Jump to content
  • Our picks

    • Lari hingga Minum Urine, 3 Kisah Keajaiban Korban Selamat Gempa dan Tsunami Dahsyat
      Musibah gempa dan tsunami di Donggala dan Palu kini tengah menjadi sorotan. Apalagi jumlah korban jiwa mencapai lebih dari 1.500 orang.

      Banyaknya korban akibat musibah bencana alam biasanya yang menjadi perhatian. Meski sejumlah orang berhasil menyelamatkan diri.

      Beberapa orang yang selamat menceritakan bagaimana mereka bisa selamat di tengah kepungan bahaya bencana tersebut. Terdengar seperti mukjizat dan keajaiban, tapi nyata bahwa orang-orang itu lolos maut dari gempa atau tsunami dahsyat.
      • 0 balasan baru
    • Cara Ngakalin Iklan Facebook Biar Murah
      Biaya iklan adalah hal yang sangat diperhatikan oleh semua marketing. Bahkan perincian yang detail dengan konversi ke dampak yang dihasilkan adalah rutinitas wajib para marketer ataupun pebisnis ketika beriklan.
      • 0 balasan baru
    • 3 Hal yang Harus di Pikirkan Sebelum Memiliki Tim Sales
      Perusahaan yang baru dalam bisnisnya tentu menginginkan terjadi penjualan yang lebih. Tidak jarang ada beberapa pebisnis yang sampai rela membangun sebuah tim sales untuk mendongkrak penjualan, padahal umur perusahaan masihlah terlalu muda. Memang keputusan untuk membangun sebuah tim sales adalah kewenangan mutlak dari seorang pemimpin. Akan tetapi jangan sampai kewenangan tersebut akhirnya menjadi kurang efektif.
      • 0 balasan baru
    • Orang Punya Karakter Ini Ternyata Punya Bakat Luar Biasa
      Umumnya, perusahaan selalu menuntut calon pegawai untuk memiliki kemampuan sosial yang tinggi. Ternyata, orang yang memiliki kemampuan sosial rendah justru berpotensi lebih berbakat dalam bidang yang didalaminya.
      • 1 balasan baru
    • Wikileaks Bocorkan Ribuan Data Karyawan Imigrasi Amerika Serikat
      Wikileaks membocorkan informasi profil LinkedIn ribuan karyawan Imigrasidan Bea Cukai AS (ICE) menyusul kebijakan keras pemerintahan Donald Trump terhadap imigran gelap yang masuk ke Amerika Serikat. Bocoran profil karyawan muncul di situs web "ICEPatrol" milik ICE dan menampilkan informasi profesional dan pribadi dari profil jejaring sosial pegawai imigrasi Amerika Serikat.
      • 1 balasan baru
Masuk untuk mengikuti ini  
c0d1ng

Billboard Masa Depan

Recommended Posts

bill board masa depan.jpg

Billboard LED diyakini bisa menjadi primadona baru media iklan luar ruang. Sifatnya yang atraktif dan dinamis mampu menutup kelemahan billboard konvensional. Tapi, mengapa pasarnya masih jauh di bawah billboard konvensional? Soal harga atau edukasi yang minim?

Ratusan orang berkumpul di halaman Times Square, New York. Mereka mengarahkan pandangan ke salah satu billboard besar. Tiba-tiba seorang wanita cantik muncul dari dalam billboard dan mengarahkan kamera polaroid ke arah kerumunan. Setelah memotret, wanita itu memperlihatkan hasil jepretannya ke arah kerumunan orang.

Sebagian melambai-lambaikan tangan ke arah billboard. Mereka tertawa dan berteriak melihat wajah mereka ada di dalam billboard tersebut. Inilah cara Forever 21, jaringan ritel fashion, menarik perhatian pejalan kaki di Times  Square. Yang digunakan bukan lagi billboard LED biasa, tapi billboardLED interaktif.

Menarik perhatian massa memang tidak mudah. Terlebih jika sasarannya adalah masyarakat urban yang supersibuk. Ini juga menjadi pekerjaan rumah yang tidak pernah ada habisnya bagi perusahaan atau merek. Pilihan media untuk beriklan memang bertambah, namun atensi masyarakat untuk menangkap pesan iklan juga terbagi.

Itulah sebabnya media luar ruang—atau dikenal juga dengan sebutan media luar griya—sepertibillboard tidak pernah ditinggalkan oleh advertiser (pengiklan). Media konvensional, terutama TV dan media digital (internet), memang terus bertambah jumlahnya. Tapi, bagi pengiklan media tersebut belum cukup, mereka masih membutuhkan billboard untuk melengkapi aktivitas branding maupun memperkuat kegiatan bauran pemasaran (marketing mix).

Dibandingkan TV dan internet, billboard punya keunggulan dalam hal eksposur dan impresi pada suatu lokasi. Billboard memiliki eksposur yang tinggi karena umumnya diletakkan di jalan-jalan protokol atau jalan-jalan yang ramai dilalui orang atau kendaraan.

Ukuran yang lebih besar dari jenis iklan lainnya menjadikan billboard berpeluang untuk dilihat banyak orang (impresinya tinggi). Satu lagi keunggulan billboard, sebagai media luar ruang billboard menyatu dengan ruang publik, sehingga siapa pun bisa terpapar media ini.

Namun, billboard juga punya kekurangan. Sifat statis billboard menjadi titik lemahnya, sehingga daya tarik iklan yang disajikan lama-lama akan berkurang. Di sisi lain, billboard kurang adaptif terhadap tuntutan dunia bisnis yang serba cepat.

Pengiklan tidak bisa dengan segera mengganti materi iklan, karena harus mencetak ulang materi iklan. Kelemahan ini membuat billboard konvensional terasa kurang seirama dengan zaman yang sudah serba terdigitalisasi.

Karena itu, untuk menyelamatkan nasib billboard, media luar ruang ini perlu mengadopsi teknologi digital. Billboard LED merupakan sebuah jawaban kesiapan billboard beradaptasi di era yang semakin digital. Billboard LED dirancang untuk memenuhi tuntutan pengiklan akan billboard yang atraktif.

Hal ini lantaran materi iklan yang disajikan tidak lagi statis, melainkan gambar-gambar hidup. Teknologi LED memungkinkan hasil kualitas gambar yang tajam, sehingga menyaksikan iklan dibillboard LED tak ubahnya menyaksikan iklan di TV.

Billboard LED sudah mulai muncul di beberapa lokasi di Jakarta. Beberapa perusahaan penyedia billboard mulai serius menggarap billboard LED. Rainbow Billboard, Media Indra Buana (MIB), dan Mahaka Advertisingadalah beberapa vendor billboard yang telah memasukkan billboard LED sebagai portofolio bisnis mereka.

billboard di jakarta.jpg

Kendala Harga

Pertumbuhan billboard LED di Indonesia masih biasa-biasa saja, kalau tidak mau dibilang lamban. Padahalbillboard LED di Indonesia telah dimulai sejak tahun 1990-an. Ada beberapa faktor yang menyebabkanbillboard LED belum tumbuh signifikan. Pertama, billboard LED jauh lebih mahal dibandingkanbillboard konvensional.

Untuk billboard LED berukuran 4X8 (meter) misalnya, biaya yang harus dikeluarkan pengiklan menurut Direktur PT Media Indra Buana (MIB) Sofie S. Wulandari, sebanding dengan dua billboardkonvensional berukuran 8X16. Cukup mahal, wajar saja jika hanya perusahaan-perusahaan besar yang sanggup beriklan di billboard LED.

Menurut President Director Mahaka Advertising Agoosh Yoosran, mahalnya beriklan di billboard LED disebabkan masih terbatasnya pasokan suku cadang. Panel solar misalnya, masih bergantung pada PLN dan LED raksasa masih harus diimpor.

Hal tersebut membuat biaya pasang iklan di billboard membengkak. Kalau dihitung-hitung biayanya berkisar Rp 500 juta–Rp 3 miliar, ini belum menghitung ongkos konstruksi dan pemasangan.

Faktor lain yang menghambat pertumbuhan billboard adalah isu hemat energi dan tata ruang. Rainbow Billboard sempat terpukul dengan masalah tersebut, sehingga bisnis billboard LED-nya sempat stagnan.

Rainbow pernah memasang billboard LED di kawasan strategis Bundaran HI, Jakarta, pada awal tahun 1990. Namun, hanya bertahan beberapa tahun karena terbentur kendala tata ruang dan gerakan hemat energi dari pemda DKI.

Perusahaan vendor billboard bukan tanpa upaya untuk mengatasi berbagai persoalan di atas. Mahaka Advertising, misalnya, mencoba mengatasi kendala harga dengan menawarkan paket ritel. Caranya, satu titik billboard bisa diisi dengan empat merek sekaligus. Jadi, hitung-hitung keempat merek tersebut melakukan tanggung renteng agar biayanya terasa ringan.

Soal isu hemat energi, saat ini juga relatif tidak menjadi kendala berarti. Beberapa tahun lalu billboardLED memang dianggap boros listrik. Namun, saat ini billboard LED yang dikembangkan makin hemat listrik. Salah satu contohnya billboard LED yang dikembangkan Mediatronik Indonesia, selain mampu bertahan 100 ribu jam juga dilengkapi dengan fitur pengatur intensitas cahaya.

Masih Perlu Edukasi

Hingga saat ini kondisi pasar billboard LED di Indonesia seperti balita yang baru belajar berjalan. Padahal jika melihat perjalanan Rainbow yang telah mulai terjun ke pasar ini sejak awal tahun 1990,billboard LED di Indonesia harusnya bisa berlari lebih kencang.

Hanya MIB tampaknya yang mulai kelihatan pasarnya. MIB yang menguasai 100 titik LED dan 70 klien berani pasang target kenaikan penjualan sebesar 50% billboard LED tahun ini. Bahkan, MIB mengaku kewalahan melayani permintaan billboard LED.

Agar penetrasinya lebih kuat, edukasi pasar mesti digencarkan lagi. Para vendor bisa mengesampingkan persaingan lebih dahulu. Mereka mesti meyakinkan pengiklan bahwa billboardLED lebih mahal bukan karena faktor teknologi semata, tapi juga karena impresinya lebih tinggi daribillboard biasa.

Yang juga tidak kalah penting adalah mengubah pandangan iklan billboard LED sama dengan TVC. Meskipun sama-sama mengandung unsur visual, penekanan materi iklan billboard sebenarnya pada repetisi pesan. Beda dengan TVC yang masih mengandung unsur story karena sifat TV sebagai media audio visual.

Yayat Supriatna, Pengamat Tata Kota, melihat potensi billboard untuk berkembang di masa depan masih besar. Pertimbangannya, masyarakat semakin cerdas, siapa yang bias mencuri perhatian dengan informasi lengkap akan menjadi kekuatan untuk menguasai pasar media luar ruang. Ibaratnya, LED—secara visual—seperti memindahkan televisi ke ruang publik.

Di beberapa lokasi strategis, billboard LED mulai menggusur posisi billboard konvensional. Beberapa lokasi strategis, misalnya, menyinergikan billboard LED dengan bangunan pos polisi atau pos pemantau lalu lintas. Jadi, LED dapat disinergikan dengan lokasi sarana publik.

Share this post


Link to post
Bagikan di situs lain

Buat akun atau masuk untuk berkomentar

Anda harus menjadi anggota untuk memberikan komentar

Buat sebuah akun

Mendaftar untuk account baru dalam komunitas kami. Mudah!

Daftarkan akun baru

Masuk

Sudah mempunyai akun? Masuk disini.

