Jump to content

Recommended Posts

  • ✔ Verified Account

Ya Abba, ya Bapa, segala sesuatu mungkin bagi-Mu, ambillah cawan ini dari hadapan-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki. (Markus 14:36)

Bacaan Alkitab Setahun: 
Mazmur 139-143

Penderitaan yang teramat parah sering membuat manusia mempertanyakan maksud Tuhan. Kita meragukan, bahkan mencurigai Tuhan. “Kalau Tuhan baik, mengapa Dia membiarkan saya menderita?” Tidak jarang ketika penyakit tidak tersembuhkan atau persoalan tidak terselesaikan, kita menyalahkan Tuhan. Doa menjadi pemaksaan kehendak pribadi. “Tuhan, bukankah tidak ada yang mustahil bagi-Mu? Kalau Tuhan itu kasih, mengapa Tuhan tidak menyembuhkan saya?”

Membaca kisah kesengsaraan Yesus, tampak sekali keistimewaan pribadi-Nya. Sejak awal Yesus menyadari bahwa Dia diutus oleh Bapa untuk menanggung dosa kita. Beberapa kali Yesus memberitahu para murid tentang penderitaan dan kematian yang Dia bakal hadapi. Bagaimanapun, kesengsaraan yang dihadapi-Nya luar biasa berat dan berada jauh di atas jangkauan imajinasi manusia. Penistaan, kesakitan, kecemaran, dan keterpisahan dengan Bapa merupakan hukuman teramat berat atas dosa seluruh umat yang harus Yesus tanggung. Dia pun memanjatkan permohonan agar tidak mengalami penderitaan itu. Namun, Dia mengutamakan kehendak Bapa. Kehendak Bapa itulah yang akhirnya terwujud. Yesus taat menjalani seluruh rangkaian penderitaan-Nya hingga mati di kayu salib.

Sepatutnyalah kita berdoa sama seperti Yesus berdoa dalam menghadapi penderitaan. Memohon kelepasan dari penderitaan atau kesembuhan dari penyakit tidaklah salah sama sekali. Namun, bila kita tetap harus menderita, kiranya kita dapat belajar menaati kehendak Bapa atas diri kita.

KETAATAN KITA KEPADA TUHAN DINYATAKAN PULA
MELALUI KERELAAN MENJALANI PENDERITAAN YANG TUHAN IZINKAN

Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
  • Similar Content

    • By TheKingsArmy
      Ketika terjadi kecelakaan pesawat, tidak sedikit orang yang membatalkan rencana penerbangannya karena khawatir mengalami hal serupa. Ini hanya sebuah contoh, di tengah keadaan yang serba tidak pasti, kekhawatiran gampang menyusup ke dalam hidup kita. 
      Namun, Yesus berkata, “Janganlah khawatir akan hidupmu.” Pernyataan-Nya ini mengajak kita untuk melihat kehidupan secara menyeluruh. Melalui ilustrasi burung di langit dan bunga bakung di ladang, Dia menyatakan kesempurnaan Allah sebagai Pencipta dan Pemelihara kita. Jika Allah memelihara alam semesta dengan kelimpahan perhatian dan kasih-Nya sebagai seorang Bapa, tidakkah Dia akan terlebih lagi memelihara umat yang telah ditebus-Nya dengan kematian Anak-Nya (Rm. 8:32)?
      Pertanyaan tantangan Yesus, “Siapakah di antara kamu yang karena kekhawatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?” (ay. 27), mengandung arti tentang pemeliharaan Bapa yang pasti dan rutin atas hidup kita. Hal itu juga mengarah pada pemahaman akan hakikat hidup seorang Kristen. Bahwa Allah telah meletakkan batasan dalam hidup kita (Yer. 29:11), telah mempersiapkan pekerjaan baik untuk kita lakukan (Ef. 2:10), dan telah berjanji bahwa dalam pemeliharaan-Nya, kita tidak akan berkekurangan. Setelah mengetahui hal-hal tersebut, barulah kita dapat memahami betapa tidak bergunanya kekhawatiran itu. Juga, betapa pentingnya penyerahan diri kepada-Nya. Nah, sudahkah kita mengenal dan mempercayakan hidup kita kepada-Nya?
      ALLAH BUKAN SAJA MENDIAGNOSIS PENYEBAB KEKHAWATIRAN,
      MELAINKAN JUGA MENYEDIAKAN OBATNYA: DIA SENDIRILAH OBAT ITU.
    • By TheKingsArmy
      Cerita ini adalah kisah nyata dan rahasia di balik terjadinya tsunami Aceh dengan kesaksian 400 orang umat Kristen bahwa kisah ini sungguh terjadi...

      Bencana Raya Tsunami Aceh 2004 sudah lama berlalu, tapi tak seorangpun yang akan pernah melupakannya. Prahara itu setara dasyatnya dengan Bom Hiroshima dalam catatan sejarah bumi ini. Sampai kapanpun orang tidak akan pernah lupa pada Tsunami Aceh, dan seluruh umat manusia, keturunan demi keturunan, akan terus mengenangnya.Orang akan tetap mengingatnya sebagai bencana alam terbesar sepanjang zaman modern.

      Tak seorangpun yang akan lupa betapa stasiun-stasiun TV menayangkan video-video mengerikan: mayat-mayat manusia bergeletakan tak berarti di jalan-jalan, di trotoar, di lapangan, di selokan-selokan, tergantung di tiang listrik, di atas pohon dan tempat-tempat lain. Para reporter melaporkan langsung dengan berdiri di sekitar tumpukan mayat berserakan, bagai tumpukan ikan di pasar ikan.
      Tapi adakah yang tahu rahasia besar di balik peristiwa dahsyat itu? Sekaranglah saatnya rahasia itu diungkapkan secara luas, agar menjadi peringatan besar bagi dunia, sama seperti Bahtera Nuh menjadi peringatan akan bengisnya murka Allah atas manusia di jaman itu.
      Berikut ini saya salin dari catatan harian saya dari tahun 2005 lalu.
      “Tadi pagi saya mendengar cerita yang menggetarkan dari tante saya. Beliau adik perempuan ibu saya, yang baru tiba dari Pekan Baru-Riau beberapa hari lalu ke kota ini, untuk meninjau anaknya yang sekolah disini. Cerita itu terlalu mengguncangkan sampai saya merinding mendengarnya dan memutuskan untuk menulisnya disini. Beliau bercerita tentang sebuah peristiwa yang luput dari pers, yang menjadi awal dari bencana besar Tsunami Aceh 2004 lalu”
      Tanggal 24 Desember 2004, sebuah jemaat gereja berjumlah kira-kira 400 jiwa di Meulaboh, Aceh Darussalam, sedang kumpul-kumpul di gedung gereja untuk persiapan Natal, tiba-tiba mereka didatangi segerombol besar massa berwajah beringas. Mereka adalah warga kota, tetua-tetua kota, aparatur pemerintah serta polisi syariat. Massa ini dengan marah mengultimatum orang-orang Kristen itu untuk tidak merayakan Natal. Tetapi pendeta dan jemaat gereja itu mencoba membela diri, kurang lebih berkata:
      “Mengapa Pak? Kami kan hanya merayakan hari besar agama kami. Kami tidak berbuat rusuh atau kejahatan kok. Acara besok untuk memuji dan menyembah Tuhan kok, Pak. Yakinlah, kami tidak akan mengganggu siapapun.”
      Tetapi massa itu tidak menggubris dan kurang lebih berkata:
      “Sekali tidak boleh, ya tidak boleh! Ini negeri Islam! Kalian orang-orang kafir tidak boleh mengotori kota kami ini! Dengar, kalau kami membunuh kalian, tidak satupun yang akan membela kalian, kalian tahu itu!?”
      Tetapi orang-orang Kristen itu tetap berusaha membujuk-bujuk massa itu. Lalu massa yang ganas itu memutuskan begini: “Kalian tidak boleh merayakan Natal di dalam kota. Kalau kalian merayakannya disini, kalian akan tahu sendiri akibatnya! Tapi kalau kalian tetap mau merayakan Natal, kalian kami ijinkan merayakannya di hutan di gunung sana!!”
      Setelah mengultimatum demikian, massa itupun pergi. Lalu pendeta dan jemaat gereja itu berunding, menimbang-nimbang apakah sebaiknya membatalkan Natal saja, ataukah pergi ke hutan dan bernatal disana. Akhirnya mereka memilih pilihan kedua. Lalu berangkatlah mereka ke hutan, di daerah pegunungan. Di suatu tempat, mereka mulia membersihkan rumput dan belukar, mengikatkan terpal-terpal plastik ke pohon-pohon sebagai atap peneduh, lalu mulai menggelar tikar. Besoknya, 25 Desember 2004, jemaat gereja itu berbondong-bondong ke hutan untuk merayakan Natal.
      Perayaan Natal yang sungguh memilukan sekali. Mereka menangis meraung-raung kepada Tuhan, meminta pembelaanNya. Sebagian besar mereka memutuskan menginap di hutan malam itu.
      Lalu pagi-pagi buta sekali, ketika hari masih gelap, istri si pendeta terbangun dari tidur. Ia bermimpi aneh, membangunkan suaminya dan yang lain. Dalam mimpinya itu TUHAN YESUS datang kepadanya, menghiburnya dengan berkata:
      “Kuatkanlah hatimu, hai anakKu. Jangan engkau menangis lagi. Bukan kalian yang diusir bangsa itu, tetapi Aku! Setiap bangsa yang mengusir Aku dan namaKu dari negeri mereka, tidak akan luput dari murkaKu yang menyala-nyala. Bangunlah dan pergilah ke kota, bawa semua saudaramu yang tertinggal disana ke tempat ini sekarang juga, karena Aku akan memukul negeri ini dengan tanganKu!”
      Lalu mereka membahas sejenak mimpi itu. Sebagian orang menganggap itu mimpi biasa, menenangkan si ibu pendeta dengan berkata kira-kira begini: “Sudahlah Ibu, jangan bersedih lagi. Tentulah mimpi itu muncul karena ibu terlalu sedih”. Tetapi sebagian lagi percaya atau agak percaya bahwa mimpi itu memang betul-betul pesan Tuhan. Akhirnya mereka memutuskan mengerjakan pesan seperti dalam mimpi itu. Beberapa orang ditugaskan ke kota pagi buta itu juga untuk memanggil keluarga-keluarga jemaat yang tak ikut bernatal ke hutan.
      Ketika pagi hari, sekitar pukul 7 s/d 8 pagi mereka semua telah berada kembali di pegunungan, mereka dikejutkan goncangan gempa yang dasyat sekali. Tak lama kemudian, peristiwa Tsunami Besar itupun terjadi.
      Sekarang, pendeta gereja yang selamat itu telah pergi kemana-mana, mempersaksikan kisah luar biasa itu ke gereja-gereja di seluruh Indonesia, termasuk ke gereja dimana tante saya beribadah, di Pekan Baru.
      Saya tidak tahu kebenaran cerita tante saya itu, sebab dialah orang satu-satunya yang pernah bercerita begitu pada saya.Itulah sebabnya saya tulis dulu di buku harian ini supaya saya tidak lupa dan supaya bila kelak saya telah mendengar cerita yang sama dari orang lain, barulah saya akan percaya dan akan saya ceritakan kepada sebanyak-banyaknya orang”.
      Saudara dalam Yesus,
      Beberapa waktu lalu, saya teringat pada catatan itu lalu terpikir untuk surfing di internet ini, apakah ada orang lain yang mendengar kesaksian yang sama. jika ada, berarti tante saya itu tidak membual pada saya, dan berarti peristiwa itu benar terjadi.
      Lalu apa yang saya temukan? Saya BENAR-BENAR menemukannya setelah dengan susah payah membuka-buka banyak situs. Salah satunya saya temukan di pedalaman salib.net.
      Itulah sebabnya catatan harian itu saya publikasikan di blog ini untuk saudara publikasikan lebih luas lagi ke seluruh dunia. Biarlah seluruh dunia tahu bahwa Tuhan kita Yesus Kristus adalah satu-satunya Tuhan dan Ia sungguh-sungguh HIDUP!
      Haleluyah!!
      Sumber: http://yehudaministry.blogspot.com/2013/07/kesaksian-rahasia-besar-dibalik-tsunami.html
    • By TheKingsArmy
      Terkadang kita menjadi sangat jengkel saat nomor telepon yang kita hubungi bernada sibuk. Apalagi bila kita harus menyampaikan hal yang sangat penting. Ini secara tidak langsung bisa membuktikan bahwa komunikasi itu sangat penting. Lalu bagaimana komunikasi kita dengan Tuhan?
      Tuhan tidak pernah sibuk saat kita menghubungi-Nya kapan pun. Tuhan selalu siap mendengarkan setiap doa-doa dan keluh kesah kita. Pelayanan Tuhan tersedia 24 jam sehari. Lalu bagaimana cara kita untuk menghubungi Tuhan?
      Jawabannya berada dalam 1 Tesalonika 5:17 “Tetaplah berdoa”. Yesus pun juga berdoa kepada Bapa di sorga sebelum melakukan pekerjaan-Nya. Dalam doa-Nya, Yesus menyatakan tentang keintimannya dengan Bapa. Selain itu, Yesus memprioritaskan relasi-Nya kepada Bapa sebagai dasar semua pekerjaan-Nya di bumi.
      Yesus mencontohkan bahwa semua yang dikerjaan di bumi, sepenuhnya bergantung pada kuasa Bapa. Bagaimana dengan kita? Sudahkah kita bersandar pada Yesus? Sudahkah kita menghubungi Tuhan di tengah-tengah kesibukan kita?
      Sebuah handphone memerlukan batre agar dapat berfungsi dengan normal. Saat batre tersebut habis, maka harus segere diisi ulang. Seperti itulah arti sebuah doa. Doa merupakan saran penghubung layaknya sebuah batre yang menghubungkan sumber linstrik dengan handphone. Saat saran penghubung kita berfungsi dengan baik, maka kita bisa hidup selaras dengan kehendak-Nya.
      Pada hari itu kamu akan berdoa dalam nama-Ku. Dan tidak Aku katakan kepadamu, bahwa Aku meminta bagimu kepada Bapa,
      Yohanes 16:26
    • By TheKingsArmy
      Hanya untuk mengatakan percaya saja sangatlah mudah, yang sulit adalah untuk mempraktekkan rasa percaya yang dimiliki. Sama halnya ketika saya belajar berenang sewaktu kecil dulu. Saya tahu bahwa ayah saya akan menolong dan memegangi tubuh saya ketika pertama kali belajar berenang, namun untuk memulainya begitu meragukan. Saya takut tenggelam tanpa ditolong.
      Saya tidak akan pernah tahu bahwa ayah saya akan selalu menolong dan mendampingi ketika saya tidak memutuskan untuk masuk ke dalam air. Iman tidak akan pernah bekerja jika tidak disertai dengan tindakan. Kita harus bertindak jika benar-benar ingin mendapatkan mujizat.
      Tidak semua orang sukses melewati ujian iman. Mereka lebih memilih mundur karena keraguan mereka kepada Tuhan. Jangan biarkan keraguan membunuh iman kita. Jangan biarkan keraguan membuat kita semakin jauh dari mujizat yang telah Tuhan sediakan.
      Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia?Yakobus 2:14
    • By davidbo
      Kesenangan, hiburan, kenikmatan merupakan hal-hal yang selalu dicari oleh manusia di sela-sela kehidupannya. Baik dalam kelimpahan harta maupun dalam keadaan susah dan penuh masalah, manusia senantiasa mencari tempat atau sesuatu yang dapat menghibur diri mereka dan memuaskan hati mereka, misalnya taman hiburan, mal, tempat belanja, tempat wisata dan lain sebagainya.
       
      Banyak sekali tempat-tempat indah dan menarik yang tersedia yang bisa dijadikan tempat untuk melepaskan segala kepenatan yang ada. Uang tidak menjadi masalah ketika biaya yang harus dikeluarkan juga cukup tinggi. Apalagi kehidupan yang ada di kota-kota besar, sangat penuh dengan segala tawaran hiburan maupun barang yang dapat memuaskan segala keinginan manusia. Tidak luput juga sampai kepada tawaran yang dapat menjerat manusia kepada dosa seperti tempat hiburan malam, obat-obatan yang dapat melepas segala pikiran dan membawa ke alam fantasi yang sangat menggiurkan, dan masih banyak lagi sederet tawaran yang bisa menghancurkan hidup manusia.
       
      Kesenangan yang didapatkan dari semuanya itu sifatnya adalah sementara. Entah itu hiburan biasa atau sampai kepada hiburan yang membawa kepada dosa. Sebagai umat Tuhan kita harus cukup cermat untuk mencari hiburan yang tersedia. Jangan sampai kenikmatan sesaat membawa kita kepada dosa.
       
      Terlepas dari semuanya itu, ada satu hal yang dapat memuaskan segala keinginan kita, melepaskan kepenatan hidup dan menyegarkan jiwa kita, melebihi dari apa yang ada di dunia ini. Apakah hal itu?
       
      1. “Taurat TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa ” Maz 19:8a
       
      Taurat Tuhan atau yang biasa kita sebut dengan Firman Tuhan merupakan suatu hal yang sangat sempurna adanya. Tidak ada yang dapat menandingi kesempurnaanNya.
       
      Oleh karena kesempurnaanNya inilah maka Firman Tuhan dapat memberi kesegaran bagi jiwa kita. Entah kita berada dalam kondisi berkelimpahan ataupun kekurangan seperti yang pernah dialami oleh Rasul Paulus (Fil 4:12-13).
       
      Ketika hati kita penuh sesak dengan segala masalah, maka Firman Tuhan dapat menyegarkan kembali hati kita. Beban kehidupan dapat terlepas oleh karena kuasa FirmanNya.
       
      “Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.” Maz 23:2-3
       
      2. “Peraturan TUHAN itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman.” Maz 19:8b
       
      Firman Tuhan adalah kekal selamanya. Dia Alfa dan Omega, yang Awal dan yang Akhir. Tidak ada yang tersembunyi di hadapanNya. Dia menyingkapkan segala rahasia bagi umatNya yang setia. Bahkan hal-hal yang tak pernah disingkapkan, disingkapkannya bagi kita.
       
      “Untuk memberikan kecerdasan kepada orang yang tak berpengalaman, dan pengetahuan serta kebijaksanaan kepada orang muda.” Ams 1:4
       
      3. “Titah TUHAN itu tepat, menyukakan hati” Maz 19:9a
       
      Firman Tuhan adalah Firman yang hidup. Tuhan akan memberikan FirmanNya sesuai dengan apa yang umatNya butuhkan. Oleh karena itu ketika kita dalam keadaan maupun kondisi apapun, maka FirmanNya akan bekerja untuk menjamah hidup kita. FirmanNya akan memulihkan, menyembuhkan, mengobati, menyegarkan dan menyukakan hati kita. Hati yang sebelumnya sedih diubahkan menjadi hati yang gembira oleh karena kasihNya mengalir melalui Firman yang Dia berikan.
       
      Oleh karena itu umat Tuhan yang senantiasa mengandalkan Firman Tuhan akan memancarkan kebahagiaan pada wajah mereka. Firman Tuhan memberikan kesukaan bagi hati kita.
       
      “Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.” Ibr 4:12
       
      4. “Perintah TUHAN itu murni, membuat mata bercahaya.” Maz 19:9b
       
      Dunia ini penuh dengan kegelapan, tetapi ketika kita berjalan dalam terang firmanNya, maka kita dapat melihat jalan yang ditunjukkanNya bagi kita (Maz 119:105). Kita dapat membedakan mana yang baik dan yang jahat. Tuhan mengangkat selubung yang tadinya menutupi wajah dan mata kita, sehingga kita dapat melihat dengan jelas apa yang menjadi rencana Tuhan dalam hidup kita.
       
      Kesegaran Jiwa, Hikmat, Kesukaan dan Pandangan ke depan yang Jelas merupakan sebagian dari apa yang bisa kita dapatkan ketika kita hidup di dalam Firman Tuhan. Ketika kita dalam keadaan senang, susah  ataupun penuh dengan masalah, dan kita mencari penghiburan melalui Firman Tuhan, maka apa yang kita lakukan tidak akan sia-sia, kita akan mendapatkan kesukaan besar didalamnya.
       
      Keindahan FirmanNya melebihi keindahan emas dunia ini, manisnya Firman Tuhan melebihi dari pada manisnya madu.Tidak ada hal lain yang dapat memberikan penghiburan, kesukaan dan kenikmatan dibanding dengan Firman Tuhan.
       
      “Betapa manisnya janji-Mu itu bagi langit-langitku, lebih dari pada madu bagi mulutku. ” Maz 119:103
       
      “Itulah sebabnya aku mencintai perintah-perintah-Mu lebih dari pada emas, bahkan dari pada emas tua.” Maz 119:127
×
×
  • Create New...