Jump to content
  • Popular Contributors

    Nobody has received reputation this week.

  • Our picks

    • Wanita Ini Baru Tau Pekerjaan Suaminya Setelah Suaminya Meninggal
      Seorang wanita menemukan fakta mengejutkan tentang suaminya yang telah dinikahinya selama 64 tahun.

      Kenyataan mengejutkan tersebut bahkan baru diketahuinya setelah sang suami yang bernama Glyn meninggal dunia.
      • 0 replies
    • Kamu Harus Tau Tentang Amnesia
      Apa itu Amnesia?

      Amnesia atau dikenal juga sebagai sindrom amnesik, adalah kondisi yang menyebabkan kehilangan memori. Hal ini meliputi kehilangan informasi, fakta-fakta, dan pengalaman personal. Ada banyak kondisi kesehatan yang dapat menyebabkan amnesia, seperti dementia, stroke, atau cedera kepala.
      • 0 replies
Sign in to follow this  
davidbo

Perempuan Texas Tuntut Rp933 Juta Cuma Gara Gara Laporan Pelecehannya Diabaikan

Recommended Posts

Felipe Santiago Peralez - ngobas.jpeg

Seorang perempuan di Texas melayangkan gugatan melalui pengadilan setelah diabaikan karena melaporkan pelecehan seksual yang dialaminya. Ia bahkan menuntut lebih dari USD70 ribu atau Rp933 juta atas kerugian yang dideritanya.

Kisah bermula saat perempuan tersebut dipenjara pada Mei 2014. Seorang sipir bernama Felipe Santiago Peralez tiba-tiba masuk ke selnya dan melakukan pelecehan seksual.

“Peralez (yang sekarang mantan polisi) memasukkan tangannya ke daerah intim penggugat malam itu (29 Mei 2014). Membuat dia menangis karena kesakitan dan takut,” demikian salah satu isi laporan penggugat.

Merasa dilecehkan, korban lantas melaporkan hal tersebut kepada penjaga penjara lain. Kepala polisi itu melihat video pemerkosaan yang dimaksud. Namun tanggapannya ternyata hanya biasa saja. Alih-alih memproses laporan itu, dia hanya menawari si pelapor sepotong taco, camilan khas Meksiko.

Ia kemudian dipindahkan ke penjara lain. Dia melaporkan kembali kasus pelecehan seksual yang dialaminya, tetapi sekali lagi petugas di penjara baru itu menyuruh dia melupakan insiden tersebut dan melanjutkan saja hidupnya.

Akibat kejadian tersebut, perempuan Texas itu mengadukan beberapa polisi Kota La Joya di Hidalgo County. Peralez dan sejumlah petugas lain digugat karena dianggap telah mengabaikan pemeriksaan medis terhadapnya.

Peralez sendiri sudah diberhentikan dari jabatannya dan disidangkan sejak Agustus 2015. Ada tiga tuduhan yang didakwakan kepadanya, termasuk kekerasan terhadap hak warga sipil dan penganiayaan. Ia divonis penjara 180 hari di penjara Texas dan 30 hari di penjara Hidalgo.

Kasus ini memang sudah terjadi dua tahun lalu, baru pada Desember 2014 mendapat perhatian seorang Texas Ranger Bobby Garcia dan masih diproses hingga kini.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Join the conversation

You can post now and register later. If you have an account, sign in now to post with your account.

Guest
Reply to this topic...

×   Pasted as rich text.   Restore formatting

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

Loading...
Sign in to follow this  

  • Similar Content

    • By Rendgandik
      Begini rasionalisasi hukum untuk memfasilitasi tuntutan pembatalan UU dan RUU bermasalah saat ini.
      Aksi turun ke jalan yang digelar di berbagai kota, berisi tuntutan yang tidak jauh berbeda. Dalam aksi #GejayanMemanggil di Yogyakarta misalnya. Tuntutan mereka yang tertuang dalam rilisnya di antaranya:
      Mendesak adanya penundaan untuk melakukan pembahasan ulang terhadap pasal-pasal yang bermasalah dalam RKUHP. Mendesak Pemerintah dan DPR untuk merevisi UU KPK yang baru saja disahkan dan menola segala bentuk pelemahan terhadap upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. Menuntut Negara untuk mengusut dan mengadili elit-elit yang bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan di beberapa wilayah di Indonesia. Menolak pasal-pasal bermasalah dalam RUU Ketenagakerjaan yang tidak berpihak pada pekerja. Menolak pasal-pasal problematis dalam RUU Pertanahan yang merupakan bentuk penghianatan terhadap semangat reforma agraria. Mendesak pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual. Mendorong proses demokratisasi di Indonesia dan menghentikan penangkapan aktivis di berbagai sektor. Benang merah dari berbagai tuntutan tersebut adalah masalah perundang-undangan yang tiba-tiba digarap dengan semangat oleh DPR. Salah satunya UU KPK, yang hanya dibahas selama 12 hari dan kini sudah disahkan. Pengesahan UU KPK ini telah membuat banyak masyarakat kecewa dan patah hati. Dan semakin merasa sedih ketika banyak aturan perundang-undangan lain yang isinya kurang masuk akal, juga sedang dibahas revisinya dan rencananya akan disahkan menjadi UU dengan segera.
      Oleh karena itu, para peserta aksi meminta supaya UU KPK yang baru disahkan tersebut dibatalkan. Selain itu, RUU yang sedang dalam bahasan tersebut juga dibatalkan. Bukan sekadar ditunda seperti pernyataan Jokowi mengenai RKUHP. Yang kemudian menjadi pertanyaan: Bagaimana realisasi tuntutan masyarakat tersebut supaya betul-betul terkabulkan?
      Hasil tanya-tanya kami pada peneliti PUKAT (Pusat Kajian Anti Korupsi) Fakultas Hukum UGM, Yuris Rezha, mengungkapkan, mengenai pembatalan UU KPK, ada dua cara yang masih dapat diusahakan. Pertama, meminta presiden untuk menerbitkan Perppu (Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang). Perppu yang dikeluarkan oleh presiden ini, bisa digunakan untuk membatalkan UU KPK. Meski kalau dipikir-pikir akan sulit juga.
      Pasalnya, meskipun yang menginisiasi RUU ini adalah DPR, sebetulnya, presiden punya kewenangan untuk tidak mengeluarkan Surpres (Surat Presiden) saat diminta membahas bareng sama DPR. Akan tetapi, justru presiden mengeluarkan surat tersebut yang artinya, presiden setuju-setuju aja untuk dibahas bareng.
      Padahal, Perppu ini bisa diterbitkan oleh presiden ketika ada kegentingan yang memaksa. Melihat gelombang penolakan dan kritikan dari masyarakat yang mengaggap aturannya dibahas dengan terburu-buru, sebetulnya Perppu ini bisa saja dikeluarkan. Apalagi, dengan beberapa aturan yang masih dipertanyakan. Misalnya, salah satu pimpinan KPK terpilih, usianya belum 50 tahun. Sementara dalam aturan UU KPK yang baru, pimpinan KPK harus berusia minimal 50 tahun. Tentu saja, ini butuh Perppu dari presiden untuk mengakomodasinya aturannya.
      Kedua, kalau memang tidak bisa berharap pada presiden, maka cara terakhir adalah dengan mengajukan judicial review ke MK (Mahkamah Konstitusi). Apalagi UU KPK in masih cacat formil dan materiil. Cacat formil ini adalah, revisi UU KPK tidak masuk dalam prolegnas. Sementara, UU yang tidak masuk dalam prolegnas dan tiba-tiba dibahas, harus punya alasan yang jelas. Akan tetapi, sejauh ini tidak pernah ada alasan jelas dan masuk akal yang disampaikan oleh DPR dan presiden.
      Sedangkan cacat materiil adalah, adanya pasal-pasal yang tidak sesuai. Misalnya, perubahan UU KPK bilang kalau KPK itu sifatnya independen. Akan tetapi, dalam perubahan itu sendiri, ada pengawas yang masuk ke dalam tatanan organisasi KPK dan itu jelas tidak bersifat independen karena dipilih langsung oleh presiden. Selain itu, yang semakin tidak masuk akal, KPK dimasukkan di bawah eksekutif. Hal ini justru memperjelas ketidak-independen-an KPK itu sendiri.
      Sebetulnya, soal RUU KPK ini, tidak perlu sampai diterbitkan Perppu ataupun harus diuji materi di MK sih kalau memang pengin dibatalkan. Kalau saja, sejak awal presiden menolak pengesahan RUU KPK tersebut dengan setidaknya tidak mengeluarkan surpres. Tapi kan… anu. Jadi apa masih bisa berharap ujug-ujug presiden mengeluarkan Perppu-nya? Hehehe.
      Sementara itu, ada pula beberapa RUU yang juga minta dibatalkan. Seperti, RKUHP, RUU Pertanahan, RUU Permasyarakatan, ataupun RUU Ketenagakerjaan. Lantas, bagaimana sih, cara paling rasional supaya RUU tersebut dapat dibatalkan seperti keinginan masyarakat?
      Pasalnya, setelah Jokowi beberapa waktu lalu bilang kalau RKUHP ditunda, Fahri Hamzah bilang, “Sudah terlambat, pengesahan sudah terjadwal.” Memangnya, apa betul sudah se-ter-lam-bat itu? Hmmm, ternyata masih ada jalan yang bisa ditempuh, Teman-teman.
      Sesuai dengan Undang-Undang tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan Nomor 12 Tahun 2011, prinsipnya setiap undang-undang, DPR dan Presiden harus membahasnya secara bersama-sama. Jadi, untuk membatalkan RUU, kalau RUU tersebut inisiatif dari DPR maka cara membatalkannya mudah: Cukup dengan presiden tidak mau membahasnya. Begitu pula sebaliknya, kalau yang menginisiasi presiden, maka DPR punya wewenang untuk menolak membahas.
      Jadi, kalau Fahri Hamzah bilang, “sudah terlambat,” penolakan yang bisa dilakukan presiden adalah dengan tidak datang atau tidak mengirimkan wakil eksekutifnya dalam sidang tersebut. Maka, sesuai prinsip awal, pembahasan RUU tersebut tidak dapat dilaksanakan tanpa kehadiran presiden atau wakil eksekutifnya.
      Selain itu, RUU yang diinisasi sendiri baik oleh presiden atau DPR dan ingin dibatalkan, justru lebih mudah untuk dibatalkan. Yakni, presiden atau DPR tinggal mencabutnya dari prolegnas. Akan tetapi, kalau pahit-pahitnya UU tersebut sudah disahkan. Maka upaya terakhir yang bisa dilakukan adalah dengan mendorong presiden untuk menerbitkan Perppu dan melakukan uji materi di MK.
      Jadi bagaimana? Masih logis, kan kalau kita terus mendesak mereka-mereka supaya dapat berpikir dan menggunakan hati nurani dalam memutuskan sesuatu? Lagi-lagi, ini belum mentok. Masih ada cara, karena mereka sebetulnya masih punya sela.
      Namun yang perlu kita ingat baik-baik, kalaupun siang ini semua RUU tersebut ditunda. Bukan berarti kita bisa bernafas lega. Pasalnya, dalam UU P3 (Pembentukan Peraturan Perundang-undangan) yang baru saja disahkan, di dalamnya memuat ketentuan soal carry over. Carry over ini intinya bahwa pembahasan RUU yang belum selesai pada periode ini, kalau pengin dilanjutkan di periode berikutnya bisa langsung dilanjutkan gitu aja. Hal ini berbeda dengan UU P3 dulu yang harus dimulai dari awal (dimulai dengan memasukkan dalam prolegnas).
      Jadi, ketika UU P3 ini disahkan dan memuat ketentuan carry over, meskipun sekarang wacananya RUU-RUU tersebut ditunda, begitu masuk ke periode yang baru, RUU tersebut berpontensi ujug-ujug langsung disahkan begitu saja. Tanpa ada pembahasan apa pun lagi.
      Jadi, mari kita bersama-sama jaga semangat perjuangan, Teman-teman. Jangan sampai terlalu bereuforia dengan penundaan RUU-RUU ini.
    • By patricia
      Cewek itu identik dengan, apa-apa pakai perasaan. Nggak sengaja melakukan kesalahan, nangis sendiri. Pacar nggak ngasih kabar sehari, baper. Bahkan melihat abang ojek yang kehujanan saja iba dan ingin menawarkan payung. Nggak ada salahnya sih merespons sesuatu dengan perasaan. Asalkan nggak berlebihan dan buat diri sendiri kesusahan.
      Karena apa-apa yang pakai perasaan ini pun yang sering bikin cewek terlihat konyol dan ngeselin di waktu yang bersamaan. Apalagi saat dia lagi khawatir akan suatu hal. Entah karena menyangkut masa depan atau sesederhana pesannya yang belum kamu balas seharian. Kayak hal-hal di bawah ini nih. Hal-hal yang sebenarnya sepele dan bisa diselesaikan dengan santai, tapi kalau sudah dialami cewek, pasti jadinya sedikit lebay.
      1. Kalau pas khawatir gini, cewek biasanya ngirim pesan membabi buta dalam sekali waktu. Inbox-mu langsung penuh karena ulah cewekmu
       
      Kalau dipukul rata, cewek itu selalu khawatir saat pesannya belum juga berbalas dalam hitungan jam saja. Segala pikiran positif sampai negatif, bercokol di kepala. Seperti saat kamu tak sengaja ketiduran. Cewekmu yang bertanya tentang rencana nanti malam ini langsung memborbardir dengan chat atau pesan. Bangun-bangun, kamu kaget melihat ada puluhan pesan masuk yang asalnya dari cewekmu semua.
      2. Update status di sosial media secara berlebihan. Padahal aslinya nggak ada yang perlu dikhawatirkan
      Saat ini, media sosial memang menjadi satu hal yang berpengaruh dalam kehidupan millenials. Contohnya saat cewekmu mulai khawatir berlebihan tentang omongan orang, ujung-ujungnya dia akan menumpahkan segala isi hati di media sosial. Mulai dari update status yang galau-galau sampai mengunggah kutipan yang bernada nggak terima. Padahal omongan orang yang dia dengarkan itu belum tentu benar. Tapi yang namanya cewek, pasti keburu dibawa perasaan.
      3. Kadang pas khawatir, cewek suka gigitin bibir bawahnya. Mimik mukanya yang cemas campur gemas ini yang membuatmu ingin tertawa tapi nggak tega
      Ketika menunggu pengumuman beasiswa masternya, cewekmu khawatir luar biasa. Harap-harap cemas akan kelangsungan hidupnya dua tahun ke depan ini memang wajar. Saking khawatirnya, dia sampai nggak sadar gigitin bibir bawahnya ketika beberapa menit sebelum pengumuman keluar. Wajahnya yang cemas campur gemas ini buatmu ingin tertawa dan ngunyel-nguyel pipinya tapi nggak tega.
      4. Konsentrasinya jadi berantakan. Kamu ngajak ngomong apa, dia jawabnya apa. Duh, Yang~
      Saat lagi khawatir, porsi konsentrasi cewekmu ini menurun drastis. Bisa dilihat dari caranya menanggapi semua omonganmu. Bahkan dia sampai nggak fokus menjawab hal-hal yang kamu tanyakan. Seperti saat kamu tanya mau dianter jam berapa, dia malah menjawab pakai sambel dua sendok saja. Geregetan sih iya, tapi kalau kamu marah, jelas nggak tega.
      5. Bahkan dia sampai lupa makan dan minum saking khawatirnya. Tapi saat diingetkan makan dulu, eh dia nyolot dan nggak sengaja bentak kamu
      Selain hilang konsentrasi, emosinya juga mudah tersulut saat khawatir. Pernah suatu kali kamu coba mengingatkan cewekmu untuk makan dan minum dulu sambil menunggu pengumuman. Tapi resposnya malah kamu yang disewotin karena dikira nggak pengertian. Lah, mengingatkan untuk makan bukannya bentuk perhatian ya? Kamu serba salah deh jadinya.
      6. Kalau khawatirnya sudah parah, sampai nangis sesenggukan. Awalnya lucu mirip anak kecil, tapi lama-lama kamu pun merasa bersalah
      Kalau cewekmu termasuk yang sensitif, melankolis dan gampang nangis, pasti pernah mengalami hal lucu sekaligus ngeselin ini. Saking khawatirnya, cewekmu malah nangis sendiri. Saat ditanya alasannya, dia menjawab takut nanti yang dikhawatirkan hasilnya nggak sesuai harapan. Saat momen ini terjadi, kamu nggak bisa melakukan banyak hal selain bantu menenangkan dan meredakan tangisnya. Sebab kalau kamu marahin, tangisnya akan makin menjadi.
      Menghadapi cewek yang khawatir seperti ini memang tricky. Nggak bisa kalau hanya didiemin. Apalagi kalau sampai dimarahin dan bilang mirip anak kecil. Jalan satu-satunya biar kamu nggak ikutan depresi ya cukup nikmatin momen-momen seperti ini. Toh nggak setiap hari dia khawatir dan melakukan hal-hal lucu bin ngeselin kayak gini. Anggap saja sebagai latihan pas nanti beneran jadi suami.
    • By Jesica_pendong
      Kata orang cowok berpikir menggunakan logika sedangkan cewek lebih mementingkan perasaan. Hal itu ada benarnya juga lho! Nah, dari sekian banyak hal yang dilakukan selama pacaran, ini dia hal-hal yang biasanya membuat cewek "gemes" tapi nggak berani bilang. Intip Yuk!
      1. Curhat ke Lawan Jenis
      Mungkin menurut kalian para cowok, curhat ke lawan jenis itu udah biasa. Tapi bagi cewek, itu merupakan sesuatu yang mengancam hubungan kalian. Kenapa? karena cewek pasti berpikir "Kita dulu juga temen" dan apalagi biasanya kalian curhat tentang keburukan cewek kalian. Emang kalian mau kalau cewek kalian juga mengumbar keburukan kalian di depan teman lawan jenisnya? nggak kan?
      "Selingkuh itu diawali dengan curhat ke lawan jenis"
      2. Main Game Sampai Lupa Waktu
      Yang ini untuk para cowok gamers, coba deh membagi waktu antara game dengan pasangan kalian. Kami cewek mengerti kalau kalian melakukan ini untuk refreshing, tapi setelah beraktivitas penuh seharian, sebenarnya kami hanya ingin berbagi kisah kami di hari itu. Cuma apa yang bisa kami lakukan kalau baru mau ngomong tapi kalian terlalu asyik main game?
      3. Mengkritik Masakan Pasangan
      Kami para cewek mengakui kalau dalam beberapa hal kalian para cowok "terlalu" jujur. Apalagi kalau sedang mencicipi makanan kami, pasti kalian langsung nyeplos aja kalau makanan kami lagi enggak kurang enak. Kalian tahu nggak sih kami belajar masak mati-matian untuk kalian, jadi seenggaknya kalian mengkritiki kami dengan kata-kata yang lebih halus. Misalnya :
      Kami senang lho kalau kalian memberi masukan. Walaupun artinya kalian mendingan nggak usah masak lagi karena makanannya nggak layak makan.
      4. Lupa Tanggal Jadian
      Para cewek biasanya nggak menuntut kalian untuk mengucapkan monthsary, tapi menurut kebanyakan cewek mempertahankan suatu hubungan sampai 1 tahun itu butuh banyak perjuangan dan pengorbanan lho, jadi menurut kami sah-sah aja kalau anniversary itu dirayakan. Nggak usah muluk-muluk cukup mengucapkan "Happy Anniversary sayang" aja sudah bisa membuat hari kami jadi indah lho karena kami jadi tahu kalau kalian care terhadap hal-hal kecil dalam hubungan kalian.
      5. Keluar Rumah Malam-Malam
      Sebenarnya hal ini bukan membuat kami gemas, tapi khawatir. Mungkin kalian berpikirnya biasa-biasa saja, tapi kami para cewek khawatir, takut terjadi apa-apa dengan kalian dijalan. Apalagi untuk pasangan LDR, bukankan menjadi resah bila ada bahaya yang bisa datang kapan saja di jalanan?
      Nah, itu dia 5 hal yang biasa di mata cowok tapi sebenarnya bikin resah cewek. Ingat ya guys, bukan kami tidak menuntut kalian untuk memanjakan kami, tapi tolong jangan lakukan hal-hal yang membuat kami khawatir karena sejatinya kami tak ingin mengekang, tapi terlalu takut kehilangan
    • By CTO_Ngobas
      Hasil sidang memutuskan Dr. Sunarto, S.H., M.H., resmi terpilih menjadi Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Non-Yudisial. Dr. Sunarto, S.H., M.H., meraih 24 (dua puluh empat) suara unggul 3 (tiga) suara dari pesaingnya Hakim Agung Dr. H. Andi Samsan Nganro, S.H., M.H., yang meraih 21 (dua puluh satu) suara, sementara satu suara dinyatakan tidak sah. Satu suara yang tidak sah tersebut berisi nama Hakim Agung Dr. Artidjo Alkostar, S.H., LLM., yang bukan merupakan calon dengan perolehan suara terbanyak dalam voting putaran pertama. Pemilihan ini dilakukan setelah Wakil Ketua MA Bidang Non-Yudisial sebelumnya, Suwardi, S.H., M.H., memasuki masa pensiun pada 1 Juni 2017 lalu. 1 Hari sebelum digelar pemilihan Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Non-Yudisial, Mahkamah Agung melakukan konferensi pers. Adapun pemilihan ini baru digelar sekarang karena adanya isu revisi RUU Jabatan Hakim mengenai Jumlah Wakil Ketua Bidang Non-yudisial. "Mengapa tidak langsung diisi karena ada informasi akan ada revisi UU yang ada perbaikan-perbaikan, antara lain nanti menurut UU yang baru adalah Wakil Ketua ini ada 2, tetapi sampai hari ini tentang ini tidak ada perubahan", ujar Kabiro Hukum dan Humas MA RI, Dr. Abdullah, S.H., M.S., dalam Konferensi Pers yang dihelat pada Hari Rabu 25 April 2018.
      Berdasarkan ketentuan SK KMA Nomor 78 tahun 2018, Wakil Ketua MA Bidang Non-Yudisial dipilih melalui proses voting dari dan oleh Hakim Agung, yang saat ini berjumlah 48 (empat puluh delapan) orang. Keseluruhan Hakim Agung tersebut memiliki hak untuk memilih dan dipilih menjadi Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Non-Yudisial, hal ini diatur berdasarkan UU No. 14 tahun 1985 tentang Mahkamah Agung RI sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU RI No. 5 tahun 2004, dan terakhir UU RI No. 3 tahun 2009 yang menetapkan bahwa Ketua dan Wakil Ketua Mahkamah Agung dipilih dari dan oleh Hakim Agung. 
      Pada pemilihan hari ini terdapat dua Hakim Agung yang berhalangan hadir (satu orang sakit dan satu orang sedang melaksanakan umrah). Namun ketidakhadiran dua orang Hakim Agung tersebut tidak membatalkan proses pemilihan, karena proses pemilihan dinyatakan sah bila dihadiri oleh paling sedikit 2/3 (dua pertiga) dari jumlah Hakim Agung yang ada pada Mahkamah Agung RI. 
      Pada putaran pertama terdapat Sembilan calon Wakil Ketua MA Bidang Non-Yudisial terpilih, berikut hasil rekapitulasinya : 
      Dr. Dr. H.M. Hary Djatmiko, S.H., M.S. sebanyak 1 suara   Dr. H. Supandi, S.H., M.Hum. sebanyak 6 suara  Prof. Dr. H. Takdir Rahmadi, S.H., L.L.M. sebanyak 8 suara   Dr. H. Andi Samsan Nganro, S.H., M.H sebanyak 9 suara  Dr. H. Sunarto, S.H., M.Hum. sebanyak 13 suara  Dr. H. Zahrul Rabain, S.H., M.H. sebanyak 3 suara  Soltoni Mohdally, S.H., M.H. sebanyak 1 suara  Dr.H. Suhadi, S.H., M.H. sebanyak 4 suara  Dr. Yulius, S.H., M.H. sebanyak 1 suara  Karena tidak memenuhi kuorum, Ketua Mahkamah Agung memutuskan dilakukan pemilihan putaran kedua, dengan calon yang mendapat suara terbanyak yaitu Hakim Agung Dr. Sunarto, S.H., M.H., dan Hakim Agung Dr. H. Andi Samsan Nganro, S.H., M.H.,. Dalam sambutannya, Sunarto mengucapkan terima kasih kepada semua Hakim Agung yang telah memilih baik memilih dirinya maupun memilih Hakim Agung Andi Samsan Nganro. "Saya akan berusaha memantaskan diri dalam hal kemampuan dan pengetahuan. Dan saya akan senantiasa menjaga integritas agar dapat membantu para jajaran pimpinan khususnya Ketua Mahkamah Agung dalam mewujudkan visi Mahkamah Agung yaitu mewujudkan badan peradilan yang agung.", Janji Sunarto. 
      Sementara Ketua Mahkamah Agung dalam sambutannya mengatakan selamat kepada pejabat terpilih dan Hatta berharap pejabat tersebut dapat mengemban tugas dan amanah yang dipercayakan kepadanya selama 5 tahun mendatang. "Kami berharap kepada Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Non-Yudisial yang baru terpilih dapat bekerja dengan penuh keikhlasan dan bekerja secara cerdas dalam mendukung program-program Mahkamah Agung dalam mewujudkan Badan Peradilan yang Agung.", Harap Hatta.
      Mengenal Sosok Wakil Ketua MA Bidang Non-Yudisial yang baru
      Sebagai informasi, berdasarkan Aplikasi Sistem Informasi Kepegawaian Mahkamah Agung RI (SIKEP), Sunarto lahir di Sumenep pada 11 April 1959. Sunarto meraih Gelar Sarjana Hukum di Universitas Airlangga Surabaya dengan mengambil konsentrasi Hukum Perdata pada tahun 1984. Dua tahun setelah lulus (1986), Sunarto mengawali karier sebagai Calon Hakim di PN Surabaya dan juga diberikan amanat oleh Ketua Pengadilan setempat (pada masa itu) untuk membantu bidang kepegawaian. Pengabdiannya sebagai Hakim bermula pada tahun 04 Juli 1987 di PN Merauke. Ia bertugas di sana hingga 23 Mei 1992. Dari PN Merauke, Sunarto dipindah ke PN Blora. Ia mengemban tugas di wilayah perbatasan Jawa Tengah-Jawa Timur itu dari tahun 1992 hingga 1998. Setelah itu, pada tahun 1998-2003, Sunarto pindah tempat tugas di PN Pasuruan. Kemudian pada tahun 2001 Sunarto berhasil meraih gelar Pascasarjana Hukum Bisnis pada Universitas Islam Indonesia Yogyakarta. 
      Karier Sunarto mulai menanjak ketika dipindah ke PN Trenggalek. Pada tahun 2003, ia diangkat menjadi Wakil Ketua PN Trenggalek dan pada tahun yang sama pula, posisinya naik menjadi Ketua PN Trenggalek. Pada tahun 2005 saat usianya menginjak 46 tahun, Sunarto diangkat menjadi Hakim Tinggi dengan penugasan pertama di Pengadilan Tinggi Gorontalo. Tidak sampai dua tahun bertugas di sana, Sunarto ditarik ke Jakarta untuk menjadi Hakim Tinggi pengawas pada Badan Pengawasan MA. Tugas itu diembannya sejak tahun 2006 hingga tahun 2010. Pada tahun 2010 karier Sunarto menanjak lagi, di Badan Pengawasan MA RI, ia diberi amanah menjadi Inspektur Wilayah II. Kemudian, Sunarto berhasil meraih gelar Doktoral Ilmu Hukum pada Universitas Airlangga pada tahun 2012. 
      Pada 30 September 2013, Sunarto dilantik Ketua MA Hatta Ali untuk menjadi orang yang paling bertanggung jawab dalam mengawasi perilaku Hakim (Kepala Badan Pengawasan). Sunarto juga sempat ditolak sebanyak 2 kali sebagai Calon Hakim Agung oleh DPR pada tahun 2013-2014. Di tahun 2015, ia pun berhasil menjadi Hakim agung. Tahun 2017 lalu Sunarto dilantik sebagai Ketua Kamar Pengawasan. Di lingkungan Mahkamah Agung, sosok Sunarto yang kini mendapat amanah sebagai Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Non-Yudisial dikenal sebagai sosok yang religius, berintegritas tinggi dan berpembawaan kalem. 
      Berita ini dikutip dari Situs Resmi Direktorat Jenderal Badan Peradilan Militer dan Peradilan Tata Usaha Negara Mahkamah Agung RI
    • By MariaAngeline
      LGBT (lesbian, gay, biseksual dan transgender) makin merebak, para pemilik perilaku seks menyimpang sekarang sudah semakin berani memperlihatkan dirinya di masyarakat, mungkin karena saat ini semakin banyak masyarakat yang tidak lagi mempedulikan orientasi seksual seseorang dan menganggap hal tersebut adalah urusan pribadi yang tidak perlu dicampuri. Betul nggak sih?
      Akan tetapi,  LGBT merupakan bentuk kemunkaran yang perlu kita cegah perluasannya di masyarakat, karena sungguh banyak kerusakan dan penyakit yang akan timbul dari perilaku seksual menyimpang tersebut. Setuju kan ndral?
      Nah, berikut ini beberapa hal yang menjadi ciri-ciri seorang gay yang perlu diwaspadai, karena kalau tidak hati-hati perilaku ini bisa menular melalui lingkungan pergaulan. Yang jelas, beberapa ciri ini di dapat dari berbagai sumber :
      1.Berfoto selfie gaya alay
      Ada info yang menyebutkan bahwa salah satu ciri gay yang sangat kentara adalah berfoto selfie gaya alay. Makanya buat yang nggak mau disangka gay, jangan iseng-iseng gaya selfie alay apalagi sambil manyun-manyunin bibir ke depan.
      2.Suka menatap ke arah bok*ng laki-laki
      Kabarnya, para gay melihat bok*ng laki-laki bisa dengan tatapan bernafsu atau minimal tatapannya berbeda dan tak wajar. Aiiih, serem.
      3.Bisa menatap berkali-kali ke arah laki-laki yang diincar
      Konon, para gay bisa mengetahui sesama mereka dengan kode tatapan. Orang yang menatap atau curi-curi pandang terus dengan sinar mata tak lazim ke arah cowok incerannya lebih dari 5x, sudah bisa dipastikan gay. 

      4.Seorang gay biasanya sangat memperhatikan penampilan
      Ya bagus banget sih kalau berpenampilan bersih, kekar, wangi pula, tapi kalau sampai seorang pria terlalu lama mematut diri di depan kaca, punya berbagai produk kosmetik, ritual perawatan wajah sekian jam.
      Mandi bisa habisin waktu sejam lebih, nggak lupa perawatan kuku tangan dan kaki, sangat rajin perawatan fitnes, dan tergila-gila pada bentuk tubuhnya sendiri, aduuuh... kayaknya musti introspeksi diri, karena agak berlebihan. Biasanya seorang gay sangat peduli pada penampilan dirinya. Jadi, buat cowok jangan terlalu berlebihan segitunya kalau nggak mau dicurigai.
      5.Fashion update
      Modis, dandy, cowok gay biasanya punya selera fashion yang bagus dan up-to-date. Karena fashionable, cowok gay bisa bikin cewek jadi minder karena kalah saing. Et dah...
      6.Wangi
      Selalu memakai pengharum tubuh dengan bebauan yang agak norak. Bisa jadi emang norak harumnya atau karena sekali semprot langsung habis satu botol.
      7.Memakai riasan
      Tentu hal ini tidak berlaku jika profesinya menuntutnya untuk menggunakan riasan. Tapi kalau pas bersantai aja dia tetap menggunakan riasan meskipun tipis, duuh curiga deh jadinya.
      Bisa menggunakan blush on warna nude atau pelembab bibir berwarna. Ingatlah, tidak ada pria normal yang akan menggunakan riasan misalkan lipgloss atau maskara sekalipun pas pedekate sama perempuan incarannya.
      8.Anting di salah satu telinga (kanan)
      Ciri-ciri khusus lainnya adalah mengenakan anting di telinga kanan. Cowok pake anting sudah bukan hal aneh sekarang ini ya Sob, terutama buat mereka yang suka musik Punk atau Rock. Penggemar musik keras biasanya menindik di telingan sebelah kiri. 
      Nah, kabarnya... Kaum Homo menindik telinga sebelah kanan mereka untuk menyamarkan identitas mereka dan agar mereka bisa saling mengenali dengan cepat.
      9.Mengagumi cowok
      Cowok mengagumi cowok sebenernya nggak salah, tapi kalau terlalu mengagumi bahkan terobsesi sampai memuja-muji kayaknya udah nggak beres dah.
      Jika seorang cowok terlalu memuji cowok lainnya, entah itu artis ,pemain bola, atau teman yang pujiannya itu terkesan mengagumi dari lubuk hati yang terdalam, bisa terindikasi gay. Bahkan jika sedang berjalan dan melihat cowok lain yang ‘tipe’nya. Dia akan memperhatikan cowok tersebut dengan seksama.
      10.Pakai baju "V" Neck
      Khususnya di Malaysia, jangan sekali-kali pakai baju, sweater atau atasan apapun dengan model V pada kerah lehernya, karena akan dianggap gay.
      Semoga informasi yang alakadarnya ini bisa bermanfaat, dan semoga kita terjauh dari perilaku menyimpang yang tak sesuai ya!
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy