Jump to content
  • ×   Pasted as rich text.   Restore formatting

      Only 75 emoji are allowed.

    ×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

    ×   Your previous content has been restored.   Clear editor

    ×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

  • Similar Content

    • By VOAIndonesia
      Indonesia memastikan kesiapan memproduksi ventilator secara massal bulan depan, Jakarta, 20 Mei. (Foto: Twitter/@BNPB_Indonesia)
      WASHINGTON DC (VOA) — Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi mengatakan bantuan ventilator dari pemerintah Amerika akan tiba di tanah air pada akhir Mei atau awal Juni mendatang. Penegasan ini disampaikannya menjawab pertanyaan VOA dalam konferensi pers di Jakarta Rabu sore (20/5).
      “Indonesia dan Amerika telah melakukan komunikasi intensif terkait ventilator. Pada 4 Mei USAID di Jakarta telah berkomunikasi dengan Kemenkes untuk mengidentifikasi spesifikasi dan hal-hal teknis lain," ujarnya.

      Menlu RI Retno Marsudi dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (20/5) (courtesy: Kemlu RI)
      "Lalu pada 5 Mei, informasi yang diminta USAID pada Kemenkes itu dikirimkan ke USAID. KBRI di Washington DC juga telah memonitor dan mengkomunikasikan hal ini dengan Departemen Luar Negeri dan Dewan Keamanan Nasional NSC di Amerika. Kami diberitahu bahwa pengiriman ventilator ini akan dilakukan pada akhir Mei atau awal Juni nanti,” papar Retno.
      Namun ditambahkannya bahwa Indonesia kini juga sudah mulai mengembangkan inovasi untuk memproduksi sendiri ventilator atau alat bantu pernafasan ini.
      Mulai Juni Indonesia Siap Produksi Ventilator
      Menteri Riset, Teknologi dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional Bambang Brodjonegoro mengatakan ada lima dari delapan jenis ventilator yang sudah lulus “equipment and critical test” di Kementerian Kesehatan.
      “Lima ventilator ini dapat digunakan di ICU – yang sifatnya invasif – dan dalam kondisi darurat di dalam ambulans maupun ruang gawat darurat untuk membantu orang yang mengalami gangguan pernafasan. Ini merupakan ventilator pertama buatan Indonesia, dan kami siap memproduksinya secara masif bulan depan.”

      Menristek Bambang Brodjonegoro (foto: courtesy).
      Lebih jauh Bambang menjelaskan bahwa setiap pabrik akan mampu memproduksi antara 200-300 unit ventilator per minggu guna memenuhi kelangkaan ventilator dalam menangani pasien virus corona, yang sangat terasa dalam beberapa bulan terakhir ini.
      “Untuk menjadi catatan, inovasi ini baru dimulai sekitar 2,5 bulan lalu. Peneliti dan inovator Indonesia berhasil mengerjakannya dalam waktu sangat singkat,” puji Bambang.
      Permintaaan ventilator ini mengemuka setelah Presiden Amerika Donald Trump mencuit pada 22 April tentang pembicaraan telepon yang dilakukannya dengan Presiden Joko Widodo. [em/pp]
       
    • By news
      Sejumlah pemerintah daerah di AS, termasuk negara bagian Washington dan Florida telah menyatakan status keadaan darurat merespons penyebaran virus korona. Jumlah pasien COVID-19 pun bertambah dan demikian pula warga yang meninggal dunia. Bagaimana AS mengatasinya? Kita simak liputan VOA berikut.
       
    • By VOAIndonesia
      Usai KTT NATO di London, pemerintah Inggris semakin mendukung sikap pemerintah AS terhadap teknologi seluler produsen ponsel China Huawei. Meski demikian banyak negara Eropa kini tetap gunakan produk Huawei yang dicurigai AS digunakan memata-matai warga. Salah satunya adalah Serbia.
       
    • By peter_hutomo
      Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) naik daun karena kisah horor yang beredar di dunia maya. Kejadian serupa juga dialami mahasiswa Universitas Gunung Jati (UGJ) Cirebon pada 2018 lalu.
      Fani, salah seorang peserta KKN mengaku tak akan melupakan kejadian mengerikan itu. Fani mengatakan, saat sudah diterjunkan ke desa tersebut, Fani ditunjukkan dua rumah untuk disewa.
      "Rumah pertama untuk mahasiswa laki-laki dekat balai desa tapi yang perempuan jaraknya jauh dari rumah warga," kata dia.
      Rumah yang ditempati Fani dikelilingi pohon bambu. Tapi, program pengabdian ke masyarakat itu punya bumbu misteri, kala seorang peserta KKN bernama Lastri (bukan nama sebenarnya), tiba-tiba kerap melakukan aktivitas yang aneh.
      Berkaca di Cermin Besar
      Lastri kerap memakan bunga melati. Dia juga minum botol air khusus.
      "Kami sempat mencari tahu tentang Lastri setelah minggu kedua kami diberi tahu kalau air itu diberi keluarganya karena diyakini punya khasiat apa gitu. Kami tetap positif saja karena yang penting kegiatan KKN mahasiswa Cirebon ini lancar," ujar dia.
      Tapi, tingkah Lastri semakin mencurigakan. Wanita itu cenderung suka menyendiri dan berkaca di cermin besar.
      Pada pekan ketiga KKN, Fani mengaku, tingkah laku Lastri terlihat lebih berbeda. Saat Kamis, malam Jumat Kliwon menjelang maghrib, Lastri tiba-tiba mandi dan keramas.
      "Setelah Lastri mandi, saya bersama kawan lain di ruang tengah bersiap untuk salat maghrib. Nah, Lastri setelah keluar dari kamar mandi langsung menuju kamar yang biasanya dijadikan tempat untuk berkaca," ujar dia.
      Tak Lazim
      Saat itu, pintu kamar yang digunakan Lastri dalam kondisi sunyi seperti tidak ada aktivitas di dalamnya. Fani bersama dua teman lainnya berinisiatif menghampiri kamar tersebut untuk memastikan keberadaan Lastri.
      "Saya buka pintu pelan-pelan melihat Lastri sedang duduk di depan kaca sambil membelai rambutnya tanpa suara dan pandangannya kosong," kata dia.
      Tidak lama kemudian, Lasti mengalami aktivitas aneh yang diduga kerasukan. Setelah kedatangan kelompok KKN laki-laki dan pihak desa, Lasti disembuhkan.
      "Kalau kata Pak Kiai desa bilangnya kejadian ini berawal dari Lastri yang punya kebiasaan tak lazim sehingga mengundang makhluk halus hadir di rumah yang kami sewa ini," ujar dia.
      Usai pulih, Lastri bersama kedua temannya diantarkan pulang untuk mendapat perawatan dari keluarga mereka.
    • Guest News
      By Guest News
      Peneliti di Universitas Washington, AS meluncurkan prototipe telepon seluler tanpa baterai memakai teknologi yang bisa diintegrasikan ke produk ponsel yang ada di pasaran. Kelompok peneliti ini memanfaatkan tenaga dari gelombang elektromagnetik yang ada di sekitar kita.
×
×
  • Create New...