Jump to content
  • Popular Contributors

    Nobody has received reputation this week.

  • Our picks

    • Wanita Ini Baru Tau Pekerjaan Suaminya Setelah Suaminya Meninggal
      Seorang wanita menemukan fakta mengejutkan tentang suaminya yang telah dinikahinya selama 64 tahun.

      Kenyataan mengejutkan tersebut bahkan baru diketahuinya setelah sang suami yang bernama Glyn meninggal dunia.
      • 0 replies
    • Kamu Harus Tau Tentang Amnesia
      Apa itu Amnesia?

      Amnesia atau dikenal juga sebagai sindrom amnesik, adalah kondisi yang menyebabkan kehilangan memori. Hal ini meliputi kehilangan informasi, fakta-fakta, dan pengalaman personal. Ada banyak kondisi kesehatan yang dapat menyebabkan amnesia, seperti dementia, stroke, atau cedera kepala.
      • 0 replies
ohshit

Alasan kenapa DPR waktu sidang

Recommended Posts

erita tentang anggota DPR yang tidur saat sidang sudah kita sering dengar. Tetapi kira-kira apa ya alasan mereka tidur saat sidang ? Berikut 7 alasan mengapa anggota DPR tidur saat sidang :

 

post-62-0-89236600-1397005568_thumb.jpg

 

1. Anggota DPR selalu menghargai nasehat orangtua. Kata orang tua tidur siang itu penting dan sehat, supaya terhindar dari penyakit berbahaya dan awet muda.

2. Tidur enggak tidur, mereka dibayar. Jadi, lebih baik tidur.

3. Pasti akan ngantuk mendengar pembicaraan berbelit, enggak berisi, penuh daya khayal, munafik, berliku, kaku, tak ada tujuan pasti arahnya.

4. Kalau ingin menjatuhkan musuh besarnya seperti seperti Sri Mulyani anggota DPR pasti bersemangat dan pantang menyerah. Dijamin 7 hari 7 malam melek terus karena demi memperjuangkan kepentingan dirinya dan partainya.

5. Enggak semua anggota DPR tidur. Mereka hanya tidur bila bicara soal rakyat. Tapi bila sudah bicara tentang duit, gaji, tunjangan, posisi jabatan, proyek, matanya melek smua hingga dinihari.

6. Mereka enggak tidur. Mereka sedang merenung dan bermimpi bagaimana agar rakyatnya dan dirinya tambah kaya, seenggaknya balik modal, karena gajinya banyak disetor ke kas partai, bayar cicilan vila dan mobil mewah, dan konstituen ! Pada saat yang sama gerak mereka tak bebas lagi setelah ada KPK.

7. Karena yang dibahas dalam sidang enggak menyangkut kepentingan diri sendiri dan partainya. Seandainya menyangkut individu dan partai, pasti diskusi dan interupsi tak pernah putus.

Ini Hanya Renungan Semata. Benar dan enggaknya Yang Jadi Anggota DPR Jangan Marah Kalau enggak Seperti di Atas. Yang Marah Berarti Benar Adanya. :ngakak :ngakak :ketawa:ngakak :ngakak

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...

  • Similar Content

    • By Rendgandik
      Kericuhan terjadi dalam aksi unjuk rasa para mahasiswa di depan gerbang utama Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (24/9/2019).
      Menanggapi hal itu, pihak kepolisian langsung bertindak cepat untuk meredam kericuhan yang terjadi pada aksi unjuk rasa tersebut.
      Berdasarkan pantauan saya di lokasi, pihak Kepolisian mengerahkan kendaraan Armored Water Cannon (AWC) dan menembakan air ke arah para mahasiswa. Selain itu, puluhan gas air mata juga ditembakan pihak kepolisian kearah para mahasiswa.
      Hingga berita ini diturunkan, kericuhan masih terjadi di depan gerbang utama Gedung DPR RI.
    • By Arab_kota

