Jump to content
Sign in to follow this  
vyrous

Upgrade Windows 10 Ditunda Tahun Depan

Recommended Posts

windows 10.jpg

Microsoft mengonfirmasi bahwa pembaruan besar Anniversary Update bakal diumumkan pekan depan. Namun, tidak untuk update Windows 10 yang dikatakan bergulir tahun ini alias ditunda.

Informasi tersebut diketahui melalui postingan perusahaan yang mengungkapkan, pembaruan Windows 10 akan mendarat tahun depan atau 2017.

Berdasarkan laporan organisasi OS Windows 10 akan menjadi fitur update terakhir di 2016.

"Kami akan menyajikan dua pembaruan fitur tambahan terbaru pada sistem pengoperasian Windows 10, dan berharap semuanya akan selesai pada 2017," ungkapnya.

Penundaan itu lantaran perusahaan sedang fokus pengerjaan instruktur ilmu dasar dari arsitektur OS, sehingga terlambat untuk merilis pembaruan fitur baru. Pengerjaan Windows 10 pun tengah berlangsung, dan fokus utama Microsoft adalah update periodik untuk OS desktop dan Windows sebagai layanannya.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By black_zombie
      The official, original Office 2016 setup forces users to install all components, unlike Office 2013 and lower versions that allow to customize installation options. After all, most of us only need 3 most commonly used components of Office: Word, Excel and PowerPoint. That is where Office 2013-2019 C2R Install (Office 2013-2019 Install) comes in.
      As a downloader & installer for custom components of Office 2013/2016/2019, Office 2013-2019 C2R Install allows you to direct download and install multi-language versions of Office 2013/2016/2019 (x86/x64) with complete setup file or any component of Office suite. On the other hand, as an activator of Office 2013/2016/2019, it also supports activation of Microsoft Office with one click.
      At last, we all should say thanks you, Frank and Office 2013-2019 C2R Install’s developer Ratiborus! If Frank did not tell AppNee its existence, we could not make more guys benefit from Ratiborus’ another edge tool for Microsoft Office as soon as possible.
      Advanced Startup Options
      /configure “d:\MyPath\Configuration.xml” – Launch the program in hidden mode, and perform the installation /proplus x64 en-us excludeExcel excludeOneNote /apps visio /apps x64 ru-ru en-us word excel visio /proplus x86 en-us excludeOneNote /apps project /convert /activate Installation Notes
      Take Office 2016 for example:
      Uninstall Office 2016 via Programs and Features Further uninstall Office 2016 by the “Force Remove Office C2R/MSI” button in Office 2013-2019 C2R Install’s Main tab Restart Windows Install Office 2013/2016/2019 by clicking the “Install Office” button in Office 2013-2019 C2R Install Go to “Utilities” tab and perform this conversion – “Office RETAIL => VL“. Then click “Activate Office” button, or Start KMSAuto Net to activate Office Done, enjoy! Warning
      The Office 2013-2019 C2R License Setup might be reported as Threat: Win32:Malware-gen threat with high severity. Use VirusTotal to make a full, authoritative scan.
      *** Please remember: antivirus software is not always right, just be careful.
    • By c0d1ng
      Samsung merupakan salah satu perusahan dengan penjualan perangkat Androidterbesar di dunia. Perangkat Android besutan Samsung disukai oleh semua kalangan. Bahkan tidaklah mengherankan jika ada yang mengasosiasikan smartphone Android dengan perangkat Samsung Galaxy, layaknya mengasosiasikan air mineral dengan Aqua, pasta gigi dengan Pepsodent, atau mie instan dengan Indomie.
      Kesuksesan Samsung dalam memproduksi dan menjual perangkat Android di seluruh dunia memang patut diancungi jempol. Dibandingkan dengan produsen smartphone yang lain, Samsung memiliki basis pengguna yang jauh lebih besar. Untuk urusan hardware, Samsung memang juaranya. Namun bagaimana dari sisi software? Sehebat apapun Samsung dalam hal penjualan perangkat Android, mau tak mau mereka harus tetap tunduk pada aturan Google, perusahaan yang mengembangkan Android, sistem operasi yang mereka sematkan disetiap perangkat Samsung Galaxy.
      Untuk mengurangi ketergantungannya pada Android dan Google, Samsung bersama Intel dan Linux Foundation mengembangkan sistem operasi mobile sendiri yang diberi nama Tizen.

      Meski belum begitu populer di telinga, Tizen telah dikembangkan sejak awal tahun 2012 yang lalu. Sama halnya dengan Android, Tizen dibuat berdasarkan kernel Linux. Tizen sebetulnya merupakan peleburan antara Samsung Linux Platform (SLP) dengan Linux Mobile (LiMo), proyek gabungan antara Linux Foundation bersama Samsung. Intel bergabung untuk mengembangkan Tizen setelah melepaskan proyek MeeGo pada tahun 2011. Kerjasama ketiga perusahaan ini menghasilkan Tizen 1.0 yang dirilis pada tanggal 30 April 2012.
      Pada bulan Juni 2012, Samsung memutuskan untuk menggabungkan Bada, sistem operasi smartphone yang pernah dikembangkan oleh Samsung, di proyek Tizen. Berkat penggabungan ini, Tizen 2.0 yang dirilis pada bulan Februari 2013 memiliki fitur untuk mengembangkan native app.
      The OS of Everything
      Tizen memiliki slogan “The OS of Everything”. Pemberian slogan ini bukan tanpa alasan. Tizen sejak awal sudah dikembangkan untuk dapat digunakan di berbagai jenis perangkat, bukan hanya smartphone. Bahkan perangkat Tizen yang dirilis pertama kali bukanlah smartphone, melainkan kamera Samsung NX300M. Selain smartphone dan kamera, Tizen juga dapat digunakan untuk TV, mobil, tablet, perangkat smarthome, serta perangkat IoT lainnya. Perusahaan yang merilis perangkat bersistem operasi Tizen memang masih didominasi oleh Samsung. Meskipun begitu, Samsung sendiri dengan bermodalkan perangkat smartphone seri Z (seri khusus Tizen) telah membukukan penjualan sebesar 64 juta perangkat di India. Angka yang cukup menjanjikan mengingat Tizen belum dipasarkan secara global.
      Karena Tizen terbilang baru dibandingkan kompetitornya yakni Android, kita dapat katakana bahwa sebagian besar orang terutama yang sudah pernah menggunakan Android, pasti akan bertanya tentang apa kelebihan Tizen dibanding Android. Ini adalah pertanyaan yang sangat menantang bagi Tizen. Bila kita perhatikan sekilas antarmuka Tizen memang mirip dengan Android, tetapi sebenarnya UX Tizen berbeda dengan Android. Tapi karena Samsung sendiri mentargetkan pasar “pengguna awal smartphone” untuk device Tizen, hal ini tidak akan terlalu bermasalah, selain karena Tizen juga punya kapabilitas untuk dikustomisasi tampilannya.
      Selain itu, Tizen diklaim sebagai sistem operasi yang hemat energi, jauh lebih efisien dibanding sistem operasi Android. Kelebihan ini diraih karena Tizen memang didesain seoptimal mungkin agar dapat berjalan di perangkat apapun dengan mulus, baik itu yang memiliki resource tinggi maupun yang terbatas.
      Aplikasi Native dan Web
      Ada dua tipe aplikasi di Tizen, yakni web dan native. Aplikasi web pada dasarnya adalah website yang dikemas dalam bentuk aplikasi dan dibangun menggunakan teknologi web seperti HTML5, CSS dan JavaScript. Aplikasi web menggunakan Tizen Web Framework untuk dapat berinteraksi dengan subsistem native.
      Aplikasi web menggunakan Web API, yang menjadi struktur standar aplikasi web dengan elemen-elemen dasar. Web API ini memudahkan pengembang untuk membangun aplikasi menggunakan bahasa pemrograman web. Sama seperti aplikasi web pada umumnya, web API di Tizen terdiri dari file index.html sebagai root aplikasi, serta beberapa direktori untuk menyimpan file aset seperti CSS, JavaScript, gambar dan suara.
      Aplikasi native dikembangkan menggunakan bahasa pemrograman C dan dapat mengakses beberapa fitur native yang lebih spesifik seperti kamera, GPS, dan akselerometer secara langsung. Native API menyediakan banyak sekali antarmuka dengan fitur yang umumnya ditemukan di perangkat seluler dan modern, serta mengoptimalkan sumber daya yang terbatas.
      Tizen Store
      Sama seperti Android dengan Play Store dan iOS dengan App Store, Tizen OS juga dilengkapi dengan Tizen Store. Disinilah para pengembang aplikasi Tizen mensubmit aplikasinya sehingga dapat digunakan oleh para pengguna device berbasis sistem operasi Tizen. Tizen Store telah memiliki banyak kategori aplikasi, seperti game, hiburan, edukasi, finansial, kesehatan, anak-anak, gaya hidup, musik dan video. Developer aplikasi dapat memasang aplikasi secara gratis maupun berbayar. Tizen Store sudah dilengkapi dengan managemen aplikasi, statistik download, laporan penjualan aplikasi, hingga dukungan lainnya terkait distribusi aplikasi.
      Dukungan untuk Pengembang Aplikasi
      Melihat geliat perkembangan pemasaran perangkat Tizen, sekarang merupakan waktu yang tepat untuk bersiap-siap mengunggah aplikasi buatan kita ke Tizen Store. Pengembang aplikasi Tizen memiliki dua pilihan, mengembangkan aplikasi native atau aplikasi web. Aplikasi native dapat dibuat menggunakan bahasa pemrograman C/C++ sedangkan aplikasi web Tizen dikembangkan menggunakan HTML5 dan JavaScript.
      Tizen sangat mendukung developer yang mengembangkan aplikasi menggunakan HTML5. Bahkan panduan resmi untuk mengembangkan aplikasi menggunakan HTML5 pada Tizen telah tersedia sejak lama. Hal ini berbeda dengan Android. Secara resmi Google hanya mendukung pengembangan aplikasi Android menggunakan Java sehingga untuk mengembangkan aplikasi Android menggunakan HTML5 kita harus menggunakan perangkat pengembang pihak ketiga.
      Mengembangkan aplikasi untuk Tizen dapat dicapai dengan menggunakan Tizen SDK. Tizen SDK terdiri atas seperangkat tool untuk mengembangkan aplikasi native maupun web. SDK yang dirilis di developer.tizen.org ini terdiri atas IDE, Emulator, contoh kode, dan dokumentasi. Tizen SDK dapat digunakan baik di Windows, Linux Ubuntu, maupun Mac OS X. IDE yang disematkan bersama Tizen SDK sesungguhnya Eclipse yang telah dikustomisasi sehingga dapat mempermudah developer dalam mengembangkan aplikasi untuk Tizen. Jika tidak mau menggunakan Tizen IDE, kita masih tetap dapat mengembangkan aplikasi Tizen asalkan tetap mengikuti aturan-aturan pemaketan Tizen.
      Aplikasi Tizen yang kita kembangkan dapat diterapkan untuk empat kategori perangkat yang disebut dengan “profiles”. Keempat kategori tersebut ialah mobile, wearable, in-vehicle infotainment, dan smart TV. Penerapan aplikasi Tizen pada perangkat mobile tidak jauh berbeda dengan perangkat smartphone lainnya. Tizen memiliki fitur 3D window effects, location based service framework, sensor framework, advanced multimedia, dan kemampuan multi-tasking dan multi-touch. Karena perangkat smartphone Tizen akan memiliki bentang layar yang berbeda-beda, maka Tizen telah disertakan kemampuan untuk beradaptasi terhadap berbagai jenis resolusi layar.Profil wearableditujukan untuk perangkat-perangkat semacam smartwatch. Ia memiliki fitur yang sama seperti yang dimiliki oleh profil mobile. Namun, fitur-fitur profil wearable telah disesuaikan untuk perangkat yang memiliki bentar layar relatif lebih kecil pada profil mobile.Untuk Smart TV, Tizen telah mengadopsi standar terbuka yang berbasis pada Linux untuk mengoptimalkan perangkat entertainment di rumah seperti Blu-ray player dan TV digital. Didesain untuk TV berlayanan internet yang memungkinkan pengguna untuk mengakses beragam aplikasi, layanan, serta media personal, sembari menonton TV.Profil In-Vehicle Infotainment atau dapat disingkat juga dengan IVI, merupakan profil khusus yang diciptakan untuk membantu membawa kemampuan navigasi, entertainment, dan layanan yang terkoneksi dengan jaringan internet kedalam kendaraan seperti mobil, truk, bus, bahkan pesawat.
      Tizen dan Internet of Things
      Tizen sebagai sistem operasi yang didesain agar dapat mudah digunakan baik oleh developer aplikasi maupun developer embedded system, sudah mengimplementasikan interkonektivitas antar perangkat. Contohnya adalah perangkat wearable berbasis Tizen yang sudah dilengkapi dengan koneksi Bluetooth 4.1 dan WiFi, dapat terkoneksi dengan perangkat lain seperti smartphone untuk mengirimkan data pengguna seperti denyut jantung dan pola aktivitas keseharian. Mulai versi 3.0 Tizen Core API menyediakan fungsi IoTivity, yakni framework perangkat lunak open source untuk pengembangan proyek internet of things. Pada versi ini Tizen dapat diinstal pada perangkat single-board computer seperti Raspberry Pi, salah satu board yang paling popular untuk pengembangan embedded system dan internet of things.
    • By c0d1ng
      Steve Ballmer mungkin tidak lagi menjadi CEO Microsoft. Namun, sebagai pemegang saham terbesar tentu perlu menyuarakan pendapatnya soal pertumbuhan Microsoft. Suatu hal yang dapat membuat para ekskutif Microsoft perlu bekerja lebih keras lagi.
      Di New York Economic Club, Steve Ballmer mengatakan Microsoft perlu membuat “sesuatu yang lebih bagus dengan bergerak cepat”. Dia berkata penerusnya, Satya Nadella telah membuat langkah strategis yang tepat. Namun, dia meninggalkan ruang untuk menjadi lebih baik.
      “Saya menyetujui pengganti saya, saya pikir mereka melakukan langkah strategis yang tepat, mereka harus menghasilkan lebih banyak, lebih baik, lebih cepat,” katanya. “Saya ingin melihat lebih banyak pertumbuhan keuntungan.”
      Dia menekankan bahwa kesuksesan beberapa produk Microsoft saat ini berawal di eranya. Seperti Surface, Xbox, Office 365, dan Bing. “Tim yang ada hari ini adalah tim yang telah kami tempatkan saat saya pergi,” katanya.
      Ketika ditanya Charlie Rose soal apa penyesalan terbesarnya ketika di Microsoft. Jawabannya tentu dapat ditebak yaitu soal Windows phone. Steve Ballmer mengatakan bahwa seharusnya Microsoft lebih cepat terjun dan fokus ke dunia ponsel.
      “Saya pikir model kami, mencoba untuk mereproduksi ponsel Windows, mengalami kegagalan,” katanya. Kemudian dia melanjutkan bahwa apa yang dilakukan Apple dan Alphabet/Google adalah hal yang tepat. “Begitulah cara Anda menguangkan teknologi yang Anda bangun,” lanjutnya.
      Mungkin beberapa bulan yang lalu kalian pernah mendengar bahwa Steve Ballmer mengatakan dengan akuisisi Nokia mereka mungkin akan meraih hasil. Namun, CEO yang baru memutuskan untuk mengambil langkah jangka panjang yang lebih baik katanya.
      Dan memang bila dilihat langkah itu tepat, mengingat memaksakan untuk fokus ke Lumia memberi banyak kerugian besar bagi Microsoft di segi finansial. Ditambah pertumbuhan pun tidak terlalu tinggi. Dikarenakan kebanyakan ponsel Lumia yang terjual adalah low-end dan Microsoft merugi dalam penjualan perunitnya.
      Kini Nadella mengemban tugas berat untuk meluncurkan kategori produk baru berbasis Windows 10 di masa depan era pasca-smartphone. Meskipun sepertinya kita perlu bersabar hingga 2018 untuk produk itu.
      Sementara untuk Steve Ballmer saat ini berfokus dalam mempin manajemen klub basket NBA, LA Clippers. Serta baru-baru ini meluncurkan situs USA Facts untuk mengetahui pengeluaran pemerintah AS secara akurat dan berbasis Microsoft Azure. Steve Ballmer akan melakukan pengamatan lewat Surface Hub. Anda sekarang bisa coba USAFacts di web browser Anda.
      Laporan keuangan Microsoft Q3 Tahun Fiskal 2017 akan dipublikasikan pada pagi hari 28 April mendatang. Mungkin kita juga bisa melihat reaksi Steve Ballmer nantinya.
      Nah apa pandanganmu soal hal ini? Apakah Microsoft perlu bergerak lebih cepat lagi?
    • By c0d1ng
      Ditengah kabar negatif seputar Windows 10 Mobile, hari ini muncul laporan bahwa Samsung tengah menguji Galaxy S8 versi Windows 10 Mobile. Microsoft dan Samsung tampaknya akan membawa kerjasama mereka ke level yang lebih tinggi. Tentunya setelah kerjasama mereka meluncurkan Galaxy Book dan Galaxy S8 Microsoft Edition.

      Bila dilihat dari screenshot yang beredar S8 versi Windows 10 Mobile akan memiliki konfigurasi yang sama seperti versi China dan Korsel, yaitu dengan RAM 6GB. Sebagai tambahan sumber dari ITHome mengabarkan bahwa ada kemungkinan meluncur di acara 2 Mei mendatang.
      Namun hal itu kecil kemungkinannya. Mengingat acara 2 Mei mendatang berfokus penuh pada pendidikan, bukan berfokus untuk peluncuran hardware baru. Samsung sendiri juga senang untuk bereksperimen dengan hal baru seperti adanya prototype S8 dengan Dual Camera, tapi tidak diluncurkan untuk publik tentunya.
      Mari kita tunggu saja kabar selanjutnya menjelang akhir tahun nanti. Tentu saja hal yang bagus bila S8 nanti hadir dalam versi Windows 10 on ARM disamping Elite x3 versi baru. Tentunya karena S8 dan mungkin Elite x3 versi baru sudah menggunakan Snapdragon 835. Mengingat Surface phone kemungkinan akan meluncur tahun 2018 mendatang.
    • By c0d1ng
      Windows 10 Creators Update sejatinya belum resmi dirilis oleh Microsoft. Microsoft berencana untuk menggelar update besar ke-2 dari Windows 10 yang dijuluki “Windows 10 Creators Update” ini mulai bulan depan.
      Ya, sekali lagi, Windows 10 Creators Update sejatinya belum resmi dirilis. Tapi sejak pekan lalu Tool untuk update yaitu Upgrade Assistant untuk Windows 10 Creators Update sudah bocor dan beredar secara online.
      Melalui Upgrade Assistant ini terungkap bahwa Windows 10 Build 15063 adalah versi final untuk Windows 10 Creators Update, atau disebut juga dengan versi 1703.
      Hal ini diperkuat dengan bukti akhir-akhir ini yang menunjukkan bahwa Windows 10 build15063 adalah build ‘RTM’ untuk Creators Update. Build 15063 adalah build yang sekarang tersedia untuk PC dan Mobile Fast Ring, PC Slow Ring, dan bagi member Program Insider Xbox; dan SDK serta Mobile Emulator yang semuanya muncul secara online pekan lalu.
      Dan sekarang kami bisa mengkonfirmasi bahwa Microsoft telah mulai meluncurkan Windows 10 Creators Update untuk PC dan Tablet melalui Upgrade Assistant yang bocor ini.
      Windows 10 Upgrade Assistant adalah sebuah tool yang sama persis seperti yang Microsoft rilis tahun lalu untuk Anniversary Update. Cuma bedanya sekarang tool ini akan berfungsi untuk men-download Creators Update build terbaru, bukan Anniversary Update.
      Windows 10 Creators Update telah memiliki banyak fitur baru dan peningkatan selama buildterakhir build pratinjau (yang sudah dirasakan oleh Insider).
      HARAP DICATAT!!! Kamu tidak akan melihat apa-apa jika kamu pergi ke Settings > Update & security > Windows Update dan memeriksa update, karena update belum dirilis resmi dan nantinya akan bergulir secara bertahap.
      Beberapa jam setelah beredarnya link download Upgrade Assistant, Microsoft rupanya mengendusnya, Microsoft pun langsung memblokir link tersebut. Ya, Microsoft langsung cepat bertindak sebelum kebocoran ini meluas.
      Kini file Windows 10 Update Assistant yang bocoran link-nya beredar tersebut sudah dihapus dari server Microsoft. Bahkan meskipun kamu sudah memilikinya kamu tidak akan bisa lagi menginstall Windows 10 Creators Update.
      Nah, bagi kamu yang terlambat mendapatkan Windows 10 Creators Update melalui cara ini, perilisan resminya yang kabarnya sudah hadir pada 11 April 2017.
      Menurut kami, menunggu perilisan resminya adalah opsi yang terbaik, toh momen tersebut akan datang beberapa hari lagi.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy