Jump to content
jokers

Ada ada aja, Diduga Mirna meninggal karena apel kata si pengacara Jessica

Recommended Posts

mirna dan suaminya.jpg

Ahli forensik Rumah Sakit (RS) Polri, Kramat Jati, Slamet Purnomo mengungkapkan sebanyak 0,2 miligram per liter zat sianida terdapat dalam lambung mendiang Wayan Mirna salihin. Akan hal itu, ia yakin bahwa zat itulah yang menyebabkan Mirna meregang nyawa.

Menanggapi hal tersebut, Kuasa Hukum Jessica, Otto Hasibuan menganggap bisa saja sianida yang ada di dalam lambung Mirna bukan dari es kopi Vietnam, melainkan dari buah apel yang diminumnya di pagi hari.

"Bisa jadi 0,2 miligram sianida yang ada di dalam lambung Mirna itu bukan dari kopi, tapi dari apel. Karena dalam BAP Arief (suami Mirna) menyebutkan Mirna konsumsi apel pagi harinya," kata Otto.

Pernyataan Otto tersebut senada dengan Hakim Ketua Kisworo yang menanyakan ke ahli bahwa apakah ada sianida yang terkandung secara alami. 

"Apakah ada sianida alami?," tanya Kisworo kepada ahli forensik, Slamet.

Slamet pun menjawab bahwa sianida alami memang ada, seperti di rokok, singkong dan buah apel. Namun jumlahnya hanya sedikit sekali.

"Iya ada. Di rokok itu ada sianida, tapi jumlahnya sedikit dan kalau masuk ke tubuh ada di dalam darah bukan lambung, singkong dan buah apel juga, tapi dosisnya sedikit, yang saya tahu enggak sampai 2 1/2 miligram per berat badan," ujarnya.

Sehingga jika kita mengkonsumsinya, ujar Slamet, tak akan menyebabkan mati seperti sianida yang dikonsumsi Mirna.

"Biasanya kalau ada keracunan, paling mengalami kelumpuhan bukan mati, atau gejala lain seperti muntah-muntah, pusing. Tapi kalau keracunan seperti itu, biasanya itu dialami mereka yang bekerja di bidang tambang," tutupnya.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...

  • Similar Content

    • By berita_semua
      Pengamat hukum pidana Universitas Islam Indonesia, Muzakir mengatakan, perbedaan kasus pembunuhan Munir Said Thalib dan Wayan Mirna Salihin terletak pada proses autopsi jenazahnya.
      Dimana, dalam kasus kematian Munir terjadi proses autopsi jenazah yang lengkap sehingga dapat dipastikan penyebab kematian lantaran diracun arsenik. Sementara, dalam kasus kematian Mirna yang diduga diracun sianida tidak dilakukan proses autopsi yang komplit atau sempurna.
      "Ini masalah kausalitas. Dan itu menjadi kata kunci karena kasus munir itu proses autosinya jelas sehingga memberi keterangannya juga jelas dan setiap ahli hukum dapat memastikan itu. Kalau ketian Mirna tidak di autopsi," kata Muzakir
      Muzakir membela pandapat ahli patologi forensik senior dari Fakultas Kedokteran Universitas Quensland, Brisbane, Australia, Beng Beng Ong dalam persidangan. Menurut dia, pernyataan Beng Beng dapat dibenarkan lantaran jenazah Mirna tidak di autopsi dengan lengkap.
      "Saya pikir sudah benar keterangan itu. Karena proses autopsinya tidak lengkap. Kalau menggunakan sempel itu akan menjadi masalah dan menentukan siapa pelakunya menjadi sulit," terang Muzakir.
      Ia menyayangkan pihak Imigrasi yang menahan Beng Beng usai memberikan kesaksiannya. Pasalnya, kehadiran Beng Beng ke Indonesia dapat memberikan keterangan yang membantu penegak hukum dalam menentukan penyebab kematian anak dari Dharmawan Salihin.
      "Dia (Beng Beng) kemari untuk membantu mencari kebenaran materill tentang penyebab kematian Mirna. Kalau ahli di Indonesia itu kebanyakan marah-marahnya di persidangan. Itu tidak boleh, apalagi saksi ahli dapat yakin bahwa pelakunya (Jessica Kumala Wongso)," pungkas Muzakir.
    • By Soldierwarworld
      Ni Ketut Sianti, ibu kandung Wayan Mirna Salihin, muncul dihadapan publik.
      Dia melayani permintaan tampil di stasiun TV swasta, Kompas TV.

      Di kesempatan itu, istri Darmawan Salihin itu, mengungkapkan banyak hal mengenai anak pertamanya.
      Rona kesedihan masih terpancar dari wajah wanita yang memakai baju cokelat tersebut.
      Wanita asal Bali itu mengaku dekat dengan semua anaknya terutama Mirna. Dia memandang komunikasi dengan anaknya itu seperti seorang teman curhat.
      "Mirna, anak pertama dari kembar. Mengobrol sama dia seperti teman. Dia curhat saya curhat saling curhat. Apa saja dia omongin maupun teman-temannya dia omongin dan saya pun kenal temannya," ujar Ni Ketut Sianti, dalam perbincangan di Kompas TV, pada Selasa (19/7/2016).
      Ni Ketut Sianti melayani pertanyaan pembawa acara sekitar 30 menit. Dia bercerita mulai dari sosok Mirna, Jessica Kumala Wongso, sebagai orang yang diduga membunuh Mirna dengan cara menaruh zat sianida di minuman es Kopi Vietnamese, dan insiden tewasnya Mirna.
      Dia bersama dengan keluarga Mirna yang lain merasa sedih kehilangan saudara kembar dari Made Sandy Salihin itu. Dia mengaku penyebab meninggal anaknya tersebut supaya menjadi misteri saja.
      "Jadi misteri saja," kata dia.
    • By Lisenji
      Ketika Anda membiarkan apel yang sudah dikupas terkena udara, warna putih daging apel akan berubah perlahan-lahan. Pernahkan Anda bertanya-tanya mengapa daging tersebut berubah warna jadi cokelat?
      Menurut Today I Found Out, bagian daging apel berubah warna karena mekanisme perlindungan yang dimiliki apel untuk melawan bakteri dan jamur. Pemicu untuk ini adalah kerusakan sel-sel, seperti ketika Anda memotong apel, yang kemudian menghasilkan enzim tertentu di dalam sel yang terkena oksigen. Ketika ini terjadi, enzim bereaksi terhadap oksigen menciptakan lapisan teroksidasi yang menyediakan beberapa perlindungan terhadap benda asing.
      Lebih teknis, enzim yang disebut polifenol oksidase (juga dikenal sebagai tirosinase), yang terdiri dari enzim monophenol oksidase dan katekol oksidase, bila terkena oksigen akan menghasilkan senyawa fenolik dalam jaringan apel berubah menjadi orto-kuinon atau "o-kuinon". O-kuinon memberikan perlindungan dari bakteri dan jamur karena mereka membentuk antiseptik alami.
      O-kuinon sendiri tidak memiliki warna, tetapi mereka lebih bereaksi dengan asam amino dan oksigen untuk menghasilkan melanin. Melanin inilah yang menjelaskan bagaimana kita mendapatkan warna coklat pada sel-sel potongan apel.
      Jika Anda ingin potongan apel tetap berwarna putih, letakkan mereka di dalam lemari kulkas segera setelah dipotong atau sekaligus meletakkan potongan apel di suhu tinggi seperti ketika membuat pie apel. Langkah ini akan jauh melambatkan reaksi kimia dan proses oksidasi.
      Selain itu, Anda juga bisa melumurkan air lemon di bagian apel yang sudah dipotong agar warna daging tidak berubah cokelat. Air tersebut akan menghentikan oksidasi polifenol dari reaksi dengan oksigen karena asam di dalam air lemon.
    • By berita_semua
      Jessica Kumala Wongso, terdakwa kasus kematian Wayan Mirna Salihin, menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (15/6). Dalam sidang tersebut, Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat, Ardito Muwardi membacakan kronologi peristiwa tersebut.
      Dia menceritakan, saat di Olivier Restoran, Jessica telah memesankan kopi kesukaan Mirna yakni Vietnamesse Ice Coffee (VIC). Kejadian berlangsung cepat. Sekitar pukul 16.24, pelayan Olivier Cafe membawakan VIC untuk Mirna yang dipesan Jessica di meja 54. Saat itu Mirna belum datang. Setelah itu Jessica langsung berpindah tempat duduk dan meletakkan 3 paper bag di atas meja. Jaksa meyakini, aksi itu dilakukan untuk menutupi perbuatan yang akan dilakukan Jessica yakni menaruh racun sianida ke kopi Mirna.
      "Dalam rentan waktu pukul 16.30 WIB - 16.45 WIB, terdakwa langsung memasukkan racun natrium sianida ke dalam gelas berisi minuman VIC yang disajikan untuk korban Mirna," ujar JPU Ardito Muwardi.
      Setelah memasukkan racun sianida ke gelas VIC Mirna, Jessica langsung meletakkan gelas itu di tengah meja. Usai memastikan semua berjalan lancar, Jessica memindahkan 3 papaer bag ke sofa dan kembali ke tempat duduk semula.
      Beberapa saat kemudian sekitar pukul 17.18 WIB, korban Mirna dan saksi Hani datang menemui Jessica yang sudah menunggu di meja 54. Mirna langsung duduk di tengah sofa, tepat di depan minuman VIC yang sudah dipesan Jessica untuk korban.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy