Jump to content

MOVIE REVIEW: Sundul Gan


status_cintaaa

Recommended Posts

1.jpg

Ketika melihat sebuah film Indonesia dilabelkan sebagai biografi, lalu dikaitkan lagi dengan unsur 'kisah sukses' dan 'menginspirasi', mungkin tidak terbayang kemasan seperti yang dilakukan film Sundul Gan: The Story of Kaskus. Digarap oleh Naya Anindita sebagai debut penyutradaraan film panjangnya, Sundul Gan dikemas dengan ringan dan lincah, seakan mematahkan kebiasaan bahwa film yang 'menginspirasi' haruslah melodramatis menggetarkan hati, berisi kata-kata berat makna, atau bahwa film biografi harus menunjukkan hanya sisi-sisi terbaik subjeknya.

Sundul Gan memang masih berpegang pada sebuah kisah sukses, dalam hal ini upaya sepasang sahabat dalam membesarkan Kaskus, salah satu situs forum terpopuler di Indonesia. Film ini pun sajikan beberapa highlight bagaimana Kaskus yang tadinya hanya proyek tugas kuliah di tahun 1999, menjadi sebuah perusahaan rintisan (start up) yang menarik minat para pemodal besar di era 2000-an.

Namun, jelas kisah tersebut jadi kurang menarik ketika umumnya penonton sudah tahu akhirnya akan seperti apa: Kaskus kini sudah aktif selama 17 tahun dengan jutaan pengguna. Mungkin karena itu pula, Naya bersama penulis skenario Ilya Sigma dan Priesnanda Dwisatria lebih berfokus pada pasang surut persahabatan sekaligus kemitraan bisnis dari dua sosok penting di Kaskus: Andrew "Mimin" Darwis (Albert Halim) dan Ken Dean Lawadinata (Dion Wiyoko).

Di film ini, Andrew diperkenalkan sebagai seorang yang passionate terhadap teknologi informasi, dia juga yang turun langsung mengurusi Kaskus dan dikenal para penggunanya dengan sapaan Mimin berasal dari kata administrator. Sementara Ken diperkenalkan sebagai pemuda pemalas maniak video game yang melihat peluang bisnis besar dari Kaskus. Andrew dan Ken ternyata masih punya hubungan keluarga, dan itulah yang membuat mereka cepat akrab saat sama-sama kuliah di Seattle, Amerika Serikat. Tahun 2008, Ken mengajak Andrew untuk kembali ke Jakarta untuk membangun Kaskus jadi lebih besar.

2.jpg

Di Jakarta, mereka berbagi tugas. Andrew masih terus mengembangkan Kaskus dari segi teknologi dan kontennya, sementara Ken yang ke sana ke mari mencari investor potensial. Di sinilah persahabatan mereka diuji. Andrew kerap merasa ditinggal sendirian dalam mengurusi Kaskus, dan Ken berusaha seimbangkan cita-citanya untuk Kaskus, serta rencana pernikahannya dengan Tika (Pamela Bowie) yang berjalan bersamaan. Siapa yang paling pantas dalam mewakili Kaskus ke luar pun ikut menambah kompleksitas hubungan Ken dan Andrew. 

KESAN JUJUR

Cerita dan karakterisasi Sundul Gan sepertinya memang dirancang untuk lebih dekat dengan kalangan dewasa muda usia 20-an hingga 30-an, khususnya yang akrab dengan teknologi. Ini terutama timbul dari karakterisasi dan interaksi hubungan antara Ken dan Andrew, serta problem-problem yang diangkat. Film ini juga tak segan memasukkan umpatan dan makian, baik yang diucapkan serius ataupun bercanda, tetapi masih dalam porsi tak berlebihan.

Bahkan, ditunjukkan pula sifat dan sikap dari kedua tokoh yang mungkin sulit dikatakan terpuji—sebut saja Andrew yang terkesan tak acuh pada kehidupan sosial dan sempat besar kepala dengan kepopuleran Kaskus, atau Ken yang jago ngeles dan sempat 'memperdaya' Andrew supaya mau kembali ke Jakarta.

Terlepas itu benar atau hanya dramatisasi, unsur-unsur tersebut berperan penting dalam membuat film ini terkesan lebih hidup serta nyata. Film ini tak berusaha mengglorifikasi kehebatan dan keberhasilan kedua tokohnya, melainkan menunjukkan mereka memang manusia biasa seperti penontonnya. Ini menarik karena kedua sosok aslinya juga turut terlibat di produksi film ini, namun membiarkan beberapa hal yang berisiko menurunkanimage personal mereka untuk ditampilkan di film. Ini justru berdampak baik dalam mengikis kesan palsu dari cerita yang diangkat, sehingga film ini pun jadi terasa jujur.

Believability ini pula yang membuat film ini cukup mudah dinikmati tuturannya, terlepas dari kemasannya yang cukup komikal dan bercorak komedi. Film ini dibuka dengan perkenalan oleh tokoh Ken dan Andrew berbicara langsung kepada penonton, lalu ada pula berbagai animasi grafis khas video game yang seakan menjelaskan adegan-adegan yang sedang ditampilkan. Penggunaan efek digital dan CGI di sini mungkin memang belum sempurna, tetapi karena dibangun sebagai komedi, ditambah penataan gambar yang cerdik, kekurangan ini tak sampai merusak ceritanya. 

3.jpg

Film ini pun memasukkan berbagai trivia yang mungkin akrab bagi para pengguna Kaskus, termasuk bahwa awalnya banyak pengguna menggunakan Kaskus untuk bertukar materi pornografi, jenis-jenis komunitas di Kaskus yang kadang absurd, hingga titik dramatis ketika situs ini diretas. Inilah cara yang digunakan film ini untuk membuat kisah ini jadi hipdan fun, menarik bagi generasi target penontonnya, khususnya yang kenal Kaskus.

Di sisi lain, bahwa film ini berpotensi akan lebih terkoneksi dengan kaum muda pengguna teknologi menjadi salah satu problem utama dari Sundul Gan. Film ini jadi berpotensi asing bagi demografi di luar kelompok tadi. Dengan fokus cerita pada persahabatan Ken dan Andrew, timbul kesan bahwa pembuat film ini mengasumsikan semua penontonnya sudah kenal apa itu Kaskus dan berbagai istilah teknologi informasi lainnya, sehingga hanya dijelaskan sambil lalu. 

Meski beberapa kali ditunjukkan juga dampak keberadaan Kaskus, film ini tidak terlalu menjelaskan apa maksud dari 'gedein Kaskus' selain kantornya jadi lebih besar, demikian pula apa yang bisa didapat oleh investor sehingga mereka tertarik untuk terlibat. Memang tak harus detail, tapi gambaran besarnya tetap diperlukan, sekaligus untuk memperdalam seberapa pentingnya Kaskus bagi Andrew dan Ken, sehingga keduanya tidak saling meninggalkan sekalipun sering terjadi adu debat.

Terlepas dari itu, Sundul Gan tetaplah sebuah film yang mampu tampil fresh untuk jenis biografi. Fokus penceritaan pada persahabatan Ken dan Andrew juga disampaikan dengan cukup utuh dan dituturkan dengan lancar. Performa pemainnya juga mendukung ini, baik dari Dion yang tampil prima seakan tanpa beban, juga Albert—walau kadang masih terlihat seperti impersonating mampu menyampaikan emosinya dengan wajar. Film ini memang belum sempurna, tetapi tidak berarti gagal, terutama dalam menyajikan materi cerita yang terkesan klise menjadi cukup berbeda dan tetap menarik.

Link to comment
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
  • Similar Content

    • By Males
      Pertanyaan bagaimana kelanjutan serial drama Korea Selatan (drakor) Squid Game masih banyak jadi pertanyaan penikmatnya.
      Masih banyak yang berharap Squid Game season 2 akan rilis untuk melanjutkan kisah yang masih menggantung.
      Serial drakor Squid Game yang tayang di Netflix sempat menjadi serial nomor satu di semua negara.
      Serial dengan genre survival ini mendapatkan tempat di hati penonton.
      Karena sukses, penonton pun bertanya kapan akan ada Squid Game season 2.
      Dikutip dari Allkpop, sutradara Hwang Dong Hyuk buka suara mengenai kemungkinan season 2.
      Namun, orang-orang yang ada di balik permainan Squid Game.
      Misalnya tokoh frontman dan juga tokoh polisi.
      "Aku sengaja membuat beberapa hal dalam cerita menjadi terbuka untuk diskusi. Hal itu agar dapat terjawab di season 2 nanti jika akan dibuat," katanya.
      Hwang Dong Hyuk mengatakan pada Squid Game season 2 nanti, ia ingin membongkar mengenai masa lalu frontman dan juga Junho.
      "Serta pria yang membawa ddakji dengan kopernya di bagian awal cerita, Banyak hal yang belum dijelaskan di season 1. Jadi aku ingin menjelaskannya di season 2," terangnya.
      Meski begitu, Hwang Dong Hyuk mengatakan tidak akan mengerjakan ini sendirian.
      Karena stres yang dirasakannya saat menggarap season 1, dirinya ingin berbagi pengerjaan Squid Game 2 dengan filmaker lainnya.
      "Karena aku mengerjakan penulisan, produksi dan menyutradarai sendiri dan itu berat Maka aku sangat khawatir mengenai season 2," kata dia.
      "Saat ini memang belum ada konfirmasi apapun. Tapi aku menjadi tertarik karena semua orang membicarakan mengenai season 2", tutupnya.
      Ada berbagai hal yang 'kentang' alias kena tanggung di serial Squid Game.
      Di antaranya adalah: siapa dalang di balik semua ini?
      Apakah Hwang Jun Ho di polisi yang menyamar masih hidup?
      Ada apa dengan makeover Seong Gi Hun?
      Siapakah Gong Yoo, sang salesman yang merekrut pemain?
      Bagaimana para staff direkrut?
      Apakah mereka mendapat hadiah juga?
    • By yhosan
      The Walt Disney Company (Disney) bekerja sama dengan Telkomsel untuk peluncuran perdana Disney+ (Plus) Hotstar di Indonesia. Posisi Telkomsel sebagai operator telekomunikasi terbesar menjadi salah satu alasan utama kolaborasi ini.
      Regional Lead Emerging Markets The Walt Disney Company APAC, Amit Malhotra, menjelaskan salah satu tujuan Disney Plus Hotstar adalah untuk menghadirkan konten berkualitas sebagai bagian dari perkembangan inovasi digital di Indonesia. Hal ini juga sejalan dengan visi Telkomsel.
      Sebagai operator besar, Telkomsel dinilai memiliki infrastruktur dan jaringan broadband luas, sehingga memiliki akses lebih luas untuk menjangkau masyarakat.
      "Disney ingin memberikan konten digital berkualitas, sama dengan visi Telkomsel. Kami pikir bisa mencapai itu melalui kerja sama dengan Telkomsel agar dapat memberikan konten bagus ke Indonesia, akses mudah dan harga terjangkau untuk semua orang," tutur Amit.
      Jumlah pengguna internet yang cukup tinggi di Indonesia, dan pelanggan Telkomsel yang mencapai 160 juta, dinilai akan membantu Disney menghadirkan pengalaman produk yang baik untuk konsumen.
      "Itu alasan kami bekerja sama dengan Telkomsel, untuk memberikan pengalaman terbaik di Indonesia. Melalui skala ini dan populasi digital di Indoensia, kami harap konten berkualitas kami dan konten lokal akan menciptakan pengapalan produk yang unik," ujar Amit menjelaskan.
      Ekosistem Digital di Indonesia

       
      Direktur Marketing Telkomsel, Rachel Goh, menambahkan bahwa kerja sama ini sekaligus merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam membangun ekosistem digital di indonesia.
      Telkomsel telah membangun jaringan digital di seluruh Indonesia, dan saat ini tengah membangun platform digital untuk menghadirkan konten-konten berkualitas.
      "Telkomsel sudah memiliki jaringan yang bagus, konsumen yang banyak, dan yang terbaru adalah hiburan dengan menghadirkan konten. Dengan jaringan yang bagus, kami bisa memberikan konten-konten yang menghibur. Salah satunya melalui kerja sama dengan Disney," kata Rachel.
      "Kolaborasi bersama Disney Plus Hotstar ini merupakan kolaborasi yang bersifat inklusif, yang kami harapkan dapat mengakselerasi pertumbuhan ekosistem digital di Indonesia," ujar Rachel.
    • By ega
      Masih ingat ketika Quentin Beck (Jake Gyllenhaal) menipu Spider-Man (Tom Holland) tentang multiverse dalam Spider-Man: Far from Home?
      ''Hanya karena Quentin Back berbohong tentang multiverse, tidak berarti itu tak nyata,'' kata Scott Derrickson, sutradara Doctor Strange.
      Marvel Cinematic Universe membuktikannya dengan mengumumkan sekuel Doctor Strange yang berjudul Doctor Strange in the Multiverse of Madness.
      Benedict Cumberbatch kembali memerankan Doctor Strange. Film tersebut juga akan menampilkan Scarlet Witch (Elizabeth Olsen) karena kejadian di dalam WandaVision (serial tentang Wanda Maximoff di Disney+) akan berkaitan besar dengan film ini.
      ''Dia akan menghadapi hal yang tidak terduga. Aku pikir, dia akan berada dalam posisi seperti penonton yang tidak tahu apa yang akan terjadi,'' kata Cumberbatch.
      Sementara itu, Derrickson yang juga kembali ke posisi sutradara menambahkan bahwa dirinya ingin membuat film ini menjadi film MCU yang paling menyeramkan. Film ini juga akan dibintangi Awkwafina.
    • Guest News
      By Guest News
      Thanos pertama kali diperkenalkan di Marvel Cinematic Universe pada post-credit film The Avengers. Kehadiran sang Mad Titan cukup menarik perhatian para penggemar Marvel karena dirinya memang dianggap sebagai penjahat nomor satu di semesta Marvel.
      Enam tahun berlalu, karakter yang diperankan oleh Josh Brolin ini akhirnya muncul dalam Avengers: Infinity War. Namun dalam debut filmnya itu ia terlihat berbeda. Kulit Thanos yang semula diwarnai ungu seketika menjadi coklat sedikit bercampur pink.
      Perubahan warna ini sempat menjadi sorotan ketika trailer pertama dirilis. Matt Aitken, supervisor visual effect Infinity War, akhirnya memberikan penjelasan mengapa warna kulit Thanos akhirnya diubah di dalam film garapan Anthony dan Joe Russo.

      “Adegan-adegan di film Guardians adalah di mana kami melihatnya dengan sangat jelas dalam film-film MCU sebelumnya, dan Itu adalah sebuah hal yang luar biasa, jadi kita tidak ingin membuatnya sama seperti itu,” ujar Aitken seperti dilansir Comicbook, Rabu (9/5/2018).
      Aitken menambahkan bahwa mengingat Thanos menjadi sosok sentral di Infinity War dan mengharuskan pengambilan gambar yang banyak, harus ada perubahan tampilan yang dilakukan. Akhirnya penampilannya pun dibuat lebih natural, sosok Thanos dibuat lebih detail dan bentuk wajahnya lebih dibuat alami.
      Ketika Thanos pertama kali muncul di tahun 2012, para penggemar Marvel dengan mudah mengenalinya karena penampilannya dengan warna kulit ungu mirip seperti apa yang ada di dalam komik Marvel. Namun pengembangan karakter membuat tim produksi berusaha membuat tampilan Thanos menjadi lebih realistis dengan kekuatan emosional yang lebih besar seperti di dalam Infinity War.
      Thanos mungkin bukan satu-satunya karakter MCU yang mengalami perubahan penampilan. Beberapa karakter juga mengalami hal sama, namun lebih kepada aspek kostum yang digunakan. Perubahan yang terjadi di dalam wajah Thanos menjadi salah satu perubahan paling drastis sepanjang sejarah MCU.

      “Sejak awal, Marvel sadar bahwa mereka butuh Thanos dengan versi yang lebih baik dan kami tidak pernah diminta untuk membuatnya sama seperti penampilan di versi awal,” ucapnya lagi.
      Avengers: Infinity War sendiri saat ini sedang tayang di bioskop-bioskop di hampir seluruh dunia. Setelah film ini, Marvel Studios sudah mempersiapkan Ant-Man and the Wasp yang rilis pada 6 Juli 2018, Captain Marvel pada tanggal 8 Maret 2019, dan Avengers 4 pada 3 Mei 2019. Sementara itu sekuel dari Spider-Man: Homecoming tayang pada 5 Juli 2019 dan Guardians of the Galaxy Vol. 3 menyusul di tahun 2020.
    • By paimin
      Kisah hidup mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau karib disapa Ahok saat masih remaja difilmkan. 

      Berjudul Anak HOKi, film ini dipoduseri oleh kakak Ahok, Harry Tjahaja Purnama. 

      Menurut Harry, film ini menceritakan sisi lain Ahok, bukan sebagai politikus maupun perceraiannya. 

      "Film ini dari awal tahun lalu sudah terinisiasi, jauh dari urusan politik. Film ini hanya entertain dan social value. Enggak ada sama sekali unsur politiknya," ungkap Harry Tjahaja Purnama usai jumpa pers di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (17/4). 

      "Inspirasinya karena banyak teman-teman bertanya, 'Ahok muda seperti apa sih?' dan teman-teman bilang, ya udah bikin yuk filmnya," imbuhnya. 

      Harry pun berharap film yang akan tayang Agustus mendatang ini tak hanya memenuhi rasa penasaran publik tentang masa muda Ahok, tetapi juga bisa menjadi hadiah untuk Ahok saat keluar dari penjara nanti. 

      "Ahok tahu kisah remajanya mau difilmkan, tapi dia tidak tahu detail. Pemain-pemainnya saja dia enggak tahu, saya harap bisa jadi hadiah pas dia bebas nanti," tandasnya. 

      Film Anak HOKi menggandeng Kenny Austin yang berperan sebagai Ahok muda. 

      https://www.instagram.com/filmanakhoki/
      Sumber: https://id.crowdvoice.com/posts/film-anak-hoki-bakal-jadi-kado-kebebasan-ahok-2Kuh

×
×
  • Create New...