Jump to content
  1. amelia

    amelia

  2. satpam

    satpam

  3. hostipramen

    hostipramen

  • Similar Content

    • By Males
      Setelah dirumorkan meninggal dunia, Presiden Korea Utara Kim Jong Un tampil di hadapan publik saat peringatan hari buruh pada Jumat (1/5) lalu. Namun, kini beredar spekulasi bahwa Kim Jong Un yang muncul saat itu palsu.
      Walaupun Anggota Komite Intelijen parlemen Korea Selatan Kim Byung kee mengatakan bahwa Kim Jong Un biasanya melakukan tugas, ketika lama tak tampak di hadapan publik. Informasi ini ia dapat dari Badan Intelijen Nasional (NIS) Korea Selatan.
      “Kim Jong Un berfokus pada konsolidasi urusan internal seperti pasukan militer dan pertemuan negara-partai, dan kekhawatiran pandemi corona,” kata Kim Byung kee dikutip dari Reuters, beberapa waktu lalu (6/5).

      Namun, rumor Kim Jong Un palsu terlanjur mencuat. Hal ini pertama kali disuarakan oleh mantan anggota parlemen konservatif Inggris, Louise Mensch. Ia menyoroti beberapa bagian wajah Presiden Korea Utara, dan menurutnya ada yang berbeda dari sosok yang tampil di hadapan publik saat itu.
      Dalam cuitannya, ia melampirkan perbandingan foto Kim saat menghadiri peringatan hari buruh, dengan foto formal lainnya. “Gigi, lengkungan bibir, dan lainnya benar-benar berbeda. Lihatlah kertak gigi itu,” cuit Mensch melalui akun Twitter-nya, Sabtu (2/5) lalu.
      Hingga Jumat (8/5) malam, cuitan Louis disukai 633 warga internet, serta telah diunggah ulang 202 kali. “Tidak ada alasan untuk mengubah sikap saya sebelumnya. Ini bukan pria yang sama,” tulis Louis dalam kolom komentar.
      Kecurigaan yang sama juga diungkapkan aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) asal Tiongkok, Jeniffer Zheng. Pada Minggu (3/5) lalu, Zheng menulis di akun Twiter-nya terkait keraguannya atas sosok Kim Jong Un yang hadir saat peringatan hari buruh. “Apakah Kim Jong-un muncul pada 1 Mei merupakan yang asli?” kata dia, kemarin (8/5). Unggahan ini disukai 3 ribu warganet, serta diunggah ulang 1.500 kali.
      “Apakah Kim Jong-un muncul pada 1 Mei merupakan yang asli?” kata dia, kemarin (8/5). Unggahan ini disukai 3 ribu warganet, serta diunggah ulang 1.500 kali.
      Zheng pun mengajak warganet untuk menyoroti beberapa bagian wajah Kim Jong Un seperti gigi, telinga, dan rambut. Selain itu, Zeng menyinggung perbedaan pada tampilan wajah saudarinya, Kim Yo Jong. Ia pun melampirkan foto-foto pembanding.
      Rumor tentang meninggalnya Kim Jong Un juga sempat diperkuat oleh laporan intelijen Amerika Serikat (AS), yang mengonfirmasi adanya pengiriman tim medis dari Tiongkok ke Korea Utara.
      Wartawan asal Tiongkok bernama Shijian Xingzou juga sempat melaporkan bahwa Kim Jong Un meninggal dunia, akibat kesalahan operasi jantung pada 12 April. Kabar tersebut diperolehnya dari sumber rahasia pemerintahan Korea Utara.
      Media online berbasis di Korea Selatan yang berfokus pada pemberitaan terkait Korea Utara, Daily NK melaporkan bahwa Kim Jong Un menjalani operasi jantung di Kabupaten Hyangsan. Kim harus melalui prosedur kardiovaskular, akibat kebiasaan merokok berlebihan, obesitas, dan tumpukan pekerjaan.
      Rumor lain mengatakan Kim Jong Un hanya bersembunyi di rumah peristirahatannya, di Wonsan. Dugaan ini didasarkan pada citra satelit AS, yang memperlihatkan kereta pribadinya berada di stasiun khusus keluarga Kim Jong Un.
    • By BisaJadi
      YahooBERITA
      Heboh Kim Jong-un Palsu, Aktivis China Bongkar Kejanggalan Tubuhnya
      Bayu Adi Wicaksono
      VIVA4 Mei 2020 06.04 WIB
      VIVA – Setelah sempat membuat heboh karena ditangkap usai merekam kondisi jenazah korban serangan Virus Corona atau COVID-19, kali ini aktivitas kemanusiaan Jennifer Zeng kembali membuat gempar dunia.
      Kali ini gadis kelahiran China itu menguak sebuah kejanggalan dari diri Pemimpin Militer Tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un yang mendadak muncul pada 1 Mei 2020 setelah sebelumnya sempat dikabarkan sedangkan sakit bahkan sudah meninggal dunia.
      Meski tak memberikan kesimpulan tentang analisanya. Namun, dari analisa itu terlihat ada dugaan Kim Jong-un yang muncul di pabrik pupuk itu bukan yang asli.
      Dalam analisanya Zeng menyisipkan beberapa foto Kim sebelum menghilang dan Kim yang muncul pada 1 Mei 2020 seperti dilansir kantor berita Korea Utara, KCNA.
      "Apakah Kim Jong-un yang muncul pada 1 Mei adalah yang asli?," kata Zeng seperti dikutip VIVA Militer dari situs pribadinya, Senin 4 Mei 2020.

      Kemudian bentuk potongan rambut, terlihat Kim asli memiliki potongan rambut dengan gaya lebih tinggi dan rapih serta jenis rambut yang kaku. Sedangkan Kim 1 Mei memiliki gaya rambut lebih ceper dan jenis rambut lemas.
      Lalu tahi lalat, Zeng membandingkan foto Kim ketika berpidato dan ketika melambaikan tangan pada 1 Mei. Pada foto pidato tak ada tahi lalat di tangan kanan Kim. Sedangkan Kim 1 Mei memilikinya.
      Perbedaan selanjutnya ditemukan pada bentuk telinga. Kim asli memiliki bentuk telinga lebih bulat sedangkan Kim 1 Mei lebih pipih.
      Untuk diketahui memang selama ini Korea Utara sengaja menutupi kondisi pemimpinnya. Hal ini tak hanya terjadi pada Kim Jong-un. Bahkan ayahnya, Kim Jong-il pernah berpura-pura masih hidup padahal sudah meninggal dunia 2 hari sebelum berhasil dibocorkan intelijen.
      Korea Utara sengaja menutupi kondisi pemimpinnya untuk mengantisipasi intervensi Amerika. Mereka tak mau peristiwa kehancuran Irak terjadi pada Korea Utara.
    • By Males
      Proses rekapitulasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman pada Selasa (7/5/2019) malam diwarnai protes dari kubu Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Hal tersebut dikarenakan perolehan suara PPP berkurang sebanyak 1.508 suara yang diduga karena kesalahan input.
      "Awalnya kami menerima laporan dari saksi di Kecamatan Depok, di plano tertulis 2.929, namun saat dihitung, kami kehilangan 1.508 suara," kata Ketua DPC PPP Sleman, HM Nasikhin, Selasa (7/5/2019) malam di Aula Bappeda Sleman.
      Ia menduga, kehilangan tersebut dikarenakan salah input. Ia pun langsung mengajukan keberatan dan meminta kepada KPU untuk melakukan penghitungan ulang.
      “Angka seribu itu cukup besar, meskipun kami di dapil 4 (dapil yang kehilangan suara) tidak mendapatkan kursi, dan biar jelas semuanya, kami minta diulang penghitungan plano semuanya, buka bersama disaksikan semua partai," ujarnya.
      Sementara itu, Ketua KPU Sleman, Trapsi Haryadi mengakui memang ada perbedaan angka perolehan suara PPP untuk surat suara DPRD Kabupaten di Kecamatan Depok.
      "Kami mencoba untuk menelusuri dan kami persilakan ke PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) untuk memberi keterangan yang jelas dan terbuka di sidang, ada angka yang berbeda. Satu angkapun yang berbeda itu harus diklarifikasi, PPK yang melakukan proses input dari bawah sampai kecamatan," ucapnya.
      Rapat pleno di KPU Sleman pada Selasa (7/5/2019) akhirnya diskors dan akan dilanjutkan kembali pada Rabu (8/5/2019) sekitar pukul 13.00 WIB. Sekadar informasi KPU Sleman telah menyelesaikan rekapitulasi di 16 kecamatan. Masih tersisa satu kecamatan, yakni Kecamatan Depok.
      Gimana menurutmu ndral?
    • Guest Hak Asasi Manusia
      By Guest Hak Asasi Manusia
      Tragedi Trisakti

      Pada 12 Mei 1998 demonstrasi mahasiswa menuntut pengunduran diri Suharto memuncak di kampus Universitas Trisakti, Jakarta. Komnas HAM mencatat jumlah korban kekerasan oleh aparat keamanan mencapai 685 orang, sementara tiga meninggal dunia akibat tembakan. Ironisnya berkas penyelidikan yang dikirimkan ke Kejaksaan Agung dinyatakan hilang pada Maret 2008 oleh Jampidsus Kemas Yahya Rahman.
      Semanggi Berdarah

      Kejaksaan Agung di bawah kendali Hendarman Supandji menjadi jalan buntu pengungkapan kasus pelanggaran HAM 1998. Berkas laporan Komnas HAM terhadap kasus kekerasan aparat yang menewaskan 17 orang (Semanggi I) dan melukai 127 lainnya pada November 1998 menghilang tak berbekas. Setahun berselang tragedi kembali berulang, kali ini korban mencapai 228 orang.
      Hilangnya Widji Tukul

      Satu per satu aktivis pro demokrasi menghilang tanpa jejak menjelang runtuhnya kekuasaan Suharto, termasuk di antaranya Widji Thukul. Ia diduga diculik aparat keamanan setelah dinyatakan buron sejak peristiwa Kerusuhan Dua Puluh Tujuh Juli 1996 (Kudatuli). Kasus Widji Thukul mewakili puluhan aktivis yang sengaja dilenyapkan demi kekuasaan.
      Pembantaian 1965

      Antara 500.000 hingga tiga juta nyawa simpatisan PKI melayang di tangan militer dan penduduk sipil setelah kudeta yang gagal pada 1965. Hingga kini upaya pengungkapan tragedi tersebut tidak pernah menyentuh pelaku. Adalah sikap membatu TNI yang melulu menjadi sandungan bagi penuntasan tragedi 1965.
      Petaka di Wamena

      Tragedi Wamena berawal dari penyerangan gudang senjata oleh orang tak dikenal yang menewaskan 2 anggota TNI pada April 2003. Aksi penyisiran yang kemudian dilakukan aparat menewaskan 9 penduduk sipil, sementara 38 luka berat. Seperti kasus sebelumnya, laporan penyelidikan Komnas HAM ditolak Kejagung dengan alasan tidak lengkap. TNI juga dituding menghalangi penyelidikan kasus tersebut.
      Pembunuhan Munir

      Sosok yang sukses membongkar pelanggaran HAM berat oleh Tim Mawar dan mengakhiri karir Danjen Kopassus Prabowo Subianto ini meninggal dunia setelah diracun dalam perjalanan menuju Belanda. Pollycarpus Budihari Priyanto dinyatakan bersalah dan divonis 14 tahun penjara. Namun hingga kini kejaksaan sulit memburu tersangka utama yakni Muchdi Pr. yang dikenal dekat dengan Prabowo.
    • By Series_maju
      Saya ajak Anda kembali ke skandal Pemilu 2004 dan Pemilu 2009, pernah ada informasi tentang rekayasa penghitungan suara Pemilu. Diungkapkan oleh Ir Indro Tjahjono, seorang aktivis gerakan kritis mahasiswa tahun 1978, seangkatan dengan Dr Rizal Ramli dan Ir Heri Akhmadi.
      Indro Tjahjono mengungkapkan bahwa KPU telah melakukan kecurangan untuk memenangkan SBY. Dalam dua Pemilihan Presiden, baik di tahun 2004 maupun tahun 2009, melalui manipulasi sistem Informasi Teknologi (IT)
      Dalam Pemilu dan Pilpres 2004, semua PC di KPU yang digunakan untuk penghitungan suara, telah diset-up dengan program khusus di malam hari. Ketika tidak ada orang di KPU, malam-malam ada yang datang. Semua PC diisi program untuk memenangkan SBY dan mendongkrak suara Partai Demokrat.
      Rekayasa dalam Pemilu dan Pilpres 2009, lebih maju selangkah. Semua unit PC milik KPU lebih dulu telah diset-up dengan program tertentu. Rekayasa dan kecurangan IT pada Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden 2009 menurut Indro, memang lebih complicated dan rumit.
      Berlapis lapis skenario firewall dan keamanannya telah diterapkan sehingga hampir mustahil untuk ditembus. Pada 2009, tidak cukup dicurangi dari sisi IT, tetapi juga dilakukan rekaya manual. salah satunya dari DPT (Daftar Pemilih Tetap)
      Rekayasa manual dicocokkan untuk pengontrolan suara dari sisi IT, agar jangan sampai hitungan IT melonjak, tetapi manualnya tidak cocok. Informasi ini belum terkonfirmasi kebenarannya karena Antasari yang hendak masuk mengusutnya telah dikriminalisasi
      Benang merah telah mulai terlihat jelas dan Anas telah memberi petunjuk jelas bahwa semua itu bermuara pada Monas, tepatnya seberang Monas. Sorotan terhadap Presiden SBY belakangan ini, mengingatkan saya pada kegencaran sorotan yang ditujukan kepada Presiden Soeharto.
      Tidak banyak yang tahu bahwa kemunculan SBY lebih banyak ditopang oleh sejumlah ‘kecelakaan’ politik di masa kepresidenan Abdurrahman Wahid. Dan masa kepresidenan Megawati Soekarnoputeri, yang menciptakan kesan sebagai korban penganiayaan politik berturut-turut oleh dua presiden.
      Dasar rakyat Indonesia lebih banyak yang melow sehingga SBY yang terkesan teraniaya otomatis mendapat simpati rakyat. Jika ditelusuri lagi maka simpati rakyat kepada SBY terlihat sejak tahun 2001 sewaktu ramai dekrit presiden Gus Dur.
      SBY diberhentikan dengan hormat dari jabatan Menko Polsoskam 1 Juni 2001, dengan latar belakang tidak setuju terhadap rencana Dekrit Gus Dur.
      Sebabnya Abdurahman Wahid menganggapnya tak bisa diandalkan lagi sebagai Menko Polsoskam untuk menghadapi Jenderal Wiranto. Jenderal Wiranto sebelumnya menjadi Menko Polsoskam dan digantikan posisinya oleh SBY. SBY juga tidak berkutik di depan konspirasi partai-partai.
      Sebenarnya, Abdurrahman Wahid menawarkannya posisi Menteri Perhubungan yang saat itu dijabat Agum Gumelar atau Mendagri, tapi SBY menolak. Menteri yang dipastikan mengundurkan diri karena menolak Dekrit, adalah Sekretaris Kabinet Marzuki Darusman yang sebelumnya menjadi Jaksa Agung.
      Malam menjelang dekrit, Marzuki Darusman masih mencoba mencegah Abdurrahman Wahid, tetapi beliau tetap bersikeras akan melakukan dekrit. Marzuki langsung menyatakan mengundurkan diri dan Abdurahman Wahid menyatakan bisa memahami dan menerima pengunduran diri itu.
      Saat keluar dari ruang pertemuan dengan Presiden, Marzuki berpapasan dengan Agum Gumelar, ditanya, “Bagaimana?” Marzuki menjawab, “Saya cabut”! Agum akhirnya memilih sikap yang sama. seperti halnya dengan Susilo Bambang Yudhoyono, Agum juga melapor ke Wakil Presiden Megawati!
      Marzuki Darusman berbeda dengan kedua tokoh tersebut yang lapor ke Wapres Megawati, ia melewatkan acara lapor-melapor seperti itu. Karena tidak lapor, Marzuki kemudian tidak masuk kabinet baru Megawati Soekarnoputeri yang menggantikan Abdurrahman Wahid pasca impeachment
      Sementara Susilo Bambang Yudhoyono maupun Agum Gumelar kembali mendapat posisi di kabinet, tentunya karena merapat ke Megawati pasca dekrit. SBY ikut dicalonkan sebagai salah satu kandidat Wapres dalam Sidang Istimewa MPR 25 Juli 2001 untuk mengisi kekosongan.
      Posisi wapres kosong karena Megawati Soekarnoputeri naik menjadi Presiden RI pasca impeachment Tapi pilihan akhirnya mengerucut kepada dua nama, yakni Hamzah Haz (PPP) dan Akbar Tanjung (Golkar), akhirnya dimenangkan oleh Hamzah Haz
      Gagal menjadi Wapres, SBY dipilih Mega menjadi Menko Polkam 10 Agustus 2001. Hubungannya sebenarnya baik-baik saja dengan sang Presiden. Tetapi pihak ‘istana’, khususnya Taufiq Kiemas, mulai membaca bahwa SBY sedang mempersiapkan diri sebagai the next number one. Mulai muncul serangan, khususnya dari Taufiq Kiemas. SBY dianggap mulai mengabaikan tugas utamanya sebagai Menko Polkam.
      Ternyata kebiasaan mengeluh SBY sudah sejak lama, SBY mengeluh kepada para wartawan bahwa wewenang dirinya berkali-kali dilampaui. SBY juga mengeluh tidak diundang dalam rapat kabinet, dan tidak dilibatkan oleh Presiden dalam pengambilan keputusan di bidangnya.
      Taufiq Kiemas, menyebutnya sebagai seorang jenderal yang kekanak2-kanakan, mengeluh kepada wartawan, bukannya kepada Presiden sebagai atasannya . Pada 9 Maret 2001 ia mengirim surat kepada Presiden mempertanyakan hal kewenangannya sebagai Menko Polkam sekaligus meminta waktu bertemu Presiden.
      Llalu ia diundang untuk hadir dalam rapat kabinet oleh Presiden namun ia ‘membalas’ dengan tidak hadir. Dan malah 11 Maret 2001 mengirim surat pengunduran diri kepada Presiden Megawati Soekarnoputeri.
      Ucapan Taufiq Kiemas, maupun sikap Megawati sendiri, menyinggung rasa kehormatan keluarga termasuk Nyonya Sunarti Sri Hadijah, sang mertua. Istri Jenderal Sarwo Edhie Wibowo itu diketahui menjadi salah satu pendorong utama agar SBY maju bertarung dalam perebutan posisi number one.
      Perjalanan sejarah terpilihnya SBY membuktikan semua yang dihadapi Susilo Bambang Yudhoyono serba beraroma accident. Memang akhirnya kecelakaan-kecelakaan itulah yang membawanya ke kursi number one pada akhirnya.
      Sebagai number one ia tak begitu pandai memilih orang duduk dalam kabinetnya, mungkin karena ia terlalu meladeni situasi kompromistis. Masa kepresidenannya yang pertama, sedikit tertolong oleh the bad among the worst Muhammad Jusuf Kalla yang cukup gesit dan lincah.
      Tertolong oleh keberhasilan Jusuf Kalla ‘merebut’ Partai Golkar melalui Munas di Bali yang sedikit banyak dalam pengaruh iklim money politics. Dalam masa kepresidenannya yang kedua, SBY tertolong oleh kehadiran Sri Mulyani di posisi Menteri Keuangan. Meski pada saat yang sama terjadi sorotan kuat dalam kasus Bank Century dan skandal Mafia Pajak Bahasyim dan Gayus Tambunan.
×
×
  • Create New...