Jump to content

(EN) Uber to Invest $500 Million in Global Mapping Project


Guest News

Recommended Posts

uber.jpg

Ride-hailing service Uber will invest $500 million in an ambitious global mapping project to wean itself off dependence on Google Maps and pave the way for driverless cars, the Financial Timesreported on Sunday.

The San Francisco-based company is ramping up spending in new technologies such as mapping and driverless cars following new investments in the company earlier this year, the report said.

An Uber spokeswoman declined to comment on the report.

Last week, Uber executive Brian McClendon, who was formerly the head of Google Maps, said the company was "doubling down" its investments in mapping. It put mapping cars on the road in the United States last year and was sending them into Mexico this summer, he said in a statement posted on Uber's website. [www.voanews.com]

Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
  • Similar Content

    • By VOAIndonesia
      Otoritas angkutan massal di London yang dikenal sebagai Transport for London (TfL) mengatakan tidak memperbarui lisensi operasi untuk raksasa jasa angkutan yang dipesan secara online Uber karena masalah keselamatan dan keamanan.
      Uber mengatakan keputusan otoritas itu “luar biasa dan salah” dan perusahaannya akan mengajukan banding atas keputusan tersebut.
      Uber tetap diizinkan beroperasi di ibu kota Inggris itu selama proses banding.
      Kantor transportasi untuk London mengatakan dalam sebuah pernyataan Senin bahwa “Masalah utama yang diidentifikasi yaitu perubahan pada sistem Uber memungkinkan para pengemudi yang tidak sah untuk mengunggah foto-foto mereka ke akun pengemudi Uber lainnya dan hal itu memungkinkan mereka untuk mengambil penumpang seolah-olah mereka adalah pengemudi yang dipesan. Kemungkinan demikian membahayakan keselamatan dan keamanan penumpang. Ini berarti semua perjalanan dengan penumpang tidak diasuransikan dan sebagian perjalanan dilakukan dengan pengemudi yang tidak punya SIM, termasuk selah seorang pengemudi yang sebelumnya telah dicabut SIM-nya oleh TfL.”
      Transport untuk London mengatakan “saat ini tidak yakin bahwa Uber memiliki sistem yang kuat untuk melindungi keselamatan penumpang, sementara perusahaan itu melakukan berbagai perubahan pada aplikasinya.” [lt/ab]
    • Guest News
      By Guest News
      Peluncuran teknologi rintisan biasanya dilakukan di Silicon Valley, kawasan hi-tech di negara bagian California. Tetapi untuk peluncuran layanan antar tanpa pengemudi, Uber memilih kota terbesar kedua di Pennsylvania yakni Pittsburgh yang terkenal dengan infrastruktur jalanan yang menantang.
       
       
    • Guest News
      By Guest News
      Sejumlah kota di AS mempertimbangkan pengetatan syarat pengemudi layanan antar via aplikasi smartphone, termasuk penyelidikan latar belakang kriminal dengan sidik jari. Austin adalah salah satunya, dengan konsekuensi Uber serta Lyft menarik diri dari kota berpenduduk sekitar dua juta jiwa tersebut.
       
    • By c0d1ng
      Go-Jek meluncurkan layanan pemesanan transportasi roda empat bertajuk "Go-Car" pada awal pekan ini. Mekanismenya lebih kurang serupa dengan Uber dan GrabCar yang lebih dahulu dikenal masyarakat Indonesia.
      Lalu, bagaimana perbandingan tarif ketiga layanan ride-sharing bermoda mobil tersebut? Berikut adalah rangkuman yang dibuat KompasTekno dari keterangan masing-masing layanan.
      Go-Car

      Pada Go-Car, tarif minimum atau tarif dasar dikenakan biaya Rp 10.000. Go-Car akan mengenakan biaya tambahan jarak per kilometer sebesar Rp 3.500. Sebagai contoh, jika pengguna menempuh jarak 5 kilometer, biaya yang dikenakan adalah tarif dasar Rp 10.000 + (5 x Rp 3.500) = Rp 27.500.
      Go-Jek belum menyertakan biaya tambahan lain saat pemesanan Go-Car pada jam sibuk alias "rush hour".
      Tarif Uber

      Sementara itu, Uber mematok tarif minimum yang lebih rendah, yakni Rp 3.000. Meski begitu, variabel penambahan biaya tak cuma didasarkan pada jarak, tetapi juga waktu yang ditempuh.
      Penumpang harus membayar Rp 2.000-an tiap menjangkau satu kilometer bersama mobil Uber. Sementara itu, tiap menit tarif dinaikkan biaya Rp 300.
      Pada jam sibuk, pengguna bakal diberi tahu terlebih dahulu soal penambahan tarif. Nominalnya beragam sesuai dengan kondisi jalan saat itu. Bisa saja tarif dilipatgandakan hingga tiga kali.
      Tarif GrabCar

      Sistem penambahan tarif pada jam sibuk juga diberlakukan pada GrabCar. "Tarif tinggi karena (banyaknya) permintaan", begitu pemberitahuan yang bakal tertera di aplikasi saat pengguna memesan GrabCar pada rush hour.
      Tak dijelaskan lebih lanjut berapa kali lipat kenaikan tarif yang dipatok. Namun, angka pasti yang harus dibayarkan saat sampai di destinasi sudah tercantum.
      Untuk keadaan normal, GrabCar mematok tarif minimum yang sama dengan Go-Car, yakni Rp 10.000. Tarif tambahan per kilometernya dipatok Rp 4.000.
    • By keenion
      Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengeluarkan Peraturan Menteri (PM) no 32 tahun 2016 yang salah satu isinya mengatur transportasi berbasis aplikasi online. Salah satu pasalnya menyebut, perusahaan aplikasi seperti Uber, Grab dan lainnya tak boleh menentukan tarif.
      Dalam Bab IV soal Penyelenggaraan Angkutan Umum dengan Aplikasi Berbasis Teknologi Informasi, pasal 40 disebutkan perusahaan angkutan umum boleh atau dapat menggunakan aplikasi berbasis TI.
      Sementara di pasal yang di poin 3 dituliskan bahwa perusahaan angkutan umum dapat bekerjasama dengan perusahaan aplikasi dan harus taat terhadap ketentuan di bidang informasi dan transaksi elektronik.
      Di pasal 41 ayat 4 juga dituangkan bahwa perusahaan aplikasi transportasi harus melapor identitas perusahaan, akses monitoring operasional pelayanan data kendaraan dan pengemudi ke Direktur Jendral Kemenhub.
      Nah, di pasal 41 ayat 2 perusahaan penyedia aplikasi berbasis IT tidak boleh berperan sebagai penyelenggara angkutan umum. 
      Ini artinya seperti yang tertuang di ayat 3, tindakan penyelenggara angkutan umum terdiri dari:
      Menetapkan tarif dan memungut bayaran Merekrut pengemudi Menentukan besaran penghasilan pengemudi. Sehingga dari penjelasan di atas bisa dimaksudkan bahwa Uber, Grab dan bahkan mungkin Go-Car (layanan milik Gojek), harus bekerjasama dengan perusahaan angkutan umum dan tidak boleh lagi merekrut secara langsung atau menentukan tarif perjalanan.
      Ridzki Kramadibrata, Managing Director PT Grab Taxi Indonesia (CNN Indonesia/Trisno Heriyanto)
      Tanggapan Grab
      Melihat aturan yang baru saja diteken tersebut, pihak Grab langsung angkat bicara. Manager Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata mengatakan “Sebagai platform teknologi yang menghubungkan penumpang dan pengemudi, kami berkomitmen untuk memberikan yang terbaik untuk kepentingan para penumpang dan pengemudi, membawa  dampak positif terhadap masyarakat Jakarta, dan meningkatkan layanan transportasi di Jakarta."
      Pihak Grab Indonesia pun mengaku masih mempelajari peraturan baru tersebut dan saat ini tetap merujuk peraturan yang lama dan memastikan semua mitra koperasi sesuai dengan arahan pemerintah.
      "Kami saat ini masih mempelajari peraturan baru tersebut, Permenhub No. 32 Tahun 2016. Sebagai perusahaan entitas lokal yang selalu mematuhi aturan yang berlaku, kami akan selalu berusaha untuk memenuhi segala ketentuan dan aturan lokal yang berlaku, terutama terkait," kata Ridzki.
      "Kami akan terus berkomunikasi secara aktif dengan seluruh pemangku kepentingan terkait, termasuk pemerintah, untuk memahami aturan baru ini dan untuk mencapai tujuan bersama, menyediakan layanan transportasi yang lebih aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat Jakarta,” tandasnya.
      Berikut aturan PM Kemenhub nomor 36 tahun 2016 khususnya yang mengatur soal aplikasi transportasi online:
       
×
×
  • Create New...