Jump to content

Ibu Kandung Mirna Tampil Di Publik Akhirnya


Recommended Posts

Ni Ketut Sianti, ibu kandung Wayan Mirna Salihin, muncul dihadapan publik.

Dia melayani permintaan tampil di stasiun TV swasta, Kompas TV.

BBuvVMq.jpg

Di kesempatan itu, istri Darmawan Salihin itu, mengungkapkan banyak hal mengenai anak pertamanya.

Rona kesedihan masih terpancar dari wajah wanita yang memakai baju cokelat tersebut.

Wanita asal Bali itu mengaku dekat dengan semua anaknya terutama Mirna. Dia memandang komunikasi dengan anaknya itu seperti seorang teman curhat.

"Mirna, anak pertama dari kembar. Mengobrol sama dia seperti teman. Dia curhat saya curhat saling curhat. Apa saja dia omongin maupun teman-temannya dia omongin dan saya pun kenal temannya," ujar Ni Ketut Sianti, dalam perbincangan di Kompas TV, pada Selasa (19/7/2016).

Ni Ketut Sianti melayani pertanyaan pembawa acara sekitar 30 menit. Dia bercerita mulai dari sosok Mirna, Jessica Kumala Wongso, sebagai orang yang diduga membunuh Mirna dengan cara menaruh zat sianida di minuman es Kopi Vietnamese, dan insiden tewasnya Mirna.

Dia bersama dengan keluarga Mirna yang lain merasa sedih kehilangan saudara kembar dari Made Sandy Salihin itu. Dia mengaku penyebab meninggal anaknya tersebut supaya menjadi misteri saja.

"Jadi misteri saja," kata dia.

Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
  • Similar Content

    • By berita_semua
      Pengamat hukum pidana Universitas Islam Indonesia, Muzakir mengatakan, perbedaan kasus pembunuhan Munir Said Thalib dan Wayan Mirna Salihin terletak pada proses autopsi jenazahnya.
      Dimana, dalam kasus kematian Munir terjadi proses autopsi jenazah yang lengkap sehingga dapat dipastikan penyebab kematian lantaran diracun arsenik. Sementara, dalam kasus kematian Mirna yang diduga diracun sianida tidak dilakukan proses autopsi yang komplit atau sempurna.
      "Ini masalah kausalitas. Dan itu menjadi kata kunci karena kasus munir itu proses autosinya jelas sehingga memberi keterangannya juga jelas dan setiap ahli hukum dapat memastikan itu. Kalau ketian Mirna tidak di autopsi," kata Muzakir
      Muzakir membela pandapat ahli patologi forensik senior dari Fakultas Kedokteran Universitas Quensland, Brisbane, Australia, Beng Beng Ong dalam persidangan. Menurut dia, pernyataan Beng Beng dapat dibenarkan lantaran jenazah Mirna tidak di autopsi dengan lengkap.
      "Saya pikir sudah benar keterangan itu. Karena proses autopsinya tidak lengkap. Kalau menggunakan sempel itu akan menjadi masalah dan menentukan siapa pelakunya menjadi sulit," terang Muzakir.
      Ia menyayangkan pihak Imigrasi yang menahan Beng Beng usai memberikan kesaksiannya. Pasalnya, kehadiran Beng Beng ke Indonesia dapat memberikan keterangan yang membantu penegak hukum dalam menentukan penyebab kematian anak dari Dharmawan Salihin.
      "Dia (Beng Beng) kemari untuk membantu mencari kebenaran materill tentang penyebab kematian Mirna. Kalau ahli di Indonesia itu kebanyakan marah-marahnya di persidangan. Itu tidak boleh, apalagi saksi ahli dapat yakin bahwa pelakunya (Jessica Kumala Wongso)," pungkas Muzakir.
    • By jokers
      Ahli forensik Rumah Sakit (RS) Polri, Kramat Jati, Slamet Purnomo mengungkapkan sebanyak 0,2 miligram per liter zat sianida terdapat dalam lambung mendiang Wayan Mirna salihin. Akan hal itu, ia yakin bahwa zat itulah yang menyebabkan Mirna meregang nyawa.
      Menanggapi hal tersebut, Kuasa Hukum Jessica, Otto Hasibuan menganggap bisa saja sianida yang ada di dalam lambung Mirna bukan dari es kopi Vietnam, melainkan dari buah apel yang diminumnya di pagi hari.
      "Bisa jadi 0,2 miligram sianida yang ada di dalam lambung Mirna itu bukan dari kopi, tapi dari apel. Karena dalam BAP Arief (suami Mirna) menyebutkan Mirna konsumsi apel pagi harinya," kata Otto.
      Pernyataan Otto tersebut senada dengan Hakim Ketua Kisworo yang menanyakan ke ahli bahwa apakah ada sianida yang terkandung secara alami. 
      "Apakah ada sianida alami?," tanya Kisworo kepada ahli forensik, Slamet.
      Slamet pun menjawab bahwa sianida alami memang ada, seperti di rokok, singkong dan buah apel. Namun jumlahnya hanya sedikit sekali.
      "Iya ada. Di rokok itu ada sianida, tapi jumlahnya sedikit dan kalau masuk ke tubuh ada di dalam darah bukan lambung, singkong dan buah apel juga, tapi dosisnya sedikit, yang saya tahu enggak sampai 2 1/2 miligram per berat badan," ujarnya.
      Sehingga jika kita mengkonsumsinya, ujar Slamet, tak akan menyebabkan mati seperti sianida yang dikonsumsi Mirna.
      "Biasanya kalau ada keracunan, paling mengalami kelumpuhan bukan mati, atau gejala lain seperti muntah-muntah, pusing. Tapi kalau keracunan seperti itu, biasanya itu dialami mereka yang bekerja di bidang tambang," tutupnya.
    • By berita_semua
      Jessica Kumala Wongso, terdakwa kasus kematian Wayan Mirna Salihin, menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (15/6). Dalam sidang tersebut, Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat, Ardito Muwardi membacakan kronologi peristiwa tersebut.
      Dia menceritakan, saat di Olivier Restoran, Jessica telah memesankan kopi kesukaan Mirna yakni Vietnamesse Ice Coffee (VIC). Kejadian berlangsung cepat. Sekitar pukul 16.24, pelayan Olivier Cafe membawakan VIC untuk Mirna yang dipesan Jessica di meja 54. Saat itu Mirna belum datang. Setelah itu Jessica langsung berpindah tempat duduk dan meletakkan 3 paper bag di atas meja. Jaksa meyakini, aksi itu dilakukan untuk menutupi perbuatan yang akan dilakukan Jessica yakni menaruh racun sianida ke kopi Mirna.
      "Dalam rentan waktu pukul 16.30 WIB - 16.45 WIB, terdakwa langsung memasukkan racun natrium sianida ke dalam gelas berisi minuman VIC yang disajikan untuk korban Mirna," ujar JPU Ardito Muwardi.
      Setelah memasukkan racun sianida ke gelas VIC Mirna, Jessica langsung meletakkan gelas itu di tengah meja. Usai memastikan semua berjalan lancar, Jessica memindahkan 3 papaer bag ke sofa dan kembali ke tempat duduk semula.
      Beberapa saat kemudian sekitar pukul 17.18 WIB, korban Mirna dan saksi Hani datang menemui Jessica yang sudah menunggu di meja 54. Mirna langsung duduk di tengah sofa, tepat di depan minuman VIC yang sudah dipesan Jessica untuk korban.
    • By berita_semua
      Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menegaskan bahwa Jessica Kumala Wongso masih tetap berstatus tersangka meskipun dirinya bebas dari tahanan Polda Metro Jaya.
      "Biarpun bebas dari tahanan, tapi tetap dia menjadi tersangka," tegasnya di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (24/5/2016).
      Dia menjelaskan bahwa proses hukum tetap berjalan sampai Kejaksaan menetapkan kasus tersebut hingga P21 (Lengkap,-red) dan dibawa ke pengadilan.
      "Ini kan persoalannya ditahan atau enggak. Sama saja sebenarnya," katanya.
      Badrodin menguraikan jika Jessica sudah dikenakan hukuman selama 10 tahun penjara, maka hukuman Jessica akan dikurangi masa tahanan yang sudah dijalankan.
      Baca juga: Berkas Perkara Belum Lengkap, Ini Reaksi Ayah Mirna
      Namun, sebaliknya, jika dirinya tidak ditahan oleh pihak kepolisian, maka Jessica akan mendapatkan hukuman sesuai dengan yang sudah ditetapkan oleh hakim nantinya.
      "Sebenarnya dari sisi hukum, tidak ada masalah hal yang seperti ini," kata Badrodin.
      Diketahui bahwa tersangka atas kasus Kopi Sianida yang menewaskan I Wayan Mirna Salihin, Jessica Kumala Wongso akan segera bebas dari tahanan pada 28 Mei 2016 mendatang setelah ditahan 116 hari.
      Namun begitu, Jessica masih ditetapkan sebagai tersangka meskipun dirinya tidak lagi ditahan oleh pihak Polda Metro Jaya.
    • By berita_semua

      Mantan Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian membeberkan hasil positif yang didapatkan penyidik dari rekan polisi mereka di Australia terkait penyelidikan Jessica Kumala Wongo.
      Tersangka pembunuh Wayan Mirna Salihin dengan modus kopi beracun sianida itu ternyata mempunyai catatan kriminal yang panjang di negeri Kangguru itu.
      "Kasus Jessica, saya kira sekarang sudah tahap pemberkasan untuk dimajukan kedua, tapi saya kira kita dapat informasi sangat bagus dari Australia. Tapi sengaja belum diekspos," kata Tito di Mabes Polri.
      Informasi yang belum bisa diekspos itu, masih kata Tito, "Jessica terkait kriminal. Salah satunya percobaan bunuh diri, tapi kita belum ekspos ini karena terikat dengan mutual legal aggrement dengan Australia."
      Dalam kesepakatan itu setiap statement yang dikeluarkan oleh Polri harus mendapat kesepakatan dengan negeri tetangga itu.
      "Nanti tanggal 26 Maret tim mengambil dokumen mulai dari dokumen-dokumen kriminal yang bersangkutan termasuk juga, seingat saya ada lebih kurang 14 kasus," imbuh Tito.
      Yang kedua, Ketua BNPT ini melanjutkan, penyidik juga akan mengambil catatan medis yang bersangkutan dimana terungkap jika - rekan Mirna semasa di Australia itu - sedang sedang menjalani perawatan psikolog.
      "Saya pikir kesepakatan antara bapak Kapolda baru (Irjen Moechgiyarto) nanti dengan kepolisian Australia mana saja yang boleh ekspose mana saja yang tidak," pungkas Tito.
×
×
  • Create New...