningkatnya gerakan radikalisme yang perlu mendapatkan tanggapan serius baik dari pemerintah maupun masyarakat. "Aksi radikal di Indonesia mencakup pemberian dana atau materi sampai melakukan penyerangan terhadap rumah agama. Gejala ini patut mendapatkan perhatian, ungkapnya.
    • Guest News
      Oleh Guest News
      Presiden AS Donald Trump hari Jumat (27/1) datang ke Pentagon, kantor Departemen Pertahanan AS, guna mengadakan pembicaraan dengan petinggi militer tentang pilihan-pilihan yang ada untuk mengalahkan Negara Islam ISIS. Menurut pejabat-pejabat Pentagon kepada VOA, di bawah pemerintahan lalu, hal ini tidak boleh dibicarakan.
      Misalnya, kata seorang pejabat Pentagon kepada VOA pemerintahan Obama berpegang pada dua prioritas yaitu membuat Turki puas dan ISIS dikalahkan.
      Di lain bagian, Pentagon berharap mendapat prioritas yang jelas dalam mengarahkan tindakan untuk mengalahkan ISIS.
      Satu pilihan untuk mengalahkan ISIS yang mungkin diusulkan kepada Trump ialah mempersenjatai atau memperkuat kelompok Kurdi-Suriah yang dikenal dengan singkatan YPG.
      Dukungan Amerika kepada kelompok ini menjadi peka, karena Turki yang anggota NATO menganggap kelompok ini kelompok teroris. Namun, pasukan Kurdi merupakan inti dari pasukan untuk merebut Raqqa dan sudah terbukti sangat efektif dalam mengalahkan ISIS di Suriah timur dan utara.
      Pentagon besar kemungkinan minta wewenang yang lebih luas dari Trump supaya para komandan militer mempunyai ruang lebih luas dalam manuver untuk mengalahkan ISIS. [www.voaindonesia.com]
    • Guest News
      Oleh Guest News
      Presiden Donald Trump menegaskan tekad AS untuk menyingkirkan kelompok teroris ISIS. Presiden Trump menyampaikan pernyataan itu di depan para anggota intelijen di Markas CIA di Langley, Virginia. 
       
    • Guest News
      Oleh Guest News
      Trump saat berpidato di markas CIA.
      Presiden Donald Trump, yang pernah mengecam pedas komunitas intelijen sebelum ia dilantik, hari Sabtu mengatakan kepada para staf di Badan Intelijen Amerika (CIA), bahwa ia mendukung mereka. Trump mengadakan kunjungan ke kantor pusat CIA di Langley, Virginia, sehari setelah ia dilantik sebagai presiden.
      Pada hari pertamanya menjabat sebagai pemimpin negara, Presiden Donald Trump mengatakan kepada staff CIA, ia mendukungnya. 
      "Saya sangat mendukung Anda dan saya tahu, mungkin kalian kadang belum tidak mendapat dukungan yang diperlukan, tapi kini kalian akan mendapat begitu banyak dukungan, sehingga mungkin kalian akan mengatakan, ‘Tolong, jangan beri kami begitu banyak bantuan," kata presiden yang disambut tawa.
      Dia mengatakan kepada sekitar 400 staf CIA yang berkumpul, Amerika harus berjuang melawan ISIS.
      "Kita sudah terlibat perang ini lebih lama dari semua perang yang pernah kita lakukan. Kita tidak menggunakan kemampuan penuh, karena kita terkekang. Kita harus menyingkirkan ISIS. Kita tidak punya pilihan." 
      Trump menuduh media menulis berita palsu bahwa ia bermusuhan dengan badan-badan itelojen Amerika. Kurang dari dua minggu sebelum menjabat sebagai presiden, Trump mengkritik badan-badan intelijen setelah bocornya klaim yang belum terbukti, bahwa Rusia mengumpulkan informasi buruk tentang dirinya. Dia mentweet: "Badan-badan intelijen seharusnya tidak memperbolehkan berita palsu ini 'bocor' ke publik ...." Ini akan mengambil Tapi mungkin akan dibutuhkan lebih dari satu kunjungan ke markas CIA untuk memperbaiki hubungan, kata mantan analis CIA, Aki Peritz. 
      "Semua karyawan CIA adalah orang yang cukup cerdas, profesional, berpendidikan, satu pidato saja tidak akan benar-benar mengubah keprihatinan serius mereka dengan presiden sekarang ini," ujarnya.
      Trump memuji Direktur CIA pilihannya, anggota Kongres Mike Pompeo, sebagai "bintang yang mantap". Senat diharapkan mengukuhkan Pompeo hari Senin. 
      Kemudian, setelah kembali ke Gedung Putih, juru bicara pers presiden dengan tajam mengecam media atas peliputan pelantikan. Sean Spicer menuduh media meremehkan banyaknya orang yang hadir pada acara pelantikan. 
      "Upaya-upaya untuk mengurangi antusiasme pelantikan itu memalukan dan salah," ujarnya.
      Pelantikan itu adalah awal dari apa yang dijanjikan Trump masa kepresidenan yang sibuk.
×

Important Information

Kami menggunakan cookie. Mereka tidak menakutkan, tetapi beberapa orang berpikir mereka. Terms of Use & Kebijakan Privasi