Jump to content

Manfaat Sarapan Sejam Setelah Bangun Tidur


Recommended Posts

sarapan.jpg

Sarapan merupakan satu kegiatan penting yang sering diremehkan. Kebanyakan orang menganggap sarapan tidak penting dan langsung memulai aktivitas harian. Biasanya mereka akan makan setelah sampai di tempat tujuan atau menunggu hingga makan siang.

Padahal sejatinya sarapan sangat penting bagi tubuh untuk beraktivitas selama sehari penuh. Tahukah Anda kapan waktu yang tepat untuk sarapan? Melansir darilifehack.org waktu yang tepat untuk sarapan ialah satu jam setelah terbangun dari tidur. Jika Anda melakukan sarapan pada waktu tersebut Anda akan mendapatkan tiga keuntungan berikut.

1. Gula darah dan insulin jadi teratur dan memacu metabolisme tubuh

1.jpg

Ketika Andasarapan satu jam setelah bangun tidur, kadar gula darah dan insulin Anda akan teratur. Selain itu sarapan pada waktu tersebut juga sangat baik untuk memacu kembali metabolisme tubuh yang melambat akibat tertidur. Itu berarti sangat baik bagi Anda yang ingin menurunkan atau menjaga berat badan.

2. Anda akan cenderung memakanan makanan rendah gizi dan berkalori tinggi

2.jpg

Ketika Anda melewatkan sarapan, sama saja Anda akan membiarkan makanan rendah gizi dan berkalori tinggi masuk ke dalam tubuh Anda. Mengapa demikian? Ketika Anda sarapan, makanan yang dikonsumsi akan lebih sehat dan akan menahan rasa lapar lebih lama. Sedangkan jika Anda tidak sarapan, Anda akan merasa cepat lapar dan memakan makanan yang kurang sehat.

3. Bisa meningkatkan suasana hati

3.jpg

Menurut beberapa penelitian, ketika Anda sarapan satu jam setelah bangun tidur bisa meningkatkan suasana hati karena memberikan nutrisi pada otak. Hal tersebut juga akan mencegah Anda merasa lelah dan mudah marah sepanjang hari.

Membiasakan diri untuk sarapan satu jam setelah bangun memang akan terasa sukar. Tapi jika Anda melakukan rutinitas ini tubuh Anda akan lebih bugar, enerjik, dan menyegarkan pikiran.

Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
  • Similar Content

    • By BincangEdukasi
      Habis makan ngantuk mungkin dialami oleh hampir setiap orang. Meski umumnya tidak berbahaya, fenomena ini terkadang bisa mengganggu aktivitas dan menurunkan konsentrasi Anda. Oleh karena itu, ketahui penyebab ngantuk setelah makan agar hal tersebut dapat Anda hindari.
      Rasa kantuk yang muncul sehabis makan dapat disebabkan oleh banyak faktor, antara lain konsumsi makanan atau minuman tertentu dan gaya hidup atau kebiasaan yang sering dilakukan. Untuk mencegah kondisi yang kerap mengganggu keseharian ini, Anda perlu mengetahui penyebabnya terlebih dahulu.
      Beragam Faktor yang Menyebabkan Habis Makan Ngantuk
      Ada beragam faktor yang diketahui dapat memicu rasa kantuk setelah makan, antara lain:
      1. Pengaruh hormon selama proses pencernaan
      Makanan dan minuman yang Anda konsumsi akan dicerna oleh lambung dan usus. Saat proses pencernaan berlangsung, tubuh akan melepaskan hormon tertentu seperti serotonin dan melatonin. Peningkatan kedua hormon tersebut bisa menimbulkan rasa kantuk setelah Anda makan.
      2. Perubahan aliran darah di otak
      Selain faktor hormonal, perubahan aliran darah pada otak yang terjadi setelah makan juga kerap disebut sebagai penyebab munculnya fenomena habis makan ngantuk.
      Setelah makan, aliran darah akan lebih banyak dialihkan ke saluran pencernaan agar tubuh dapat mengolah dan menyerap energi serta nutrisi dari makanan atau minuman yang dikonsumsi.
      Ketika hal tersebut terjadi, aliran darah pada otak akan sedikit berkurang dan menyebabkan Anda sering menguap dan mengantuk guna mencukupi kebutuhan oksigen di otak. Hal ini normal terjadi dan biasanya hanya berlangsung dalam waktu singkat. Meski demikian, teori ini masih perlu diteliti lebih lanjut.
      3. Kurang tidur
      Ketika kurang tidur, tubuh akan terasa lelah dan rasa lapar mudah muncul. Hal ini bisa membuat Anda lebih banyak makan atau ngemil, sehingga rasa kantuk yang dirasakan akan semakin terasa.
      Oleh karena itu, untuk mencegah hal tersebut, cobalah untuk mencukupi waktu tidur setiap malamnya setidaknya 7–9 jam, kurangi atau hentikan kebiasaan begadang, olahraga secara rutin, dan hindari stres.
      4. Kurang olahraga
      Olahraga berpengaruh terhadap kekuatan dan daya tahan tubuh, serta efisiensi kerja sistem kardiovaskular. Jika Anda jarang berolahraga, tubuh akan mudah merasa lelah. Hal ini jugalah yang menjadi salah satu pemicu munculnya rasa kantuk setelah makan.
      Agar lebih bugar, Anda bisa mencoba lebih banyak meluangkan waktu untuk berolahraga, misalnya berjalan di sekitar halaman rumah, naik-turun tangga, atau yoga. Apa pun pilihan olahraganya, lakukan secara rutin dan teratur minimal 15 menit setiap harinya.
      5. Gangguan kesehatan
      Kondisi atau gangguan kesehatan tertentu dapat membuat Anda mudah lelah, termasuk lebih mudah mengantuk setelah beraktivitas dan setelah makan atau bahkan mengantuk sepanjang waktu.
      Beberapa gangguan kesehatan tertentu yang dapat menyebabkan rasa kantuk setelah makan, di antaranya diabetes, anemia, hipotiroidisme, intoleransi makanan, dan gangguan pernapasan saat tidur (sleep apnea).
      Oleh karena itu, segera konsultasikan ke dokter bila Anda sering mengantuk, karena bisa saja menjadi pertanda adanya masalah kesehatan yang perlu diobati.
      Selain beberapa penyebab di atas, ada juga beberapa faktor lain yang dapat menyebabkan Anda sering ngantuk setelah makan, misalnya kebiasaan melewatkan sarapan, kekurangan asupan zat besi, kurang minum air putih, dan sering mengonsumsi makanan cepat saji.
      Makanan dan Minuman yang Memicu Rasa Kantuk
      Meski semua makanan dicerna dengan cara yang sama, namun tidak semua makanan memengaruhi tubuh dengan cara yang sama. Pasalnya, ada beberapa jenis makanan yang justru membuat Anda lebih mudah mengantuk setelah mengonsumsinya.
      Jenis makanan tersebut umumnya mengandung protein tinggi, seperti telur, bayam, tahu, keju, kedelai, dan ikan yang mengandung asam amino triptofan. Asam amino triptofan digunakan oleh tubuh untuk memproduksi serotonin yang berperan besar terhadap rasa kantuk.
      Selain hal-hal yang telah disebutkan di atas, beberapa jenis makanan maupun minuman berikut juga bisa menimbulkan rasa kantuk setelah makan:
      Pisang
      Pisang dianggap bisa membuat kantuk karena kandungan kalium dan magnesiumnya yang dapat melemaskan otot, sehingga tubuh akan terasa lebih rileks dan memicu rasa kantuk.
      Buah ceri
      Buah ceri merupakan sumber alami melatonin yang sangat tinggi sehingga dapat membuat Anda mudah mengantuk. Jika ingin mengonsumsi buah ceri, sebaiknya konsumsi setelah makan malam dan sebisa mungkin hindari mengonsumsinya pada siang hari.
      Minuman berenergi
      Mungkin banyak yang berpikir bahwa minuman berenergi dapat membuat Anda lebih berenergi dan tetap terjaga, padahal kenyataannya sebagian besar minuman berenergi dibuat dari kafein, asam amino esensial, dan kadar gula yang tinggi.
      Pada awalnya, minuman jenis ini mungkin akan meningkatkan energi di tubuh Anda. Akan tetapi, efek tersebut hanya bersifat sesaat dan justru bisa membuat Anda merasa lelah dan mengantuk setelahnya.
      Teh herbal
      Salah satu teh herbal, yaitu chamomile, mengandung zat antioksidan yang disebut apigenin. Di dalam otak, epigenin berfungsi memicu respons otak yang mampu membuat Anda merasa lebih tenang. Hal inilah yang kemudian menyebabkan Anda ngantuk setelah meminumnya.
      Selain chamomile, teh herbal lavender juga bisa menimbulkan rasa kantuk. Hal ini berkat aromanya yang menenangkan.
      Minuman beralkohol
      Banyak orang meminum bir, anggur, atau minuman beralkohol lainnya untuk membantu agar bisa tidur dengan cepat dan pulas. Minuman beralkohol mungkin membantu tubuh merasa lebih rileks dan lebih mudah untuk tidur, namun tidur Anda justru mudah terganggu dan menyebabkan Anda merasa lelah atau tidak segar saat bangun.
      Selain itu, minuman beralkohol juga berdampak buruk bagi kesehatan. Mengonsumsi terlalu banyak alkohol akan meningkatkan risiko gangguan hati, kanker, stroke, masalah jantung, hingga gangguan mental.
      Secara umum, habis makan ngantuk merupakan hal yang normal terjadi. Jika Anda sering mengalaminya, Anda mungkin bisa mengubah pola makan dan menjalani gaya hidup lebih sehat.
    • By rhino
      Suatu ketika pernahkah Anda merasakan rahang terasa kaku dan berbunyi? Situasi ini biasanya menimbulkan rasa tidak nyaman dan membuat aktivitas sehari-hari jadi terganggu, terlebih ketika sedang mengunyah makanan. Salah satu penyebab rahang kaku dan berbunyi ini bisa terjadi akibat gangguan pada sendi rahang.
      Ketika merasakan rahang kaku dan berbunyi, ada baiknya jangan disepelekan. Sehingga Anda bisa mendapatkan penanganan dari dokter dengan segera. Hal ini dikarenakan rahang yang kaku dan berbunyi bisa menjadi pertanda adanya gangguan cukup serius pada rahang Anda. 
      Kondisi ini terjadi pada bagian area depan telinga pada kedua sisi kepala dimana rahang atas dan rahang bawah bertemu. Kondisi ini cukup kompleks dikarenakan sendi kanan dan kiri rahang tidak bergerak secara sinkron ketika berfungsi. Akibatnya pergerakan aktivitas mengunyah jadi terganggu. 
      Untuk menangani rahang yang terasa kaku dan berbunyi, harus diketahui terlebih dahulu penyebabnya. Sehingga bisa mendapatkan perawatan yang tepat. Penyebab dari kondisi ini bisa beragam, mulai dari stress, gangguan pada sendi rahang, tetanus, dan lain sebagainya.
      Penyebab rahang kaku dan berbunyi
      1. Stres dan gangguan cemas
      Salah satu penyebab rahang terasa kaku dan berbunyi adalah kesehatan mental yang tidak stabil. Memiliki tekanan pekerjaan yang tinggi sehingga dapat menimbulkan gangguan cemas dan stres bisa menjadi salah satu pemicu kondisi ini. Hal ini dikarenakan ketika seseorang sedang mengalami stres, mereka secara tidak sadar akan cenderung menggertakan gigi mereka. Namun, jika aktivitas ini terus dilakukan secara terus menerus dalam jangka waktu yang panjang, dapat mengakibatkan otot menjadi tegang dan rahang terasa kaku.
      Selain itu, bagi seseorang yang mengalami gangguan cemas, sering kali mengepalkan bagian tangannya secara berlebihan sehingga membuat otot bagian leher dan kaku menjadi tegang terus-menerus.
      2. Gangguan sendi rahang
      Kemudian, rahang yang kaku dan berbunyi juga dapat diakibatkan oleh gangguan sendi rahang atau yang disebut dengan temporomandibular joint disorder. Hal ini menyebabkan munculnya rasa nyeri dan tidak nyaman di bagian rahang dan otot sekitarnya. 
      Gangguan sendi rahang ini juga memunculkan rasa nyeri di bagian telinga, wajah, hingga leher. Rasa nyeri juga akan muncul terutama ketika sedang mengunyah makanan dan kondisi terparahnya yakni gerakan rahang akan berbunyi sehingga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
      Gangguan sendi rahang ini biasanya diakibatkan oleh cedera, infeksi, hingga kebiasaan untuk menggertakkan gigi.
      3. Tetanus
      Penyakit tetanus disebabkan oleh infeksi bakteri Clostridium tetani. Penyakit ini juga dapat menimbulkan racun sehingga membuat rahang menjadi kaku dan berbunyi, juga menimbulkan rasa nyeri yang berkelanjutan. 
      Rasa nyeri yang dirasakan berdasarkan tingkat keparahan infeksinya. Para penderita tetanus yang cukup parah akan kesulitan untuk menelan makanan bahkan membuka mulut. Untungnya, kini ilmu kesehatan sudah berkembang dan penyakit ini dapat dicegah dengan vaksin. Berikut ini merupakan vaksin tetanus berdasarkan golongan usia:
      Vaksin DTaP untuk anak berusia 2 bulan hingga 6 tahun Vaksin Tdap untuk anak berusia 11-12 tahun Vaksin Td untuk orang dewasa (dilakukan setiap 10 tahun sekali).  Di jaman dahulu, penyakit tetanus ini banyak merenggut nyawa. Maka dari itu, sempatkan diri Anda dan keluarga Anda untuk datang ke dokter dan mendapatkan vaksin di atas. Hal ini berguna agar dapat mencegah terjadinya infeksi bakteri Clostridium tetani yang dapat menyebabkan tetanus.
      4. Bruxism
      Bruxism merupakan kondisi medis yang digunakan untuk menyebut kondisi dimana seseorang memiliki kebiasaan untuk menggesekkan atau menggertakan gigi. Kondisi ini dapat terjadi ketika terbangun maupun tertidur, bahkan dapat terjadi secara tidak disadari. Jika kebiasaan ini terus dilanjutkan dan tidak segera mendapatkan penanganan, dapat membuat rahang terasa kaku, berbunyi, dan terasa nyeri. 
      5. Mengunyah berlebihan
      Ketika sedang mengunyah makanan, sebaiknya jangan melakukannya secara berlebihan karena hal ini dapat memicu rahang menjadi kaku dan berbunyi. Terlebih lagi ketika Anda mengonsumsi makanan bertekstur keras dan sulit dihancurkan oleh gigi. Hal ini biasanya membuat bagian rahang bawah menjadi kaku dan terasa nyeri.
      6. Radang sendi
      Salah satu penyakit pemicu rahang kaku dan berbunyi adalah radang sendi atau rheumatoid arthritis. Penyakit tersebut adalah penyakit autoimun yang menyerang otot dan persendian. Berdasarkan sebuah studi, hampir 80 persen penderita rheumatoid arthritis juga mengidap gangguan sendi rahang. Itu artinya, radang sendi juga bisa menyebabkan rahang kaku.
      Cara mengatasi rahang kaku dan berbunyi
      Setelah mengetahui penyebab rahang kaku dan berbunyi, sebaiknya Anda menghindari hal-hal tersebut. Namun, jika sudah terjadi, sebaiknya Anda mendapatkan penanganan dari dokter. Selain itu, Anda bisa melakukan beberapa hal berikut ini:
      Kompres dingin atau hangat dan ditempelkan pada bagian rahang Lakukan perenggangan untuk kepala dan leher setelah bekerja Temukan coping untuk stress supaya menghindari menggertakan gigi Gunakan obat-obatan pereda nyeri Akupuntur Namun, sebelum melakukan hal-hal di atas ini, hal yang harus digarisbawahi adalah Anda harus mendapatkan saran dan arahan dari dokter terlebih dahulu. Sehingga Anda tidak salah dalam memberikan penanganan terhadap kondisi kesehatan Anda.
    • By PusatInformasi
      Apa di antara teman-teman ada yang memelihara tanaman di dalam rumah?
      Memelihara tanaman di dalam ruangan di rumah ternyata punya banyak manfaat, lo!
      Beberapa di antara manfaat memelihara tanaman di dalam rumah adalah menjaga sistem kekebalan tubuh hingga meningkatkan kemampuan belajar, lo. Apalagi manfaat lainnya, ya?
      Yuk, cari tahu apa saja manfaat memelihara tanaman dalam rumah!
      1. Memperbaiki Kualitas Udara
      Pasti yang satu ini teman-teman sudah tahu, bukan?
      Polutan bisa masuk ke dalam rumah dan sulit keluar, begitu juga bakteri, kuman, hingga virus yang dibawa dari luar rumah.
      Selain rajin membuka jendela ruangan, tanaman di dalam ruangan juga baik untuk meningkatkan kualitas udara.
      Senyawa yang dikeluarkan tanaman membantu melawan polutan di udara, sehingga udara lebih aman dan sehat untuk kita bernapas.
      2. Baik untuk Kesehatan Mental
      Ternyata, tanaman  di dalam rumah bisa membantu menjaga kesehatan mental.
      Menurut peneliti dari Inggris, orang-orang yang tinggal di sekitar alam merasa lebih bahagia dibandingkan yang tidak.
      Nah, meskipun teman-teman tinggal di tempat yang tidak banyak tanaman di luar ruangan, melihat tanaman hijau di dalam rumah juga bisa membantu.
      Kemudian, memelihara tanaman di dalam rumah bisa membuat penghuni rumah merasakan suasana alam di luar rumah.
      Tanaman yang diam cenderung membuat penghuni rumah tenang dan tidak terburu-buru.
      Tanaman juga melepaskan oksigen dan mengambil karbon dioksida, sehingga udara dalam rumah jadi lebih baik bagi kita.
      Adanya lebih banyak oksigen artinya membuat tubuh bekerja lebih baik, termasuk otak. Otak melepaskan jenis-jenis hormon yang tepat sehingga membantu menjaga kesehatan mental.
      Tumbuhan berbunga yang beraroma wangi juga bisa membantu menjaga kesehatan mental. Karena aroma bunga bisa membuat kita lebih rileks dan merasa senang.
      3. Meningkatkan Kekebalan Tubuh
      Sistem imun kita juga bisa meningkat dengan memelihara tanaman di dalam rumah.
      Ini berhubungan dengan kesehatan mental, teman-teman. Jika kita lebih rileks dan memiliki kualitas tidur yang baik, ini akan bermanfaat pada sistem imun.
      Kemudian, tanaman juga mengeluarkan beberapa senyawa ke udara, termasuk senyawa phytoncide.
      Senyawa yang keluar dari  tanaman itu bisa membantu mengurangi stress. Ketika seseorang berkurang perasaan stresnya, maka inni bisa membantu meningkatkan sistem imun tubuhnya.
      Di rumah sakit, teman-teman mungkin pernah melihat banyak tumbuhan di luar ruangan dan ada tanaman dalam ruangan pasien di sisi tempat tidurnya. Ini membantu mempercepat proses penyembuhan pasien.
      4. Meningkatkan Kemampuan Belajar
      Tanaman juga membantu meningkatkan kemampuan belajar, karena adanya tanaman di rumah juga bisa meningkatkan fokus dan pikiran yang jernih.
      Sehingga, kita jadi lebih mudah fokus saat mengerjakan tugas, teman-teman.
      Manfaat lebih mudah mempelajari sesuatu ini baik untuk anak-anak, juga orang dewasa.
      Tanaman membuat kita lebih tenang, sehingga tidak merasa khawatir. Ini meningkatkan fokus dan kemampuan untuk mempelajari sesuatu.
      Menurut beberapa penelitian, perhatian seseorang meningkat 70 persen karena adanya tanaman dalam ruangan. Semakin meningkatnya perhatian seseorang, ia akan semakin mudah mengingat pelajaran.
    • By Males
      Kalium atau potasium merupakan salah satu jenis mineral yang dibutuhkan oleh tubuh. Ada beragam manfaat kalium bagi kesehatan tubuh. Salah satunya adalah melindungi tubuh dari berbagai penyakit. Asupan kalium bisa diperoleh dengan mengonsumsi beberapa jenis sayuran dan buah-buahan.
      Manfaat kalium selalu dikaitkan dengan perannya sebagai salah satu jenis elektrolit di dalam tubuh. Elektrolit berperan penting dalam mengatur cairan tubuh, menghantar sinyal listrik pada saraf, dan mengatur kontraksi otot.
      Oleh karena itu, kecukupan elektrolit (yang salah satunya adalah kalium) sangat penting karena dapat memengaruhi fungsi organ dan kinerja tubuh.
      Manfaat Kalium bagi Kesehatan Tubuh
      Tidak hanya itu, kalium juga memiliki beberapa manfaat penting bagi kesehatan, di antaranya:
      1. Menurunkan tekanan darah
      Kalium membantu meredakan ketegangan di dinding pembuluh darah, sehingga mampu menurunkan tekanan darah. Selain itu, makanan yang mengandung kalium dapat membantu mengurangi kadar garam berlebih dalam tubuh dengan cara mengeluarkannya melalui urine.
      2. Menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah
      Asupan kalium yang cukup dapat mencegah penyakit pada pembuluh darah, seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan stroke. Kalium juga mampu mencegah aterosklerosis atau penyempitan pembuluh darah arteri.
      Selain itu, manfaat kalium dalam menjaga kesehatan saraf dan kekuatan otot juga akan memelihara kemampuan jantung dalam memompa darah dengan cukup. Beberapa studi bahkan menyebutkan bahwa kalium juga bermanfaat untuk mengurangi risiko munculnya gangguan irama jantung (aritmia).
      3. Memelihara fungsi saraf
      Sistem saraf menghubungkan otak dan tubuh. Otak mengirim pesan ke organ dan bagian tubuh tertentu melalui rangsangan atau impuls listrik. Karena kinerja saraf inilah, tubuh mampu mengatur kontraksi otot dan detak jantung, serta menerima rangsangan dan merasakan nyeri (fungsi sensorik).
      Jika kadar kalium dalam darah berkurang, hal ini dapat memengaruhi kemampuan otak dalam menghasilkan impuls saraf.
      Beberapa studi menunjukkan bahwa kekurangan kalium dalam jangka panjang dapat menimbulkan gangguan saraf dan otak, seperti sering kesemutan, mudah lupa atau pikun, serta kelemahan otot.
      4. Mencegah batu ginjal
      Kalium mampu mengikat kalsium dalam urine, sehingga mencegah terbentuknya endapan mineral kalsium yang dapat menjadi batu ginjal. Menurut sebuah studi, orang yang asupan kalium hariannya tercukupi memiliki risiko terkena batu ginjal lebih rendah dibandingkan orang yang kekurangan kalium.
      5. Menjaga kepadatan tulang
      Kalium berperan untuk menjaga kalsium agar tidak terbuang melalui urine. Selain itu, kalium juga dapat meningkatkan penyerapan kalsium pada tulang, sehingga tulang tidak kehilangan kepadatannya (osteoporosis) dan tidak mudah patah.
      6. Mencegah kram otot
      Kram otot adalah kondisi saat otot berkontraksi secara tiba-tiba dan tidak terkendali. Kondisi ini bisa terjadi akibat tubuh kekurangan kalium. Di dalam sel otot, kalium membantu menyampaikan sinyal dari otak yang merangsang kontraksi otot, sekaligus membantu mengakhiri kontraksi tersebut.
      Ketika kadar kalium dalam darah rendah, otak tidak dapat menyampaikan sinyal secara efektif, sehingga otot terus berkontraksi dan menimbulkan kram.
      Jenis Makanan Mengandung Kalium
      Orang dewasa membutuhkan kalium sebanyak 4.500-4.700 mg kalium per hari. Namun, tubuh tidak mampu memproduksi kalium sendiri, sehingga asupan kalium harus diperoleh dari makanan.
      Beberapa jenis makanan yang mengandung banyak kalium adalah:
      Sayuran, seperti kentang, ubi, brokoli, bayam, dan jamur. Buah, termasuk pisang, apel, tomat, melon, jeruk, dan labu. Kacang-kacangan, seperti kacang merah, kacang polong, almond, dan kedelai. Susu dan olahannya, seperti yoghurt dan keju. Daging. Ikan. Nasi merah. Teh. Selain melalui makanan, kalium juga bisa diperoleh dari suplemen. Akan tetapi, konsumsi suplemen kalium harus berdasarkan anjuran dokter untuk menghindari kelebihan kalium (hiperkalemia) yang juga berbahaya.
      Selain itu, jika Anda menderita penyakit tertentu, seperti gangguan ginjal, diabetes, atau gangguan irama jantung, sebaiknya jangan mengonsumsi makanan yang tinggi kalium dan suplemen kalium terlalu banyak.
      Konsultasikanlah dengan dokter terkait seberapa banyak asupan kalium yang dianjurkan sesuai kondisi Anda dan apakah Anda perlu mengonsumsi suplemen kalium untuk memenuhi kebutuhan kalium tersebut.
    • By peter_hutomo
      Apakah selama ini Anda tidak terlalu memikirkan usus Anda?
      Untuk diketahui, usus menjadi tempat hidup koloni bakteri dari berbagai jenis. Sebagian bakteri merupakan bakteri baik, sedangkan sebagian lain merupakan bakteri jahat.
      Setiap hari terjadi pertempuran antara bakteri baik dan jahat di dalam perut.
      Dalam banyak kesempatan, sayangnya, bakteri jahat memenangkan pertempuran sehingga sistem kekebalan tubuh dan kesehatan secara umum bisa terganggu.
      Bila mikrobioma usus tidak seimbang, banyak gangguan kesehatan dan ketidaknyamanan yang bisa terjadi.
      Tubuh mungkin terasa kehabisan energi, kulit kusam, sering mengalami pilek dan flu, susah konsentrasi, metabolisme terganggu dan sejumlah kondisi lainnya.
      Sebagian ilmuwan bahkan mengatakan usus yang tidak sehat akhirnya dapat menyebabkan penyakit jantung, obesitas, asma dan bahkan kanker.
      Kabar baiknya, terdapat banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengembalikan keseimbangan microbioma.
      Tentu saja, mengonsumsi makanan bersih yang sarat dengan buah segar, sayuran, lemak sehat dan protein adalah cara memulai yang tepat.
      Mengelola stres, cukup tidur dan menjalani gaya hidup aktif adalah cara lain untuk menjaga tubuh tetap sehat.
      Namun bahkan ketika kita melakukan semua hal dengan benar, tubuh masih memerlukan bantuan untuk memulihkan keseimbangan.
      Di sinilah probiotik memiliki peran. Probiotik adalah bakteri hidup dan ragi yang dapat membantu memulihkan koloni bakteri baik di sistem pencernaan.
      Apa itu Probiotik?
      Probiotik adalah bakteri hidup dan ragi yang baik untuk kesehatan, terutama sistem pencernaan.
      Bakteri biasanya dianggap sebagai kuman yang menyebabkan penyakit. Tapi tidak semua bakteri menyebabkan penyakit. Tubuh pada dasarnya dipenuhi bakteri baik dan jahat.
      Probiotik sering disebut sebagai bakteri “baik” atau “bermanfaat” karena membantu menjaga kesehatan usus.
      Anda bisa menemukan probiotik dalam suplemen dan beberapa makanan, seperti yogurt. Dokter sering menyarankan mengkonsumsi probiotik untuk membantu masalah pencernaan.
      Cara Kerja Probiotik
      Terdapat beberapa cara probiotik dapat membuat Anda tetap sehat.
      Bila tubuh kehilangan bakteri “baik”, misalnya setelah minum antibiotik, asupan probiotik dapat membantu menggantikannya.
      Asupan probiotik juga membantu menyeimbangkan bakteri “baik” dan “buruk” untuk menjaga agar tubuh tetap bekerja sebagaimana mestinya.
      Probiotik membantu pula menjaga kesehatan usus sehingga sistem kekebalan tubuh dapat melawan patogen dan menjaga tubuh agar tetap sehat.
      Manfaat Probiotik
      Probiotik membantu transportasi makanan melalui usus dengan mempengaruhi saraf yang mengendalikan gerakan usus.
      Beberapa masalah kesehatan yang bisa dirawat menggunakan probiotik antara lain:
      Irritable bowel syndrome Inflammatory bowel disease (IBD) Diare karena infeksi (disebabkan oleh virus, bakteri, atau parasit) Diare terkait penggunaan antibiotik Terdapat juga beberapa penelitian yang menunjukkan probiotik berguna untuk masalah kesehatan lain seperti:
      Masalah kulit, seperti eksim Kesehatan kemih dan vagina Mencegah alergi dan pilek Masalah kesehatan mulut Tanda Tubuh Memerlukan Lebih Banyak Probiotik
      Berikut adalah beberapa kondisi dimana tubuh kemungkinan besar memerlukan asupan probiotik.
      1. Minum atau telah minum antibiotik dalam lima tahun terakhir
      Antibiotik dapat membantu tubuh menyembuhkan diri saat menderita infeksi.
      Tapi tahukah Anda selain membunuh kuman, antibiotik juga menghancurkan semua bakteri baik di usus?
      Konsumsi antibiotik dalam jangka panjang membuat sistem pencernaan menderita dan kekurangan bakteri baik.
      Obat lain yang juga merampok bakteri baik dari usus termasuk pil KB, obat penghilang rasa sakit, dan obat antiinflamasi.
      2. Mengalami keracunan makanan
      Saat mengalami keracunan makanan, derita yang terjadi akan sulit dilupakan, selain juga meninggalkan dampak pada usus.
      Keracunan makanan menghancurkan bakteri sehat sementara bakteri jahat semakin berkembang biak.
      Jika Anda tidak mengisi kembali usus dengan bakteri baik setelah keracunan makanan, kemungkinan kesehatan akan terganggu.
      3. Mengalami gangguan sistem pencernaan
      Usus yang sering terganggu yang ditandai sakit perut, konstipasi, diare atau intoleransi makanan merupakan tanda-tanda yang tidak boleh dibiarkan.
      Gejala tersebut bisa menjadi pertanda tubuh tidak memiliki cukup bakteri sehat di perut sehingga memerlukan probiotik.
      4. Mengalami masalah kulit
      Kulit kering kronis, eksim, atau bahkan kulit kusam dan tidak bercahaya bisa jadi pertanda Anda tidak memiliki cukup bakteri sehat di perut.
      5. Sering sakit
      Apakah Anda merasa setelah sembuh dari flu hanya akan mengalami flu lagi pada minggu berikutnya?
      Hal ini merupakan indikasi sistem kekebalan tubuh terganggu dan usus berada dalam kondisi tidak sehat.
      6. Tubuh mengalami masalah jamur
      Setiap jenis masalah dengan jamur adalah pertanda tubuh tidak memiliki cukup bakteri baik di jalur pencernaan.
      7. Mengalami depresi
      Sembilan puluh lima persen serotonin (hormon bahagia) diproduksi di perut. Jika usus tidak bahagia dan penuh bakteri jahat, tubuh tidak akan memiliki cukup serotonin.
      Setelah kondisi usus kembali normal, mood akan membaik dan pandangan hidup jadi lebih positif.
      Cara Mendapatkan Lebih Banyak Probiotik
      Sumber makanan probiotik teratas meliputi:
      Keju tidak dipasteurisasi Mentega susu Minyak ikan cod fermentasi Kefir Kombucha Miso Kimchi Sauerkraut Acar Tempe Cuka sari apel (apple cider vinegar) Yogurt Tips Memilih Suplemen Probiotik Terbaik
      Tidak semua orang suka dan bisa menjangkau berbagai makanan yang disebutkan dalam daftar di atas.
      Jika hal ini yang terjadi, Anda harus mempertimbangkan untuk mengkonsumsi suplemen probiotik.
      Saat hendak berbelanja suplemen probiotik berkualitas, Anda harus sangat berhati-hati.
      Banyak probiotik hanya mengandung filler (pengisi) dan bakteri mati yang sama sekali tidak bermanfaat untuk usus.
      Suplemen probiotik terbaik adalah yang mencakup jumlah strain bakteri paling beragam.
      Berbagai jenis bakteri probiotik memiliki fungsi yang berbeda dan terkonsentrasi di berbagai lokasi di saluran pencernaan.
      Suplemen probiotik yang mengandung banyak strain bakteri umumnya lebih efektif daripada yang mengandung sedikit strain.
×
×
  • Create New...