Jump to content
Sign in to follow this  
Guest Metrotvnews

Eksekusi Mati Butuh Anggaran Rp3,6 Miliar

Recommended Posts

Guest Metrotvnews
Metrotvnews.com, Jakarta: Kejaksaan Agung telah mengalokasikan anggaran untuk eksekusi terhadap 18 terpidana mati. Eksekusi mati membutuhkan anggaran Rp3,6 miliar, karena untuk satu terpidana mati diperkirakan menghabiskan biaya Rp200 juta.

Jaksa Agung Muhammad Prasetyo menyatakan jumlah anggaran tersebut yang sudah siap dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) 2016. Eksekusi mati dilakukan pasca-Lebaran dan diprioritaskan terpidana mati kasus narkotika.

Hal itu, menurut Prasetyo, sebagai bentuk komitmen pemerintah perang melawan narkoba. Tempat pelaksanaan tetap di Lembaga Permasyarakatan Nusa Kambangan, Jawa Tengah.

"Kami sudah planning-kan eksekusi mati tahap III setelah puasa ini," kata Prasetyo di Gedung Parlemen,  Jakarta, Selasa (14/6/2016).

Dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR, Prasetyo mengungkapkan salah satu kendala lambannya eksekusi hukuman mati ialah mempertimbangkan dampak eksternal. Eksekusi itu berpengaruh pada hubungan diplomatik dan dapat mengganggu sektor perekonomian.

Di samping itu, upaya hukum yang dilakukan terpidana mati turut membuat eksekusi tertunda. Kejaksaan Agung kesulitan menyiapkan pelaksanaannya.

"Kejaksaan sering mendapat permasalahan baik teknis maupun yuridis dalam proses eksekusi mati tahap III seperti terpidana yang sengaja mengulur waktu mengajukan upaya hukum Peninjauan Kembali (PK) terhadap putusan pidana yang berkekuatan hukum tetap," ujar Prasetyo.

Terpidana dapat mengajukan PK berkali-kali karena ketentuan pada KUHAP tidak membatasi jangka waktu pengajuan PK. Berdasarkan data di Kejaksaan, jumlah terpidana mati saat ini sebanyak 152 orang.

Rinciannya, terpidana mati kasus pembunuhan sebanyak 92 orang, tindak pidana terorisme dua orang, dan napi kasus narkotika 58 orang.

Kendati ketersediaan anggaran mengindikasikan untuk eksekusi 18 terpidana mati, Prasetyo belum bisa memastikan jumlah terpidana yang akan dieksekusi.

"Kita lihat nanti, sudah dibahas dengan Komisi III dalam rapat anggaran sebelumnya. Komisi III nanti akan bersikap, apakah yang kami ajukan realistis atau tidak, tentunya akan disampaikan kepada pemerintah," kata Prasetyo seusai rapat kerja.

Pesimistis

Ketercukupan dana menjadi salah satu pertimbangan pelaksanaan eksekusi mati. Menurut anggota Komisi III DPR dari Fraksi Gerindra Muhammad Syafi'i, Kejaksaan merupakan lembaga yang terkena pemotongan anggaran sebesar 10 persen pada Rancangan APBN Perubahan 2016 menjadi Rp4 triliun.

Syafi'i pesimistis pelaksanaan eksekusi sesuai dengan target yang direncanakan. Dari sisi anggaran, dana yang didapatkan Kejaksaan masih kurang untuk program prioritas.

"Jadi, kalau pasang target bisa saja. Akan tetapi, kalau terpenuhi, tidak terlalu yakin. Jangankan untuk mengeksekusi, dana mereka saja dipotong," ujar Syafi`i.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, terpidana mati kasus narkoba tersebar di 31 lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan. Sebanyak 43 orang di antara mereka merupakan warga negara asing. (Media Indonesia)

www.metrotvnews.com

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
Sign in to follow this  

×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy