Jump to content

Aplikasi untuk Berbagi Anjing Piaraan


Guest News

Recommended Posts

Bark'N'Borrow.jpg

Penyuka anjing bisa meminjam anjing untuk waktu singkat dengan aplikasi baru

Berkat aplikasi baru, para penyuka anjing bisa meminjam seekor anak anjing untuk waktu singkat atau bahkan semalam.

Aplikasi-aplikasi mobile baru terus bermunculan dan melirik pangsa pasar yang belum tersentuh sebelumnya.

Berkat aplikasi baru, para penyuka anjing yang belum siap berkomitmen atau tidak bisa memelihara anjing, bisa meminjam seekor anak anjing untuk waktu singkat atau bahkan semalam.

Layanan itu disebut Bark'N'Borrow, dan sistemnya mirip dengan Uber dan Airbnb. Cukup daftarkan diri, identitasnya diverifikasi, cari anjing yang diminati, dan membayar sejumlah biaya.

Menurut FOX News, seorang penggunanya, Anna Browne, menyukai anjing jenis corgi tetapi tidak siap memelihara anjing karena apartemennya kecil dan sering pulang larut malam.

Dia menggunakan aplikasi itu dan menemukan seorang pemilik anjing yang bersedia meminjamkan corgi-nya.

Browne mengatakan kepada Fox, “Pada akhir pekan, saya bisa bermain-main dengan corgi selama beberapa jam saja, rasanya menyenangkan.”

Perusahaan itu mengatakan bahwa semua penggunaya terseleksi dengan ketat.

CEO dan pendirinya Liam Berkeley mengatakan dalam wawancara dengan Fox News bahwa Bark’N’Borrow dijamin aman karena, “kami memiliki info tempat tinggal, info penagihan, alamat, dan semua rincian pengguna.

Perusahaan itu memiliki sekitar 50,000 anggota di seluruh AS. Mulai bulan depan, aplikasi itu akan mulai mengenakan biaya langganan sebesar 4.99 dolar per bulan. [www.voaindonesia.com]

Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
  • Similar Content

    • By PusatInformasi
      Selain cerdas, anjing juga dikenal sebagai anjing yang mudah dilatih dan patuh pada perintah.
      Inilah sebabnya, anjing sering digunakan untuk membantu tugas manusia.
      Seperti menjadi service dog, maupun anjing polisi yang membantu polisi dalam melakukan berbagai tugas.
      Kita juga bisa, lo, melatih anjing peliharaan di rumah agar mematuhi beberapa perintah dasar. Biasanya, pelatihan anjing akan dimulai saat usianya masih anak-anak.
      Alasannya, anjing yang masih berusia anak-anak akan lebih mudah dilatih dibandingkan dengan anjing dewasa.
      Meski anjing dikenal sebagai hewan penurut, ternyata ada usia di mana anjing tidak patuh pada perintah yang diberikan pemilik maupun pelatihnya.
      Akibatnya, anjing akan dinilai sebagai anjing yang tidak penurut, nih.
      Ketahui, yuk, pada usia berapa anjing sulit mematuhi perintah!
      Anjing Juga Bisa Tidak Menuruti Perintah yang Diberikan
      Ada beberapa perintah dasar yang biasanya dilatih oleh pemilik anjing ke anjing peliharaannya.
      Misalnya seperti duduk, berguling, atau bersalaman.
      Kalau anjing terus dilatih untuk melakukan perintah sederhana ini, mereka bisa dengan mudah melakukannya.
      Namun ternyata anjing juga punya masa atau usia di mana mereka tidak menuruti perintah yang diberikan oleh pemilik atau pelatihnya.
      Tidak seperti biasanya, anjing akan menjadi lebih lambat saat diberi perintah, bahkan kadang tidak mau melakukan perintah itu.
      Hal ini ternyata dialami oleh anjing yang memasuki masa pubertas, yaitu peralihan dari usia anak-anak ke usia remaja.
      Mulai Usia Delapan Bulan Anjing Sulit Melaksanakan Perintah
      Apakah teman-teman punya anjing yang usianya belum genap satu tahun atau 12 bulan?
      Nah, penelitian menunjukkan kalau usia di mana anjing tidak patuh adalah saat mereka berusia delapan bulan.
      Dengan melihat perilaku dari 378 anjing yang diteliti, peneliti melihat bahwa anjing sebelum dan sesudah usia delapan bulan lebih patuh pada perintah yang diberikan oleh pemiliknya.
      Namun pada usia delapan bulan, anjing justru tidak patuh pada perintah dari pemiliknya.
      Penelitian dilakukan pada 93 jenis anjing berusia delaoan bulan dengan jenis yang berbeda dan diberikan perintah sederhana untuk duduk.
      Hasilnya, mereka melakukan perintah dengan lebih lambat, dibandingkan anjing yang berusia lima bulan.
      Namun hal ini tidak ditunjukkan saat perintah diberikan oleh orang asing.
      Ini artinya, anjing yang berusia delapan bulan akan mematuhi perintah yang diberikan oleh orang orang dibandingkan pemiliknya.
      Fase Anjing yang Tidak Penurut Penting Bagi Perkembangannya
      Banyak yang mengatakan bahwa anjing yang tidak penurut adalah anjing yang bandel atau nakal.
      Wah, padahal fase atau masa ini justru penting bagi anjing dan pemiliknya.
      Dengan menunjukkan sikap yang tidak patuh, menandakan bahwa hewan seperti anjing juga punya tingkat stres.
      Ketidakpatuhan anjing bisa saja disebabkan oleh rasa stres pada pemilik maupun pada pelatihnya.
      Inilah sebabnya, penting bagi teman-teman yang memelihara anjing untuk memahami kondisi peliharaan kita.
      Meski mereka tidak patuh pada perintah, anjing peliharaan tidak sebaiknya dihukum.
      Hukuman yang diberikan ternyata akan membuat mereka lebih stres, teman-teman.
      Banyak Anjing yang Ditelantarkan di Usia Delapan Bulan
      Rata-rata, anjing akan mencapai usia bisa mematuhi perintah saat berumur lima hingga delapan bulan.
      Namun saat berusia delapan bulan, anjing akan sulit menaati perintah.
      Hal ini membuat anjing dianggap sebagai anjing yang nakal, bandel, dan sudah tidak lagi lucu seperti saat masih anak anjing.
      Akibatnya, banyak anjing yang ditelantarkan, dibuang, atau diberikan ke penampungan pada usia delapan bulan.
      Sebabnya, pemilik menganggap anjing sudah sulit dilatih dan sulit menanganinya.
      Nah, dengan mengetahui usia di mana anjing mengalami masa tidak menurut, maka hal ini menjadi penting.
      Dengan begitu, kita bisa tahu bahwa hewan juga bisa mengalami stres dengan menunjukkan berbagai sifat.
      Selain itu, pemilik hewan juga memiliki cara untuk memgatasinya.
    • By news
      Petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api yang membakar hutan di kawasan Hutan Nasional Sebangau, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, 14 September 2019.
      Polisi Indonesia mengatakan bahwa mereka telah menangkap 185 orang yang dicurigai memulai kebakaran hutan yang menyebarkan kabut tebal dan berbahaya di Asia Tenggara.
      Juru bicara Kepolisian Republik Indonesia, Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan pada hari Senin (16/9) bahwa polisi secara resmi menyerahkan penyelidikan 23 orang kepada jaksa pekan lalu, sementara 45 lainnya akan diadili akhir bulan ini. Polisi masih menyelidiki selebihnya.
      Prasetyo mengatakan para tersangka dapat dituntut berdasarkan undang-undang perlindungan lingkungan yang memungkinkan hukuman penjara maksimum 10 tahun karena membakar hutan untuk membersihkan lahan.
      Pihak berwenang Indonesia sebelumnya mengatakan bahwa mereka telah menutup sedikitnya 42 perusahaan perkebunan, termasuk perusahaan yang berbasis di Singapura dan empat perusahaan yang berafiliasi dengan grup perusahaan minyak kelapa sawit Malaysia.
      Hampir setiap tahun, kebakaran hutan Indonesia menyebarkan kabut yang berhahaya bagi kesehatan, tidak hanya di wilayah Indonesia, tetapi juga sampai ke negara-negara tetangga, Malaysia dan Singapura.
    • Guest news
      By Guest news
      Sebuah toko pakaian unik dibuka di kota New York baru-baru ini, yang menawarkan pakaian netral jender. “Phluid project” menjual busana yang tidak dikategorikan berdasarkan jender, untuk siapapun dengan jender dan orientasi seksual apapun.
       
    • By paimin
      Waktu sudah menunjukkan pukul 16.00 WIB. Saatnya Alvin beranjak dari tempatnya menimba ilmu di SDN Kebon Kacang 02 Petang, Tanah Abang, Jakarta Pusat menuju rumahnya. Sekolah Alvin terletak di jantung Ibu Kota, tepatnya di belakang pusat perbelanjaan Thamrin City. 

      Akan tetapi, perjalanan Alvin untuk bisa bertemu orang tua dan saudaranya tak semudah yang dibayangkan. Bocah berusia 8 tahun itu saban harinya harus menempuh jarak sejauh 50 kilometer sebelum sampai ke rumah. 

      Alvin tak mengeluh, kondisi seperti ini sudah ia lakoni sejak 6 bulan yang lalu saat kedua orang tuanya pindah ke Parung Panjang, Bogor. Dua kaki kecilnya dengan lincah berjalan menyusuri trotoar yang dipadati kendaraan. Mengenakan tas ransel berwarna merah, topi merah putih berlambang garuda dan seragam putih Alvin tampak bersemangat. 

      Ia berhenti di depan SPBU Kebon Kacang dan menunggu angkutan umum yang biasa mengantarnya ke Stasiun Karet.Sesak udara di angkutan biru tak membuatnya menyerah. 
      Sesampainya di Stasiun Karet, siswa kelas dua itu bergegas menuju loket untuk membeli tiket ke stasiun Parung Panjang seharga Rp 6.000. Memasuki stasiun, Alvin menunggu di tempat yang paling ujung agar dekat dengan gerbong wanita. 
      "Biasanya duduk di gerbong wanita," ujar Alvin saat ditemui pada Senin (9/4). 

      Baru 10 menit ia duduk di kursi KRL, anak ketiga dari lima bersaudara itu sudah harus bersiap di pintu gerbong untuk transit di stasiun Tanah Abang dan pindah ke gerbong lain tujuan Parung Panjang. 

      Suasana stasiun Tanah Abang memang selalu ramai dan padat oleh pengunjung, terlebih di jam-jam pulang kantor. Duh, tak terbayang anak sekecil itu harus berdesakan bersama orang dewasa lainnya. 

      Belum lagi, ia harus gerak cepat untuk mendapatkan tempat duduk, bila tak ingin berdiri selama 1,5 jam hingga sampai ke tujuan akhir, stasiun Parung Panjang. 
      Selama di dalam gerbong, Alvin lebih banyak diam dan menikmati pemandang melalui kaca bening yang ada di gerbong KRL. Sesekali ia berjalan menyusuri gerbong, tak jarang beberapa orang yang ditemuinya bertanya-tanya. 
      "Kamu naik KRL yang ngajarin siapa?" tanya seorang perempuan berambut panjang di sebelahnya. 
      "Aku sendiri," jawab Alvin. 
      "Ya Allah, anak gue seumuran dia ini, enggak tega lihatnya," sahut perempuan berkacamata yang duduk di depan Alvin. 

      Setelah menempuh waktu 1,5 jam menggunakan KRL, akhirnya kereta mengantarkan Alvin di pemberhentian terakhir yakni stasiun Parung Panjang. "Habis dari stasiun, biasanya jalan kaki kalau enggak ada ongkos. Tapi kalau punya ongkos naik mobil (omprengan)," kata Alvin 

      Langit semakin gelap, Alvin berlari kecil mengejar kendaraan roda empat berwarna hitam alias omprengan yang sedari tadi terparkir di seberang stasiun. Si sopir menjalankan omprengannya dengan hati-hati, karena jalan yang dilalui belum beraspal, berlubang, dan digenangi air. 

      Jarak dari stasiun Parung Panjang menuju rumah Alvin masih sekitar 7 km atau 20 menit dengan mengendarai omprengan. Itu pun bila uang saku Alvin masih tersisa, berbeda saat uang jajannya habis di perjalanan. Alvin akan berjalan dari stasiun Parung Panjang menuju rumahnya. 
      "Turun di mana dek?" tanya si sopir kepada Alvin. 
      "Di minimarket Ceria," sahut Alvin. 

      Rumah Alvin berada di paling ujung berdampingan dengan kebun yang terlihat tak terawat. Bangunan sederhana namun hangat. Di rumah itu, Alvin tinggal bersama ayah, ibu, tiga saudaranya, dan keluarga tantenya. 

      Sesampainya di rumah, Alvin lantas melepas sepatu dan berganti baju. Lalu bermain dengan saudara-saudaranya, bertemu ibu dan teman-teman lainnya. 

      "Saya bangga sama Alvin, saya merasa sedih apalagi kalau lihat Alvin tidur. Saya sedih banget lihat dia kecapekan," ujar Lasmawati, ibunda Alvin. Sebelum tertidur, ibu bertanya,"Ada PR enggak? Kalau ada dikerjain dulu," kata ibu. 

      Alvin menggeleng, ia sibuk bercengkerama dengan adik bungsunya yang masih berusia 7 bulan. Ayah Alvin jarang pulang karena mencari nafkah untuk keluarga. 
      "Kerjanya serabutan, kadang empat hari baru pulang bawa Rp70 ribu. Yah dicukup-cukupin aja," ujar wanita berusia 38 tahun itu. Saat azan magrib berkumandang, Alvin pulang ke rumah lalu beristirahat. Jarak 50 kilometer yang ia tempuh tentu membuat raganya lelah.
      Sumber: https://id.crowdvoice.com/posts/alvin-tempuh-jarak-50-km-dari-sekolah-ke-rumah-2KtG



    • By Silvia_caroline
      Bagi pencinta kucing sejati, salah satu perasaan terbaik di dunia adalah ketika kucingmu duduk di pangkuanmu dan menekan-nekan tubuhmu dengan dua kaki depannya. Seringkah kamu mengalaminya?
      Perilaku ini disebut meremas. Ada alasan yang meluluhkan hati mengapa hal ini adalah bagian spesial dari hubunganmu dengan kucingmu.
      Perilaku meremas sesungguhnya sudah dimulai sejak anak kucing lahir. Ketika itu, fungsinya adalah untuk merangsang produksi susu di kelenjar susu ibu. Namun setelah melalui fase anak-anak, perilaku meremas kepadamu bukan berarti kucing mencoba membuatmu menghasilkan susu.
      Ketika meremasmu, biasanya juga disertai dengan dengkuran khas kucing. Kemudian, diikuti dengan tidur siang bagi si kucing. Kedua perilaku tersebut juga diamati pada anak kucing selama dan setelah menyusui.
      Menurut ASPCA, kucing dewasa tidak saling mengoceh. Mereka hanya “mengoceh” (katakanlah: mengeong) pada manusia, seperti anak kucing yang mengoceh pada ibunya. Jadi, kucingmu memang menganggap kamu sebagai kucing juga--atau tepatnya sebagai orang tua mereka yang aneh dan terlampau besar.
      Sementara menurut situs PetMD yang dikelola dokter hewan, kucing dewasa di alam liar menggunakan cakarnya untuk menginjak dan melembutkan area kecil untuk tidur. "Nenek moyang liar kucing domestik suka berbaring di permukaan yang lembut dan nyaman untuk tidur atau melahirkan anak mereka," catat situs web tersebut.

      Selain itu, karena kucing memiliki kelenjar bau di bantalan kaki mereka, itu artinya mereka menandai kamu atau tempat tidur kamu sebagai ‘properti’ mereka.
      Bahkan, yang perlu kamu tahu, ketika anak kucing dipisahkan dari ibunya sebelum dia sudah siap, dia akan mencoba menyusu pada hal-hal lain, tidak terkecuali bagian tubuh manusia.
      Coba saja kalau kamu memiliki anak kucing dan letakkan di tubuhmu, dia akan mencoba mencari kelenjar susu yang bisa dia isap. Pada akhirnya, ketika seekor kucing yang katakanlah sudah cukup dewasa ‘menguleni’--alias meremas kamu berarti kamu sangat dicintai.
      Jadi, itu adalah salah satu cara spesial kucing menunjukkan cintanya padamu. "Kucing meremas karena mereka merasa sangat dicintai dan nyaman," kata Katie Armor dari MSPCA kepada The Dodo. "Kamu benar-benar harus menganggap itu sebagai pujian!"
×
×
  • Create New...