Jump to content
Darur

MOTIVASI UTK BELAJAR INGGRIS

Recommended Posts

QUOTE DARI FORUM SEBELAH.. 

 

kalo udah puas maen sama toefl itp ada dua pilihan .. main ke cambridge exam series atau maen ke TOEFL IBT ..

kalo berpikiran mau apply fulbright scholarship ke amerika ya bagus belajar iBT
kalo berpikiran mau apply ke negara lain, IELTS relatif lebih mudah belajarnya ..

tapi kalo misalnya kaget langsung ke IELTS bisa warming up dulu dgn FCE baru ke IELTS ..

enaknya di ujian kaya gitu ya GRAMMAR sudah jadi bagian dari penilaian terintegrasi .. bukan jadi inti hal yang dinilai seperti di ITP. jadi memang wajar kalau nilai ITP kita besar itu tidak merefleksikan / mencerminkan kemampuan bahasa Inggris kita yang sesungguhnya untuk standar akademis saat ini ...

dan pun kita sudah dapat skor IELTS yang cukupan buat studi pascasarjana di luar .. kita masih harus perdalam belajar bahasa Inggris untuk spesifik bidang kita .. dan juga masih harus perdalam ilmu menulis esai dan jurnal internasional .. standar penulisannya mungkin pakai MLA, CHicago atau APA .. itu semua harus dikuasai kalau memang mau jadi ahli akademik yang produktif menuangkan buah pikirnya dalam bentuk tulisan penelitian yg diakui internasional.

Orang Indo banyak yang pinter .. tapi kalo baru ke luarnegerinya pas S2 mostly harus banyak belajar lagi writingnya, dan karena sudah umur (baca tua), jadi males belajar bhs Inggris formal. Karena ga bisa writing ya ga bs saingan sama akademisi dr negara lain, dan balik ke Indonesia kontribusi di jurnal lokal dan konferensi lokal ..

sangat disayangkan yang kaya gini sebenarnya. Belum lagi fenomena jurnal bajakan yang digemari banyak pihak curang.. Wah bisa - bisa jadi bahan tertawaan kalo publish di jurnal semacam itu .. sedangkan mau publish di yang peer reviewed journal bakal lama dan ga sanggup bersaing ..

Apapun bidang anda, siapapun anda, serius meningkatkan skill bahasa Inggris tidak akan 'wasting your time'. Tapi banyak orang yang baru gagal paham tenses dan grammar saja sudah jiper. Padahal mereka baru kursus bentaran atau cuma dapat pelajaran sekolah, tapi udah menuding bhs Inggris susah dan lain lain.Yg baru kursus bentar dan gagal paham, mungkin karna gurunya belum berpengalaman ngajar, jadi gurunya juga baru 4 - 5 tahun. Kalo bahasa Inggris di sekolah ga usah ditanya lagi, seluruh konsepnya memang sudah salah total. Kelas untuk belajar Bahasa ga ideal dijejali 30-40 orang, paling cuma bisa dimanfaatkan untuk nempelin dasar-dasarnya saja dengan murid sebanyak di sekolah umum.

Solusi ada buat yang mau berusaha. Bahwa bahasa Inggris itu susah, saya bisa bilang itu statement yang sama sekali tidak mengandung kebenaran. Bahasa itu lebih baik dipakai daripada dipelajari, dan lebih sempurna lagi bila dipelajari sambil dipakai.
 

Share this post


Link to post
Share on other sites

QUOTE DARI FORUM SEBELAH.. 

 

kalo udah puas maen sama toefl itp ada dua pilihan .. main ke cambridge exam series atau maen ke TOEFL IBT ..

kalo berpikiran mau apply fulbright scholarship ke amerika ya bagus belajar iBT
kalo berpikiran mau apply ke negara lain, IELTS relatif lebih mudah belajarnya ..

tapi kalo misalnya kaget langsung ke IELTS bisa warming up dulu dgn FCE baru ke IELTS ..

enaknya di ujian kaya gitu ya GRAMMAR sudah jadi bagian dari penilaian terintegrasi .. bukan jadi inti hal yang dinilai seperti di ITP. jadi memang wajar kalau nilai ITP kita besar itu tidak merefleksikan / mencerminkan kemampuan bahasa Inggris kita yang sesungguhnya untuk standar akademis saat ini ...

dan pun kita sudah dapat skor IELTS yang cukupan buat studi pascasarjana di luar .. kita masih harus perdalam belajar bahasa Inggris untuk spesifik bidang kita .. dan juga masih harus perdalam ilmu menulis esai dan jurnal internasional .. standar penulisannya mungkin pakai MLA, CHicago atau APA .. itu semua harus dikuasai kalau memang mau jadi ahli akademik yang produktif menuangkan buah pikirnya dalam bentuk tulisan penelitian yg diakui internasional.

Orang Indo banyak yang pinter .. tapi kalo baru ke luarnegerinya pas S2 mostly harus banyak belajar lagi writingnya, dan karena sudah umur (baca tua), jadi males belajar bhs Inggris formal. Karena ga bisa writing ya ga bs saingan sama akademisi dr negara lain, dan balik ke Indonesia kontribusi di jurnal lokal dan konferensi lokal ..

sangat disayangkan yang kaya gini sebenarnya. Belum lagi fenomena jurnal bajakan yang digemari banyak pihak curang.. Wah bisa - bisa jadi bahan tertawaan kalo publish di jurnal semacam itu .. sedangkan mau publish di yang peer reviewed journal bakal lama dan ga sanggup bersaing ..

Apapun bidang anda, siapapun anda, serius meningkatkan skill bahasa Inggris tidak akan 'wasting your time'. Tapi banyak orang yang baru gagal paham tenses dan grammar saja sudah jiper. Padahal mereka baru kursus bentaran atau cuma dapat pelajaran sekolah, tapi udah menuding bhs Inggris susah dan lain lain.Yg baru kursus bentar dan gagal paham, mungkin karna gurunya belum berpengalaman ngajar, jadi gurunya juga baru 4 - 5 tahun. Kalo bahasa Inggris di sekolah ga usah ditanya lagi, seluruh konsepnya memang sudah salah total. Kelas untuk belajar Bahasa ga ideal dijejali 30-40 orang, paling cuma bisa dimanfaatkan untuk nempelin dasar-dasarnya saja dengan murid sebanyak di sekolah umum.

Solusi ada buat yang mau berusaha. Bahwa bahasa Inggris itu susah, saya bisa bilang itu statement yang sama sekali tidak mengandung kebenaran. Bahasa itu lebih baik dipakai daripada dipelajari, dan lebih sempurna lagi bila dipelajari sambil dipakai.
 

Share this post


Link to post
Share on other sites

QUOTE DARI FORUM SEBELAH.. 

 

kalo udah puas maen sama toefl itp ada dua pilihan .. main ke cambridge exam series atau maen ke TOEFL IBT ..

kalo berpikiran mau apply fulbright scholarship ke amerika ya bagus belajar iBT
kalo berpikiran mau apply ke negara lain, IELTS relatif lebih mudah belajarnya ..

tapi kalo misalnya kaget langsung ke IELTS bisa warming up dulu dgn FCE baru ke IELTS ..

enaknya di ujian kaya gitu ya GRAMMAR sudah jadi bagian dari penilaian terintegrasi .. bukan jadi inti hal yang dinilai seperti di ITP. jadi memang wajar kalau nilai ITP kita besar itu tidak merefleksikan / mencerminkan kemampuan bahasa Inggris kita yang sesungguhnya untuk standar akademis saat ini ...

dan pun kita sudah dapat skor IELTS yang cukupan buat studi pascasarjana di luar .. kita masih harus perdalam belajar bahasa Inggris untuk spesifik bidang kita .. dan juga masih harus perdalam ilmu menulis esai dan jurnal internasional .. standar penulisannya mungkin pakai MLA, CHicago atau APA .. itu semua harus dikuasai kalau memang mau jadi ahli akademik yang produktif menuangkan buah pikirnya dalam bentuk tulisan penelitian yg diakui internasional.

Orang Indo banyak yang pinter .. tapi kalo baru ke luarnegerinya pas S2 mostly harus banyak belajar lagi writingnya, dan karena sudah umur (baca tua), jadi males belajar bhs Inggris formal. Karena ga bisa writing ya ga bs saingan sama akademisi dr negara lain, dan balik ke Indonesia kontribusi di jurnal lokal dan konferensi lokal ..

sangat disayangkan yang kaya gini sebenarnya. Belum lagi fenomena jurnal bajakan yang digemari banyak pihak curang.. Wah bisa - bisa jadi bahan tertawaan kalo publish di jurnal semacam itu .. sedangkan mau publish di yang peer reviewed journal bakal lama dan ga sanggup bersaing ..

Apapun bidang anda, siapapun anda, serius meningkatkan skill bahasa Inggris tidak akan 'wasting your time'. Tapi banyak orang yang baru gagal paham tenses dan grammar saja sudah jiper. Padahal mereka baru kursus bentaran atau cuma dapat pelajaran sekolah, tapi udah menuding bhs Inggris susah dan lain lain.Yg baru kursus bentar dan gagal paham, mungkin karna gurunya belum berpengalaman ngajar, jadi gurunya juga baru 4 - 5 tahun. Kalo bahasa Inggris di sekolah ga usah ditanya lagi, seluruh konsepnya memang sudah salah total. Kelas untuk belajar Bahasa ga ideal dijejali 30-40 orang, paling cuma bisa dimanfaatkan untuk nempelin dasar-dasarnya saja dengan murid sebanyak di sekolah umum.

Solusi ada buat yang mau berusaha. Bahwa bahasa Inggris itu susah, saya bisa bilang itu statement yang sama sekali tidak mengandung kebenaran. Bahasa itu lebih baik dipakai daripada dipelajari, dan lebih sempurna lagi bila dipelajari sambil dipakai.
 

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...

  • Recent Status Updates

    • qbonk

      Hai ngobaser, gede yaaa hahaha
      viral.pisan_20191207_1.mp4
      · 1 reply
    • PusatInformasi

      Hi semuanya, gimana kabarnya?
      · 1 reply
    • keenion

      Hai jendral
      · 0 replies
    • Sam

      Jangan pernah down sama masalah hidupmu, gue sendiri ketika ada masalah emang susah melihat kebawah. Tapi ketika gue liat ini, ternyata masalah gue gak besar sebenernya, masih ada yang lebih besar masalahnya dari gue. 

      · 3 replies
    • Forzaken_DT

      Modus operandi baru di resepsi pernikahan... Hati2 waspada
      Muncul orang necis berbusana rapi sungguh baik hati menemui....
      Namun
      Waspada Modus Penipuan dilakukan ditempat resepsi Pernikahan
      Seorang menampilkan diri simpatik tutur katanya.
      Meyakinkan layaknya Panitia namun sebenarnya mereka Panitia Gadungan/Palsu.
      Modus
      Sang Panitia Palsu masuk ruangan dan berbisik dg seorang tamu meminjam Kunci Motor/Mobil utk di geser.
      Dipindahkan krn ada mobil mau keluar, dan akhirnya diberikan tanpa curiga.
      Sebenarnya mereka sudah mengawasi tamu yang datang dan memarkir kendaraannya.
      Akibatnya
      Ditunggu lama kunci tak dikembalikan, keluarlah dari gedung pemilik kunci tsb.
      Setelah dicek mobil sudah tidak ada ditempat
      Ternyata
      Panitia Palsu tadi yg minta kunci sdh lenyap dengan membawa mobilnya.
      Waspadalah,
      Modus inipun berlaku jg utk kendaraan roda 2..
      Oleh karena itu
      Lebih Amannya
      Pindahkanlah sendiri Motor/Mobil anda, jika diberitau orang.
      Jangan lugu terlalu percaya dgn menyerahkan kunci kepada orang yg tidak anda kenal.
      Cerita pengalaman dari org yg pernah mengalami.... semoga bermanfaat siapapun menjadi waspada.
      · 0 replies
  • Forum Statistics

    • Total Topics
      74,594
    • Total Posts
      81,927

About Ngobas

Ngobas is All-in-One website that can be use by everyone for free to find friends and exchange information. The name Ngobas is derived from the abbreviation, which is Ngomong Bebas Originally Sedap, meaning that it is appropriate to speak according to the ethics of socializing.

CEO’s Greeting

I realize that information and communication are the main things in life. Ngobas is the right platform for that. We will always be connected wherever we are and that is the purpose Ngobas was built.

- Samuel Berrit Olam

×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy