Jump to content
  1. congek

    congek

  • Similar Content

    • By black_zombie
      Tips yang kamu praktikan agar daging tetap segar.
      Bisa jadi ada beberapa hal yang terlewatkan dan membuat daging tak lagi segar.
      Sudah beberapa hari setelah pemotongan, daging akan mulai mengalami perubahan rasa dan warna.
      Perubahan ini umunya karena proses pembusukan yang mulai terjadi.
      Berikut ini ciri-ciri daging telah membusuk.
      1. Periksa warna daging
      Warna dapat menunjukan kualitas daging.
      Daging unggas yang masih segar bisanya berwarna putih kebiruan hingga kekuningan.
      Daging sapi segar dengan warna merah terang.
      Namun, warna kemerahan bukan warna alami daging sapi segar, tetapi terjadi karena daging telah terpapar udara.
      Itu sebab, daging sapi segar yang disimpan dalam kemasan kedap udara warnanya akan menjadi merah keunguan.
      Daging sapi yang berwarna kecokelatan juga tidak berarti berkualitas buruk.
      Karena daging dari hewan yang lebih tua akan menghasilkan warna lebih gelap dibandingkan dengan hewan yang lebih muda.
      2. Bau
      Cara mengindentifikasi daging masih segar atau tidak bisa dengan cara mencium bau.
      Apapun dagingnya, jika baunya sudah tengik maka itu menandangkan sudah tak layak konsumsi.
      3. Tekstur Daging
      Daging yang telah busuk umumnya memiliki tekstur lebih licin.
      Hal tersebut dikarenakan sudah tumbuh bakteri yang berkembangbiak di permukaan daging.
      Apalagi timbul warna hitam atau hijau, yang menandakan jamur mulai merusak daging.
      Mengonsumsi daging busuk sangat membahayakan kesehatan.
    • By jokers
      Ahli forensik Rumah Sakit (RS) Polri, Kramat Jati, Slamet Purnomo mengungkapkan sebanyak 0,2 miligram per liter zat sianida terdapat dalam lambung mendiang Wayan Mirna salihin. Akan hal itu, ia yakin bahwa zat itulah yang menyebabkan Mirna meregang nyawa.
      Menanggapi hal tersebut, Kuasa Hukum Jessica, Otto Hasibuan menganggap bisa saja sianida yang ada di dalam lambung Mirna bukan dari es kopi Vietnam, melainkan dari buah apel yang diminumnya di pagi hari.
      "Bisa jadi 0,2 miligram sianida yang ada di dalam lambung Mirna itu bukan dari kopi, tapi dari apel. Karena dalam BAP Arief (suami Mirna) menyebutkan Mirna konsumsi apel pagi harinya," kata Otto.
      Pernyataan Otto tersebut senada dengan Hakim Ketua Kisworo yang menanyakan ke ahli bahwa apakah ada sianida yang terkandung secara alami. 
      "Apakah ada sianida alami?," tanya Kisworo kepada ahli forensik, Slamet.
      Slamet pun menjawab bahwa sianida alami memang ada, seperti di rokok, singkong dan buah apel. Namun jumlahnya hanya sedikit sekali.
      "Iya ada. Di rokok itu ada sianida, tapi jumlahnya sedikit dan kalau masuk ke tubuh ada di dalam darah bukan lambung, singkong dan buah apel juga, tapi dosisnya sedikit, yang saya tahu enggak sampai 2 1/2 miligram per berat badan," ujarnya.
      Sehingga jika kita mengkonsumsinya, ujar Slamet, tak akan menyebabkan mati seperti sianida yang dikonsumsi Mirna.
      "Biasanya kalau ada keracunan, paling mengalami kelumpuhan bukan mati, atau gejala lain seperti muntah-muntah, pusing. Tapi kalau keracunan seperti itu, biasanya itu dialami mereka yang bekerja di bidang tambang," tutupnya.
    • By berita_semua
      Pemerintah menargetkan harga daging di pasaran mencapai Rp80 Ribu Per Kg selama bulan Ramadan. Untuk mencapai target ini, sejumlah operasi pasar pun ramai dilakukan.
      Namun, jelang Lebaran, harga daging justru terus mengalami kenaikan. Kenaikan tertinggi terjadi di Aceh yang mencapai Rp160 ribu per kg.

      Menanggapi hal ini, Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia Sandiaga Uno mengungkapkan, kenaikan harga daging ini merupakan bukti ketidakefektifan operasi pasar yang dilakukan.
      Meskipun sempat mengapresiasi kerja keras pemerintah, Sandiaga menilai banyak yang perlu dibenahi untuk menjaga stabilitas daging sapi.
      "Kalau dilihat dari operasi pasar memang, kita lihat stabilisasi dari segi daging yang tipe daging beku. Tapi kalau daging segar belum tercapai harga yang diinginkan," kata Sandiaga saat ditemui di rumah dinas Saleh Husin, Jakarta, Rabu (6/7/2016).
      "Saya mengapresiasi langkah pemerintah, tapi terakhir malah seminggu sebelum lebaran harganya makin melambung, dan ini menunjukkan bahwa operasi pasar hanya di permukaan saja," jelasnya.
      Sandiaga pun menilai rantai pasok menjadi penyebab utama dari kenaikan harga daging sapi segar sepanjang bulan Ramadan. Untuk itu, pemerintah diharapkan dapat memangkas rantai pasok distribusi jauh-jauh hari sebelum Lebaran.
      "Yang harus diselesaikan itu adalah akar permasalahan, yaitu penyederhanaan rantai distribusi dan mengamankan pasokan," imbuhnya.
    • Guest News
      By Guest News
      Di seluruh dunia, anjing dikenal sebagai hewan yang sangat dekat dengan manusia, bahkan disebut sebagai sahabat terbaik. Namun, hingga kini di berbagai daerah di Indonesia, hewan ini masih menjadi salah satu masakan yang digemari.

      Warung makan di tanah air, pada umumnya menyediakan menu daging kambing atau sapi, namun di Yogyakarta ada warung-warung yang juga menyajikan daging anjing dalam menu mereka. Sejumlah warung menyebutnya dengan tongseng jamu, karena dianggap punya khasiat menyehatkan badan. Ada ratusan warung semacam ini di Yogyakarta, yang biasanya mulai buka di saat sore hingga dini hari. 
      Heru Purnomo kepada VOA menceritakan, daging anjing memiliki tekstur lebih lembut dibanding sapi atau kambing. Di tubuh, daging anjing juga terasa lebih panas. Meski memiliki anjing, Heru mengaku tidak risih memakan dagingnya, apalagi kebiasaan ini telah dia jalani sejak lebih dari 20 tahun yang lalu, ketika masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama.
      “Saya juga punya anjing, tetapi saya tidak akan pernah membayangkannya ketika makan daging anjing. Bagi saya, saya menikmati ketika ini sudah jadi hidangan. Kalau misalnya ada anjing kampung di depan saya, kemudian dipotong dan saya mengikuti proses penyembelihan dari awal sampai akhir, kemungkinan saya juga tidak mau makan karena kasihan,” kata Heru Purnomo.
      Kebiasaan mengonsumsi daging anjing oleh sebagian masyarakat Indonesia kini sedang menjadi kontroversi. Organisasi perlindungan hewan, Animal Defenders Indonesia menyebut aktivitas ini tidak berperikemanusiaan. Apalagi, dalam proses penyiapannya, anjing diperlakukan tanpa perasaan sedikitpun.
      Doni Herdaru Tona dari Animal Defenders Indonesia kepada VOA menceritakan, selama proses transportasi dari berbagai daerah ke kota tujuan, seperti Jakarta, Solo, atau Yogyakarta, mulut anjing diikat dan kemudian dimasukkan ke dalam karung. Sebelum dimasak, anjing tidak disembelih seperti layaknya hewan lain, tetapi dibunuh dengan cara yang kejam, yaitu dengan dipukul kepalanya. Ada pula yang dibunuh dengan digantung atau ditenggelamkan di air. 
      “Konsumen daging anjing ini datang dari perspektif bahwa daging anjing ini punya khasiat medis dan dagingnya murah. Mereka terjebak dalam jargon bahwa makan daging anjing bisa meningkatkan vitalitas seksual, memulihkan badan yang loyo setelah kerja seharian, bisa mengobati asma, bisa menambah trombosit bagi mereka yang sedang kena demam berdarah. Padahal semua itu tidak terbukti secara medis,” kata Doni Herdaru Tona.
      Animal Defender Indonesia terus melakukan kampanye penyadaran untuk menghapus anjing dari daftar menu makanan di Indonesia. Apalagi, tingkat konsumsinya saat ini masih sangat tinggi. Di Jakarta saja, dalam seminggu setidaknya ada seribu anjing yang masuk dari berbagai daerah, terutama Jawa Barat. Anjing-anjing ini sebagian datang dari peternakan, namun ada pula yang dicuri dari pemiliknya atau ditangkap dari hutan.
      Drh Widagdo Sri Nugroho, dosen dari Bagian Kesehatan Masyarakat Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan UGM, Yogyakarta, menilai, kontroversi seputar konsumsi daging anjing adalah sesuatu yang wajar. Namun, dia sendiri menggolongkan anjing sebagai hewan yang tidak pantas dikonsumsi. 
      “Sebenarnya ada pengelompokan hewan atau ternak produksi, dan itu lazim dikonsumsi manusia, misalnya sapi, kambing, domba, dan ayam. Nah, anjing itu termasuk yang tidak lazim untuk dikonsumsi sebagai sumber protein hewani,” kata Widagdo Sri Nugroho.
      Indonesia, Korea Selatan, Vietnam, China dan Philipina adalah sejumlah negara di dunia yang masyarakatnya masih gemar mengonsumsi daging anjing. Khusus di Indonesia, provinsi yang memiliki tingkat konsumsi tinggi antara lain Jakarta, Sulawesi Utara, Sumatera Utara, dan Yogyakara.
      Dari empat provinsi itu, menurut data Animal Defenders Indonesia, sekitar 225.000 ekor anjing dibunuh setiap tahunnya untuk dikonsumsi. (www.voaindonesia.com)
    • By safitri_bianka
      Pasar Beriman Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara terkenal menjajakan daging hewan yang dianggap kalangan tertentu ekstrem untuk di konsumsi.
      Satu di antaranya daging kucing. Di pasar ini, daging kucing untuk konsumsi dibandrol Rp 100 ribu per ekor untuk ukuran besar.
      Daging kucing memang cukup populer menjadi hidangan lauk.
      "Kalau sedang bisa Rp 75 ribu sampai 80 ribu. Yang kecil lebih murah lagi," ujar salah seorang Pedagang daging ketika ditemui reporter Tribun Manado Riyo Noor di lapak daging Pasar Beriman Tomohon.
      Daging Kucing yang diperjual belikan itu sudah dihilangkan bulu-bulunya. Biasanya sebelum diolah bulu-bulu kucing dibakar terlebih dahulu.
      Menurut Si pedagang, daging kucing dipasok dari luar daerah. Selain kucing dijajakan pula daging anjing dan kelelawar.
      Daging anjing biasanya dihitung per kilogram. Harga sekilo yakni Rp 30 ribu. Sementara daging kelelawar dijual paketan. 5 Ekor kelelawar dijual Rp 50 ribu.
      Selain kucing ada biawak
      Selain di Tomohon, wilayah induknya dulu, Minahasa juga ada pasar yang tak jauh beda.
      Pasar Langowan, Kabupaten Minahasa juga ditemui penjualan daging yang tak lazim.
      "Really its break my heart!!!" Tulis Dian Pratiwi di Facebook sambil mengunggah foto Biawak dan beberapa ekor kucing mati, pada Tribunnews.com ia menjelaskan, Sabtu (26/9/2015).
      "Saya fotonya tadi pagi di Pasar Langowan," jawab Dian Pratiwi saat diwawancarai Tribunnews via Facebook Messenger.
      Ibu rumah tangga asal Kecamatan Remboken, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara itu mengaku syok dengan apa yang ia lihat di Pasar Langowan Minahasa.
      Ia bersama suami dan anak-anaknya lama tinggal di Hamilton, Bermuda.
      Yakni sebuah wilayah di seberang laut Britania Raya di Samudra Atlantik bagian Utara. Letaknya sekitar 933 km dari pesisir Carolina Utara, Amerika Serikat.
      Ia bersama anaknya kini pulang kampung dan menetap di Remboken.
      Saat belanja di Pasar Langowan ia melihat pemandangan yang menurutnya memprihatinkan, ia kemudian memfoto dan mengunggah di Facebook.

      Kontan foto tersebut menjadi viral dan mengundang perhatian banyak netizen.
      Dalam foto tersebut terlihat dua biawak dengan luka berdarah di kepala sementara berjejer sekitar 7 ekor kucing mati yang sudah hangus atau dihilangkan bulu-bulunya.
      Biasanya dua jenis hewan ini akan dimasak rica-rica (masakan dengan banyak cabai).
      "Di sini apa-apa jadi lauk makan. Saya saja daging anjing tidak suka makan (di Minahasa masakan daging anjing sudah wajar saking seringnya dimasak dan jadi lauk-red) apalagi ini kucing dan biawak," jelasnya.
      Dian mengaku prihatin dengan kondisi ini Biawak yang mulai langka hewan yang seharusnya dilindungi sementara kucing atau anjing adalah hewan peliharaan yang membantu manusia tak selayaknya untuk dijadikan lauk makan.
      "Daging kucing per ekor Rp 40 ribu sementara biawak Rp 130 ribu tapi tergantung juga besar dan kecilnya," imbuh Dian.
      Biasanya maraknya daging makanan ekstrem seperti ular, biawak, kucing bahkan monyet yang dilindungi muncul saat akan digelarnya acara Thanksgiving atau pengucapan syukur, tradisi ini sudah berjalan secara turun temurun di wilayah Sulawesi Utara, terlebih di Minahasa.
      Namun anehnya kali ini muncul juga daging-daging seperti ini.
      "Saat-saat ini banyak kucing rumahan yang hilang, tampaknya sudah mulai marak, tak hanya anjing yang dipotas (diracun) namun kucing juga," jelas Dian.
×
×
  • Create New...