Masuk Sekarang
Masuk untuk mengikuti ini  

  • Konten yang sama

    • Oleh Brenda_Christie
      Biaya iklan adalah hal yang sangat diperhatikan oleh semua marketing. Bahkan perincian yang detail dengan konversi ke dampak yang dihasilkan adalah rutinitas wajib para marketer ataupun pebisnis ketika beriklan.
      Salah satu medium yang ramai digunakan untuk memasang iklan adalah Facebook. Medium ini memiliki peluang yang amat besar. Data menunjukkan, Facebook memiliki 3 milyar pengguna aktif. Pengguna ini setiap harinya aktif membuka Facebook dengan berbagai kepentingan.
      Anda, sebagai entrepreneur perlu memahami bahwa kepentingan dari pengguna Facebook ini adalah tambang emas. Pundi-pundi keuntungan bisnis Anda bisa berawal dari sini. Tapi faktanya, banyak yang masih berpikir ribuan kali untuk menangkap peluang ini. Alasannya sederhana, mereka takut membayar biaya iklan yang tinggi di Facebook.
      Yuk intip cara akalin Iklan biar murah di Facebook berikut ini…
      Target = Biaya
      Pernah mendengar satu fakta penting tentang Facebook ads? Mereka menetapkan biaya yang berbeda untuk setiap kategori target iklan yang Anda inginkan. Risetlah dulu target market Anda sebelum mulai beriklan. Beberapa situs marketing, mengatakan ada baiknya Anda melihat kisaran biaya per target yang telah ditentukan oleh Facebook. Kisaran ini biasanya bisa menjadi gambaran Anda untuk melanjutkan analisis target market dan penentuan budgeting iklan.
      Headline
      Ada yang menarik dari Facebook ads. Mereka juga memberikan biaya yang berbeda tergantung dari banyaknya tulisan yang Anda buat pada headline iklan. Tantangan membuat iklan di Facebook adalah menciptakan headline yang memikat tanpa perlu menggunakan terlalu banyak kata-kata. Targetpublic.com pernah menuliskan dalam artikel mereka bahwa menulis headline yang baik Anda harus bertanya mengenai dua hal; pertama, siapa yang ingin Anda persuasi? Kedua, apa yang Anda inginkan dari tindakan Anda ini? Jika Anda sudah menjawab dua pertanyaan ini, maka Anda akan mudah menciptakan headline yang efektif dan efisien.
      Gambar vs Teks
      Rocco Baldassarre, Founder & CEO of Zebra Advertisement & 1DollarAd.com, menulis di entrepreneur.com bahwa, “The more text you have in an image, the lower your delivery will be.”. Semakin banyak tulisan di gambar iklan Anda, semakin sedikit hal yang bisa Anda sampaikan. Facebook menyusun algoritmanya untuk lebih sering dan mengutamakan iklan yang sedikit menggunakan tulisan. Fokus ke gambar pada iklan juga meningkatkan peluang engagement yang tercipta. Sebab, kebanyakan manusia lebih menyukai gambar daripada tulisan. Begitupun pengguna Facebook.
      Hindari penggunaan video
      Beberapa marketer menyarankan penggunaan video ketika ingin beriklan. Memang ada benarnya. Namun, jika tujuan iklan Anda adalah untuk meningkatkan traffic kunjungan ke website Anda, sebaiknya hindari penggunaan video di iklan Facebook. Biaya iklan di Facebook ditentukan dari impresi terhadap iklan. Video di iklan Facebook mayoritas hanya akan membuka peluang engagement berupa like dan komen. Hal ini akan menjauhkan tujuan iklan jika dirancang sebelumnya untuk mengunjungi website brand iklan tersebut.
      Pilihan warna dan gambar
      Facebook yang didasari oleh warna biru membuat siapa saja yang ingin beriklan harus berhati-hati. Trik agar iklan dapat dengan mudah menarik perhatian target di Facebook adalah membuat gambar yang memiliki warna kontras dari warna dasar Facebook. Semisal, gambar dengan latar merah atau kuning. Selain itu, gambar dengan ikon manusia seperti perempuan memiliki efektivitas lebih tinggi daripada karikatur atau gambar lainnya.
      Facebook adalah medium yang sangat baik untuk beriklan. Merencanakan strategi iklan sebelum melakukannya adalah hal yang bijak. Rajin mencari informasi mengenai hal terbaru dari fitur ads pada Facebook akan membantu
    • Oleh dugelo
      Bayangkan bagaimana orang kaya hidup hari ini, ujar Hal Varian, ekonom utama di Google. Mereka punya supir sendiri. Bankirnya sendiri. Hidupnya serba dilayani dan bagaikan mimpi. Inikah pula yang kamu idamkan?
      Demikianlah, cara mudah membayangkan membayangkan masa depan menurut Varian: Di masa mendatang, pekerjaan-pekerjaan akan dituntaskan oleh robot. Rutinitas-rutinitas yang menyita waktu dan menyiksa akan diambil alih mereka sementara manusia akan memiliki semakin banyak waktu untuk dihabiskannya sendiri.
      Perjalanan mereka akan disetiri oleh kendaraan dengan kecerdasan buatan. Setiap orang akan memiliki sistem yang bekerja mengurusi tetek bengek yang menguras waktu dan tenaganya.
      Masa depan yang menyenangkan? Masa depan yang sudah tak terlalu jauh lagi, Varian percaya.
      Inovasi sudah terjadi tapi…
      Persoalannya, inovasi-inovasi teknologi serta pengorganisasian kerja sebenarnya sudah sejak lama memangkas berbagai kewajiban kerja yang kita perlukan. Sejak kapan telepon genggam kita berubah menjadi perkakas serba bisa?
      Apakah 2005 yakni sejak Blackberry serta Blackberry Messenger diperkenalkan dan memudahkan kebutuhan-kebutuhan komunikasi Anda? Apakah sejak iOS, Android diperkenalkan dan segala ragam aplikasi pengatur hidup tersedia dalam genggaman tangan?
      Yang pasti, berkatnya Anda kini tidak perlu lagi merepotkan diri mengirim dokumen-dokumen lewat pos.Anda tidak harus lagi mendatangi orang dan bergelut dengan kemacetan ketika detail pekerjaan dapat diterangkan melalui surel, pesan WhatsApp, atau panggilan video.
      Dan setiap saat, aplikasi-aplikasi, sistem operasi memutakhirkan diri sehingga kebutuhan-kebutuhan kecil—mengunggah foto atau dokumen, katakanlah—semakin tidak perlu Anda pikirkan.
      Apakah pekerjaan berkomunikasi Anda semakin sedikit, pertanyaannya? Apakah waktu luang Anda semakin banyak? Saya jamin, tidak. Bagi kebanyakan dari kita, tidak. Apa yang terjadi adalah Anda masih mesti menanggapi surel dari atasan atau klien pada pukul tiga dini hari. Boleh jadi, Anda bahkan masih harus bergelut dengan rapat melalui panggilan video pada hari raya Lebaran.
      Anda seorang desainer? Anda, boleh jadi, pernah bergelut merevisi pekerjaan Anda puluhan kali—menyambangi semua yang diinginkan klien dan bos Anda hanya untuk kembali ke desain pertama yang Anda ajukan. Semua berkat kemudahan berkomunikasi.
      Potret kerja media daring
      Bagaimana awalnya kepelikan ini terjadi? Keinginan. Ia, saya rasa, berawal dari keinginan manusia yang bukan saja tak tuntas-tuntas melainkan juga mengada-ada. Pekerjaan, toh, tak pernah sekadar melayani kebutuhan-kebutuhan bertahan hidup belaka sebuah masyarakat.
      Saya tak tahu bagaimana menerangkannya dengan kalkulasi ekonometri yang teliti. Tetapi, saya dapat menceritakan awal mula wartawan di Indonesia diharuskan menulis lima belas berita per harinya.
      Awalnya adalah kesuksesan Detik.com yang mengantarkannya menjadi media daring terbesar hingga hari ini. Pada waktu itu, media daring adalah wahana yang benar-benar baru. Belum ada yang benar-benar tahu strategi agar pengunjung secara konsisten terpikat mendatanginya.
      Detik.com, lantas, mencoba menayangkan sebanyak-banyaknya berita di portalnya. Lebih banyak selalu lebih baik. Lagi pula, berbeda dengan media cetak, media daring sanggup menayangkan berita sebanyak apa pun. Strategi ini berhasil meraup pembaca. Dan, memang, perhitungannya masuk akal. Dengan menayangkan lebih banyak berita, peluang berita mereka dibaca, disebarkan, dan dibicarakan dengan sendirinya akan lebih besar.
      Akan tetapi, apa yang terjadi selepas standar Detik.com menjadi mantra semua media daring yang ada? Media disesaki pengulangan-pengulangan tak berbobot. Satu cerita yang sama dapat didedah menjadi tiga-empat berita. Berita-berita merupakan jiplakan mentah dari siaran pers. Tentu saja, dengan cara apa lagi seorang awak media dapat menulis lima belas berita dalam sehari kecuali dengan taktik-taktik semacam ini?
      Keinginan siapa yang dipuaskan dengan berita-berita daring yang demikian? Keinginan pembaca, boleh jadi. Tetapi, bukankah keinginan mereka seharusnya dapat dipuaskan dengan berita secukupnya yang mengena dan merangkum semua informasi yang dibutuhkan? Dan bukankah kalau media daring tak menciptakan sendiri rasa penasaran tidak sehat pembaca dengan berita-berita sepotong dan umpan klik, wartawan tidak harus bekerja bak mesin atau bahkan menulis berita yang lebih bernas?
      Tak hanya media
      Saya kira, kepelikan ini kini tak sekadar mencekik para pekerja media. Beberapa editor media daring menetapkan standar wartawannya harus dapat dikontak 24 jam penuh. Bayangkan, 24 JAM PENUH!
      Peraturan menyesakkan serupa, kendati tak pernah disampaikan secara terbuka, juga menjadi norma yang sebenarnya dipaksakan kepada banyak pekerja di ranah-ranah lainnya.
      Staf Humas Elon Musk bercerita ia dapat dipanggil bosnya itu pukul tiga pagi hanya karena Sang Bos menemukan kritik sepele terhadap dirinya. Kondisi ini, saya yakin, bukan kondisi yang sulit dipahami pekerja-pekerja di Indonesia.
      Mereka mesti sudi dikontak atasannya dini hari lantaran Sang Atasan tersulut emosinya oleh satu dan lain hal. Mereka perlu menanggapi dengan ramah, manis, dan menguras kesabaran keluhan-keluhan klien atau penyandang dana ketika baru bangun tidur.
      Dan, lagi-lagi, sebagaimana kerja para wartawan media daring, kerja yang paling menguras waktu bukanlah kerja yang konkret. Ia adalah kerja-kerja menyusui keinginan yang tak ada habisnya bila seseorang tidak mengeremnya. Teknologi membuka ruang selebar-lebarnya, selentur-lenturnya untuk menagih kerja orang lain kapan pun dan di mana pun, dan relasi kerja yang timpang menyebabkan mereka tidak mungkin menolaknya. "Belum tipes, belum loyal,” katanya.
      Relasi kerja timpang
      Hal Varian, dengan demikian, boleh saja memimpikan orang-orang kian dimanjakan seiring tak terelakkannya perkembangan teknologi. Namun, dengan lemahnya posisi pekerja di Indonesia—dan sebenarnya juga di banyak negara lain—ia rentan menjadi mimpi muluk-muluk belaka bagi kebanyakan orang. Inovasi teknologi alih-alih memangkas kerja malah menciptakan kerja, dan alih-alih menghemat waktu kerja malah menyebabkan kerja menjajah waktu senggang kita hingga jengkal terakhirnya.
      Dengan tersedianya laptop, yang katanya memudahkan hidup banyak orang, toh, apa yang terjadi kalau bukan pekerjaan kini dianggap dapat dituntaskan di mana pun?
      Dan dengan tersedianya angkutan daring, apa yang terjadi kalau bukan manajemen tidak lagi mempermasalahkan jam pulang pekerjanya?
      Apa yang bisa kita antisipasi dari perkembangan teknologi menghebohkan selanjutnya, karenanya, kalau bukan ia semakin menyempurnakan eksploitasi pekerja?
      Mungkin, dengan demikian, teknologi tidak seharusnya semata berkembang dan melangkah maju. Ia juga tidak bisa melaju dengan kacamata kuda. Ia tidak seyogianya terjatuh ke tangan yang salah.
    • Oleh ega
      Banyak cara yang bisa dilakukan untuk membuat anak Anda mau minum susu. Salah satunya adalah mengenalkan ke dia varian susu yang paling enak.
      Tapi, tak jarang dari anak-anak yang tetap ogah minum susu. Terlebih ketika dia sudah berusia remaja. Banyak dari mereka menganggap minum susu itu cupu dan jika ketahuan masih minum susu, teman-temannya akan mengejeknya.
      Padahal, mengonsumsi susu sangat baik untuk kesehatan tubuh manusia. Salah satunya di masa pertumbuhan. Mereka yang masih dalam masa ini, tentu membutuhkan susu agar perkembangan tubuh optimal.
      Nah, jika anak Anda masih susah juga minum susu, coba beri tahu 5 iklan susu unik ini. Setelah memberinya video-video berikut ini, dijamin anak Anda bakal tertawa sekaligus akan doyan susu tanpa pikir panjang.
      Okezone coba mengumpulkan 5 iklan susu paling unik dan berikut video-videonya
      1. Endingnya bikin sadar
      Salah satu cara agar anak mau minum susu adalah memberinya pemahan bahwa ketika tidak minum susu, reaksi buruk yang bakal terjadi di tubuhnya. Iklan ini bisa jadi penjelasan yang mudah dimengerti dan dijamin setelah ini anak Anda minta susu!
      2. Buat suasana minum susu seindah ini
      Jika Anda merasa anak Anda susah minum susu karena terlalu banyak tekanan, coba lihat video ini dan terapkan di kehidupan keluarga Anda. Cara yang baik dan menyenangkan tentu akan membuat anak senang minum susu.
      3. Lakukan apapun demi susu
      Iklan ini menyadarkan Anda bahwa penting sekali memulai aktivitas sehari-hari dengan secangkir susu. The Rock rela melakukan apapun demi bisa mendapatkan susu di pagi hari. Ya, segitu pentingnya memang susu!
      4. Masa depannya indah
      Aduh, iklan ini coba memberikan gambaran nyata bahwa ketika laki-laki rutin mengonsumsi susu, maka tubuhnya akan sehat. Tidak hanya itu, jika dilatih terus maka otot tubuh akan terlihat dan pada akhirnya, gadis impian pun akan mendekat. Bukan kah ini manfaat susu yang paling menyenangkan? 
      5. Jangan remehkan susu
      Iklan ini memberitahu Anda bahwa dengan minum susu, tulang And akan kuat dan Anda berani melawan penjahat yang mengganggu Anda. Tidak masalah lawannya besar, kalau sudah minum susu pasti dia kalah. So, sudah minum susu hari ini?
       
    • Guest News
      Oleh Guest News
      Setiap tahun, kompetisi Hyperloop Space-X menarik para mahasiswa dan insinyur untuk berlomba-lomba menciptakan konsep sistem transportasi jarak jauh tercepat di dunia. Simak kiprah tim Universitas Teknologi Delft dari Belanda, yang tahun lalu berada di peringkat ke-2 dalam liputan berikut ini.
       
×

Important Information

Kami menggunakan cookie. Mereka tidak menakutkan, tetapi beberapa orang berpikir mereka. Terms of Use & Kebijakan Privasi