      Hakim Tunggal I Wayan Merta akhirnya memutuskan menolak praperadilan tersangka pembunuhan Wayan Mirna Salihin yakni Jessica Kumala Wongso. Hal ini karena tindakan termohon terhadap Jessica sudah sesuai aturan perundang-undangan.
      "Menolak permohonan pemohon seluruhnya. Biaya perkara nihil," kata Hakim Tunggal I Wayan Merta saat membacakan putusan praperadilan di PN Jakarta Pusat, Selasa (1/3/2016).
      Menurut hakim, tindakan penahanan yang dimohonkan pihak Jessica untuk digugurkan dapat diterima secara hukum. Sehingga, tak ada alasan hakim mengabulkan permohonan pihak Jessica.
      "Setelah hakim mencermati tindakan termohon, telah sesuai ketentuan undang-undang, KUHAP, khususnya tentang penahanan. Termohon telah melakukan penahanan yang sah menurut hukum," lanjut dia.
      Termasuk pula permohonan untuk mengeluarkan Jessica dari Rutan Polda Metro serta mengangkat cekal terhadapnya. "Maka, tidak ada alasan memerintahkan termohon mengeluarkan Jessica dari Rutan Polda Metro Jaya dan mengangkat cekal yang bersangkutan. Permohonan pemohon ditolak seluruhnya," pungkas dia.
      Diketahui, Jessica Kumala Wongso mengajukan permohonan praperadilan pada 11 Februari 2016 untuk menggugat tindakan hukum yang dilakukan Polda Metro Jaya terhadap dirinya yang di antaranya penggeledahan, penahanan, penetapan tersangka, dan pencekalan.
      Sidang praperadilan yang dimulai sekira pukul 09.00 itu ditutup 09.50 WIB. Dengan ditolaknya permohonan praperadilan Jessica, maka proses penyidikan atas kasus ini bisa kembali dilanjutkan dan tinggal menunggu sidang pokok perkara.
    • By dugelo

      Pengadilan Negeri (PN) Denpasar akan menggelar sidang lanjutan kasus pembunuhan bocah kelas II SD, Engeline Margriet Megawe (Angeline) dengan terdakwa Agus Tae Hamda May pada hari ini, Selasa (2/2/2016).
      Sidang diagendakan dengan pembacaan tuntutan yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). "Agendanya sidang hari ini pembacaan tuntutan dari JPU," ujar Hakim Edward Haris Sinaga.
      Rencananya sidang tersebut akan digelar pada pukul 10.00 Wita, namun hingga saat ini belum dimulai karena ruang sidang utama masih dipakai untuk sidang kasus lain.
      Seperti diberitakan sebelumnya, Agus Tae dinilai turut membantu terdakwa Margriet untuk menguburkan mayat Angeline. Itu makanya ia dijerat pasal pembunuhan berencana.
      Angeline sendiri sebelumnya dikabarkan hilang pada 16 Mei 2015. Namun ternyata ia tewas lalu dikubur di pekarangan rumahnya..
    • By jurnal_korupsi
      Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara PT PLN (Persero) dengan Komisi VI telah selesai. PLN dicecar berbagai pertanyaan, salah satunya menyelesaikan masalah biaya administrasi tarif listrik prabayar atau token.
      Direktur Utama PLN Sofyan Basir, segera akan mengkoordinasikan dengan pihak perbankan dan payment point online bank (PPOB) untuk menyelesaikan masalah tersebut. Sebelumnya, Sofyan menjelaskan jika dalam setiap transaksi pembelian tarif token dikenakan biaya administrasi sebesar Rp1.600.
      "Ada rencana. Mungkin bulan depan kita mulai ngobrol-ngobrol sama perbankan dan PPOB yang marjinnya besar," ujar Sofyan di Jakarta, Kamis (17/9/2017).
      Menurutnya, hal ini perlu diselesaikan, lantaran masyarakat masih memerlukan pembayaran token lewat bank. Pasalnya dengan hal demikian mampu memudahkan konsumen dalam melakuakan transaksi pembayaran.
      "Daripada pergi ke kantor PLN, nyari waktu sendiri. Pakai ojek pakai transport. Kalau masyarakat balikin bayar langsung ke PLN, kasihan enggak mereka. Belum yang di kampung-kampung mesti ke kantor kecamatan. Milih saja nanti yang mau bayar langsung boleh. Mau lewat PPOB boleh,"tuturnya
    • Guest News
      By Guest News
      Rombongan DPR-RP Jumat ini dijadwalkan meninggalkan Washington untuk kembali ke tanah air. Kunjungan kali ini santer diwarnai polemik terkait pertemuan ketua dan wakil ketua DPR RI di acara jumpa pers Donald Trump, salah satu kandidat presiden Amerika. Bagaimana perkembangan terkini kontroversi ini?...
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy